
Jadi benar pria itu yang namanya Baron? Mantan suami Violet, pria yang ditemukan bersama Luna di atas ranjang dengan keadaan telanjang bulat??
Oh, come on Luna. Jika benar kamu sudah tidur dengan pria itu, aku cabik-cabik tubuhmu ini!
Jihan menggerutu kesal sekaligus merasa jijik dengan tubuh yang ia gunakan. Ia kembali mengamati sosok pria itu. Pria itu berperut buncit, serta rambutnya yang memutih dan hanya tersisa di bagian kepala belakang. Jihan semakin terbelalak, saat pria itu tersenyum dengan warna emas yang mendominasi.
Tuan Jose bahkan jauh lebih tampan di banding pria itu, iiyyuuuhhh!
"Sudah sore, baby. Kau tidak kembali?" Baron mengusap kepala Violet yang bersandar di dadanya.
"Aku masih rindu," sahut Violet manja. Jihan menahan rasa mualnya.
"Sabar sedikit lagi, Baby. Setelah ini kau dan bayi kita akan hidup bahagia dan tenang."
Jihan menutup mulutnya. Ia terkejut saat Baron mengusap perut Violet, dan mengatakan jika bayi yang ada di dalam perut Violet adalah anaknya.
__ADS_1
Oww, kasihan sekali kau Barra.
"Terlalu lama. Aku sudah bosan harus berakting terus." Suara Violet terdengar merajuk.
Rupanya tidak hanya aku yang berakting di sini.
"Sedikiiiit, lagi. Kau harus bersabar. Setelah kau meyakinkan Barra untuk menyingkirkan wanita itu, lalu kita mainkan kartu as kita, Baby." Baron mulai mengecup dan melu mat bibir Violet.
Jihan menutup matanya menghindari pemandangan yang akan membuatnya semakin mual. Setelah beberapa saat mereka saling mengecap, suara Violet terdengar kembali.
"Lalu pria tua itu, mau kau apakan, sayang?"
"Dia sudah dalam genggamanku. Harga dirinya jatuh saat menemukan putri tercintanya berada dalam pelukanku hahahahaa ...." Jihan bergidik mendengar suara tawa jahat Baron.
"Tapi benar kamu tidak menyentuhnya, 'kan sayang. Aku cemburu saat lihat wanita busuk itu ada di ranjang bersamamu." Violet kembali merajuk.
__ADS_1
"Hahahaha ... kamu kalo cemburu menggemaskan. Percayalah, seujung kukupun aku tidak menyentuhnya, Sayang. Pelayanku yang melucuti semua pakaiannya. Milikku hanya bangun saat bersamamu." Baron kembali memagut bibir Violet. Bola mata Jihan berputar malas mendengar bualan Baron.
Bersyukurlah aku tidak jadi mencabik-cabik tubuhmu, Luna.
"Tuan Jose, sudah menandatangani sebagian peralihan asset miliknya ke tanganku. Ia sangat takut saat aku berkata akan menikahi putrinya hahahaha ... aslinya aku pun tak mau menikahi putrinya yang sombong itu."
"Kalau ternyata Tuan Jose mau?" Violet memandang curiga.
"Wanita itu pun tidak akan mau, sayang. Ia lebih memilih mengakhiri hidupnya dari pada menikah denganku hehehee ...."
"Semua sudah aku perhitungkan sedetail mungkin sebelum menjalankan rencana ini. Luna dan Barra saling mencintai, menyelinap di antara mereka membuat keduanya goyah. Jika Luna goyah, ayahnya pun goyah. Semudah itu." Baron menyeringai menunjukan kembali senyum emasnya.
"Padahal jika Luna tahu bagaimana kau hebat di ranjang, dia pasti tak akan melepaskanmu." Jari Violet merambat dari leher Baron ke dada dan semakin turun.
"Kau sendiri bagaimana dengan pria itu?" tanya Baron dengan suara tertahan.
__ADS_1
"Barra? hhmmm, sama sekali bukan seleraku. Aku sempat kasihan melihat dia bahagia saat tahu aku hamil. Bagaimana aku bisa hamil dengannya, jika dia tidak pernah tuntas saat bercinta, cciiuhhh! lelaki lemah dan bodoh!" Violet berdecih lalu meneguk minumannya yang berwarna merah.
...🤍❤...