LOVE IN MINE

LOVE IN MINE
PERNIKAHAN SAHABAT


__ADS_3

Abrar yang sangat tidak sabaran ingin bertemu dengan istrinya tiba di korea setelah di telepon oleh Balqis. Sementara Clara yang masih ketakutan untuk berangkat ke korea bertemu dengan ibu.


Setibanya Abrar di kediaman ibu di korea, ia melihat banyak para penjaga yang menjaga rumah tersebut.


“hhhaaaiihh…., ternyata kekayaanku tidak sebanding dengan kekayaan yang dimiliki keluarga Balqis….!! Aku sungguh percaya diri saat mengatakan padanya kalau aku kaya raya….” Gumam Abrar dalam hatinya melihat kediaman keluarga Balqis bak istana yang megah.


Saat melangkahkan kakinya, seorang penjaga menghentikannya.


“tuan…, ada keperluan apa anda kesini..??” tanya penjaga itu pada Abrar dalam bahasa korea.


“aku ingin bertemu dengan istriku…” jawab Abrar.


“siapa istri anda..???” tanyanya lagi.


“Balqis….., oohh…maksudku Cleo…” jawab Abrar yang membuat penjaga itu terkejut.


Penjaga lainnya menahan Abrar, sedangkan penjaga yang tadi pergi masuk kedalam rumah untuk menemui majikannya yaitu Ibu.


“nyonya…, ada orang asing datang kesini..” kata penjaga itu.


“siapa..??” tanya Ibu.


“dia bilang dia mencari istrinya yaitu nona Cleo…” jawabnya.


“apa..??? beraninya dia membohongi aku…!! Seret dia bawa kehadapanku..” perintah ibu pada pelayan setianya.


Tak lama kemudian, Abrar pun di bawa menemui Ibu.


Abrar sangat terkejut melihat wajah Ibu yang sangat mirip dengan Balqis.


Begitu juga dengan Ibu yang sangat terkejut melihat Abrar sang menantu.


“kau….., kau suami Cleo kan..??? dimana Cleo…???” tanya Ibu sangat berharap pada Abrar.


“justru aku kesini untuk bertemu dengannya…” jawab Abrar.


“apa maksudmu..???” tanya Ibu bingung.


Abrar pun akhirnya menceritakan semua yang sebenarnya terjadi.


Namun Abrar tetap menutup mulutnya tentang keadaan Clara yang sedang hamil karena takut ibu akan marah pada Clara agar semuanya tidak semakin runyam.


Mendengar semua penjelasan Abrar, Ibu langsung berlari menemui Balqis yang sedang sangat kebosanan di dalam kamarnya.


“ck…., aku malah di tinggal sendirian disini..” gumam Abrar saat di tinggal Ibu.


Tak lama kemudian, Zidan datang menemui Abrar di ruang tengah.


“kau sudah lama datang..??” tanya Zidan.


“sudah …., aku ingin membawa Balqis pulang…” sahut Abrar.


“hei…., Balqis baru dua hari di sini…, perjanjiannya kan seminggu…!!!” ujar Zidan.


“ck…., menyusahkan aku saja…” gumam Abrar.


Kemudian Abrar menghubungi Rudi.


“Rudi…., tangani semua pekerjaan di kantor…!! Aku akan menemani istriku di korea..” kata Abrar memberi perintah pada sang asisten.


“baik tuan..” sahut Rudi dengan linangan air mata karena pasti akan lembur setiap hari.


“ngomong-ngomong…, dimana kamar Balqis..???” tanya Abrar setelah menutup teleponnya.


“di lantai 4…sebelah kanan…!! Ingat sebelah kanan…, karena yang kiri kamar Clara…!!” sahut Zidan.


“tapi sebaiknya tunggu lah sebentar lagi…, Ibu sedang bersamannya sekarang…” sambung Zidan lagi.


“iya…., baiklah…!!” sahut Abrar.


Dikamar Ibu dan Balqis saling berpelukan dan menangis karena sangking terharunya.


Ibu sangat bahagia bisa memeluk putrinya yang puluhan tahun menghilang.


