
Abrar diperintahkan oleh kakeknya untuk melakukan perjalanan bisnis ke beberapa negera selama dua minggu. Tentu saja yang sangat bahagia mendengarnya adalah Balqis. Ia senang jika hari-harinya tidak di ganggu oleh Abrar yang sering membuatnya kesal. Balqis menjalani harinya dengan bahagia, ia sering berbelanja untuk kebutuhan anak-anak panti.
"Revan...., apa kau nakal selama aku tak datang ke sini???" tanya Balqis pada salah satu anak panti yang disayangnya.
"aku tidak nakal..., Kaila menggangguku...., dia terus mengejar dan mencium pipiku...!! hhuuhh...menyebalkan..." sahut Revan dengan polosnya.
"Kaila apa benar yang di katakan Revan???" tanya Balqis pada Kaila.
"hihihihihi.........!! aku hanya menciumnya sedikit...!! kata pria yang pernah datang kesini waktu itu, aku harus berani mencium pipi anak laki-laki yang aku sukai...." ujar Kaila.
"pria???? pria yang mana????" tanya Balqis bingung.
"pria tampan yang pernah memaksa kakak Balqis masuk kedalam mobilnya waktu itu.." sahut Kaila yang menjelaskan tentang Abrar.
"kurang ajar....si Abrar.....!!! didikannya memang menyesatkan..." umpat Balqis dalam hatinya kepada Abrar.
"lalu dia bilang apa lagi padamu???" tanya Balqis kepo.
"katanya..., kalau kak Balqis tanya tentang pembicaraan kami waktu itu, maka aku harus jawab...kak Balqis kepo deh....!!!!hahahahahaha........." jawab Kaila dengan gaya bicaranya yang centil.
mendengar perkataan Kaila akibat didikan Abrar yang menyesatkan, Balqis langsung mengirimkan pesan kepada Abrar yang masih di luar negeri.
"beraninya kau mendidik kaila dengan ajaranmu yang mesum itu....." tulis Balqis pada pesannya.
di luar negeri, saat Abrar sedang berbaring di ranjang hotel tempatnya menginap ia membaca pesan dari Balqis.
"ck...., akhirnya kau rindu padaku Balqis.....!!" kata Abrar yang senang mendapat pesan dari Balqis.
saat membaca isi pesan Balqis, Abrar tertawa terbaha-bahak sambil berguling-guling di ranjangnya.
"hahahahahaha................!!! anak-anak memang sangat polos.....!!" ucapnya sambil tertawa girang.
Abrar pun tak mau kalah, ia langsung membalas pesan Balqis.
"apa kau mau aku bertindak seperti Kaila terhadap Revan???? aku bahkan bisa bertindak lebih hot dari yang Kaila lakukan pada Revan." tulis Abrar dalam pesannya membalas Balqis.
Balqis pun membaca balasan pesan dari Abrar. dengan wajah yang merona kemerahan, Balqis berteriak mengumpat Abrar dengan kesal.
Seminggu telah berlalu, Abrar melihat HP nya yang tak pernah lagi mendapatkan pesan maupun telepon dari balqis selama ia berada di luar negeri.
“dasar si Balqis, apa dia terlalu senang hingga lupa padaku..!!” ucap Abrar kesal.
Kemudian ia menelpon Balqis yang sedang memasak sup untuk kakek, sedangakan HP nya berada di dalam kamar. Setelah memasak dan makan bersama dengan kakek dirumah kakek, ia masuk ke kamar mengambil HP dan berniat pulang. Saat ia melihat 132 kali panggilan tak terjawab dari Abrar, ia langsung gemetar.
“ya tuhan…., banyak sekali.” Ujarnya kaget.
Kemudian ia membaca pesan singkat dari Abrar.
“setelah aku pulang, aku akan menghabisimu.” Pesan Abrar.
“ohh..., Tuhan...apa yang aku lakukan?? dia pasti marah besar padaku karena tak menjawab teleponnya...!!! matilah aku…..!!!” ucap Balqis ketakutan.
Karena perihal itu, Balqis cemas saat menunggu hari kepulangan Abrar. Ia menghitung kalender yang ada di dalam kamarnya.
