
Abrar dan Balqis serta Azlan, kembali ke tanah air setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan.
Kakek menunggu mereka dengan tidak sabar di bandara.
Ia sudah sangat merindukan cicit kesayangannya itu.
“buyut…..!! apa kau rindu padaku…???” tanya Azlan pada kakek.
“tentu saja…, aku sangat kesepian tanpamu…!! Pasutri gila ini membawamu pergi tanpa persetujuanku….” Kata kakek sambil melirik Balqis dan Abrar dengan kesal.
“hehehehe……, maaf ya kek…” sahut Balqis.
“apa kau merindukan buyutmu ini selama kau di Hawaii..??” tanya kakek pada Azlan.
“tentu saja tidak…, aku bahkan lupa dengan kakek karena asik bermain…” sahut Azlan dengan polosnya yang membuat Abrar dan Balqis terkejut takut kalau kakek akan marah.
“kenapa cicitku sangat kurang ajar…..!! padahal aku yang sangat ingin melihatnya lahir ke dunia ini…..hhhuuuuuwwaaaa…….” teriak kakek nangis Bombay.
“kakek…, maafkan Azlan ya…!! Dia hanya asal bicara saja…hehehe…” ucap Balqis.
“hei.., kau ini apa-apaan..?? Azlan itu masih kecil…, dia pasti berkata jujur….” Sahut Abrar yang membuat kakek semakin berteriak histeris menangis.
“aku tau Azlan berkata jujur, namun lihat lah kakek sekarang…, dia sampai nangis begitu karena ucapanmu…” kata Balqis.
“bukan aku yang buat kakek nangis, tapi Azlan…” ucap Abrar tak mau di salahkan.
“ck…, kalian sama saja….” Sahut Balqis.
Lalu mereka kembali pulang kerumah dan beristirahat setelah kelelahan dalam perjalanan.
Saat perjalanan kerumah, Abrar menyadari ada beberapa mobil yang mengikuti mereka.
Tapi Abrar mengetahui siapa orang-orang yang sedang mengikuti mereka.
Setibanya di rumah, Abrar masuk ke dalam ruang kerjanya untuk menghubungi Zidan yang kini sedang berada di Itali.
“apa-apaan kau mengutus anak buahmu untuk mengikuti ku..??” tanya Abrar pada Zidan.
“aku tak menyuruh mereka untuk mengikutimu…, aku hanya ingin melindungi adikku dari musuh-musuhmu yang ingin mencelakainya..” kata Zidan.
“apa maksudmu..??” tanya Abrar.
“kau memiliki 2 musuh yang sangat kuat. Yang pertama Mona dan yang kedua adalah Johan..” ucap Zidan yang mengejutkan Abrar.
“apa..??? kau mengenal mereka..??” tanya Abrar.
“tentu saja…, bahkan aku sangat mengenal Mona…!! Keluarganya lah yang membunuh ayahku…, dan membuang adikku…” jawab Zidan dengan nada dingin.
“apa…????? Apa kau bercanda..???’ tanya Abrar seakan tak percaya.
“aku belum memiliki bukti yang kuat untuk menyeret keluarga Mona ke ranah hukum, tapi suatu saat aku pasti akan membuat keluarga Mona hancur di tanganku..” sahut Zidan.
“apa kau seorang psikopat..???” tanya Abrar.
“tentu saja bukan…, wwaahhh…..dasar kau…!! Beraninya kau mengatakan kakak iparmu ini psikopat…” ujar Zidan.
“Abrar…, aku butuh bantuanmu…??” sambung Zidan lagi.
“aku gak punya waktu untuk membantumu…” sahut Abrar.
“hei…, ayolah….!! Ibuku sangat ingin bertemu dengan Cleo…” ucap Zidan.
“namanya Balqis…, bukan Cleo….” Teriak Abrar tak senang.
“oke baiklah…, terserah kau saja…!! Bantu aku untuk mempertemukan Balqis dengan ibu dan saudara kembarnya…” ujar Zidan.
“Balqis sangat membenci kalian…, dia merasa di buang dari bayi…makanya dia membenci saat ada orang yang membicarakan orang tuanya…” kata Abrar.
“maka dari itu…, aku butuh bantuanmu…!! Dia kan sangat mencintaimu…, mungkin saja dia mau mendengarkan perkataanmu untuk mau bertemu dengan kami..” kata Zidan.
