![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
di sekolah
kelas begitu ribut dengan murid wanita yang terus saja mengobrol, mereka seperti sudah terlihat dewasa, dewasa dengan kalangan orang suka membicarakan seseorang sungguh itu bukan dewasa yang sebenarnya menurut Glaricia, dia lebih senang bermain dengan Erica teman lamanya itu.
meski Erica anak orang kaya dia engga pernah tuh ngobrol seseorang apa lagi orang yang ngga ada hubungan sama dia.
justru Erica lebih suka bermain dengan boneka boneka nya dan juga bermain dengan James dan Glaricia.
saat itu ada seseorang yang berbicara di meja belakang Glaricia tentang kejadian kemarin malam.
"eh kamu tangga Naomi, kalo semalem ada anak yang hilang di Kota Ang, bahkan katanya di berita tadi pagi aku nonton ibunya itu bunuh diri karena dia ngga mau kehilangan anaknya jadi dia bunuh diri, padahal yah mungkin aja anaknya itu keluar sebentar terus balik lagi" katanya sambil dengan wajah judesnya.
"lagian semalem aku juga keluar ngeliat kejadian itu, menurut ku ibunya begitu lebay dia sampai begitunya hanya karena anaknya hilang" katanya malas saat membicarakan ibu yang bunuh diri itu.
sebenarnya Glaricia sudah kesal dari tadi, sampai dia ingin melontarkan kata-kata kasar pada dua gadis di belakangnya ini.
"hey" panggil Glaricia pada dua gadis itu, sontak mereka pun menoleh ke arah Glaricia
"jika kamu tidak paham perasaan seorang ibu saat kehilangan anaknya, kau cukup diam, kau bahkan tidak tau perasaannya tapi kenapa kamu berbicara bahwa ibu itu begitu lebay" kata Glaricia dengan wajah datarnya.
"asalkan kamu tau, kehilangan seseorang yang kita cintai itu begitu menyedihkan, apalagi ini yang hilang anaknya, darah dagingnya, tentu saja dia merasa kehilangan atas apa yang selama ini dia miliki, yaitu anaknya sendiri" kata Glaricia masih dengan wajah datar.
"pesan ku, jangan pernah Judge seseorang apabila kamu tidak mengerti tentangnya, meski kamu melihatnya secara langsung itu bukan berarti kamu tau segalanya, kamu hanya baru melihat nya beberapa menit atau beberapa jam saja sudah bilang orang itu lebay, bagaimana jika sudah benar-benar paham akan orang itu, apa kamu masih akan menjudge nya" kata Glaricia dengan sedikit emosi yang dia keluarkan.
"aku hanya ingin bilang, tolong jaga mulut mu, kau masih anak anak seperti ini saja sudah bisa membicarakan orang dewasa, bagaimana nanti jika kau sendiri sudah dewasa, tumbuhlah dengan berbagai pengalaman bukan kenyamanan, anak orang kaya memang seperti ini ternyata" kata Glaricia di akhiri dengan senyum smirk lalu kembali duduk ke depan.
padahal saat itu sudah ada ibu guru yang datang untuk mengajar pelajaran bahasa pada mereka, meski saat itu ibu guru sudah memanggil Glaricia agar segera duduk tapi Glaricia tidak menggubris perkataan ibu guru itu dan malah lanjut berbicara pada gadis yang bernama Naomi itu.
bahkan saat itu Ibu guru sejarah begitu terkejut meski dia sering sekali mendengar cara ucapan dan perkataan Glaricia yang begitu dewasa, dia sangat kagum dengan Glaricia, hanya saja kelemahan Glaricia berada di penyakitnya itu, yang suka sekali berkhayal bahkan tidak tahu waktu. melihat bentuk yang serupa dengan yang dia kenal saja dia sudah menganggap itu hidup padahal itu tidak hidup atau tidak nyata.
.
.
.
__ADS_1
sore hari
James dan Glaricia pulang bersama, karena tadi siang James ada kerja kelompok dan dia tidak ingin pulang sendirian jadi dia meminta Glaricia untuk ikut bersamanya ke rumah temannya itu.
"menurut mu, apa yang kau katakan itu benar terjadi?" tanya James, sebenarnya dia masih kurang yakin, tapi dia juga tidak bisa tidak percaya pada Glaricia, dia selalu percaya dengan ucapan Glaricia tapi dia tidak yakin dengan kejadian semalam itu.
"yah James, aku mendapatkan info itu dari Terry dan juga Hakai teman nya, mereka tidak mungkin berbohong pada ku soal masalah seperti ini" kata Glaricia kesal, karena dari tadi James selalu berbicara yakin tidak yakin tapi dia percaya pada Glaricia.
"sepertinya malam ini juga akan ada masalah lagi nanti, tapi lebih berbahaya, kita harus tetap hati hati saja, dan jika kamu masih bertanya biar aku katakan.... ikuti kata hati mu, jika hatimu percaya padaku maka percayalah jika tidak tolong ikuti saja apa yang aku bilang" kata Glaricia sambil memegangi pundak James dan sedikit meremasnya hingga James merasa sakit, melihat ekspresi James yang kesakitan itu dia melepaskan cengkramannya di pundak James.
