
Hari-hari seakan sangat melelahkan bagi Balqis yang selalu saja di ganggu oleh Abrar yang sangat getol ingin memiliki anak lagi.
Abrar selalu saja memiliki ide-ide yang konyol namun tepat sasaran untuk membuat Balqis tak berkutik melawan keinginannya.
Di tempat peraduan mereka, Balqis hanya bisa pasrah di tindas setiap malam oleh Abrar.
Suatu malam saat Abrar pulang dari kantor, ia tak di sambut oleh Balqis seperti biasanya.
Abrar menjadi kesal karena tak melihat senyuman manis dari sang istri yang biasanya menyambut hangat kedatangannya.
“dimana Balqis…??” tanya Abrar pada sang pelayan.
“nyonya sedang keluar bersama Azlan, katanya pergi jalan-jalan.” Jawab pelayan itu.
“aaakkkhhh………, sialan…!!! Dia pasti sedang menghindar dariku…!! Awas saja kau Balqis…” teriak Abrar kesal.
Kemudian dengan perasaan yang sangat jengkel, Abrar mengirimkan pesan singkat kepada Balqis melalui HP nya.
“15 menit kau harus sudah tiba di kamar kita.., kalau tidak aku akan memperkosamu sepanjang malam…” tulis Abrar dalam pesan singkatnya pada Balqis.
Dan saat Balqis membacanya, dengan kesal Balqis langsung membanting HP nya hingga rusak dan pecah berantakan yang membuat Wirna dan Azlan tertejut.
“dia selalu saja mengancam aku….!!!” Teriak Balqis yang membuat Azlan semakin kaget.
“mami kau kenapa..???” tanya Azlan bingung menatap Balqis.
“pria bedebah itu sedang menungguku…” jawab Balqis dengan sewot.
“maksud mami…, papi..???” tanya Azlan lagi.
“iya lah…, siapa lagi yang selalu menindasku dan membuat aku selalu kesal dengan sikapnya yang tak sabaran itu..” ujar Balqis.
“makanya mami…, cepatlah hamil…jadi papi gak maksa terus…” kata Azlan yang membuat Balqis semakin jengkel.
“dasar bocah tengik……!!! Kau sama saja seperti papimu…” ujar Balqis seraya memukul kepala anaknya itu.
“adduuhh….., apa salahku..??? kenapa aku harus lahir di antara orang tua yang gila ini…???” gumam Azlan menyentuh kepalanya yang benjol.
Balqis dan Azlan pun pulang dengan tergesa-gesa agar tiba di rumah sebelum 15 menit waktu yang di tentukan oleh Abrar yang sedang jengkel duduk di sisi ranjang.
Setibanya dirumah Balqis langsung naik ke kamarnya dan melihat Abrar yang sedang dongkol menatapnya tajam.
“sialan…., aku telat 2 menit…!! Dia pasti akan menindasku lagi…tanpa ampun..” gumam Balqis dalam hatinya.
“Balqis….., kau telat 2 menit 30 detik….!! Apa yang harus aku lakukan padamu malam ini..??? hehehehehe……..” ujar Abrar melangkah mendekatinya.
“jangan salahkan aku…, tapi salahkan supir itu…dia mengendarai mobilnya sangat lamban…” kata Balqis gemetaran.
“benarkah…??? Jadi maksudmu aku harus memperkosa supir itu…??” tanya Abrar dengan geram.
“hehehe….., kalau kau mau aku tidak akan cemburu….” Sahut Balqis membuat Abrar berapi-api karena semakin kesal.
Dengan perasaan yang sangat kesal, Abrar langsung menyeret tubuh Balqis dan menghempaskannya ke atas ranjang serta menindihnya.
“Balqis…., aku curiga padamu….!! Sudah hampir 4 bulan aku selalu melakukannya padamu…, tapi kenapa hingga sekarang kau belum hamil juga..??” kata Abrar.
“mana aku tau…!!” gumam Balqis memalingkan wajahnya dari tatapan Abrar.
“apa kau diam-diam minum pil laknat itu lagi, hah..???” teriak Abrar kesal.
“aku tidak minum itu lagi…., kan kau sendiri yang melarangku…!! Sebagai istri yang baik aku menurutinya…” gumam Balqis yang masih tak mau beradu pandang dengan Abrar.
“aku kenal siapa kau…!! Jika kau berbohong padaku…, kau tidak akan berani menatapku…” ujar Abrar.