“apa kau tau sifat, Balqis yang sebenarnya…???” tanya Abrar.
“iya…, aku tau…!! Balqis wanita yang sangat judes, pemarah dan pembangkang….sama seperti Clara, saudara kembarnya itu..” sahut Zidan.
“lantas apa kau ingin melihatku di hajar oleh Balqis, karena membujuknya untuk bertemu dengan kalian..?? yang benar saja kau ini…” ujar Abrar.
“hhaaahh…, ternyata kau pria yang sangat takut pada istrimu…” sahut Zidan yang membuat Abrar kesal.
“dasar konyol….!! Mati aja kau sana…..” teriak Abrar kesal sambil membanting HP nya.
“hhhaaiiihhh…, aku memiliki kakak ipar yang sangat menyebalkan….” Gumam Abrar.
Tak lama kemudian, Balqis datang menemui Abrar membawakan secangkir kopi untuknya.
Balqis mendengar Abrar berteriak kesal saat menelpon.
“kau kenapa?? Kau marah dengan seseorang…???” tanya Balqis sambil memijat bahu Abrar.
“aku hanya sedikit kesal dengan bawahanku yang tak becus mengurus masalah di kantor..” jawab Abrar dusta.
“sudahlah…, kau masih lelah…!! Istirahatlah dirumah beberapa hari…, jangan pikirkan pekerjaan dulu…” kata Balqis.
“ck…, bagaimana aku tidak berpikir keras…, hingga sekarang saja aku masih tak menyangka kalau aku menikahi seorang wanita yang memiliki rahasia hidup yang sangat unik…” kata Abrar dalam hatinya.
Selama seminggu lebih, Abrar beristirahat dirumah untuk menghilangkan rasa lelahnya setelah kembali dari liburan di Hawaii.
Keesokan paginya, Abrar menyiapkan 10 orang bodyguard yang di tugaskan untuk menjaga Balqis dan Azlan dari orang-orang yang ingin mengganggu keluarganya.
“Abrar…, aku rasa ini sedikit agar berlebihan…” ucap Balqis.
“banyak orang jahat yang ingin mengganggu istriku tercinta…, jadi aku harus melindungimu…” sahut Abrar.
“aaahh…, aku berasa seperti artis holywood…..” kata Balqis menghela nafas panjang.
Tak lama kemudian, Abrar berangkat ke kantornya sedangkan Balqis pergi mengunjungi panti asuhan dengan membawa Azlan ikut bersamanya.
Ia sudah lama tak berkunjung ke sana.
Di dalam ruang kerjanya, Abrar mendapat telepon dari Zidan.
__ADS_1
“hei…, Abrar…!! Apa kau sudah gila..??? kenapa hanya 10 orang bodyguard yang kau sewa untuk melindungi adikku..??” tanya Zidan.
“hei…, kakak ipar yang sangat menyebalkan…, apa kau tau tadi pagi Balqis protes padaku karena terlalu banyak bodyguard yang aku sewa untuk menjaganya.., sampai-sampai aku di bilang lebay olehnya…” sahut Abrar kesal.
“hahahaha….., sudah lah…!! Aku akan menyiapkan banyak anak buahku untuk menjaga adikku itu…” sahut Zidan.
“Abrar…, bagaimana dengan permintaan ku..?? apa kau bisa membantuku..??” tanya Zidan.
“aku akan memikirkannya…., nanti…” sahut Abrar.
“apa kau baru akan memikirkannya, hah…..??????” teriak Zidan kesal.
Lalu Abrar memutuskan sambungan teleponnya yang membuat Zidan semakin kesal.
“dasar….., adik ipar sialan….!!!!! Beraninya dia memutuskan sambungan telepon saat aku sedang bicara….” Teriak Zidan kesal pada Abrar.
Di vila nya, Johan kembali mendapatkan kabar kalau semua anak buahnya yang di utus untuk mengintai Balqis, lagi-lagi harus meregang nyawa mati di bunuh oleh anak buah Zidan.
“brengsek………!!!!! Siapa mereka????” teriak Johan kesal.
“mereka adalah anak buah dari tuan Zidan yang sangat kaya di itali…!!” jawab orang kepercayaan Johan.
“apa?????? Apa hubungan dia dengan Balqis..??? apa dia pesaingku yang lain selain Abrar..???” tanya Johan.