"baiklah aku akan percaya pada mu kalau begitu" setelahnya mereka lanjut berjalan menuju rumah mereka masing-masing, Di rumah sudah ada ibunya yang menunggu Glaricia pulang, tidak seperti biasanya.
saat dia baru saja datang Glaricia langsung di peluk oleh sang ibunda dengan erat, dia membalas pelukan itu kemudian pergi ke kamarnya untuk mengganti baju santai tapi sebelumnya dia memilih untuk mandi, karena ini sudah sore juga jadi dia langsung mandi dan keluar kamar bertemu dengan ibunya yang masih di ruang tamu itu.
"ibu ngga papa?" tanya Glaricia yang melihat ibunya begitu khawatir.
"jangan pergi yah Glaricia" kata Ibunya sambil menangis kecil di sana.
"Cia ngga pergi kok bu, Glaricia bakalan disini terus sama ibu, meski pun ibu ada masalah sama ayah atau tidak ada sama sekali, Glaricia bakal tetap sama ibu, karena ibu yang extra menjaga Glaricia" katanya sambil memeluk sang ibundanya.
jadi disaat Gloria tidak baik-baik saja, anaknya akan selalu datang dan menenangkannya, tapi dia tidak pernah ikut menangis saat melihat ibunya bersedih padahal harinya cukup tergores tapi tetap saja dia tidak menangis.
"Glaricia sayang sama ibu, ibu tenang saja" kata Glaricia masih dengan posisi memeluk ibunya itu.
"makasih sayang" kata ibunya, lalu mencium pucuk kepala Glaricia dengan lembut.
.
.
.
.
malam hari
__ADS_1
terutama di kamar sang ibu, disana dia melihat foto keluarga yang utuh ada nenek, kakek, dia, suaminya dan juga Glaricia. foto itu di ambil saat mereka masih tinggal di rumah yang dulu, saat itu mereka benar benar bahagia sangat bahagia sampai akhirnya datang seorang wanita cantik yang menggoda suaminya, tiap malam mereka selalu bertengkar soal selingkuhan suaminya itu, tak heran Glaricia menjadi anak yang tidak takut atau bahkan selalu berbicara layaknya seorang dewasa bahkan sikapnya pun terkadang seperti orang dewasa.
"kau bilang tidak akan terulang lagi, tapi apa tadi, kau berjalan dengan wanita baru dan dia lebih cantik dari ku, begitu sangat bahagia melihat kalian terus berdua dan tertawa bahagia seperti itu" kata Gloria ibu dari Glaricia
dia menangis saat melihat foto keluarga yang bahagia itu, dia menangis karena mengingat saat siang tadi dia mencoba mencari tahu kemana suaminya bekerja, tapi saat akan mencari tahu dia sendiri malah melihat suaminya itu bermesraan dengan wanita lain, bahkan mereka berciuman di depan umum maksudnya seperti di restoran tempat duduk mereka yang mana tempatnya bukan privat.
Gloria wanita baik, dia tidak pernah sesekali melabrak suaminya saat kepergok bersama dengan wanita lain, paling dia akan menyelesaikan masalahnya saat suaminya berada di rumah dan karena itu juga terkadang pertengkaran mereka terdengar oleh Glaricia, dan disaat itulah pikiran Glaricia akan kacau dan dia tidak akan bisa mengingat kembali kenyataan dia akan selalu berkhayal setiap menitnya.
karena hal itu juga, belakangan ini ibunya jadi tidak bisa memarahi suaminya jika dia pulang, jadi dia akan memendamnya dan sedikit menunjukkan jarak diantara dirinya dan juga suaminya, terkadang dia akan memilih untuk tidur bersama dengan anaknya itu jika sedang marah pada suaminya.
.
.
Glaricia yang sembunyi sembunyi dari balik pintu melihat ibunya menangis, dia menjadi ikut sedih tapi dia tidak bisa apa-apa sekarang, jadi dia memilih untuk pergi dari sana dan kembali ke kamarnya untuk tidur.
kamar Glaricia
"tuhan biarkan ibuku bahagia, aku tidak suka melihat ibu mengeluarkan air matanya itu" kata Glaricia menatap ke arah langit dari jendela kamarnya yang sudah terkunci itu.
saat itu dia tidak sengaja melihat sesuatu yang terbang dari hutan menuju desanya, dia sangat terkejut, sesuatu itu tebang dengan cepat sperti komet tapi bukan komet, yang dia lihat hanya bayangan hitam yang melesat begitu saja.
awalnya dia ingin mencari itu tapi dia urungkan, karena ini sudah begitu malam, bagaimana jika dia di temukan oleh penyihir, itu bisa gawat bukan, akhirnya dia memilih untuk tidur dan pergi ke kamar ibunya, akhirnya tidur dengan ibunya di sana.
...****************...
...*********...
...****************...
haahh telat upnya, sorry yah semuanya... 🙏🏻🙏🏻
...oke sampai sini semoga kalian suka sama ceritanya...
...like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca...
__ADS_1
...makasih buat kalian yang udah baca+like atau komen love yu guys 💙...