“hehehe….., itu karena aku malu menatap wajahmu yang sangat tampan itu..” ucap Balqis menyangkal tuduhan Abrar padanya.
“apa kau masih ingin berbohong, Balqis…???” teriak Abrar.
“eemmm…., aku tidak berbohong padamu…” sahut Balqis.
“lalu ini apa, hah…??? Apa kau masih berani menyangkalnya..????” teriak Abrar lagi yang membuat Balqis terkejut melihat botol obat kontrasepsi di tangan Abrar.
“sialan….., dimana pun aku menyimpanya dia selalu saja berhasil menemukan pil itu…!! Aduh….aku harus jawab apa ini..??? dia pasti akan membunuhku…” gumam Balqis dalam hatinya.
“itu bukan untukku…, tapi untuk Clara…!! Kan dia tinggal bersama Devan…, sudah pasti pasti mereka melakukannya..agar tidak hamil sebelum menikah makan dia menyuruhku untuk membeli pil itu…” ucap Balqis membohongi Abrar.
“kau pikir aku bodoh…??? Kau lupa Devan seorang dokter…??? Dia lebih pintar darimu masalah itu..” kata Abrar.
“ck…., baiklah….!! Aku mengaku….pil itu punyaku…!!” ujar Balqis dengan sewotnya.
“kau memang cari mati Balqis….!! Kau tau apa yang akan aku lakukan padamu saat ini..???” kata Abrar.
“ck…, iya…iya…!! Gak guna juga aku melawanmu…., tetap saja aku kalah kuat darimu…!! Kau pasti akan memperkosaku sepanjang malam…” sahut Balqis yang membuat Abrar tersenyum senang.
“hehehehehehe……….., baiklah kalau kau akhirnya mengerti…” kata Abrar sambil melemparkan pil itu keluar jendela.
“aku ingin besok kau harus hamil…” kata Abrar lagi.
“mana mungkin bisa hamil dalam semalam, bodoh…!!!!” teriak Balqis kesal memukul kepala Abrar.
“adduhhh….,” teriak Abrar.
“kalau aku bilang besok ya besok….!!!” Teriak Abrar tak mau kalah.
“besok siang ikut aku ke dokter kandungan untuk memeriksanya…, aku yakin kau pasti hamil besok…” kata Abrar lagi.
“hhhaaiiihh………., aku benar-benar tidak habis pikir kenapa ada pria bodoh sepertinya di dunia ini…” gumam Balqis dalam hatinya.
Semalaman Balqis hanya bisa pasrah di tindas Abrar yang sangat yakin akan membuat Balqis hamil dengan cepat. Abrar sangat ingin memiliki anak yang banyak dari Balqis, sehingga dia selalu saja memaksa Balqis untuk melayaninya sepanjang malam.
Keesokan harinya Balqis dan Abrar bersiap-siap untuk menghadiri pesta pernikahan Romi dan Melda.
Setibanya di tempat pesta, mereka bertemu dengan teman-teman yang lain yakni Luky bersama Lita, Devan bersama Clara dan Aska yang betah menjomblo.
Lita yang tak mengerti apa yang terjadi, sangat terkejut melihat Balqis dan Clara yang wajahnya sangat mirip.
“kalian berdua sangat mirip…” kata Lita.
“hehehe……, coba tebak mana yang mana sahabatmu, Balqis…??” kata Luky.
“eemmm….., aku bingung…!! Mereka nyaris sama…” sahut Lita.
“tentu saja…, mereka kembar identik..” ujar Devan.
“aku tau caranya membedakan mereka berdua…” kata Abrar.
__ADS_1
“bagaimana..???” tanya mereka semua dengan bingung.
“hehehehehe……, haruskah aku bilang…???” ujar Abrar melihat Balqis dan Clara.
“kalau kau ingin kami bunuh…., silahkan katakan pada mereka semua…” ucap Balqis dan Clara serentak.
“oke…oke….., aku akan tutup mulut…” kata Abrar ketakutan di ancam oleh Clara dan Balqis.
“hei…, apa yang membuat mereka berbeda..” bisik Devan penasaran.
“ada tahi lalat…” sahut Abrar berbisik.
“dimana..???” tanya Devan lagi.
“di bokongnya…” jawab Abrar yang tak mengetahui kalau Balqis mendengar percakapan mereka.