“aku sangat merindukanmu…, nak…!! Aku selalu mencari dimana keberadaanmu…!! Aku selalu yakin kau pasti masih hidup…, hingga akhirnya Zidan berhasil menemukan dirimu..” kata Ibu berderai air mata.


“ibu.., maafkan aku karena telah berprasangka buruk padamu dan membencimu selama ini..” ucap Balqis.


“tidak nak…, jangan minta maaf padaku…!! Aku lah yang bersalah karena tidak dapat melindungimu saat tragedi itu terjadi…!! Kau di gendong oleh ayahmu…, namun mereka telah menangkap ayahmu dan membunuhnya…dan kau di buang ke panti asuhan itu..” balas Ibu.


“tapi syukurlah orang-orang di panti asuhan itu baik padamu…” sambung ibu lagi.


“mereka semua sangat baik padaku…, aku sudah menganggap bu Arsih seperti ibuku sendiri…!! Sekarang panti asuhan itu milikku, ibu..!! Abrar yang memberikannya padaku..” kata Balqis.


“suamimu sangat baik…, aku sangat bahagia melihatmu bahagia dengan suamimu..” ucap Ibu.


“aku sangat mencintainya, Ibu..” kata Balqis.


Tak lama kemudian, Clara masuk ke dalam kamar dan memeluk Ibu serta Balqis.


“aku sangat bahagia…., akhirnya keluarga kita berkumpul lagi…” seru Clara dengan tangisan bahagia.


“sejak kapan kau tiba..??” tanya Ibu pada Clara.


“baru saja…!!” sahut Clara.


“Ibu…, aku datang membawa calon suamiku…” sambung Clara lagi.


“apa….?? Siapa calon suamimu..??? kenapa ibu tidak pernah tau kau punya pacar..??” tanya Ibu.


“ayo ikut denganku…, dia menunggu dibawah..” kata Clara.


Ibu dan si kembar pun turun menggunakan Lift di rumah itu dan menemui mereka di ruang tengah.


“Balqis….., aku sangat merindukanmu…!!!” seru Abrar memeluk Balqis.


“kau sangat lebay, Abrar…!! Kau tidak melihatku baru dua hari…” sahut Balqis.


“hati-hati…, kau sedang hamil anak kedua kita…” ujar Abrar yang perhatianya di level sangat lebay.


Ibu pun berkenalan dengan si dokter tampan yang akan menjadi menantunya itu.


Ibu sangat senang tanpa curiga apapun pada Clara yang wajahnya terlihat sangat pucat.


Mereka pun membicarakan tentang rencana pernikahan untuk Clara dan Devan.


Ibu sangat terkejut saat mendengar perniakahan akan di laksanakan dalam waktu minggu ini. karena semuanya terlalu mendadak bagi ibu.

__ADS_1


Persiapan pernikahan Clara dan Devan hampir 90% dan akan diselenggarakan di Indonesia mengingat asal muasal mereka pun dari Negara itu.


Di ruangan kantornya, Aska sedang menunggu kedatangan Sofyan yang menjadi rekan bisnisnya selama beberapa tahun ini. kali ini Aska menanti bukan untuk berbicara soal bisnis, tapi untuk meminta Dewi menjadi istrinya.


Saat Sofyan mendengar permintaan Aska, ia sangat kaget.


Entah apa yang merasuki Aska saat itu hingga mau menjadikan Dewi sebagai istrinya.


Tapi karena Sofyan takut akan berpengaruh buruk pada perusahaannya kalau menolak permintaan Aska, maka akhirnya Sofyan pun menerima permintaan Aska.


Dirumahnya saat makan siang, Sofyan membicarakannya pada sang anak tersayang.


“Dewi…, minggu depan kau akan menikah dengan rekan bisnis ayah…” kata Sofyan pada anaknya.


“apa…?????????? Menikah…..??????????” tanya Dewi terkejut.


“iya….!! Tidak ada bantahan….kau harus segera menikah dengannya…” kata Sofyan.


“ayah….., tapi usiaku masih 20 tahun…!! Aku masih sangat muda…, yang benar saja…!!” ujar Dewi menolak.


