Magic Forest [Hutan Ajaib]

Magic Forest [Hutan Ajaib]
Pembully-an [BAB 11]


__ADS_3

setiap hari hal yang sama terus berulang, tapi saat itu di sekolah jam istirahat, kebetulan James sedang sakit, dan Erica dibawa ke sebuah pusat kota karena ibu dan ayahnya ada urusan disana, awalnya dia menolak tapi mau bagaimana lagi.


rumah Erica


''ikutilah perkataan orang tua Erica'' ucap ayahnya lembut pada Erica.


''tapi papah, aku harus sekolah disini, aku juga ingin bertemu dengan James dan Glaricia~, kenapa kalian tiba-tiba membawa ku kesana?'' bingung Erica karena perkataan orang tua mereka.


saat itu ibu Erica datang dan mendengar perkataannya itu, dia kesal lalu menarik telinga Erica dan memarahinya. ''kamu tuh yah bandel banget~, jangan jangan ini karena kamu berteman dengan mereka berdua yang rendahan itu!! ya kan?!!'' marahnya membuat Erica takut di sana, dia mulai menangis tapi apa yang ibunya lakukan.


''heuu menangis, mengadu!!, jadi anak cengeng banget sih, pokoknya ngga mau tau, mamah mau kamu ikut kesana. mamah ngga bakal biarin kamu bertemu anak aneh itu, tiba-tiba gigit tangan mamah, dia manusia atau hewan~ heuh!!'' pergi meninggalkan suami dan anaknya itu disana.


ayahnya yang tidak bisa berlaku banyak atas apa yang terjadi dia hanya kembali menyuruh Erica untuk ikut bersama, dan di jawab oleh Erica dengan sebuah anggukkan pelan, ''anak baik, papah tunggu kamu yah, cepat berkemas dan bersiap-siap, nanti mamah mu marah lagi~'' ucapnya dengan suara lembut.


Erica kembali ke kamarnya dan kesal saat dia mulai memasukkan beberapa baju ke dalam koper berwarna merah muda dengan boneka beruang putih di depan koper tersebut.


setelah semuanya selesai dia pergi ke bawah dengan di bantu pelayannya membawakan koper berisi baju Erica, sedang Erica membawa ransel dan juga boneka di tangannya.


.


.


.


di sekolah


kabar tentang Erica yang pindah sekolah sudah di ketahui oleh teman sekelasnya, sekaligus Glaricia yang ikut mengetahuinya saat guru masuk di pagi hari itu.


di jam istirahat Glaricia merasa bosan karena tidak ada James dan Erica di sampingnya, tapi dia tetap sekolah, disana di kantin pun saat itu dia makan makanannya dengan tenang hingga tiga orang gadis datang menghampirinya.


''haha lihatlah dia, sudah tidak memiliki teman lagi, aku rasa dia sudah kesepian sekarang-'' ucapnya pada teman temannya mengejek Glaricia, tapi Glaricia hanya memakan makanannya dan tidak mementingkan ucapan mereka bertiga.


''hey!! aku di sini, kenapa kamu tidak berbicara pada ku hah!!'' kesalnya karena Glaricia asik memakan makanannya. gadis itu yang kesal akhirnya menepakkan makanan Glaricia dengan melemparnya ke sembarang arah, hal itu membuat berantakan lantai kantin itu, banyak murid yang terkejut dengan hal itu, tapi mereka hanya melihatnya seperti sebuah tontonan umum. memang anak kecil sekarang sulit sekali untuk akur terutama Glaricia yang di cap dengan anak anak sebagai orang gila.

__ADS_1


''kau masih laparkan?, nah makan sisa makanan mu yang ada di lantai'' ucapnya sambil menyuruh Glaricia dengan menarik rambutnya dengan kasar lalu melemparnya di dekat makanannya yang sudah berceceran di lantai kantin itu.


''makan!!'' marahnya sambil berteriak, saat itu seorang guru wanita datang menghampiri mereka, karena ada yang melaporkannya saat itu juga. ''heh sudah sudah, Anggita!! kamu pergi keruang guru dan juga kalian berdua sekaligus!!'' marah guru tersebut pada mereka bertiga.


gadis yang bernama Anggita itu dengan kesal pergi dengan bantuan kakak kelas yang melaporkan hal itu, mengantarnya menuju ruang guru.


''kau tidak papa Glaricia ?'' tanyanya pada Glaricia yang masih terdiam disana. dan Glaricia saat itu hanya menganggukkan kepalanya berkali-kali, dan ibu guru itu pun paham.


''kamu ngga papakan pergi ke ruang guru juga, dan berbicaralah bahwa kau tadi di bully oleh Anggita, dia memang kakak kelas mu tapi dia juga seumuran dengan mu, kamu jangan berkecil hari okeh?'' katanya sambil menggandeng tangan kecil Glaricia menuju ruang guru saat itu.


.


.


.


di ruang guru


Anggita adalah anak kelas 5 SD sedang Erica dan Glaricia adalah kelas 3 dan James kelas 4. jadi dia tak segan untuk menginjak-injak mereka, apalagi Glaricia berada di kalangan bawah, setiap kelas terbagi menjadi kelas A, B, dan juga C, dimana A dianggap sebagai murid dari keluarga Kaya raya, sedang B murid dari kalangan menengah ke atas dan C adalah kalangan menengah ke bawah, dan posisi Anggita ada di B dan Erica berada di A, meski begitu Erica meminta untuk berada di kelas C karena dia tidak menginginkan berada di kelas A, dimana semua muridnya sombong dan membesarkan diri sendiri.


