![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
hari-hari Glaricia melewati tanpa bermain bersama kelima saudara itu, dia terkadang bosan hanya bermain bersama teman teman manusianya saja. kenapa? yah karena mereka selalu saja membicarakan tentang diri mereka yang hebat itu, terkadang mengobrol yang membuat Glaricia euhh kesap mungkin.
jadi dia setiap hari selalu berada di rumah, berbaring, membaca buku dan terkadang menggambar. itu seperti sudah menjadi hobi untuk Glaricia jika dia memiliki waktu luang.
tapi untuk hari ini, dia berinisiatif pergi ke hutan lebih tepatnya ke rumah pondok milik mereka berlima.
.
.
saat setelah sampai disana, dia langsung memasuki pondok itu. dan yah benar saja disana tidak ada siapa siapa kecuali barang barang yang mereka tinggali.
Glaricia main masuk dan mengelilingi rumah itu, saat dia masuk ke sebuah pintu berwarna putih disana dia melihat banyak barang yang jarang pernah dia lihat, tapi bukannya dia terus masuk dia malah terdiam disana kala melihat sebuah benda yang mirip seperti gelembung tapi itu seperti bola pada umumnya dan di dalamnya terdapat sebuah kupu-kupu yang mungkin seperti di awet kan, tapi jika di lihat lebih dalam kupu-kupu itu bergerak dengan mengibaskan kedua sayapnya naik turun.
saat melihat itu dia langsung keluar menutup pintu itu. saat dia berbalik dia terkejut dengan kehadiran seseorang di sampingnya itu.
"HAAA!!" kaget Glaricia. dia berteriak sambil memejamkan matanya dan menutup mata nya dengan kedua tangannya saling bersentuhan.
sedang orang yang di depan Glaricia sekarang hanya terdiam heran, kenapa dia terkejut.
"kamu ngga papa Cia?" tanya orang itu.
Glaricia yang mengenali suara itu langsung membuka matanya dan melihat sosok yang ada di depannya itu, wah dia ternyata Terry bersama dengan Hakai ada disana.
"kok kamu disini Cia?" tanya Hakai.
Glaricia yang sedang mengatur nafasnya belum menjawab pertanyaan Hakai, tapi saat itu dia memilih berjalan menuju ruang tamu. dan di sanalah dia menjawab pertanyaan Hakai.
"aku bosan main bersama manusia itu, jadi aku memilih kesini" katanya sambil menyilangkan tangannya di bagian bawah dadanya.
Hakai dan terry yang mendengar itu hanya diam sambil menganggukkan kepala mereka saja.
__ADS_1
"tidak seharusnya kamu berada disini Glaricia" kata Terry membuat Glaricia berdiam membulatkan matanya ke arah mereka berdua.
pasalnya, dia tidak setuju dengan ucapan Terry yang katanya "Glaricia tidak harus berada disini", nah ucapan itulah yang tidak di sukai Glaricia. kemudian dia malah menunjukkan muka sebalnya kepada mereka dan berkata.
"emangnya kenapa?, aku suka pondok ini, sunyi ngga ada orang" katanya sewot pada mereka berdua.
Terry yang mendengar itu pun menjawab "bukannya rumah mu juga sepi yah, kau bilang ibumu selalu bekerja dan pulang sore, jadi sekarang dia tidak ada di rumah, lalu kenapa kamu ngga disana saja bermain bersama teman pria manusia mu itu yang namanya James" kata Terry dan tentu saja hal itu membuat Glaricia terbelalak, dia menatap tajam Terry dan bangkit dari duduknya kemudian menghampiri mereka berdua.
"sepertinya, kau mengusir ku Terry?. apa ada masalah?" kata Glaricia dan yah Hakai disana hanya diam memandangi mereka berdua secara bergantian, tanpa melontarkan kata kata apapun saat itu, karena suasana antara Terry dan Glaricia sedikit memanas.
"yah, tidak juga... disini hanya tidak baik untuk mu" kata Terry, mendengar ucapan itu Glaricia memutarkan bola matanya sambil tersenyum smirk.
