LOVE IN MINE

LOVE IN MINE
DIIKUTI


__ADS_3

Bangun dari tidurnya yang hingga larut malam, Balqis sampai lupa mandi dan lupa makan.


Ia membuka matanya ruang kamar masih dalam keadaan gelap.


Saat bergerak tangannya tanpa sengaja tersenggol oleh tubuh Abrar yang baru saja naik ke atas ranjang.


“siapa kau???” tanya Balqis yang tak bisa melihat dengan jelas.


“apa kau terlalu banyak tidur sehingga kau lupa denganku??” ujar Abrar.


“haaahh.., bikin takut saja..!! ternyata kau.., jam berapa sekarang?? Sepertinya di luar gelap..” sahut Balqis.


“tentu saja gelap…, ini tengah malam sudah jam 1 dini hari…” jawab Abrar.


“apa???????? Kenapa tidak ada yang membangunkan aku???” teriak Balqis panik karena tidur terlalu lama.


“kau kan punya kebiasaan tidur seperti kerbau…, aku sudah berusaha membangunkanmu.., tapi kau tetap saja tidur….!! Bahkan saat aku membangunkanmu, kau malah menonjok pipiku…” sahut Abrar.


“hehehehe…., maaf…!! Aku tadi bermimpi buruk…” kata Balqis.


“kau mimpi apa??” tanya Abrar kepo.


“aku mimpi sedang menindasmu…..hahahaha…, betapa bahagianya aku menindasmu walaupun hanya dalam mimpi..” jawab Balqis tertawa.


“apa kau bilang??? Beraninya kau menindasku, Balqis…!! Baiklah, karena kau sudah tidak bermimpi lagi…, sekarang aku yang akan menindasmu…” ujar Abrar langsung menyergap tubuh Balqis.


“tunggu…dulu…” teriak Balqis.


“apa lagi sih…, kita kan saling mencintai…ayo sekarang kita buak adik untuk Azlan…” ucap Abrar.


“ck…, sudah kuduga…ini pasti akan terjadi lagi…!! Dia minta bayi lagi dariku..” ucap Balqis dalam hatinya.


“Abrar…., aku belum mandi…dan aku sangat lapar…” kata Balqis.


“oohh.., iya kau belum makan seharian…!! Apa kau mau mi instant, Balqis…???????” tanya Abrar.


“mau…mau…..aku mau…..!!!!!” jawab Balqis antusias.


“baiklah……, ayo kita turun…, hari ini kau boleh makan mi instant sepuasnya…” kata Abrar.


“Abrar…, aku mandi dulu…!! Kau turunlah duluan..” ucap Balqis.


“kita mandi berdua…, sayang….” Sahut Abrar.


“iya…, baiklah…” sahut Balqis.


“tapi nanti kita bukan hanya mandi saja…, tapi aku mau yang lain juga…hehehe…” kata Abrar dengan senyuman jahatnya.


“terserah kau! Ayo…” umpat Balqis sambil menarik kerah baju Abrar menyeret Abrar ke kamar mandi.


Abrar tersenyum senang saat Balqis setuju mandi bersamanya.


Namun saat menuju ke kamar mandi dalam kondisi yang gelap, kaki Balqis menendang sesuatu di lantai hingga membuat dirinya dan Abrar jatuh tersungkur.


“apa kau bodoh, Balqis…????” teriak Abrar kesakitan.


“hidupkan lampunya…, aku seperti menendang sesuatu…” sahut Balqis.


Abrar pun menyalakan lampu kamar dan Balqis membelalakkan matanya, ia melihat begitu banyak barang belanjaan yang Abrar beli untuknya.


“apaan nih??” kata Balqis.


“kau ini wanita apa bukan sih..?? ini semua keperluan wanita…, kenapa kau malah terlihat seperti orang bodoh…??” sahut Abrar.


“waahh….., ini sangat mahal….!! Harga tas ini 500 juta??????” seru Balqis terpukau dengan nominal harganya.


“ini belum seberapa…., kalau kau mau aku akan belikan kau tas dengan harga 2 milyar….hahahaha…..” ucap Abrar dengan wajah yang penuh bangga.


“wwiiiddiiihhh………., sultan mah bebas…….” Seru Balqis.


“iya dong….., hahahahaha………….” Sahut Abrar semakin percaya diri.


“harga sepatu ini sangat mahal…, hhhaahh…, sayang sekali Cuma di pijak dengan kaki…” kata Balqis.


