![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
setelah dari tempat paman Bee, hari dan minggu pun terus berlalu, kini Glaricia bersama dengan yang lainnya sedang dalam perjalanan kembali kedalam akademi, demi menuntaskan tugas mereka sebagai pelajar di Akadami sihir itu.
"kau sudah menemukannya Glaricia?" tanya Daniel pada Glaricia.
kini mereka sekarang berada di sebuah ruang bawah tanah yang tidak di urus oleh petugas akademi, mereka hanya bertiga Glaricia, Daniel dan Terry. soal sihir terlarang mereka berdua sudah mengetahuinya dari Glaricia, kotak roh yang Glaricia yakini memang rusak dan hilang tidak akan bisa di buat kembali, disanalah mereka, membuat sebuah kotak roh tapi percuma, karena hal itu benar benar sulit.
meski sihir Glaricia terbilang besar tetap saja jika sudah sulit benar benar sulit, dia tidak akan bisa melakukannya.
"tak lama lagi mereka akan menyerang suku Alni, sekolah kita juga akan selesai, memang tidak terasa, tapi apa kita yakin bisa melakukannya?" tanya Terry pada Glaricia dan Daniel
"aku yakin bisa mengalahkan mereka semua, hanya saja aku ingin mencoba sihir ini" ucap Glaricia
"sudahlah Glaricia, itu tidak akan berhasil, dan lagi pula lebih baik sihir itu hilang dan tidak ada di dunia ini, jika ada itu bisa membahayakan banyak orang, dan kemungkin ada yang bisa menggunakannya untuk berbuat hal yang tidak wajar" kata Daniel
"ucapan mu memang ada benarnya Daniel, tapi aku bukan membuat kotak sihir terlarang, aku yakin jika ada gelap pasti ada cahaya, di sebaliknya cahaya tersebut kita bisa membebaskan dunia ini dari sihir sihir gelap dan aku yakini pasti akan damai" katanya menatap Daniel
"aku tau tujuan mu baik Glaricia, tapi..." ucap Daniel ragu
"kita percayakan padanya saja Daniel" kata Terry memegang Bahu Daniel meyakininya.
"hah baiklah" pasrah Daniel
disana Daniel dan Terry pun membantu Glaricia sebisa mereka, jika itu sulit mereka pasti akan bilang "mustahil" jika sudah begitu Glaricia pun mencoba meyakinkannya dengan "ah ternyata suku Alni begitu payah dalam urusan seperti ini yah", yap ejekannya itu membuat Daniel dan Terry terasa tertantang.
kini mereka berdua berada di tengah laut dengan Steve dan Hakai tengah mencari kerang mutiara ungu, yang di bilang sedikit sulit untuk mencarinya.
"kenapa mencari kerang harus di tengah laut?" tanya Steve pada Daniel dan Terry, kenapa karena mereka berdualah yang di suruh oleh Glaricia, sedangkan Ben mencoba membantu Glaricia di ruang bawah tanah itu.
"aku tidak tahu, dia menyuruh kami mencari kerang itu di tengah laut malam hari" katanya.
"aku akan menyelam, kalian diam disini dan ikat aku, jika aku kehabisan nafas tarik aku ke atas, nanti aku akan memberi kode untuk menariknya" kata Terry lalu di angguki oleh mereka bertiga.
*Byuurr* Terry melompat dari perahu itu dan berenang hingga kedasar laut untuk menemukan kerang mutiara ungu itu, belum sampai dasar laut dia bertemu dengan beberapa kerang ungu yang berenang kesana kesini, mereka bercahaya, di lapisi dengan sihir yang sangat suci, Terry awalnya terdiam melihat keindahan itu, hanya saja tiba-tiba kerang itu mencoba menyerangnya, untungnya dia bisa menghindari itu.
Terry membulatkan matanya ketika bertemu dengan seekor duyung yang bermain bersama dengan kerang kerang itu, melihat duyung itu akan menyerangnya dengan sihirnya dia menarik tali itu, *whuss* dirinya tertarik hingga ke permukaan.
"ada apa terry?" tanya Danirl pada Terry.
"naikkan aku" suruhnya
Hakai pun membantu Terry untuk naik kedalam perahu mereka.
"ada apa?" tanya Hakai
"aku melihat duyung, kerang kerang itu memiliki sihir, tentu mereka tidak akan berada di tepi pantai" katanya masih dengan terengah-engah
"lalu bagaimana sekarang?" tanya Steve
"aku akan mencoba membawa beberapa kerang setelah itu kita pergi dari sini" katanya
"kau bodoh yah, kerang itu memiliki sihir, memangnya sihir mu bisa berguna jika di dalam air" kata Terry sedikit kesal.
"jadi bagaimana sekarang?" tanya Hakai
"kita buat jaring untuk menangkap mereka, gunakan sihir mu Hakai" kata Terry
"A aku?" ucap Hakai menunjuk dirinya sendiri
"yah, bukankah kau bisa membuat benda sihir dari sihir mu itu?, jika bisa, gunakan itu, jika tidak bisa kau begitu payah Kai" kata Terry
__ADS_1
"aakhh baiklah baik, aku akan membuatnya" katanya.
tak perlu lama, kini jaring itu sudah jadi begitu besar dan mungkin akan dapat beberapa, dengan sihir itu mungkin mereka tidak akan bisa lepas dari jaringnya.