“dia adalah kakak kandung dari nona Balqis…” sahutnya yang kemudian menceritakan semua info tentang keluarga Balqis yang sebenarnya.
“ooohh…, jadi nama Balqis sebenarnya Cleo…!! Hahahaha…..aku semakin tertarik denganmu, Balqis…..” kata Johan dengan tertawa jahatnya.
Malam harinya, Clara dan Zidan pergi menghadiri sebuah pesta di salah satu hotel berbintang di itali.
Saat menikmati hidangan pesta, Clara yang terpisah dari Zidan di tarik oleh seorang wanita yaitu Mona yang juga hadir di pesta itu.
“dasar kau wanita jalang….!!! Setelah puas kau merebut Abrar dariku…, kau malah enak-enakan menggandeng pria yang juga dalam incaranku…” kata Mona dengan kesal.
Mona ternyata sedang mencari perhatian Zidan untuk membantu perusahaan keluarganya.
“apa dia yang bernama Mona..??? dia mengira aku adalah Balqis…!! Hehehe…., ini menarik…” ucap Clara dalam hatinya.
“apa kau ingin kue…???? Astaga…., kenapa wanita seanggun dirimu ingin merebut sepotong kue dariku….!!” Teriak Clara yang membuat semua mata melihat ke arah mereka berdua.
“hai…, kalian semua yang ada disini…!! Lihatlah…, aku tak percaya wanita ini sangat menyukai kue yang ada di tanganku…hingga dia ingin merampasnya dariku..” kata Clara lagi yang membuat semua tamu menertawai Mona.
“apa-apan kau, hah…??” bisik Mona kesal.
“apa??? Kau bilang kau ingin kue yang banyak..??? astaga…, kalau kau makan kue terlalu banyak, nanti gelambir yang ada di pinggangmu itu akan semakin lebar…” ucap Clara lagi yang membuat Mona semakin malu.
“ada apa, Clara..??” tanya Zidan mengahampiri mereka berdua.
“dia bilang sangat ingin makan kue…!! Hehehehe…., baiklah ini untukmu…” kata Clara sambil menghantamkan kue ke wajah Mona.
Melihat wajah Mona yang di penuhi oleh olesan krim kue, semua tamu kembali menertawakannya termasuk Zidan.
“hahahahahaha……, wajahmu sangat lucu, Mona…!! Kau seperti badut sekarang dengan krim di wajahmu dan gelambir yang ada di pinggangmu….” Ujar Zidan tertawa terbahak-bahak.
Mona yang sangat malu di tertawai oleh sekian banyak orang, berlari pergi ke toilet sambil menangis karena tak tahan telah di kerjain oleh Zidan dan Clara.
“kurang ajar…, Balqis membuatku di tertawakan orang banyak…!! Aku akan memberi tahukan pada Abrar kalau kau sedang berselingkuh di itali dengan Zidan.” Kata Mona yang menyadari bahwa yang itu bukan Balqis melainkan saudara kembarnya yaitu Clara.
“mau apa lagi, kau..???” tanya Abrar.
“Abrar…, apakah kau tidak salah mencintai wanita..??? Balqis mengkhianatimu…dia sekarang sedang berselingkuh dengan tuan Zidan pengusaha terhebat di itali…” kata Mona yang sebenarnya tak tau menau tentang keluarga Balqis yang sebenarnya.
“biarkan saja…, aku tetap mencintai Balqis walau apapun yang terjadi…” sahut Abrar sambil mendekap tubuh Balqis yang tertidur pulas.
“apa, kau bilang..???” ujar Mona terkejut dengan jawaban Abrar yang seolah tak perduli.
“sudahlah…, jangan ganggu aku lagi…!! Atau aku akan membunuh semua keluargamu…” ancam Abrar pada Mona.
Lalu Abrar mematikan HP nya agar tak di ganggu Mona lagi.
Kemudian ia memeluk Balqis yang tidur seperti kerbau di sampingnya.
“aku tetap mencintaimu, walau siapapun statusmu, Balqis……” ucap Abrar mencium pipi Balqis.
Keesokan paginya, Abrar melihat Balqis berdiri di depan cermin menggunakan pakaian ketat dan jeans ketat serta topi yang menutupi kepalanya itu.
“Balqis…, apa kau sehat hari ini…???” tanya Abrar heran dengan dandanan Balqis.