“Abrar…, apa kau akan membelikan apapun untukku??” tanya Balqis pada Abrar yang masih dengan wajah yang sombong.


“tentu saja…, kau adalah wanita, istri dan ibu dari anakku…aku akan memberikan apapun yang kau mau..” sahut Abrar.


“kalau begitu belikan aku pulau pribadi yang semua orang tidak bisa masuk ke dalamnya..” kata Balqis.


“sejak kapan kau jadi wanita matre, hah….?????????” Teriak Abrar kesal mengingat harga pulau sangat mahal.


“kau bilang kau akan memberikan apapun padaku…” gumam Balqis.


“ck…, untuk apa kau pulau pribadi..???” tanya Abrar.


“supaya aku bisa lari dari orang gila sepertimu……!!!!!!” teriak Balqis.


“kenapa kau menghamburkan uang begitu banyak hanya membeli barang gak berguna seperti ini, Abrar..???? dasar kau……!!” teriak Balqis lagi kesal.


“kau tidak suka dengan barang-barang ini????” tanya Abrar bingung.


“tentu saja…., aku bukan wanita yang suka pamer dengan gaya glamor dan sosialita….!!! Apaan sih…?? Uangnya sayang jika di hamburkan hanya untuk benda yang gak bisa di bawa mati…!!!” sahut Balqis.


“tak ku sangka…, ternyata Balqis bukan wanita yang hanya memikirkan urusan duniawi…, aku jadi tersentuh mendengarnya….” Ucap Abrar dalam hatinya terkesan melihat Balqis.


“ya…ya…baiklah…!! Ayo kita mandi….apa kau tidak lapar untuk melahap tubuhku.., Balqis..??? tanya Abrar dengan tatapan mesum.


“ck…, terbalik…!! Kau lah yang akan melahapku di dalam sana..” sahut Balqis.

__ADS_1


Kemudian setelah selesai mandi, Balqis dan Abrar turun dan menuju ke dapur untuk masak mi instant.


Abrar yang suka mi, makan makanan lain yang di masak oleh Balqis.


Mereka makan bersama di ruang makan di saat tengah malam yang sunyi.


Beberapa bulan kemudian, Balqis pergi mengunjungi anak-anak di panti asuhan membawa Azlan yang sudah lancar berbicara.


Saat di perjalanan, Balqis merasa seperti ada yang mengikuti mobilnya.


“pak…, apa kau merasa ada yang mengikuti mobil kita..??” tanya Balqis pada sopir pribadinya.


“sepertinya begitu…, apa kau mau kita mengambil jalur lain agar dia tak bisa mengikuti kita lagi, nyonya..???” tanya Sopir.


“jangan…, berhenti di tempat keramain saja…, agar dia tidak berani mengganggu kita.” Kata Balqis.


Mereka pun berhenti di salah satu jalan yang memang sangat ramai pengunjung.


Balqis membawa anaknya masuk ke dalam sebuah mall untuk mengecoh orang yang mengikutinya.


Ia bersembunyi di salah satu toko pakaian, dan melihat dua orang pria berpakaian rapi sedang panik mencarinya, setelah kedua pria itu pergi, Balqis kembali masuk ke dalam mobil dan menyuruh sopirnya untuk cepat membawanya pulang.


Ia tak jadi pergi ke panti asuhan demi keamanannya.


“siapa mereka??? Kenapa mereka mengikuti aku??? Aku harus bicara pada Abrar, nanti saat dia pulang dari kantornya..” ucap Balqis dalam hatinya.


“mami…, kita mau kemana??” tanya Azlan dengan sedikit celat.


“kita pulang kerumah.., kita tidak jadi pergi…!!” sahut Balqis.


“kenapa???” tanya Azlan dengan polosnya.


“karena papi merindukanmu, jadi kita harus segera pulang…” jawab Balqis.


Disisi lain, kedua pria yang membuntuti Balqis terlihat sangat panik saat mengetahui bahwa mereka kehilangan jejak Balqis.


Mereka pun menghubungi majikannya.


“maaf nyonya…, kami kehilangan jejaknya…” kata salah seorang pria itu.


“dasar bodoh…….!!!! Kenapa kalian bekerja dengan tidak becus…??? Mengawasi satu orang saja kalian tidak bisa….!! Awasi terus dia…” sahut seorang wanita yang menjadi majikan pria itu.


Malam harinya, Balqis menyambut kepulang Abrar dari kantornya.


Balqis menjadi istri yang manis, menyambut Abrar dengan senyuman yang membuat Abrar semakin mencintainya.