"kenapa? ada masalah apa?, jika kamu berkata lebih teliti maka aku akan menurutinya" kata Glaricia terus mendekatkan wajahnya ke wajah Terry, tapi karena Terry lebih tinggi dia harus berjinjit, selesai bicaranya dia kembali ke posisi kaki semula yaitu menampakkan mata kakinya ke lantai sepenuhnya.
"kau buat simpel saja Ter, jangan terlalu berbelit" kata Hakai yang membuat Glaricia menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung.
"hah baiklah" hela napas Terry membuat Glaricia semakin bingung, dan bahkan dia berpikir sepertinya ini masalah berat untuk mereka. alhasil dia menunggu perkataan Terry dengan begitu semangat.
"lalu? apa urusannya dengan ku tidak boleh kemari?" kata Glaricia bertanya, Hakai dan Terry hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar pertanyaan Glaricia.
"kami sudah memperingatkan mu tentang bulan purnama" kata Terry sedikit kesal
"iyah, tapi aku lupa" katanya dengan polosnya tanpa merasa berdosa.
"Jadi gini Cia~" Hakai pun ikut bersuara, karena dia lihat sepertinya Terry sudah lelah dengan sikap Glaricia.
"Jadi di bulan inilah para penyihir mencari suku kami, dan mereka tidak segan segan siapa saja yang di ambil, baik manusia ataupun orang suku Alni, Hari ini Bangsa Orny seluruhnya sudah mengumumkan untuk berbagai suku suku mereka jangan pernah keluar di malam hari bahkan untuk mencari makan. dan dari sini juga banyak suku Alni yang masih berada di dunia ini karena sangat nyaman dan mereka berpikir bahwa disini aman, tapi ternyata banyak penyihir yah mungkin satu dua diantara berada di dunia manusia dan menyamar sebagai manusia, jadi selama satu bulan ibu kamu ngga boleh berada di hutan apalagi tempat kami, mereka bisa saja datang kemari dan mungkin membakarnya, kamu mengerti kan?" kata hakai, dia berharap bahwa Glaricia paham dengan apa yang dia katakan itu.
setelah mendengar perkataan Hakai Glaricia langsung menganggukkan kepalanya sambil menatap Hakai.
"Jadi apa yang harus ku lakukan pada mereka semua?" kata Glaricia, dia memikirkan teman teman manusianya, dia juga memiliki hati yang baik tentunya untuk mereka yang menjadi teman Glaricia.
__ADS_1
"kau hanya perlu mengatakan pada mereka untuk tidak keluar malam" kata Terry pada Glaricia
"baiklah" jawab Glaricia dengan nada seperti bahagia, Hakai dan Terry yang melihat itu hanya tertegun, bisa bisanya Glaricia tidak merasa ketakutan. Tapi Hakai malah tersenyum karena memang Glaricia tidak penakut.
"ini" Terry memberikan sebuah kantung kain berwarna coklat yang sudah pudar itu pada Glaricia
"apa ini?" tanya Glaricia, tapi dia sambil mengambil kantung itu.
"itu bubuk ajaib, kau bisa manruh di sekeliling rumah mu, jika kau menaruhnya maka tidak akan ada penyihir yang bisa mendatangi rumah mu, dan jika kau masih sayang pada James berikan juga padanya, tapi itu tidak cukup untuk semua orang" kata Terry yang di jawab dengan sebuah anggukan di kepala Glaricia.
"sekarang lebih baik kau pulang sebelum malam datang" kata Hakai lalu membuka pintu luar Pondok dan mempersilahkan Glaricia untuk keluar terlebih dahulu.
saat itu mereka beruda langsung mengantar Glaricia untuk pergi kerumahnya, saat sebelum pergi mereka melihat terdahulu apakah Glaricia akan melakukan apa yang mereka suruh, dan ternyata itu benar.
sedang di rumah itu....
"hum bagaimana aku memberikan ini pada James yah?" kata Glaricia
"ah tapi ini baru jam 3 sore, aku akan memberikan ini langsung saja lalu setelahnya pulang". kata Glaricia lalu pergi dari rumahnya menuju rumah James tak lupa juga dia mengunci pintu rumahnya itu.
...****************...
...********...
...****************...
...cerita sampai disini semoga kalian suka sama ceritanya ...
...please like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca ...
...makasih yang udah baca+like, love yu Guys 💙...
__ADS_1