Dengan kesal Balqis memukul kepala Abrar dengan dompet yang di pegangnya.
“aaduuhh……, kenapa kau memukul kepalaku, hah..???” teriak Abrar.
“ck…, beraninya kau mengatakan itu pada Devan…!!!” sahut Balqis murka.
“sini..kau…!! aku akan membunuhmu…..” ujar Balqis lagi seraya menarik kerah kemeja yang di pakai Abrar dan menyeretnya menjauh dari teman yang lain.
“pppfffttt……, Abrar sangat takut pada Balqis rupanya…” ujar Devan.
“Clara…., apa di bokongmu ada tahi lalat..??? aku ingin melihatnya…” kata Devan lagi.
“kurang ajar…….!!! Sini kau…, aku perlu menghajar otak mesummu itu…dasar kau dokter cabul…” teriak Clara yang juga menyeret Devan dengan kesal.
Tinggal lah Luky dan Lita serta Aska yang masih tertawa jahat melihat Devan dan Abrar di tindas oleh pasangannya.
“aku sangat beruntung memiliki wanita yang lemah lembut seperti Lita…” ucap Luky sambil memeluk Lita yang berdiri di sampingnya.
“ck…., kau membuatku iri dengan memeluk Lita seperti itu…” ujar Aska kesal.
“hei…., carilah wanita yang baik….!! Dan setia lah padanya…seperti aku saat ini…” kata Luky.
“awas saja kau…, aku akan memberimu pelajaran…hehehehe….” Gumam Aska dalam hatinya.
Lalu Aska pergi meninggalkan Luky dan Lita yang kini duduk di meja tamu.
Sesaat Aska melihat wanita yang pernah menjadi teman kencan Luky di pesta tersebut.
“hehehehehe….., wanita ini akan membuat Luky mengetahui kalau Lita adalah tipe wanita yang berbahaya…!! Matilah kau, Luky…!! Terima pembalasanku..” ujar Aska.
Kemudian Aska menghampiri wanita itu dan mengatakan bahwa Luky sangat merindukannya.
Wanita itu sangat senang saat Aska mengatakan hal tersebut.
Dengan melangkah cepat wanita itu menghampiri Luky yang sedang bermesraan dengan Lita.
“tuan…!!! Aku tak menyangka akan bertemu denganmu disini..” kata mantan wanita kencannya Luky.
“ke..ke…kenapa kau ada di sini..???” tanya Luky terkejut takut kalau Lita akan marah padanya.
“tuan…kau sendiri yang mengatakan kalau kau selalu merindukan aku…” jawab wanita itu yang membuat Lita marah.
“apa….., apa maksudmu..??? aku tidak pernah mengatakan itu…” sahut Luky yang sangat takut melihat tatapan tajam Lita padanya.
“sayang…., jangan marah…!! Wanita itu memang pernah berkencan denganku..tapi itu dulu saat aku masih jadi raja playboy….!! Sekarang hanya kau lah wanita yang ada di hatiku…” kata Luky.
“benarkah itu…??? Bagaimana caramu membuktikan hal itu..hah..???” teriak Lita menginjak kaki Luky.
“aaakkkhh……., sakit….!!! jari kakiku yang malang…” teriak Luky.
“cara membuktikannya dengan segera menghamili dirimu….!! Aku akan segera membuatmu hamil…..” kata Luky yang membuat Lita semakin gelap mata.
“malam ini kau pasti akan mati…, Luky…!!!” ujar Lita mengepalkan tangannya.
“apa aku salah bicara…????” kata Luky dengan wajah tololnya.
“ayo kita pulang…., aku akan segera membunuhmu…., dasar kau playboy kurang ajar..” teriak Lita menyeret Luky masuk kedalam mobil.
Disisi lain, Aska tertawa puas saat melihat Luky yang sedang di tindas oleh Lita karena ulahnya.
“mampus…..!! rasakan pembalasanku….” Gumam Aska sambil melangkah masuk kedalam ruangan pesta.
Saat melangkah Aska yang sangat senang, tak memperhatikan langkah kakinya.
Ia menebrak seorang wanita cantik yang juga sebagai tamu undangan di pesta pernikahan Romi dan Melda.
Bbbrrukkk…..
Wanita cantik itu jatuh dalam dekapan Aska. Lama mereka beradu pandang.