“sisa 3 hari lagi, pria bedebah itu akan pulang, habislah aku.” Ucap Balqis nangis Bombay.
Siang hari saat Abrar selesai dari meeting untuk bisnis bersama rekannya, ia keluar gedung hotel tempatnya meeting menuju mobil. Saat ia baru saja keluar pintu depan hotel, ia mendengar suara teriakan seorang wanita yang sangat histeris.
“bayiku………!!!!” teriaknya saat melihat bayinya akan terjatuh dari jendela lantai tiga.
Saat melihatnya, Abrar langsung sigap dan cepat bagaikan kilat menangkap sang bayi laki-laki. Bayi itu tak menangis dalam dekapannya. Abrar melihat bayi itu malah tertawa riang sambil memainkan air liurnya dan menatap mata Abrar dengan sangat manis.
“anugrah apa yang aku lihat ini, dia bayi yang sangat manis..” ucap Abrar dalam hatinya.
“aku tidak tahan melihat pandangan matanya yang imut itu.” Batinnya lagi menatap bayi itu.
Tak lama kemudian, ibu si bayi menghampirinya ingin mengambil anaknya yang berada dalam gendongan Abrar.
“bayiku,..!! tuan terima kasih telah menolong bayiku.” Kata wanita itu akan mengambil anaknya.
Tapi apa yang terjadi, Abrar malah tidak ingin melepaskan bayi laki-laki yang imut itu. Hingga terjadilah aksi Tarik menarik antara Abrar dan ibu sang bayi. melihat sikap Abrar yang aneh, Rudi langsung menghampiri majikannya itu.
“tuan muda, ini adalah bayinya. Kenapa kau tidak melepaskannya.?” Seru Rudi pada Abrar.
Seketika Abrar tersadar akan kesalahan dirinya, karena terpedaya oleh keimutan sang bayi tersebut. Kemudian dengan segera ia memberikan bayi itu kepada ibunya, dan ia pun masuk kedalam mobil. Di dalam mobil, ia terus teringat akan keimutan wajah sang bayi yang memperdaya dirinya barusan. Dalam telinganya ia mendengar kata “AKU INGIN BAYI” yang secara terus-terusan teringiang yang membuat nya tidak tahan.
"sial......kenapa aku jadi menginginkan seorang bayi????" ucap Abrar dalam hatinya.
“Rudi, apakah kita masih memiliki meeting dengan rekan yang lain??” tanya Abrar saat di mobil kepada Rudi.
“masih tuan, ada tersisa satu negara lagi, yaitu jepang.” Jawab Rudi.
“batalkan.., aku ingin segera pulang untuk menemui Balqis.” Perintah Abrar.
“eeemmm.., maaf tuan..!! anda tidak bisa membatalkannya, karena tuan Sasuke adalah lahan bisnis terbesar bagi perusahaan kita.” Sahut Rudi.
Abrar terdiam sejenak, keinginannya cepat pulang untuk menemui Balqis pun sirna.
“apa di jepang sedang musim semi???” tanya Abrar lagi yang membuat Rudi heran.
“iya tuan..!!” jawabnya.
“atur perjalan untuk Balqis menuju jepang. Aku akan menunggunya disana.” Perintah Abrar lagi yang memiliki rencana.
“baik, tuan.” Sahut Rudi.
Malam harinya saat dirumah, Balqis sedang duduk santai di ruang keluarga, ia dihampiri orang suruhan Abrar
__ADS_1
yang mengatakan bahwa ia harus bersiap untuk perjalanan ke jepang.
“nona, silahkan ikut kami. ini perintah tuan Abrar.” Kata orang itu.
“kita mau pergi kemana??” tanya Balqis bingung.
“tuan muda Abrar menyuruh kami mengawal nona ke jepang.” Jawabnya.
“tapi untuk apa??” tanya Balqis masih bingung.
“kami hanya diperintahkan saja, nona.” Sahutnya.
Kemudian Balqis menerima pesan singkat dari Abrar.
“bersiaplah, kita Honeymoon di jepang.” Pesan Abrar.
“apa-apaan dia, seenaknya saja.” Gumam Balqis kesal.
Lalu masuk pesan dari Abrar lagi.
