Magic Forest [Hutan Ajaib]

Magic Forest [Hutan Ajaib]
Paman Bee [BAB 55]


__ADS_3

Kota Norwerth kota yang penuh dengan banyak pedagang dari luaran kota. Banyak penjual senjata sihir, Senjata kesatria dan lain sebagainya.


"aku tidak tahu kenapa kalian ingin ke kota ini?" tanya Glaricia pada mereka berlima.


"kita disini sebenarnya akan bertemu dengan seseorang" ucap Daniel.


"siapa?" tanya Glaricia


"siapapun itu" kata Steve


mereka tidak ada yang berbicara sama sekali disana, Glaricia pun merasa bosan yah karena itu memuakkan baginya, saat mereka berkumpul tapi tidak ada yang di bahas.


saat itu juga dia melihat sebuah toko roti, dia ingin menghampirinya hanya saja lengannya langsung di genggam oleh Terry dengan kuat agar Glaricia tidak kemana mana dan menyusahkan banyak orang.


"lepas Terry" kata Glaricia mencoba melepaskan dirinya.


"ngga!, kamu pasti bakal pergi keluyuran kan?, aku ngga bakal biarin kamu pergi kemana pun" kata Terry.


"tuh Ben, dia kesitu" kata Glaricia menunjuk arah dimana Ben berada.


"dia di arah yang benar" kata Terry


"hah?!, apasih ngga adil kamu" kata Glaricia


saat itu Ben kembali dan membawa satu surat kecil di tangannya dan memberikannya pada Terry, lalu Daniel, Steve dan Hakai sudah sampai di toko barang sihir, mereka kesana dan mendapatkan bola kristal.


"wah bagus sekali bolanya" kata Glaricia


mereka menempelkan kertas yang di genggam Terry tadi ke bola Kristal tersebut, ngomong ngomong mereka sekarang berada di gang sepi, jadi sihir apapun yang mereka keluarkan tidak akan ketahuan siapapun.


setelah menempel kertas itu pada bola kristal, tiba-tiba cahaya keluar dan semakin besar membawa mereka ke tempat dimana mereka belum pernah datangi.


"kita dimana?" Tanya Glaricia menatap sekeliling di penuhi dengan banyak hutan.


"di tempat seseorang yang ingin kami temui" kata Terry


"Glaricia kau sudah memiliki sihir yang cukup untuk melawan para penyihir itu, aku mendapat bayangan bahwa nyanyian Siren akan di lakukan tidak pada waktunya, jadi kita akan bergegas mencari pelatih untuk melatih sihir kita" kata Terry


"tapi sekolah?" kata Glaricia


"itu hanya pengalihan saja, kakek berpikir bahwa kau akan sulit untuk belajar sihir, ternyata kebalikannya dan sekarang ada seseorang yang tepat untuk benar benar melatih sihir mu" kata Ben


"tenang Glaricia kau tidak perlu gugup" kata Hakai


"aku tidak gugup, hanya saja aku tidak paham" kata Glaricia


"pokoknya kamu akan di latih, terutama bagaimana dengan sihir mu itu, apa kau bisa kendalikan atau tidak" kata Steve


.


.


singkatnya mereka sekarang sudah berjalan ke arah yang di tunjukkan bola kristal, sampai di sebuah padang rumput luas terdapat satu rumah besar entah milik siapa, di sekeliling rumah itu do tumbuhi pohon bunga yang indah, dan juga satu pohon besar untuk meneduhkan rumah itu.


"indah sekali tempatnya" kata Glaricia


saat Glaricia ingin berlari menuju padang rumput luas itu, tubuhnya tertahan lebih tepatnya dia di tahan oleh Ben


"ada apa?" kata Glaricia

__ADS_1


"jangan gegabah, nanti jika terjadi sesuatu padamu bagaimana?" kata Ben.


"tapi itu bagus sekali" kata Glaricia


"dengarkan saja apa tidak bisa!" marah Steve karena kesal


"iyah iyah! ngga usah marah juga kali" kata Glaricia kesal


"udah tuh" kata Daniel


"Kai, kau bisa membuat mereka semua menjauh dari padang rumput itu" kata Terry


"oh bisa" kata Hakai


"kalau begitu sekarang" kata Terry


"oh oke oke" kata Hakai.


lalu dia membentangkan sayapnya, dan terbang menuju padang rumput itu. sesampainya disana banyak hewan mirip seperti lebah banyak yang keluar, lalu mengerubungi Hakai. disana lah Hakai dia terus terbang membangunkan kumbang kumbang itu agar mereka mengikuti dirinya.


disaat itu Daniel dan yang lain langsung melewati padang Rumput itu. "ayo sekarang" kata Daniel.


yang lain pun mengikuti Daniel berlari menyusuri padang Rumput itu. sedangkan Glaricia dia melihat Kai sedikit kesusahan.


"euh aku akan membantu Hakai dulu" kata Glaricia


lalu dia menggunakan sihir peringan untuk tubuhnya, agar dia dapat melayang.