“apa yang salah…, dulu ibumu menikah denganku usianya masih 18 tahun…, tidak ada masalah…” shaut Sofyan.


“ck…, tapi rekan ayah pasti sudah tua…!! Aku gak mau…” teriak Dewi kesal.


“terserah kau….., kalau ayah bilang menikah…maka kau akan menikah..” teriak Sofyan.


Dewi yang tak menerima di bentak oleh ayahnya, menangis dan masuk kedalam kamarnya karena kesal.


“apaan sih…??? Menikah dengan tua bangka….!! Aku sangat geli membayangkannya…” ujar Dewi.


Pernikahan Devan dan Clara pun di langsungkan dengan sangat mewah.


Clara sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih begitu juga dengan Devan yang sangat tampan menggunakan jas hitam buatan perancang terkenal.


“aku sangat ingin menikah lagi….” Kata Abrar yang terus lengket pada tubuh Balqis.


“apa kau bilang…??? Kau mau menikah lagi…???? Apa kau ingin kubunuh…????” teriak Balqis salah paham pada Abrar.


“bukan menikah lagi dengan wanita lain…, tapi aku ingin menikah lagi denganmu seperti dulu….!!” Sahut Abrar.


“apa kau ingat Balqis..?? pernikahan kita dulu sangat unik…” kata Abrar lagi.


“iya…., dan setelah menikah kau selalu saja menindas dan memaksaku…” ujar Balqis.


“hehehehehe………, itu karena kau terlalu jual mahal padaku…” sahut Abrar.


“ck…., dasar tuan pemaksa..” umpat Balqis.


Tak lama Luky dan Lita menghampiri mereka.


“setelah ini kalian jangan lupa datang ke pernikahan ku dengan Lita…!!” kata Luky.


“kapan kalian akan menikah..??” tanya Abrar.


“minggu depan…” jawab Luky.


“hhaahh…., musim kawin ya bulan ini…!! banyak sekali pernikahan…” sahut Balqis.


“ppfftt…, tinggal Aska yang masih betah menjomblo…” sambung Luky.


Semua tercengang melihat undangan yang di berikan Aska pada mereka kecuali Abrar yang memang sudah tau rencana Aska.


“kenapa kau mendahului aku…, bangsat…!!!” teriak Luky tak terima sebagai raja playboy.


“hehehehe……., aku sangat keren kan…???” sahut berlagak sombong.


“siapa wanita yang kau nikahi itu…??” tanya Balqis.


“kalian lihat saja besok…., hehehehe…..” sahut Aska lagi terkekeh jahat.


Tak lama kemudian Romi datang dengan Melda yang sedang hamil besar.


Semua sahabat melihat Romi sangat lengket dengan Melda.


“hei…hei…, sejak kapan kau lengket dengan wanita…??? Bukannya kau anti cewek..??” tanya Luky pada Romi.


“ya…, mungkin dulu aku bodoh takut pada wanita…, dan sekarang aku sangat menikmatinya…!! Wanita itu makhluk tuhan yang sangat sexy….” Sahut Romi.


“hei…Melda..!! apa yang kau lakukan padanya sehingga dia berhasil menghamilimu..???” tanya Aska.


“aku menjebaknya….!!! Memberikannya obat tidur dan memperkosanya di hotel…” jawab Melda.


“tapi aku tidak tau apa yang terjadi…, setelah aku memperkosanya dia malah ketagihan dan ingin selalu aku perkosa…hehehehe….” Sambung Melda lagi.


“wwaahh…wwaahh….., kau sangat parah..Romi..!!” ujar Lita.


“kan sudah aku bilang…, aku sangat menikmatinya..” sahut Romi.


Acara pernikahan pun selesai dengan lancar, Abrar dan Balqis kembali kerumah untuk beristirahat sangking lelahnya di pesta.


Keesokan harinya Balqis dan Abrar bangun tidur dengan segar setelah semalaman beristirahat.


“aku tak pernah sesegar ini bangun tidur..” ucap Balqis.


“hehehe…., itu karena aku tidak menindasmu, sayang..” sahut Abrar langsung menerkam tubuh Balqis.