“kalau kau menolak, aku akan mencekikmu saat aku pulang.” Pesan Abrar.
“dasar si tukang pemaksa.” teriak Balqis kesal setengah mati.
orang suruhan Abrar kaget saat mendengar teriak kekesalan Balqis untuk Abrar.
"nona..., apa kau baik-baik saja??" tanyanya.
"apa kau tidak bisa melihatnya, hah??? aku hampir mati kesal karena ulah majikan bodohmu itu..." teriak Balqis yang masih kesal.
"maaf...nona....!! tuan muda Abrar memang pemaksa...mohon bersabarlah...." ucapnya lagi.
Dengan kesal Balqis menyiapkan pakaiannya ke dalam koper untuk pergi menuju jepang. Lagi, Balqis tak berdaya oleh sikap Abrar yang terus saja memaksakan kehendaknya. Balqis pun menuju jepang yang di kawal oleh orang suruhan Abrar. Sesampainya disana, ia sudah di tunggu Abrar dalam sebuah Villa kecil namun indah karena di hiasi bunga sakura yang bermekaran. Melihat Balqis yang berdiri dihadapannya, Abrar tersenyum lebar.
Sedangkan Balqis cemberut saat menatapnya.
“kenapa kau cemberut?? Apa kau tidak suka disini??” tanya Abrar sedikit dongkol.
“aku suka Villanya, namun aku gak suka sikapmu itu....selalu saja memaksaku.” Jawab Balqis yang membuat Abrar semakin dongkol.
“oohh, jadi kau gak suka sikap suamimu ini, hah???” ucap Abrar menahan amarahnya.
Balqis hanya diam saja tak mau menanggapi ucapan Abrar padanya. Kemudian Abrar langsung menyergap tubuh Balqis dan menciumnya. Tebersit rindu di hati Abrar kepada Balqis yang selalu saja di buatnya kesal itu. Ia mencium Balqis seakan ia tak mau jauh-jauh dari istrinya itu.
“aakuu..ssulit bernafas…!!” kata Balqis terbata-bata.
Lalu Abrar menghentikan ciumannya terhadap Balqis dan memeluknya dengan erat seraya berbisik.
“jadilah istriku yang baik, aku akan menyayangimu.” Ucap Abrar pada Balqis.
Jantung Balqis terus berdebar kencang saat mendengar perkataan Abrar padanya. Wajahnya memerah malu saat Abrar menatapnya. Saat Abrar ingin menciumnya lagi, Balqis langsung melarikan diri masuk ke kamar mandi.
“kenapa denganku??? Jantungku terasa mau copot…!! Tanya Balqis dalam hatinya.
Setelah selesai mandi, Balqis yang masih menggunakan kimono mandinya itu berdiri di cermin memakai pelembab yang biasa ia kenakan. Saat ia hendak memakai baju, Abrar nyelonong masuk kedalam dan melihat Balqis yang hanya menggunakan pakaian dalam saja.
“aaaakkkkhhh…….!!!!!!” Teriak Balqis kaget.
“kenapa kau berteriak, hah???” ujar Abrar menutup telinganya.
“kenapa kau masuk begitu saja, aku sedang memakai baju.” Kata Balqis berusaha menutupi tubuhnya dengan tanganya.
“apa kau lupa, aku sudah sering melihat tubuhmu, bahkan saat kau telanjang di bawahku.” Ucap Abrar menatap mesum pada Balqis.
Abrar terus saja berjalan kearahnya sambil mengelak saat di lempari benda oleh Balqis. Setelah dekat, Abrar langsung meraih tubuh Balqis yang hanya mengenakan pakaian dalam saja.
“Balqis, aku ingin bayi…!!” kata Abrar yang membuat Balqis terkejut.
“aku mau bayi dari rahimmu.” Ucap Abrar lagi pada telinga Balqis.
“oh, Tuhan, akhirnya dia ucapkan kata itu padaku. mampuslah aku.” Batin Balqis dalam hati.
“tapi, aaa…aku belum siap…!!” sahut Balqis perlahan.
“ aku gak perduli…!! Kau istriku, aku hanya ingin bayi dari rahimmu.” Bentak Abrar.
“oo…oke, tenanglah Abrar, aku mengerti maksudmu.” Sahut Balqis.
