Magic Forest [Hutan Ajaib]

Magic Forest [Hutan Ajaib]
Pertemuan Terkahir Zavi [BAB 27]


__ADS_3

sore itu mereka mengakhiri pembicaraan mereka, dengan Zavi pergi meninggalkan hutan itu, hari-hari saat itu di penuhi dengan tawa bahagia dalam wajah Zavi.


di tempat gelap Glaricia bertemu dengan arwah Zavi, dia mengatakan sesuatu. "aku masih belum mengerti apa yang ingin aku lakukan?" katanya pada Zavi yang di hadapannya itu memandang ke arah bawah lalu memgangi tangan Glaricia.


"aku ingin bertemu dengannya sekali, apa kau bisa mengantar ku kepadanya?" katanya pada Glaricia, Glaricia yang mendengar arwah Zavi berbicara dia sedikit terkejut tak lama dia menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dia setuju dengan keinginan Zavi, dari pada itu dia harus kembali ke dunianya sekarang mungkin jam pelajaran akan segera di mulai.


"sebenarnya aku ingin tau, bagaimana kamu bisa meninggal?" saat mendengar pertanyaan itu, arwah Zavi menunjukkan sebuah adegan dimana dia dikejar oleh mereka si pembully Zavi menuju ke atap sekolah dimana sudah tidak banyak orang di sekolah itu, lebih tepatnya sore hari dimana semua murid sudah pulang.


disana Zavi terlihat ketakutan, lalu dia menjatuhkan diri hingga meninggal, melihat itu mereka bertiga khawatir dan menyuruh tukang pembersih untuk menggali lubang besar dan mengubur tubuh Zavi di belakang gedung sekolah itu.


yah, toh tukang pembersih itu mau ngga mau melakukannya, karena dia juga di bayar besar sama itu cewek pembully kan. tapi ternyata di sisi lain ada yang melihat mereka, siapa lagi kalau bukan Daniel, dari sanalah Daniel mulai membunuh para pembully Zavi menggunakan sihirnya, sampai di lain hari terdapat kabar bahwa mereka tertabrak oleh sebuah truk besar dengan kecepatan tinggi dan hal itu membuat tubuh mereka hancur saat tengah berjalan-jalan di luar.


saat Daniel melihat tubuh Zavi yang di kubur disana dia mengambilnya dan membawanya lalu menguburnya tepat di dekat pondok milik mereka tanpa sepengetahuan dari ke empat saudaranya itu.


.


.


.


sekarang Glaricia kembali ke tempat semula di mana disana sebuah gudang yang penuh dengan perkakas lama yang kotor. dia memandang arwah Zavi dan berkata "aku akan membantu mu bertemu dengan Daniel, tapi jika kamu bisa mengikutiku sampai rumah aku akan menunjukkannya pada mu" katanya, lalu arwah Zavi mengangguk dengan pelan tapi dia juga senang.


.


.


.


sekarang Glaricia sudah berada di kelasnya dia jika masih disana mungkin dia akan terlambat. disana Zavi masih berada di samping Glaricia sambil melihat semua murid yang sedang belajar. Glaricia yang melihat Zavi yang keliling melihat-lihat mereka yang tengah menulis secara satu persatu dan seperti sangat bahagia melihat tulisan dari banyaknya murid yang ada disana.


saat dia berada di dekat Glaricia, Glaricia tersenyum ke arah Zavi dan membuat Zavi ikut tersenyum juga padanya, ada sosok mata yang menyoroti Glaricia dengan tatapan curiga tapi dalam hati dia selalu mengatakan "anak aneh" dan dia kembali menulis di bukunya itu.


.


.

__ADS_1


.


bel pulang berbunyi, semua murid sudah pulang saat beberapa menit setelah bel berbunyi, Glaricia pulang dengan Zavi masih di sampingnya, James yang melihat Zavi masih ada di dekat Glaricia dia merasa sangat khawatir apakah Glaricia akan baik-baik saja, atau sebaliknya.


"James~ jangan memikirkan hal yang tidak-tidak, disini aku hanya ingin membantu Zavi saja, jadi kau tidak perlu takut." kata Glaricia, saat itu mereka melewati rumah kosong yang terlihat terbakar itu, Zavi yang melihatnya terdiam memandangi rumah itu. Glaricia yang tau siapa pemiliknya hanya tersenyum melihat Zavi yang rindu akan rumah juga saudara saudara nya bahkan dia juga rindu dengan ibunya.


"kau ingin masuk kesana?" tanyanya pada Zavi, lalu Zavi menjawab dengan menggelengkan kepalanya, dan Glaricia hanya memanyunkan bibirnya lalu pergi dari sana diikuti oleh James dan Zavi yang di sampingnya itu.


.


.


di rumah Glaricia


"aku akan mengganti baju ku dulu, bisakah kamu keluar dulu dari sini?" katanya, Zavi pun pergi dari kamar Glaricia. selesai mengganti pakaian Glaricia langsung keluar kamar dan menyuruh Zavi ikut dengannya, tapi sebelumnya Glaricia mengahangatkan sebuah makanan yang ibunya bilang ada di pendingin.


oh dia menemukan sebuah makanan kesukaannya, sebuah pizza buatan tangan ibunya yang sangat dia sukai selain daging bakar ataupun daging panggang. setelah selesai dari sana mereka menuju keluar rumah melalui pintu belakang, tak lupa juga Glaricia untuk mengunci seluruh pintunya kembali.


.


.