“apa kau lelah??” tanya Balqis.


“sedikit…., tapi jika kau menciumku maka lelahku akan sirna…” sahut Abrar memeluk tubuh Balqis.


“mmmuuuaaacchhhh……..!!” Ucap Balqis dengan tatapan menggoda.


Saat Abrar ingin melahap Balqis, tiba-tiba tubuhnya di dorong oleh Balqis dengan kuat.


“kenapa sih???” tanya Abrar kesal.


“Abrar.., aku lupa mengatakan sesuatu padamu…!!tadi saat aku mau pergi ke panti asuhan, ada dua orang pria yang mengikutiku….” Kata Balqis.


“apa???siapa mereka..??” tanya Abrar terkejut.


“aku tidak tau…, untung saja aku bisa mengecohkan mereka tadi…” sahut Balqis.


“kau memang wanita pintar….!! Mereka pasti orang suruhan Johan…” kata Abrar.


“apa iya..??? sampai segitunya kah si psikopat gila itu???” ujar Balqis.


“Johan itu manusia yang tak kenal menyerah…, kalau dia menginginkan sesuatu, dengan cara apapun akan dia lakukan agar tujuannya tercapai….” Kata Abrar.


“aku sangat takut…, jika dia membawaku jauh darimu, Abrar…” ucap Balqis memeluk Abrar.


“tenanglah…., aku akan melindungimu dan anak kita…” ucap Abrar membalas pelukan hangat Balqis.


Di sebuah vila yang bergaya eropa, Johan mendapatkan kabar bahwa semua anak buahnya yang di utusnya untuk mengawasi gerak-gerik Balqis, telah mati di bunuh oleh orang-orang yang tak di kenal.


Semua anak buahnya di habisi dengan cara yang sangat keji.


“tuan.., orang-orang kita telah di habisi semuanya…” kata salah satu anak buahnya.


“siapa mereka??” tanya Johan dengan kesal.


“aku masih menyelidikinya, tuan..!! mereka membantai orang-orang kita yang mengawasi nona Balqis dengan cara yang sangat sadis…” katanya lagi.


“cari tau siapa mereka dengan segera……..” teriak Johan penuh amarah.


“baik tuan.” Sahut anak buah Johan.


“kurang ajar…, siapa yang berani menggangguku…?? Apa Abrar tau kalau aku mengintai Balqis secara diam-diam, sehingga dia menghabisi semua anak buahku disana…” gumam Johan tak menerima kekalahannya.


Siang hari saat Abrar berada di dalam ruang kantornya, kakek datang dengan membawa tiket pesawat untuk Abrar dan Balqis sebagai hadiah.


“untuk apa kakek memberikan tiket ini padaku???” tanya Abrar bingung.


“pergilah berlibur dengan Balqis…., aku akan menjaga Azlan dengan baik.” Sahut kakek.


“ck…, jangan bilang kakek menginginkan cicit lagi…” ucap Abrar.


“apa salahnya…??? Hartaku banyak…, 8 turunan juga gak bakal habis..” kata kakek.


“Azlan masih kecil…., mana mungkin Balqis akan setuju untuk memiliki anak dalam waktu dekat ini…” ujar Abrar.

__ADS_1


“berusahalah…., dasar cucuku yang bodoh….” Kata kakek sambil memukul tongkatnya di kepala Abrar.


“ck….., iya….nanti…!! aku akan coba bilang padanya nanti…” kata Abrar kesal sambil mengelus kepalanya yang benjol.


Setelah selesai bekerja, Abrar menemui sahabatnya di salah satu restoran untuk makan malam bersama.


“Abrar, bagaimana..?? apa kau sudah mengetahui siapa orang yang mengikuti Balqis..??” tanya Devan.


“belum…, namun mereka sudah mendapatkan petunjuk lain, kalau orang-orang yang mengikuti Balqis berasal dari Negara korea…” jawab Abrar.


“wah…., siapa lagi mereka..?? berasal dari korea..??” sahut Aska.


“iya…, aku heran mengapa mereka mengikuti Balqis…, secara Balqis saja tidak pernah pergi ke korea…, darimana mereka mengenal Balqis…!! Saat orang suruhanku melacak lagi, orang yang mengikuti Balqis dengan pintarnya menghilangkan jejak mereka sehingga orang suruhanku tidak dapat melacak mereka lagi..” kata Abrar.


“mereka itu bukan orang suruhan biasa…, tapi orang professional…!!” sambung Romi.