“apa maksudmu, pria bedebah…???” tanya Balqis menatap Abrar dengan tatapan konyol.
“kau mau kemana dengan gaya pakaianmu itu??? Kau seperti ingin pergi menyelesaikan misi….” Kata Abrar.
“memang iya…!!” sahut Balqis.
“apa maksudmu…??” tanya Abrar semakin bingung.
“hari ini aku akan pergi mengintai Lita, untuk membantu Luky menyatakan cintanya pada Lita…” jawab Balqis dengan percaya dirinya.
“wwwooowww…., ternyata kau semakin gila karena bergaul dengan Luky…” ucap Abrar.
“hei…, biarpun gila…, dia juga sahabatmu…!! Apa kau lupa, kalau dia yang membantu mempersatukan cinta kita…” kata Balqis bergelayut di tubuh Abrar.
“oke………….!!!!!!!!! Sebagai sahabat yang baik…, aku akan membantu kalian menyelesaikan misi pengejaran Lita…” kata Abrar.
“hei…, kau tidak pergi ke kantor hari ini..???” tanya Balqis.
“urusan kantor, serahkan pada Rudi…” ujar Abrar.
Di ruang kantornya, Rudi sedang nangis Bombay karena tak dapat berleha-leha sedikitpun.
“tuan Abrar…, memang sangat kejam padaku….!! Saat dia pergi liburan hingga saat ini pun dia terus saja membuatku lembur….hhhuuuhhuuhhhuuuhhhuuu……” kata Rudi dengan segudang kerjaan yang di limpahkan Abrar padanya.
Balqis, Abrar dan Luky serta sahabat yang lainnya, menjalan kan misi untuk menjebak Lita yang sedang berjalan menuju ke tempat kerja nya di toko kue milik pak Hendri.
Lita yang mengenal Devan, Aska dan Romi, ketakutan saat tau bahwa mereka mengikutinya dengan mengunakan kostum ala-ala penjahat.
“ya Tuhan…, mengapa mereka seperti mengikuti aku…???” gumam Lita yang mempercepat langkah kakinya.
“Devan…, cepat tangkap dia mumpung jalan ini sepi..’ bisik Aska.
__ADS_1
“baiklah…, hehehehe…” sahut Devan.
Dengan sekali tarik, tubuh Lita kini berada di tangan Devan.
Mereka kemudian membawa Lita masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Romi.
Mereka membawa Lita pergi ke sebuah gudang tua dan mengikatnya disana.
“tolong aku….!!!” Teriak Lita ketakutan.
“hahahahaha……….., apa kau takut nona..???” tanya Balqis yang merubah sedikit nada bicaranya.
“siapa kau…?? Mau apa kalian…???” tanya Lita yang tak bisa melihat karena matanya di tutup oleh kain.
“kami mau uangmu….hahahahaha……….” sahut Balqis.
“hei..., kau jangan terlalu over…entar Lita tau kalau kau temannya..” bisik Abrar pada Balqis.
“diamlah Abrar…, main kan saja peranmu, nanti…” kata Balqis.
“hei…, kalian salah orang…!! Kenapa malah menculikku…?? Aku hanyalah wanita miskin…” ucap Lita.
“kau wanita miskin tapi pacarmu adalah orang kaya…, kami menculikmu untuk meminta tebusan dari pacarmu itu…hahahaha….” Ujar Abrar.
“siapa pacarku..??? aku malah tak tau siapa yang kau maksud…??” ucap Lita.
“hei…, apa Lita sama bodohnya sepertimu..?? kenapa dia tidak tau kalau aku sedang membicarakan Luky…” bisik Abrar kesal.
“kau yang bodoh…, enak saja mengatakan aku bodoh…” ujar Balqis seraya menginjak kaki Abrar.
“aadduuhh…., sialan kau Balqis….!! Kenapa kau menginjak kakiku…??” ucap Abrar kesakitan.
“diamlah….” Sahut Balqis.
“hei…, kalian sedang apa…????” tanya Lita bingung.
“cepat hubungi pacarnya…, dan minta uang tebusan yang banyak….hahahaha….” perintah Balqis pada Abrar.
“hei…, cepatlah….beri tahu Luky…!! Telepon dia sekarang…” bisik Balqis pada Abrar.