"Glariciaaa" teriak Ben


"tidak apa dia akan baik-baik saja" kata Terry


"paman Bee" panggil Daniel dari arah luar.


saat itu pintu terbuka dengan cepat dan menampilkan sosok pria tua seperti pemimpin suku Alni.


"oh kalian, dimana Hakai?, aku tidak melihatnya" tanya Pria tua itu.


"dia dan teman kami mengusir lebah mu, berharap saja bahwa lebah mu baik baik saja paman" kata Steve


"oh mereka akan baik baik saja" jawab paman itu dengan santai


"kalau pun mereka mati, itu tidak apa, berarti Hakai dan teman kalian hebat" sambung paman itu.


"huh sok sekali" kata Steve


"hai Steve jangan meremehkan lebah ku, meski pun mereka hewan kecil mereka itu menyakitkan, jika teman mu dan Hakai terkena racun mereka awas saja, kalian tidak akan bisa menyembuhkannya... ah sudah sudah, silahkan masuk, aku tahu kalian datang kesini ingin berlatih sihir untuk melawan penyihir bukan?" tanya Paman itu


"benar" kata Ben


"tapi mereka berdua belum sampai" kata Terry


"kalau begitu tunggu saja" ucap Paman Bee pada Ben dan lainnya.


tak berapa lama Hakai dan Glaricia kembali dengan keadaan selamat, sedangkan lebah lebah yang mengejar mereka sudah kembali ke padang rumput luas itu.


"woah kalian berhasil lolos, hebat hebat" kata Paman Bee memberikan tepuk tangan pada Hakai dan Glaricia


"A aku tidak melakukan apa apa, aku hanya membantu dia, dia yang menangkap lebah lebah mu lalu mengembalikannya ke padang rumput" kata Hakai

__ADS_1


"tidak apa, itu berarti ujian pertama untuk mu lolos" kata paman Bee, yang dimana itu tidak bisa di pahami oleh Glaricia


"hah, sekarang kalian istirahat lah, pasti lelah kan?" kata Paman Bee


mereka pun beristirahat di rumah paman Bee, Glaricia hanya melihat sekeliling rumah itu, kebiasaan dirinya untuk melihat sekeliling jika itu baru di matanya.


.


.


.


.


beberapa waktu pun berlalu, kini mereka bersama dengan Paman Bee berlatih sihir, siang dan malam, tak hentinya dengan terus berlatih.


di sela istirahat


"paman Bee apa kau tahu sesuatu tentang penyihir Dunkelheit bernama Tod" Tanya Glaricia pada paman Bee yang kini sedang duduk bersama dengannya


"oh, kenapa kamu menanyakan soal penyihir Dunkelheit?, bukankah itu tidak penting?" tanya balik paman Bee


"entahlah, aku hanya ingin tahu saja" kata Glaricia


"terutama, tentang sihir Sichlieben sihir terlarang itu" katanya


tentu hal itu membuat Paman Bee terkejut, bagaimana bisa dia mengetahui banyak tentang sihir.


"kau mudah menghapal yah?" kata Paman Bee


"iyah, jadi apa sihir itu memang ada paman Bee" tanyanya dengan penasaran.


"itu memang ada, tapi beberapa bulan lalu ada seseorang yang memiliki kotak pengikat roh, sayangnya kotak itu sudah hancur, dan kotak itu tidak akan bisa di buat kembali, sihir Sichlieben tidak akan bisa di gunakan tanpa adanya kotak pengikat roh" kata paman itu


"ah begitu yah" jawabnya dengan nada lemas


"tapi jika kau memiliki sihir pengendali, atau bahkan sihir pengikat maka kau bisa menggunakan sihir Sichlieben pada orang tersebut" kata paman Bee


"oh benarkah?, lalu apa paman bisa menggunakannya?" katanya kembali antusias


"tidak, aku bukan pengguna sihir terlarang, aku bahkan menggunakan sihir hanya untuk kebaikan diriku dan juga orang lain" katanya


"tapi paman seharusnya bisa bukan?, jika aku lihat lagi paman memiliki sihir yang besar" kata Glaricia


"tetap tidak bisa, jika aku menggunakan sihir terlarang, sihir itu bisa kembali ke diriku sendiri jadi aku tidak ingin menggunakannya" kata paman Bee


Glaricia yang mendengar itu hanya diam, dia kembali melihat teman temannya yang masih latihan.


"memang benar, aku juga memikirkan titik balik sihir terlarang, itu bisa membahayakan diriku sendiri..., jadi~ bagaimana caranya agar aku tidak salah langkah?" tanyanya pada diri sendiri.


...****************...


...********...


...****************...


...oke sampai sini semoga kalian suka ceritanya yah...


...maaf kalo cerita ini alurnya ngga jelas, hehe udah bingung soalnya, lagi kehabisan stok imajinasi, tapi sedang di usahakan bakal tamat book ini...

__ADS_1


...please Like, Komen, subscribe ...


__ADS_2