“dia….., dia sangat cantik…..” ucap Aska dalam hatinya.
“hei…tuan…!! Apa kau terbiasa bengong jika melihat wanita sepertiku…???” kata wanita itu yang membuyarkan pikiran Aska.
“maaf….,maaf….!!” Kata Aska.
“eemm….., apa aku boleh tau siapa namamu…???” tanya Aska.
“hehehehe….., sepertinya dia pria tampan yang kaya raya…!! Aku akan memanfaatkannya…” ucap wanita itu dalam hatinya.
“tuan…., kau menabrakku....sekarang kau malah ingin tau namaku…!! Wanita cantik sepertiku itu memiliki harga yang sangat mahal jika kau ingin berkenalan denganku…” sahut wanita itu lagi.
“apa kau wanita poenghibur..???” tanya Aska.
“terserah kau mau bilang apa…!! Jika kau ingin tau namaku…, kau harus membayarku 5 juta….!! Kau sanggup..???” ujar wanita itu yang membuat Aska merasa tertantang.
“aku akan membayarmu 500 juta, jika kau bersedia menemaniku malam ini….” bisik Aska di telinga wanita itu.
“wwwaaahhh……, jiwa matre ku baru saja bergetar saat dia mengatakan 500 juta..” ucap wanita itu dalam hatinya.
“baiklah…, aku setuju denganmu….” Sahut wanita itu seraya menarik dasi Aska sehingga tubuh mereka sangat dekat.
“jadi siapa namamu…, wanitaku…???” bisik Aska lagi.
“kau harus ingat…, namaku Dewi…!!!” balas wanita itu berbisik di telinga Aska.
“baiklah….., ayo temani aku malam ini…, Dewiku…” ucap Aska menarik Dewi masuk kedalam mobilnya.
“hei…, tuan….!! Aku kondangan dulu…., setelah itu kita akan memiliki waktu yang sangat panjang malam ini…” kata Dewi pada Aska.
__ADS_1
“baiklah….” Jawab Aska.
Saat di tempat pesta, Dewi sangat akrab dengan Melda yang jelas-jelas dari keluarga kaya raya dan juga terhormat.
“aku tak yakin Dewi adalah wanita pelacur…!! Dia sangat akrab dengan Melda...dan Melda tak mungkin asal berteman dengan wanita yang tidak baik..” gumam Aska dalam hatinya.
“hei…, kau sedang apa..???” tanya Devan yang menghampirinya.
“hahahaha….., kepalamu benjol semua….” Ucap Aska melihat Devan setelah habis-habisan di hajar Clara.
Tak lama kemudian, Abrar pun datang menghampiri.
Lagi-lagi Aska tertawa melihat Abrar yang berwajah masam setelah di hajar oleh Balqis.
“kalian kenal wanita itu tidak…???” tanya Aska sambil menunjuk kearah Dewi yang sedang berbincang dengan tamu yang lain.
“wanita yang cantik…., tapi aku belum pernah melihatnya…” ujar Devan.
“siapa dia..???” tanya Abrar.
Aska pun menceritakan semua hal yang terjadi saat Ia bertemu dengan Dewi.
“itu tidak mungkin…., wanita itu terlihat sangat akrab dengan tamu yang lain…dia pasti orang yang berkelas juga…!!” kata Devan.
“iya…., mana mungkin dia seorang wanita penghibur…” sambung Abrar.
“aku sangat penasaran padanya…., hehehehe…..malam ini aku akan mengatahui jati dirinya….” Kata Aska dengan sangat percaya diri.
“kau yakin…??? Aku rasa dia wanita yang sangat pintar…” ujar Abrar.
“kau lupa…, aku adalah pria yang paling pintar di kota ini…” sambung Aska.
“terserah kau saja….!!! Kalau kau tertipu olehnya…, kau sendiri yang rugi..” ujar Abrar.
Malam telah larut akhirnya Aska membawa Dewi masuk ke apartemen miliknya.
Dengan menggendong tubuh Dewi, Aska langsung masuk ke kamar dan meletakkannya di atas ranjang miliknya.
“tuan…., kau belum membayarku…!!! Kau harus membayarku dulu…., baru kau bisa menikmati tubuhku…” kata Dewi dengan rayuan mautnya.
“ini cek untukmu…” ucap Aska memberikan cek pada Dewi.
“terima kasih…, aku akan menyimpannya dulu di tas ku..” kata Dewi.