"hai Hakai, sudah lama tidak berjumpa?" katanya, dan Hakai hanya menjawab dengan tangan di belakang kepalanya dan tertawa kecil. setelahnya dia menyuruh Glaricia dan temannya untuk masuk kedalam pondok itu.


terlihat sangat sepi, seperti pondoknya sudah akan di tinggal pergi oleh mereka berlima. "apa kalian akan pindah?" tanya Glaricia pada Hakai. Hakai menggelengkan kepalanya dan menjawab "tidak~ mereka sedang pergi ke suatu tempat mencari ikan untuk dimakan, dan aku disuruh untuk menjaga rumah" katanya lalu kembali melihat Zavi yang keliling-keliling melihat isi rumah itu.


"oh dia Zavi, teman hantu ku, dia ingin bertemu dengan Daniel karena dia adalah teman Daniel juga" kata Glaricia. mendengar Daniel memiliki teman rasanya itu mengejutkan bagi Hakai, masalahnya dia (Dabiel) tidak pernah berteman dengan siapapun.


"oh~ Daniel sedang pergi mencari ikan di danau bersama yang lainnya, awalnya aku yang ingin pergi, tapi karena kaki ku sedang sakit akhirnya aku harus menjaga rumah ini, mungkin mereka akan segera pulang dari sana, kalian tunggu saja yah!" kata Hakai lalu pergi dari sana menuju kamarnya.


"Zavi! kau mendengarnya kan?, sebentar lagi Daniel akan pulang, kata Hakai kita hanya tinggal menunggunya saja" katanya dengan lembut, lalu dia memakan pizza buatan ibunya itu.


.


.

__ADS_1


akhirnya tak lama mereka sampai di pondok, di pintu belakang pondok, mereka sudah membuat api unggun dan beberapa tempat untuk wadah ikannya, Glaricia yang melihat mereka sedang memasang hanya diam dari dalam pintu dan Hakai ikut di belakangnya, kemudian mereka menghampiri ke empat anak laki-laki itu.


melihat Glaricia, Ben sangat antusias dan senang sekali "CIA!!" katanya bangkit dari duduknya lalu menghampiri Glaricia.


"hai Ben, euh dan yang lainnya juga hehe" dia melambaikan tangannya pada yang lain juga, setelahnya mereka kembali fokus membakar ikan tersebut.


tapi apa yang di lihat Daniel, sosok yang berada di dekat Glaricia, dia terus menatapnya dengan lekat. dia menghampiri Glaricia dan mengatakan satu hal "dia~?" katanya pada Glaricia, dan di jawab dengan Glaricia. "yah dia Zavia Sean, teman masa lalu mu yang meninggal akibat di bully oleh tiga orang gadis yang kau bunuh itu Daniel, dia bilang datang kemari ingin bertemu dengan mu, jadi aku membawanya untuk mu, mungkin pertemuan ini akan menjadi kali terakhirnya kalian bertemu" kata Glaricia yang membuat mata Daniel terbelalak ke arah Glaricia.


saat itu, Zavi benar-benar menunjukkan wujudnya pada yang lain juga, Daniel saat itu langsung memeluk Zavi dengan erat, temannya yang dulu tidak bisa dia lihat lagi dan sekarang dia kembali untuk melihat Daniel.


"aku senang, ternyata aku bisa bertemu dengan mu lagi Daniel, aku kira aku tidak akan bisa bertemu dengan mu lagi. aku senang kau baik-baik saja disini, aku hanya ingin bilang terimakasih atas semuanya, aku belum sempat berterimakasih padamu semasa aku hidup, sekarang aku bahagia kau tidak perlu memikirkan ku lagi, dan jangan pernah menyusul ku dengan cepat oke, aku ingin Daniel tumbuh menjadi kakak yang baik untuk ke empat adiknya, dan ini memang keinginan terakhir ku, akhirnya aku bisa kembali dan tidur dengan tenang disana. aku menyukai mu Daniel." katanya setelah itu dia mencium sekilas bibir Danie dan menghilang. belum sempat Daniel mengatakan sesuatu padanya dia sudah pergi terlebih dahulu.


di akhir saat itu Daniel juga mengatakan "aku akan menjaga mereka, dan aku juga menyukai mu Via" katanya sambil menangis terdiam membuat yang lain ikut sedih kecuali satu orang yang sibuk membakar ikan, yah dia Stave.


.


.


di dalam pondok mereka


"selamat makan semuanya~" kata mereka semua gembira kecuali satu orang, begitu juga Glaricia yang ikut makan di sana dengan mereka yang membuat candaan agar Daniel tidak menangis kembali, Glaricia yang melihat itu merasa senang dan hanya tersenyum memandang mereka semua satu persatu.


Ben yang menyadari itu berkata pada Glaricia. "ada apa Cia?" katanya dengan nada imut sambil bertanya-tanya. "oh. eum aku hanya senang jika kalian seperti ini, aku harap juga kalian akan terus hidup bahagia selamanya" katanya lalu di akhiri dengan senyuman dan tawa kecil di wajahnya itu.


siang itu di pondok di penuhi dengan tawa dari mereka berenam dengan sangat riang gembira. Glaricia juga di penuhi dengan tawa bahagia di wajahnya, seperti biasanya itu.


...****************...


...********...


...****************...


...sampai sini, semoga kalian suka sama ceritanya...


...like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca...

__ADS_1


...love yu guys, makasih juga buat kalian yang udah mau baca + komen atau like 💙...


__ADS_2