"baiklah sekarang Kai" kata Terry, karena saat itu di bagian itu begitu banyak cahaya ungu putih bersinar di bawah laut itu.
mereka disana mendapatkan beberapa kerang dan mengangkatnya, hanya saja duyung yang tadi itu mencoba menghalanginya.
"aku akan mengahalanginya" ucap Steve
saat itu pun duyung tadi menatap Steve dengan tatapan kebingungan.
"ak tidak mempan" kata Steve
"haih kau memang tidak bisa di andaikan Steve" kata Daniel.
"biar kau saja Terry" katanya menyuruh Terry
"aku? hah" kaget dan malas
Terry menggunakan matanya untuk menghipnotis duyung tersebut berhasil?, tidak tentu duyung itu semakin mendekati Terry.
"mata itu?" kaya Duyung itu.
mereka terkejut mendengar duyung tadi berbicara pada mereka, ah tidak, lebih tepat kaget karena duyung itu menangkap wajah Terry dan memandang mata bintang Terry dengan lekat.
"kau mendapatkan ini dari mana?" tanya pada Terry, masih dengan menangkap wajahnya.
"aku sudah memilikinya sejak lahir" kata Terry kesusahan berbicara, karena tangan duyung kecil itu membuat bibirnya menjadi manyun.
duyung itu terpelongo mendengar ucapan dari Terry, dia langsung melepaskan wajah Terry dari tangkupan tangannya.
"hey kau baik baik saja?" tanya Terry pada Duyung itu.
Terry yang mendengar itu hanya diam, dia tidak bisa membalas seperti apa ucapan dari duyung itu, tanpa dia ketahui telapak tangan kanannya kini mengusap kepala duyung itu dengan lembut.
"siapa nama mu?" ucap Terry
"Aeria" katanya.
"Aeria, maaf aku tidak tahu masa lalu mu, jika kamu menginginkan, aku bisa menjadi teman mu, di daratan tidak bisa kamu ketahui apa yang terjadi bukan?, entah apa yang terjadi mungkin teman mu sudah tidak ada? atau melupakan mu, tapi jika kamu mau, Aku bisa menjadi teman mu, aku berasal dari suku Alni, kamu pergilah ke laut kami jika ingin bertemu nanti, kita akan bermain bersama-sama" kata Terry
"benarkah?" tanyanya girang
"eum tentu" jawab Hakai
"teman Terry, teman kita juga" lanjut Hakai
"benar?!" tanyanya
mereka pun menganggukkan kepala mereka, membuat Aeria duyung itu bahagia, dia melompat lompat disana membuat mereka berempat tertawa senang.
"Aeria, bisakah kami membawa mereka sedikitnya lima kerang, kami membutuhkannya" Tanya Terry
"tapi mereka teman teman ku?" kata Aeria
"jadi tidak boleh yah" kata Terry
"eum! baiklah, aku akan menyuruh mereka untuk menerima takdir mereka" ucapannya itu membuat mereka berempat senang.
__ADS_1
dan akhirnya mereka mendapatkan sebanyak 10 kerang yang di berikan oleh Aeria pada mereka, selesainya disana mereka berpamitan untuk segera pergi dari sana, tapi Aeria meminta untuk Terry bertemu dengannya kembali, Terry memberikan sesuatu yang dia miliki kepada Aeria dan menyuruhnya untuk pergi kesana jika ingin bertemu dengannya.
setelah mendapat anggukan dari Aeria mereka pun pergi dari sana, dengan Terry terus melambaikan lengannya pada Aeria begitu pula Aeria.
"aku baru tau, ternyata Terry memiliki hati yang lembut yah" ucap Steve
"dia memang begitu" kata Hakai.
.
.
.
.
kini mereka berempat sudah sampai di tempat Glaricia berada disana.
"kami mendapatkannya" kata Daniel berjalan menuju Glaricia
"wah kalian keren sekali" katanya.
"apa tidak ada kendala sama sekali?" lanjutnya
"kau sudah tau ini kan Glaricia?" tanya Terry
"tentu.., nah ini untuk mu Terry" memberikan sebuah ramuan
"apa ini?" tanyanya
"ramuan" kata Glaricia
"aku tahu ini ramuan, tapi ramuan apa?" katanya
"minum saja" ucap Glaricia, dan perkataannya itu di ikuti oleh Terry.
"minuman itu membantu mu memulihkan mata mu, kau bisa melihat masa depan dan masa lalu, maaf karena sihir ku mata mu menjadi seperti itu" katanya
"tidak perlu kau ingatkan lagi soal beberapa hari yang lalu Glaricia..., tapi aku ingin berterimakah atas ramuannya" kata Terry
"sama sama". Glaricia
tak berapa lama Kotak sihir yang Glaricia buat kini sudah selesai.
"aku ingin kalian menyimpannya dengan baik nanti, jangan gunakan jika tidak terlalu memepet" katanya lalu memberikannya pada Daniel
"kenapa?" tanya Daniel
"aku tidak akan bisa mendamaikan dunia, jika manusia muncul terus menerus, jadi gunakan ini dengan baik, mereka akan bisa membantu mu" katanya
"oke" jawab Daniel
disana mereka pun langsung pergi menuju kamar mereka kembali, selain itu Glaricia malah menuju sebuah kolam ikan di dekat dinding dinding yang sudah kuno.
"sebentar lagi, sebentar lagi semua ini akan berakhir, aku akan bertemu dengan Ibu dan menyelamatkan yang lainnya" ucapnya pada ikan ikan disana.
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
semoga kalian suka, please Like, Komen, Subscribe