“tuan…., sebelum kita menikmati malam yang panjang ini…, bagaimana kalau kita minum dulu agar tubuh kita semakin hangat…” ujar Dewi ingin mengelabui Aska.
“baiklah…., terserah kau saja…” ucap Aska yang sudah tergila-gila dengan mata genit Dewi.
Dewi pun melancarkan aksinya untuk membuat Aska mabuk.
Diantara teman-temannya, Aska adalah orang yang tak bisa minum terlalu banyak, sebentar saja ia langsung jatuh tak sadarkan diri karena tak kuat minum banyak.
“hahahahaha……, aku menang….!! Cek sudah di tanganku…!! Sebaiknya aku pergi dari sini…” kata Dewi.
“semoga kita tidak bertemu lagi…, tuan Aska…” bisik Dewi pada Aska yang sudah teler di ranjangnya.
Dewi pun pulang kerumahnya lewat tengah malam.
Saat ia masuk kerumahnya yang bagaikan istana tersebut, ibunya sudah menunggunya di sofa.
“darimana saja kau wanita gila…???” tanya sang ibu padanya.
“hehehehe….., ibu….!! Kenapa kau belum tidur..??? nanti kau bisa memiliki kerutan yang banyak di wajahmu…” sahut Dewi.
“setelah pesta usai…, kau pergi kemana..??? apa kau bersenang-senang di luar..???” tanya ibu dengan tatapan yang sangat marah.
“ibu…., aku hanya pergi dengan teman-temanku…!!” kata Dewi ketakutan.
“ayahmu sudah tidak memberikanmu kartu kredit dan uang sepeserpun…, dengan cara apa kau bersenang-senang..hah..????” teriak ibu.
“itu…., temanku yang traktir…” jawab Dewi berbohong.
“awas saja jika kau berbohong padaku….!! Kau selalu saja menghambur-hamburkan uang dengan berbelanja dan bersenang-senang dengan teman-temanmu…” kata ibu terus saja ngomel-ngomel pada Dewi yang membuatnya pusing.
“hahahaha……, aku berhasil mendapatkan uang dengan cara yang sangat mudah….!!!” Kata Dewi yang kini berada di atas ranjang kamarnya.
“dasar pria yang sangat bodoh…..!!!” kata Dewi lagi sambil mencium cek yang di berikan Aska padanya.
Keesokan paginya, Aska terbangun mendengar suara ketukan pintu oleh pelayannya.
“kemana Dewi…??? Semalam aku dan dia…..” ucap Aska yang baru tersadar bahwa ia di tipu oleh wanita yang baru saja di kenalnya.
“aaaakkkkhhhh……….., wanita itu menipuku…..” teriak Aska kesal.
Di ruang kantornya, Aska pasang wajah yang sangat cemberut sehingga membuat pada karyawannya sangat ketakutan padanya.
Abrar menghampirinya untuk melakukan urusan kerja sama pada bisnis mereka.
“kenapa kau..???” tanya Abrar.
“wanita itu menipuku…., uangku lenyap…” sahut Aska.
“bbbuuuaaaahhaaaahhhaaaaa………!!!!!!” tawa Abrar meledak di dalam ruangan Aska.
“ck….., kau sangat senang mendengarku menderita…” kata Aska.
“kau kan pintar…., kenapa kau tidak menyelidikinya…” kata Abrar.
“sudah…..!!” sahut Aska.
“apa…???? Secepat itu..??” ujar Abrar.
“tadi aku melacaknya…, ternyata dia anak tunggal dari tuan Sofyan..” kata Aska.
“lah…., tuan Sofyan itu kan kaya…, kenapa anaknya ingin uangmu..???” tanya Abrar.
“Dewi itu suka menghambur-hamburkan uang dan gila berbelanja…., jadi ayahnya tidak memberikan uang sepeserpun padanya lagi..” jawab Aska.
“hehehehe…., ternyata begitu….!!! Apa kau berencana untuk membalasnya..???” tanya Abrar.
“tentu saja…., aku sudah memikirkan semuanya…hehehehehe…..” sahut Aska yang sudah memiliki rencana untuk membalas Dewi.
Ayahnya Dewi memiliki kerja sama pada perusahaan yang di kelola oleh Aska.
Itulah yang akan digunakan oleh Aska sebagai senjata untuk membalas Dewi.
__ADS_1