“Abrar…, kau lupa aku sedang hamil muda..???” tanya Balqis.


“aku hanya ingin terus memelukmu, Balqis…” ujar Abrar.


Kkkrriiiiuuuukkkkkk……….


“anakku pasti lapar…!! Aku akan panggil pelayan untuk membawakan makanan untukmu..” kata Abrar.


“Abrar…., aku mau buah lemon…” ucap Balqis.


“makanlah makanan yang lain…biar bayi kita sehat..” kata Abrar.


“tapi mulutku pahit…, aku mau lemon…!!” ujar Balqis.


“iya…., setelah makan lemon..kau harus makan makanan yang lain juga ya…” bujuk Abrar.


“oke…” sahut Balqis.


Pagi hari itu sangat cerah namun tak secerah wajah Dewi yang sudah siap dengan gaun pengantinnya.


Ia sangat murung karena akan menikah dengan pria tua bangka rekan bisnis ayahnya.

__ADS_1


Saat duduk di ruang ganti sendirian, Aska sengaja menyelinap masuk untuk mengganggu Dewi.


“kau…kenapa kau ada disini…???” ucap Dewi ketakutan saat melihat Aska.


“kenapa kau takut karena telah menipuku..???” ujar Aska.


“hei…., itu bukan penipuan…!! Kau sendiri yang tertidur karena mabuk…” gumam Dewi.


“apa kau akan menikah..???” tanya Aska.


“iya…, udah tau aku pakai gaun pengantin masih bertanya..” sahut Dewi sewot.


“apa kau tau rupa calon suamimu..???” tanya Aska.


“eeehh…, apa kau mengenalnya..???” tanya Dewi penasaran.


“tentu saja….!!!” Jawab Aska.


“bagaimana dengan rupa si tua bangka itu…???” tanya Dewi.


“ck…, dia bilang aku tua bangka..??? aku masih berusia 32 tahun…., bukan tua tapi matang…” ucap Aska dalam hatinya.


“hehehehehe….., aku akan mengerjainya…” ucap Aska lagi dalam hati.


“ciri-cirinya…wajahnya keriput, kepalanya botak, badannya bongkok.., dan dia sangat genit dengan wanita muda sepertimu…!!” kata Aska mengelabui Dewi.


“aaaakkkhhhh…………!!! Semenjijikan itukah rupanya…?????” teriak Dewi.


“aku tidak mau menikah dengan kakek-kakek tua….., aku masih umur 20 tahun….!! Jiwa mudaku sangat malang jika menikah dengannya…!! Lebih baik aku melarikan diri saja…” kata Dewi yang beranjak pergi.


“hei…., kau tidak boleh lari kemanapun….” Kata Aska dengan tatapan yang tajam.


“apaan sih…!! Bukan urusanmu…., lepaskan tanganku….” Teriak Dewi.


“aku tidak mau menikah dengan kakek-kakek bangkotan…..” teriak Dewi lagi.


Lalu karena kewalahan menghadapi Dewi yang ingin melarikan diri dari pernikahan, Aska menyuruh anak buahnya untuk menjaga Dewi agar tidak bisa lari kemanapun.


Pernikahan pun tiba, dengan sangat terpaksa dan beruraian air mata, Dewi berdiri menunggu mempelai pria datang.


Lalu Aska berdiri di sampingnya.


Dewi tak mau melihat pria yang berdiri di sampingnya karena kesal di paksa menikah.


“hei…., kenapa kau tidak melihatku…?? Aku calon suamimu loh….” Kata Aska berbisik di telinga Dewi.


“kau…….!! Kau…….., kenapa kau selalu saja menggangguku…..pria gila..” teriak Dewi yang belum menyadari Aska adalah calon suaminya.


Semua orang sangat terkejut melihat adegan itu kecuali Abrar.


“aku calon suamimu…., apa kau pantas berteriak seperti itu padaku…, hah???” balas Aska berteriak pada Dewi.


“hah…..??? kau calon suamiku…??? Yang benar saja…” kata Dewi bingung.