“tapi, untuk saat ini aku masih belum siap memiliki anak.” Sambungnya yang membuat Abrar gelap mata.
“apa kau lupa dengan pesanku menyuruhmu datang kesini??? kita sedang haneymoon...jadi layani aku malam ini..!! jangan membantah keinginanku.” Ucap Abrar dengan tatapan mata yang menakutkan.
Sebagai seorang istri, Balqis tau akan posisinya. Ia harus melayani suaminya dengan baik. Namun ia tak menyukai sikap Abrar yang terus memaksakan kehendak terhadap dirinya. Malam itu Balqis melayani Abrar di ranjang.
Ia merasa ada perubahan yang aneh saat dalam dekapan Abrar. Sesekali ia menatap mata Abrar yang juga menatap dirinya. Saat ia menatap mata Abrar, jantungnya berdebar kencang. Dan saat ia dalam dekapan Abrar, ia juga merasakan debaran jantung Abrar yang berdetak kencang.
Setelah selesai melayani dan memuaskan Abrar sang suami, ia kembali menatap wajah Abrar yang sedang tertidur pulas sambil mendekapnya. Ia memberanikan diri untuk mengelus pipi Abrar yang sedang tertidur.
“apa jika aku jatuh cinta padamu, kau akan mencintaiku juga???” tanya nya dalam hati.
“aku bukan lah wanita hebat…, kenapa kau memilihku??” gumam Balqis lagi dalam hati menatap Abrar.
Hari berikutnya, Balqis dan Abrar bangun kesiangan. Mereka tidak menyadari bahwa waktu menunjukkan pukul 10.00. Abrar membuka matanya dan merasakan kenyal-kenyal di kedua telapaknya. Sudah menjadi kebiasaannya memegang dada montok milik Balqis saat mereka sama-sama tak sadarkan diri saat tidur. Abrar bergerak perlahan, dan mencium Balqis yang telanjang dan hanya ditutupi oleh selimut.
“cewek mesum, bangunlah…!! Ini sudah siang.” Ucapnya sambil memainkan dada Balqis.
“eeemmmm…, aku masih mau tidur…!!” sahut Balqis yang enggan membuka matanya.
“apa kau tidak lapar??” tanya Abrar yang masih memainkan Balqis.
__ADS_1
“nanti aja makannya.” Kata Balqis yang tetap ingin tidur.
“tapi aku mau makan..” ujar Abrar.
“pergilah makan sana.” Sahut Balqis.
“tapi aku mau memakanmu, Balqis…!!” sambung Abrar yang membuat Balqis mendadak membuka mata.
Kemudian Balqis berbalik arah berhadapan dengan Abrar.
“kenapa kau selalu saja menggangguku?? Apa kau tidak puas semalaman menindasku?” ucap Balqis kesal.
“aku ingin bayi, jadi kita harus sering-sering melakukannya..” teriak Abrar.
“kalau kau melakukannya lagi padaku, aku pasti tidak bisa jalan.” Ujar Balqis masih kesal.
“ck, kau selalu saja mencari alasan.” Gumam Abrar ikutan kesal.
“cium aku…!!” perintah Abrar pada Balqis.
“aku gak mau….!!” Sahut Balqis.
“cepatlah….!! Jangan buat aku mati kesal padamu.” Teriak Abrar.
Kemudian Balqis mencium bibir Abrar dengan lembut, namun Abrar yang tak sabaran langsung menyergapnya dan terjadilah ena ena lagi saat itu. Setelah selesai ena-ena, mereka pun bangun dan membersihkan diri.
Itu pun Abrar masih tetap mengganggu Balqis untuk mengajaknya mandi bersama. Tentu saja Balqis menolak yang membuat Abrar semakin senang karena Balqis terus-terusan kesal karenanya.
Jam makan siang pun tiba, Abrar memesan seorang koki terkenal untuk melayani mereka di Villa. Koki itu masak makanan khas jepang yang tentu saja aneh di lidah Balqis.
“kenapa kau gak makan??” tanya Abrar menatap Balqis.
“aku gak terbiasa makan makanan ini.” Jawab Balqis.
