Love Of Bad Boy

Love Of Bad Boy
Bab 11 Memenuhi Tantangan Rival


__ADS_3

"Triiiiing.... Triiiiing.... "


Entah sudah berapa kali ponsel Zen bergetar dan mengeluarkan suara yang cukup nyaring. Namun pemilik ponsel second tersebut masih terlelap dalam alam mimpinya. Hampir puluhan kali ponsel itu berdering. Barulah pemilik benda pipih itu meraba-raba nakas nya. Seraya menutup wajahnya dengan bantal.


"Halo." Ucap Zen dengan suara parau.


"Zen... Lo tidur apa pingsan? " Tanya suara di seberang yang tak lain adalah Al.


"Ada apa? Ganggu aja Lo." Ucap Zen kesal.


"Gue butuh bantuan Lo men. Please.... "Ucap Al dengan suara sedikit merintih.


" Lo kenapa?" Tanya Zen yang telah duduk diatas matras tempat tidurnya.


Kini ia tidur hanya menggunakan matras biasa. Tanpa tempat tidur mewah, tanpa AC, tanpa semua benda yang akan otomatis tinggal pencet juga beberapa pelayan yang akan datang ketika mendengar teriakannya. Ia membuka kedua matanya seraya memindahkan ponsel nya ke telinga yang satunya.


"Halo, Zen.... Ini gue... Udah lama kita ga reuni. Gue pengen pertandingan yang sempat tertunda waktu itu, kita laksanakan malam ini." Ucap lelaki lain di seberang telepon.


"Vito.... B r e n g s e k Lo!" Ucap Zen kesal.

__ADS_1


"Hahaha.... Lo yang b r e n g s e k. Buruan lo ketempat biasanya. Kalau ga, ni temen Lo bakal gue habisin ni malam juga!" Ucap Vito.


Musuh bebuyutan Zen di balapan liar. Ia bertemu Billy dan Al tanpa sengaja. Saat Al membanggakan Zen, tentu saja Rival sejati Zen itu merasa tidak suka. Sehingga ia mengajak beberapa geng nya untuk menahan Al CS.


"S i a l. Gue ga mungkin biarin Al jadi bulanan tuh anak. Ok. Malam ini juga, gue bakal bikin malu Lo Vit. Lo pikir gue bakal kalah sama Lo." Ucap Zen kesal.


Ia pun menyambar jaket yang berada di hanger tepat di balik pintu. Tanpa mencuci muka terlebih dahulu. Ia begitu ingin membungkam rivalnya yang begitu sombong.


Tiba di lokasi balap liar anak-anak yang memiliki privilege, Zen mencari keberadaan Al CS. Kedua matanya menatap Al yang berdiri di ujung lantai dua.


"Gila Lo Vit! Lo bebasin ga Al? " Bentak Zen gusar.


Zen mendengus kesal. Ia melihat dua motor yang berada di garis start.


Saat Zen berjalan ke arah motor milik Al. Vito justru menarik cepat helm milik Al.


"Eit.... Malam ini no safety Man....!" Teriak Vito.


Zen yang telah menunggangi Yinja milik Al, ia pun memutar kontak motor. Ia menatap tajam Vito.

__ADS_1


"Oke. Malam ini kita bakal buktiin. Lo apa Gue raja trek maut ini." Ucap Zen dingin.


Tatapannya tertuju pada garis putih yang berada di aspal. Ia fokus pada tujuannya. Malam ini, dia harus membungkam kesombongan Vito. Namun ada sedikit keraguan Zen kala tangan kananya menarik gas.


"Come on.... We must be the winner." batin Zen seraya mengusap tanki motor yang ada di depan nya.


{Ayo, kita harus jadi pemenangnya}


Tampak seorang perempuan yang mengenakan jumpsuit dipadu kaos warna hitam. Ia memegang selendang merah. Wanita itu berdiri di depan motor Zen dan Vito. Ia berdiri diantara dua motor Yinja milik dua lelaki tampan. Tampak wanita itu mengangkat selendang merah ke arah langit. Saat hitungan wanita itu sampai pada angka 3. Bendera merah itu pun di hentakan ke bawah.


"Satu... Dua... Tiga....!"


Hiruk pikuk suara penonton balap liar begitu riuh. Perempua, laki-laki. Semua bercampur menjadi satu. Teriakan masing-masing kubu kepada jagoannya pun membuat suasana yang tadi sepi, Tiba-tiba menjadi ramai. Maklum saja, Zen dan Vito bisa dikatakan apple to apple. Mereka sama-sama tampan, anak orang kaya juga raja balapan liar. Hampir silih berganti mereka akan menjadi juara di balap liar. Dan hal itu menguntungkan mereka yang bertaruh. Maka jika malam ini Zen yang lama tak muncul, membuat mereka yang lama tak mencicipi rasa kemenangan. Bertaruh mati-matian untuk mendukung Zen.


"Zen...! Zen?! Zen! Ayo Zen....!" Teriak pendukung bungsu Pak Ahmed.


Namun naas saat baru dua lap terakhir, Vito yang merasa hampir kalah. Ia pun menyenggol kaki Zen saat ditikungan. Dan hal itu membuat Zen kehilangan keseimbangan. Motor yang ia kendarai pun langsung menempel pada aspal dan membuat Zen tertimpa motor, tubuhnya bahkan ikut terseret motor beberapa meter kedepan. Al CS juga beberapa pendukungnya, berteriak histeris saat kepala Zene mebentur tiang listrik.


"Zeeeeen!"

__ADS_1


__ADS_2