“hehehehehe…….!! ini adalah balasan karena kau menipuku dan membawa lari uangku…!! Setelah menikah…, nantikanlah apa yang akan aku lakukan padamu…” bisik Aska di telinga Dewi.


“brengsek…..!!!!! dia sudah merencanakan semuanya dengan matang….!! Aku sangat menyesal menipunya saat itu…” ucap Dewi dalam hatinya.


Acara pernikahan pun diadakan secara mewah dan lancar.


Semuanya bergembira kecuali Dewi yang tersenyum palsu kepada semua tamu undangan.


Dan hal itu di sadari oleh Aska yang terus memperhatikan gerak-gerik Dewi ancang-ancang kalau Dewi akan melarikan diri.


Malam harinya adalah malam pertama pernikahan Aska dan Dewi.


Aska membawa Dewi ke apartemen miliknya yang sudah di hias dengan indah.


Setelah selesai membersihkan diri, Aska menunggu Dewi yang tak kunjung keluar dari kamar mandi.


Aska pun menjadi kesal.


“Dewi……, kenapa kau masih saja betah di kamar mandi…, hah????” teriak Aska.


“aku…., aku belum siap…” sahut Dewi ketakutan.


“hehehe…., kau mau keluar sekarang atau aku yang masuk  kedalam sana…??” tanya Aska yang membuat Dewi semakin ketakutan.


“aaakkkhhhh……., aku akan keluar….!!!” Teriak Dewi.


Dewi pun keluar dengan masih menggunakan handuk kimononya karena baru saja selesai mandi.


“ada apa..?? kenapa kau menatapku begitu..??” tanya Dewi pada Aska.


“hehehe…., ini malam pernikahan kita….” Bisik Aska.


“pria gila….!!! Tenanglah Dewi…, dia suamimu sekarang….!! Dia sangat tampan dan juga kaya raya….!! Aku akan memanfaatkan kekayaannya untuk bersenang-senang dan belanja…” ucap Dewi dalam hatinya.


“hei…., suami…!! Kalau kau ingin tubuhku…., kau harus menyiapkan uang 10 milyar untukku…!! Apa kau sanggup…???” kata Dewi dengan mata genitnya.


“100 milyar pun akan aku berikan padamu…asalkan kau menjadi istri yang penurut….!!!” Bisik Aska.


“wadidau…..!!!! 100 milyar katanya….?? Aku bisa beli apa saja dengan uang itu…!! Lagi-lagi jiwa matre ku bangkit gara-gara pria kaya ini….” ucap Dewi dalam hatinya.


“cek……!! Mana cek 100 milyar nya..?????” tanya Dewi sambil mengendahkan telapak tanganya pada Aska.


Kemudian Aska berbalik dan menuliskan cek senilai 100 milyar dan memberikannya poada Dewi.


“ini…, cek 100 milyar untuk istriku yang matre…..!!!!” kata Aska pada Dewi.


Mata Dewi langsung berbinar-binar saat melihat cek tersebut, tanpa pikir panjang lagi Aska langsung memanggul tubuh Dewi dan membawanya ke atas ranjang.


“apa kau sudah siap…, istriku yang matre..???” tanya Aska **** tubuh Dewi.


“tentu saja….., suamiku yang kaya raya….hahahaha…….” seru Dewi kegirangan karena telah menerima uang senilai 100 milyar dari Aska.


"aaahh...., apa kau bisa sedikit lembut...?? aakkhh....sakit...!! dasar suami bodoh..." teriak Dewi sambil mendesah di bawah Aska.


"hehehehe...., ternyata kau masih perawan....!!! aku tidak sia-sia mengeluarkan uang yang banyak untuk mendapatkanmu...." sahut Aska senang dan terus menggenjot tubuh Dewi.


Begitulah awal malam


pernikahan antara Dewi dan Aska. Semua tokoh yang ada di novel ini memang pada


gila semua termasuk authornya mungkin yang senyum-senyum sendiri saat ngetik


sehingga sang author di panggil istri gila oleh suami dan anaknya. Wkwkwkwkwk……

__ADS_1


__ADS_2