Kemudian Abrar pun menghubungi Luky dan membesarkan volume di HP nya agar Lita mendengar suara Luky.
“apa kau ingin wanitamu, selamat…??? Maka berikan aku uang tebusan sebanyak 20 milyar…” kata Abrar memainkan perannya terhadap Luky yang juga ikut andil dalam permainan.
“dimana kalian menyembunyikan Lita, wanita yang sangat aku cintai di dunia ini…???” tanya Luky.
“itu…, suara Luky…” ucap Lita dalam hatinya.
“datang ke gudang tua, dan bawa uangnya….kalau tidak kami akan membunuh wanita ini..” kata Abrar.
“Luky…, jangan kesini….” Teriak Lita.
“Lita…, tenang saja….!! Super heromu ini akan datang menyelamatkanmu….” Sahut Luky.
“ucapan Luky sangat menjijikkan…, super hero katanya….!! Apaan, kalau kita tak menolongnya, dia bahkan tidak bisa mendapatkan Lita…” ujar Abrar.
“iya…, kau benar…!! Aku jadi gila terlalu banyak bergaul dengan orang gila seperti Luky..’ sahut Balqis.
Tak lama kemudian, Devan, Aska dan Romi menghampiri Abrar dan Balqis.
Mereka baru saja selesai makan siang, dan membawakan makan siang buat Balqis dan Abrar.
Saat sedang menyantap makan siangnya, Luky datang dengan membawa beberapa cup kopi yang di belinya di café terdekat.
“hei…, gimana..?? apa kita mulai sekarang…???” tanya Luky tak sabaran.
“terserah kau…” sahut Devan.
Kemudian mereka pun memainkan perannya masing-masing.
“dimana wanitaku…, wahai kalian para penjahat…” ujar Luky.
“hahahaha……, berikan uangnya pada kami…” kata Abrar.
“jangan…., Luky jangan berikan uang itu pada mereka…!! Pergilah dari sini…” kata Lita yang tak ingin Luky terluka.
“apa kau sangat mencintai pria ini, haa…???” tanya Devan pada Lita.
“kalau begitu kita siksa saja pria itu di hadapan wanita ini…” sahut Aska yang memulai aksinya dengan menendang Luky.
“kurang ajar…., kenapa kau menendangku dengan keras…???” bisik Luky.
“biar dia yakin kalau kau memang super heronya…” sahut Aska.
“itu benar…, setidaknya kau harus memiliki luka lebam, atau dirawat di rumah sakit karena patah tulang akibat di pukuli…biar Lita tambah yakin kalau kau sedang menyelamatkan dirinya…” ujar Abrar yang kemudian ikut menendang Luky.
“ooohh…, benar juga…” kata Luky dengan bodohnya.
Mereka pun menghajar Luky habis-habisan, Lita yang mendengar teriakan Luky yang di siksa oleh para sahabatnya, menangis karena tak ingin Luky terluka.
“hei…, sudah cukup….!! Luky bisa mati kalau kalian hajar dia terus-terusan..” bisik Balqis.
“sekarang giliranmu….” Ucap Romi pada Luky untuk memainkan perannya menyelamatkan Lita dari para penjahat.
Luky pun memainkan perannya, dan menyelamatkan Lita dari para penjahat yang menculiknya.
Lita kini berada dalam pelukan Luky yang sudah masuk kedalam mobilnya.
“Luky…, aku sangat takut…” ucap Lita seraya memeluk Luky.
“sudah lah…, sekarang kau aman di dalam pelukanku…” ucap Luky.
“apa…kau bilang..???” tanya Lita.
“oohh.., maksudku…!! Kau sekarang aman bersamaku…!! Ayo kita pulang…” kata Luky.
“luka di wajah dan tubuhmu sangat parah…, kita kerumah sakit saja…” kata Lita yang masih menangis.
“apa kau akan menjagaku di rumah sakit…?? disini aku tak memiliki keluarga…” kata Luky dusta. Padahal orang tua Luky sedang berada di rumah saat ini.
__ADS_1
“baiklah…, aku akan menjaga dan merawatmu sampai kau sembuh…” ucap Lita.
Kemudian Lita membawa Luky kerumah sakit, karena lukanya tidak terlalu parah dokter mengizinkan Luky pulang. Namun Luky mengancam sang dokter untuk membuatnya dirawat dirumah sakit selama sebulan.