“kau benar….!! Bahkan aku dengan dari orang suruhanku, kalau anak buah Johan yang di utus untuk mengintai Balqis, habis di bunuh olah orang dari korea itu.” Ucap Abrar.


“apa..???? Johan mengirim orang untuk mengintai Balqis…, wahh…kau harus waspada…!! Johan memang bukan orang yang sembarangan…” lanjut Aska.


“iya…., kau benar….!! Aku akan menyewa beberapa bodyguard untuk melindungi Balqis dan Azlan jika mereka keluar tanpa ku…” sahut Abrar.


“ngomong-ngomong, dimana Luky..?? aku jarang sekali melihatnya…” tanya Abrar.


“dia masih getol mengejar Lita….” Sahut Romi.


“hei…., nikmatilah wanita…., apa kau ini suka sesama jenis, hah…???” kata Abrar pada Romi.


“ck…, dasar kau…” sahut Romi kesal.


“Abrar, apa kau tidak tau…?? Saat ini Romi sedang di kejar-kejar oleh wanita yang sangat cantik…., dan dia juga dari keluarga kaya…” kata Devan.


“yang benar..?? siapa..???” tanya Abrar.


“kau ingat teman wanita kita saat masih SMA dulu, si Melda…yang kaku itu…” kata Aska.


“oohh…, iya aku ingat…!! Yang kutu buku itu kan…??” sahut Abrar.


“iya….!! Dia lah yang mengejar Romi saat ini…!! dan lebih menariknya lagi, sekarang tampilannya sangat cantik….” Sambung Aska.


“ini fotonya…” ucap Devan menunjukkan foto Melda pada Abrar.


“hei…hei…., dia sangat cantik…!! Kencani lah dia…hehehehe….” Ucap Abrar meledek Romi yang sejatinya anti cewek.


“diamlah….., jangan aku kesal…” ujar Romi dongkol.


Semua sahabatnya hanya tertawa puas saat melihat ekspresi wajah Romi yang sedikit merona merah menahan rasa malunya.


Tengah malam Abrar tiba dirumah, seperti biasa Balqis menyambutnya dengan pelukan hangat.


Balqis mencium bau alcohol yang sangat menyengat di tubuh Abrar.


“kau habis minum…???” tanya Balqis.


“iya sedikit…., tadi aku berkumpul dengan yang lainnya sambil makan malam..” jawab Abrar.


“pergilah mandi…” kata Balqis membuka semua pakaian Abrar.


“ayo kita mandi bersama…” ajak Abrar.


“ogah…..!!” sahut Balqis dengan judesnya.


“dasar judes…” balas Abrar yang melangkah ke kamar mandi.


Balqis merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil menunggu Abrar selesai mandi.


Setelah selesai mandi, dengan girang Abrar melompat ke atas ranjang dan memeluk Balqis.


“Balqis…” panggil Abrar.


“hhhmmmm….” Sahutnya.


“ayo kita pergi liburan…” ajak Abrar.


“kemana??” tanya Balqis.


“Hawaii….!! Kakek sudah menyiapkan semuanya….” Kata Abrar.


“apa kau mau..??” tanya Abrar.


“tentu saja…., aku suka jalan-jalan….!!!” Ucap Balqis senang.


“eehh…, bagaimana dengan Azlan..???” tanya Balqis.


“kakek bilang, dia yang akan menjaga Azlan…!! Namun aku rasa akan lebih menyenangkan kalau Azlan juga ikut…” kata Abrar.


“oke….!! Tapi jangan bilang pada kakek kalau kita membawa Azlan.., dia pasti tidak akan setuju..” kata Balqis.


“tentu saja…., hehehehehe…………..” sahut Abrar terkekeh jahat.


Abrar dan Balqis bersiap untuk pergi membawa serta Azlan untuk berlibur ke Hawaii tanpa sepengetahuan kakek. Setelah mereka berangkat, kakek datang berniat untuk membawa Azlan menginap dirumah nya.


Namun yang di temuinya hanya Wirna yang sedang membereskan kamar Azlan.


“Wirna…, dimana cicitku..??” tanya kakek.


“pergi ikut liburan dengan tuan dan nyonya..” jawab Wirna.


“dasar pasutri gila……!!!!!!!! Kalian membawa lari cicitku ke Hawaii……..” teriak kakek kesal.

__ADS_1


Kakek menjadi kesepian karena cicitnya di bawa pergi liburan ke Hawaii.


__ADS_2