“aku makan mie instant saja.” Sambung Balqis yang bangun dan merogoh kopernya dikamar.
“kau bawa mie instant kesini??” ujar Abrar kesal mematahkan sumpit di tangannya.
“aku gak biasa makan makanan jepang, semuanya serba mentah.” Sahut Balqis.
“aku makan ini saja, atau aku akan mati kelaparan disini.” Gumam Balqis.
“buang makanan sampah itu…!!” teriak Abrar.
“ck, apaan sih??” ucap Balqis.
“aku bilang…buang ya buang…!!” bentak Abrar lagi.
“iya…..!!"Sahut Balqis kesal.
“bilang pada koki, agar membuatkan ramen untuknya, cepat.” Perintah Abrar pada Rudi.
“baik tuan.” Ucap Rudi.
“dasar wanita penggila mi..” umpat Abrar sambil menyantap makanannya.
“makanlah ini sedikit…” kata Abrar seraya memberikan suapan pada Balqis.
“aku gak mau.” Ucap Balqis ngambek.
“terserah….!!!” Sambung Abrar.
Tak lama kemudian pesanan makanan untuk Balqis tiba. Balqis melihat semangkuk mie ramen yang membuatnya ngiler. Ia sangat lapar, ia langsung menyantapnya dan itu hal yang pertama baginya. Ia sangat menikmati makanannya. Abrar melihat wajah balqis yang senang saat makan ramen khas jepang itu.
“kenyang…..!!!” ucap Balqis menepuk perutnya.
“jangan pukul perutmu….!!!” Teriak Abrar yang membuat Balqis heran.
“kenapa??” tanya Balqis dengan wajah polosnya.
“karena disana ada bakal calon bayiku, yang aku buat semalam.” Jawab Abrar.
Rudi yang sejatinya dingin, tiba-tiba tersenyum melihat tingkah konyol Abrar yang sangat menginginkan bayi setelah menyentuh bayi saat itu.
“apaan sih, lebay banget jadi manusia…” teriak Balqis.
“hei…, lihatlah…!! Rudi tersenyum….” Seru Balqis seakan melihat kejadian langka.
Saat Abrar menatapnya, Rudi menghilangkan garis senyuman di bibirnya.
“Rudi, ayolah…tersenyum lagi.” Ucap Balqis yang tersenyum ramah pada Rudi.
“kau istriku, kenapa kau tersenyum ramah pada Rudi???” teriak Abrar cemburu.
“bahkan sampai saat ini kau gak pernah tersenyum padaku.” Ucap Abrar lagi.
“bodo…..!!!” sahut Balqis tak perduli perkataan Abrar.
Abrar berusaha menahan kesal dan cemburunya pada Balqis. Setelah makan siang, Abrar mengajak Balqis pergi jalan-jalan di jepang. Mereka melihat bunga sakura yang bermekaran indah dan berkunjung ke nanohana festival di Yokohama. Abrar melihat kebahagiaan di mata Balqis saat asik berfoto ria dibawah pohon bunga sakura.
“apa kau senang??” tanya Abrar.
“tentu saja, ini kali pertama aku kesini. Indah banget…” ucap Balqis dengan senyuman bahagia.
Abrar terus saja memperhatikan senyuman manis Balqis. Kala itu jantungnya berdegup kencang dan menyembulkan pipi yang merona merah terpana melihat Balqis yang bahagia.
“kemarilah, dan berfoto denganku.” Tarik Abrar pada tangan Balqis.
Saat di foto mereka berdua sangatlah canggung. Rudi memberi arahan agar mereka terlihat sedikit mesra. Abrar memaksa Balqis tersenyum saat berfoto dengannya. Tapi Balqis malah kesal dan perang dunia terjadi lagi di antara Balqis dan Abrar. Balqis menjambak rambut Abrar, dan Abrar mencubit pipi Balqis. Semua adegan itu tertangkap kamera oleh Rudi yang multitalenta menjadi fotografer saat di jepang.
__ADS_1
Rudi menggelengkan kepalanya dan menghela nafas saat mengambil potret Abrar dan Balqis yang sedang perang.
“ya tuhan, pasutri ini sangatlah menarik.” Ucapnya dalam hati melihat Abrar dan Balqis.