.


.


saat itu Glaricia datang bersama dengan ibu guru yang menyelamatkannya tadi, dia kemudian di suruh duduk di kursi dekat dengan Anggita, Anggita hanya menatap Glaricia dengan kesal dan sebal.


kemudian guru yang ada di depannya itu berbicara ''jadi, Glaricia, apa benar dia membully mu?'' tanyanya pada Glaricia dan hanya di jawab dengan sebuah anggukan kepala Glaricia, ''lalu kenapa kamu tidak melawannya?'' tanya guru di belakangnya pada Glaricia.


''jika aku melawannya, maka aku akan terkena hukuman dan aku tidak ingin itu terjadi padaku, bukankah lebih baik itu terjadi pada dirinya sendiri, toh dia juga yang melakukannya, aku juga tidak suka dengan tindakannya yang sering menindas kami kalangan bawah, dan aku juga tidak tau apa maksud dan tujuannya itu, mungkin hanya senang senang, tapi karena kekuasaannya, hah maksud ku kekuasaan kepala sekolah dia menjadi begitu sombong dan melakukan sesukanya, sikap seperti itu bukankah tidak pantas, dan juga seharusnya kepala sekolah sendiri yang harus memberi hukuman pada anak ini, dia begitu ceroboh dan layak untuk di hukum atau bahkan di keluarkan dari sekolah ini agar tidak menjadi manja, heh lihat lah wajahnya yang begitu terintimidasi pada perkataan ku barusan, memang bukan urusan ku, aku hanya akan biarkan dia melakukan apapun pada ku, tapi seharusnya sadar diri juga'' ucap Glaricia.


perkataan Glaricia tadi membuat banyak orang yang ada di sana terbelalak, apa lagi dia masih berada di kelas tiga, tapi dia sudah bisa berbicara seperti itu, seperti bukan dirinya, tapi itu dia, lalu jika bukan dia lalu siapa itu, tentu saja itu Glaricia bukan siapa siapa, hanya saja ucapannya itu membuat semua orang terbengong.


saat itu juga kepala sekolah masuk dan mendengarkan begitu banyak perkataan dari Glaricia tadi, dia bertepuk tangan membuyarkan keheninhan di ruang guru tadi, ''kata kata yang bijak'' ucapnya sambil mendekati ke arah mereka yang sedang berkumpul itu.

__ADS_1


''kakek~ /berlari mendekari kakeknya/, kek dia mengejek ku, kakek harus menghukumnya~'' katanya sambil memeluk kakeknya di dekatnya itu, sambil membuat wajah sedih dan memelas.


tapi kakeknya hanya diam dan membuat pelukan cucunya itu melonggar dan pergi mendekati Glaricia. saat itu Anggita merasa senang karena dia memang berharap bahwa Glaricia di hukum oleh kakeknya itu. tapi bukan hal itu yang terjadi justru malah sebaliknya.


''saya setuju dengan ucapan mu anak muda'' kata kepala sekolah itu, membuat semua orang disana terkejut, begitu juga Anggita.


''aku akan menghukum cucu ku, tapi aku tidak akan mengeluarkannya dari sini, apa kau setuju anak muda?'' berbicara pada Galricia dengan nada baik bukan lembut layaknya seperti seorang pengajar lainnya.


''saya setuju saja, lagi pun itu bukan urusan saya kepala sekolah, saya juga masih anak-anak dan tidak tau apa yang akan terjadi nantinya, semua tergantung pada ajaran pada kak Anggita'' katanya, lalu kepala sekolah itu membuat senyuman senang di wajahnya.


''heh~ jadi Anggita!! ikuti kakek ke ruang kakek sekarang'' ucapnya sambil berjalan tegas menuju luar ruangan guru. tanpa kata pun Anggita langsung mengikuti kakeknya.


.


''astaga Glaricia, apa tadi ucapan mu itu?'' kagetnya seorang guru itu membuat Glaricia menoleh ke arahnya.


''sungguh kata kata mu tadi sungguh bagus sayang'' ucap guru wanita cantik itu sambil memeluk Glaricia.


''aku hanya menjawab dengan fakta yang ada tentang kak Anggita saja'' jawabnya dengan napas sesak karena di peluk dengan erat, tapi akhirnya guru itu melepasnya karena Glaricia memukul mukul tangan guru itu.


''sudah selesaikan pak, bu, kalau sudah aku ingin kembali ke kelas ku, ibu Amy juga harus datang mengajar bukan, tidak mungkin membiarkan muridnya lepas saja dari pelajaran matematika ibu'' kata Glaricia berdiri, Bu Amy pun langsung mengajak Glaricia pergi dari sana menuju kelas.


...****************...


...*******...


...****************...


...oke sampai sini dulu, semoga bagian ini banyak di sukai ama kalian yah, baru kali ini sampe 1000 kata lebih hehe...


...like, komen, Favorit juga yah....


... love you guys 💙...

__ADS_1


__ADS_2