Magic Forest [Hutan Ajaib]

Magic Forest [Hutan Ajaib]
Hari Pertama Sekolah [49]


__ADS_3

pagi harinya, Glaricia sudah bangun lebih awal disusul dengan Daniel dan Terry, kemudian Steve dan Hakai barulah Ben, kini mereka berada di luar kamar mereka masing-masing, Kamar mereka berbeda jauh maksud ku Glaricia berada di kamar Khusus perempuan tentunya sedangkan mereka berlima di kamar khusus laki-laki.


saat Glaricia akan pergi dari sana menuruni tangga tak sengaja dia melihat seseorang yang tengah kerepotan membawa buku begitu besar dan banyak, dia berpikir untuk segera membantunya.


"kau tidak papa?" tanya Glaricia, oh betapa terkejutnya dia melihat wanita itu memiliki telinga yang runcing, dia juga terlihat sangat cantik dan begitu menawan.


"iyah, makasih telah membantu ku" katanya lalu berjalan melewati Glaricia, tapi buku buku itu berjatuhan kembali, dengan dirinya juga ikut jatuh, Glaricia menghela nafasnya lalu mendekati perempuan itu, dia membantu membereskannya dan sedikit membawa beberapa buku di tangannya juga.


"eh tidak perlu, biar aku saja" kata perempuan itu dengan wajah memelas.


"tidak papa, ini akan mudah jika dibawa dengan dua orang" kata Glaricia, menunjuk buku yang sudah ada di tangannya itu


"ah terimakasih banyak" katanya lalu dia pergi mendahului Glaricia, sedang Glaricia hanya ikut di belakangnya saja.


sampai di ruang guru, dia menaruh buku buku itu di meja sana, kemudian dia duduk di meja tersebut terdapat nama pengenal melalui papan di depan meja sana.


Elfina Bezthania, Bezthania adalah suku Elf yang ada di hutan Timur, buku tentang elf yang dibaca oleh Glaricia di perpustakaan suku Alni mengatakan bahwa Suku Bezthania sudah hilang dari peradaban, entah kenapa tapi mungkin mereka masuk kedalam suku suku lainnya, biasanya mereka yang di katakan suku Bezthania memiliki nama belakang Bezthania.


"maaf, apa anda Suku Elf Bezthania?" tanya Glaricia pada perempuan di depannya itu.

__ADS_1


"yah, kenapa?" tanyanya kembali.


tapi Glaricia hanya berkata "ah tidak papa" kemudian dia menundukkan kepalanya dan pergi dari sana.


ternyata yang dia tolong adalah elf dan dia guru sihir di sekolah ini, awalnya Glaricia pikir dia adalah murid sama seperti dirinya, tapi nyatanya bukan, sungguh jika kalian melihatnya secara langsung wajahnya benar-benar masih terlihat muda, dia seperti anak remaja seusia dirinya.


tanpa pikir panjang Glaricia masuk kedalam kelas, sudah di berikan petunjuk oleh bola sihir dimana kelas dia berada, bola itu menunjuk kelas dengan tanda nama di depan pintu, Mr. Poll, kemudian dia masuk kedalam sana.


"permisi" ucapnya sopan sambil mengetuk pintu.


lalu seorang Pria dengan wajah yang sedikit keriput dan rambut hitam panjang itu langsung menyuruh Glaricia untuk segera duduk di tempat yang kosong.


dalam hati Glaricia berkata "eh tidak usah perkenalkan diri?" begitulah kira kira, dia berjalan melewati banyak murid yang melihatnya dengan tatapan dingin dan seperti tidak suka pada Glaricia.


"Hai aku Camelia, dan kau Glaricia, benar?" katanya sambil perkenalkan dirinya.


"bagaimana kamu tahu nama ku?" tanya Glaricia bingung, masalahnya dia belum memperkenalkan dirinya di semua murid kelas, tapi gadis ini malah tahu namanya.


"data dirimu sudah terikat dengan sekolah sihir ini, nama? soal nama tentu saja tahu karena tanda pengenal di seragam mu" katanya menunjuk tanda pengenal di bajunya itu.

__ADS_1


"eh sejak kapan" katanya melihat tanda pengenal itu.


"yang di belakang sana fokus dan perhatikan" teriak Mr. Poll pada mereka berdua, dan semua mata tertuju pada mereka, Glaricia langsung meminta maaf dan kembali duduk dengan posisi yang benar, sedang Camelia teman sebangkunya itu malah menundukkan wajahnya saja dia tidak ingin menatap mata dingin dari penyihir penyihir kecil itu.


.


.


.


semenjak hari itu Glaricia baru berteman dengan Canelia teman seumuran dan dia juga seorang manusia biasa, dia hanya pandai menracik ramuan, dia tidak bisa menggunakan sihir, benda sihir atau apapun selain obat obatan herbal, dia sangat terobsesi dengan yang namanya ramuan, ayahnya adalah orang biasa sedang ibunya berasal dari suku Earthbith, mereka memiliki tubuh yang sama persis dengan manusia hanya saja mereka bisa mengubah bentuk wajah mereka sesuai yang mereka inginkan, banyak dari mereka menikah dengan manusia dan banyak anaknya terlahir memiliki gen manusia biasa, itulah kenapa kebanyakan dari mereka ahlinya hanya dalam meracik ramuan, berpedang dan memanah saja.


...****************...


...*******...


...****************...


...oke sampai sini semoga kalian suka sama ceritanya...

__ADS_1


...please like, komen, subscribe...


...makasih sama yang udah baca love yu guys 💙...


__ADS_2