Magic Forest [Hutan Ajaib]

Magic Forest [Hutan Ajaib]
Terry juga Menyukai ku? [BAB 43]


__ADS_3

Ben dan Glaricia sekarang berada di sebuah taman bermain, Ben bilang taman itu adalah miliknya jadi tidak ada siapapun yang boleh bermain disana selain mendapat persetujuan Ben.


"kau menyukainya Glaricia?" kata Ben, dia bertanya mengenai taman bermainnya.


"taman ini aku buat dengan tangan ku sendiri, eumm yah yang pasti menggunakan sihir, tapi tidak ada bantuan siapapun ini benar benar hasil tangan ku sendiri aku tidak bohong sumpah" kata Ben dengan wajah memelas, dengan kelima jari yang merapat dan menunjukkannya pada Glaricia


"yah aku percaya padamu, ini bagus tapi tidak ramai" kata Glaricia


"bukannya kamu tidak suka keramaian yah?" Ben ingat Glaricia sangat membenci yang namanya keramaian, tapi Ben juga harus tau kapan Glaricia ingin sendiri kapan juga dia ingin keramaian.


"aku tidak begitu membenci keramaian, aku suka jika aku tidak sedang kesal dengan banyak orang haha" katanya


Ben mengajak Glaricia bermain disana, dia pun tentunya mau, hanya saja tak selang berapa lama Terry yang saat ini ada di hadapan mereka datang dan menghampiri mereka lalu mengatakan bahwa makanan sudah jadi, kalian di tunggu kak Daniel begitulah kira kira ucapan yang keluar dari mulut Terry.


alhasil mereka pun menyudahi permainan di taman bermain milik Ben dan mereka memilih untuk segera menyusul kepergian Terry dari sana.


.


.


.


di rumah pohon mereka.


semua sedang asik makan terkadang ada yang sambil mengobrol, dan ada juga yang tetap sibuk makan meski katanya sih sudah kenyang tapi tetap saja habis.


"kamu baik-baik saja Glaricia?" tanya Daniel, dia terus menatap Glaricia, sejak dari tadi Glaricia diam saja tidak banyak bicara, eum yah karena disana bukan hanya kelima temannya tapi juga keluarga Annesa ada disana untuk makan bersama.

__ADS_1


"apa yang kau pikirkan?" tanya Annesa, yah meski dia membenci Glaricia tapi dia tidak akan memperlihatkan kebenciannya, bukan hanya Glaricia dia juga senang kesal dengan Ben tapi dia bisa menutupinya dengan baik, dan hanya Terry yang tahu perasaan Annesa sekarang seperti apa.


"aku sebenarnya ingin kembali kerumah, aku takut ibu mencari ku" kata Glaricia, lalu di angguki orang orang yang ada disana kecuali Ben. dia hanya bersedih melihat Glaricia akan pulang dan tidak menetap disana.


"baiklah setelah ini Terry akan mengantarkan mu, tidak apakan Terry?" kata Daniel


"tidak papa" katanya dengan nada dingin


"baiklah sekarang kau makan dulu saja, jangan pulang dengan perut kosong" katanya seperti kakak Glaricia sendiri, sedang yang lain masih sibuk makan, Ben? hah dia tiba-tiba berhenti makan dan pergi kesana katanya sih mau ke kamarnya aja karena udah kenyang dan pengen tiduran.


Hakai dan Steve hanya menggelengkan kepalanya, mereka ini sangat akur dan akrab bahkan sudah seperti kakak beradik yang lahir dari satu rahim, Daniel saja terkadang di buat tidak paham dengan kelakuan mereka yang mirip, terkadang Steve ingin ini Hakai juga ingin itu, Steve bilang ini Hakai juga sama bilang itu. yah begitu lah mereka sudah sangat dekat dan seperti tidak bisa di pisahkan.


"kau sudah selesai Glaricia?" tanya Terry pada Glaricia, sontak ucapan itu membuat Glaricia langsung memandangi Terry dan menganggukkan kepalanya.


"kalau begitu aku akan mengantar Glaricia dulu" katanya lalu bangkit dari duduk dan berjalan mendahului Glaricia, sedang Glaricia disana mengekor di belakang Terry tentunya.


"Glaricia" panggilnya


"ada apa Terry?" katanya sambil menjawab panggilan dari Terry


"apa kau menyukai Ben?" katanya, dan hal itu langsung membuat Glaricia kaget, eh sumpah kenapa Terry dan Ben menanyakan hal yang sama apa yang sebenarnya terjadi sih Glaricia tidak paham.


"kenapa kau bertanya begitu?, aku tidak mengerti" kata Glaricia menjawab sedikit gemetar


"saja.. aku hanya ingin tahu perasaan mu pada Ben" katanya dengan santainya dia


"aku tidak tahu, lagian kenapa sih ngga kamu ngga Ben nanyanya soal perasaan ku pada Ben? kenapa emangnya" kata Glaricia kesal, karena selalu itu pertanyaan yang keluar dari mulut orang orang itu.

__ADS_1


"ngga papa" katanya, lalu mereka berhenti di sebuah pohon besar dan disana Terry menempelkan tangan kanannya dan terseraplah dia dan Glaricia, lalu mereka keluar dari pohon itu dan kembali berada di dunia Glaricia


"wah keren banget tadi" katanya terkejut tapi kagum, entahlah seperti apa Glaricia


"aku akan mengantar mu sampai belakang rumah" kata Terry lalu menggandeng lengan Glaricia hingga sampai pintu belakang rumahnya.


disana Glaricia langsung membuka pintu itu dengan kunci yang ada di pot belakang rumah lalu masuk sesegera mungkin, tak lupa untuk memberi salam berpisah pada Terry.


"oh yah Ter, eum aku mungkin bakalan jarang ke hutan ajaib untuk kedepannya, karena setelah klulusan nanti ibu bilang bakal bawa aku jalan jalan dan itu lama, dan setiap aku naik kelas bakal begitu jadi jangan terlalu menunggu tapi aku akan datang ke rumah kalian pondok di hutan sana" katanya sambil menunjuk arah rumah pondok mereka yang memang arahnya ada disana.


Terry hanya mengangguk sebagai jawaban iyah Glaricia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lalu masuk kedalam rumah dan menguncinya.


"kau sudah akan remaja bukan Glaricia, aku rasa kau akan tahu siapa saja yang menyukai mu, termasuk aku" katanya yang masih berada di balik pintu itu, sedang Glaricia yang masih disana mendengar ucapan Terry yang tadi.


Terry sudah pergi Glaricia melihat dari jendela di dekat pintu itu dengan tatapan sedih tapi dia juga bingung. "aku tidak tahu jika berteman dengan mereka bisa memicu perasaan ku, dan Terry sekarang dia bilang menyukai ku juga, apa Ben juga menyukai ku, bagaimana dengan Daniel, Hakai dan Steve apa mereka menyukai ku haaahh entahlah aku tidak tahu, aku masih anak anak, aku masih anak anak akkhh kesal" kata Glaricia sambil mengusak-usak rambutnya secara kasar lalu pergi ke kamarnya untuk tidur, karena jam masih menunjukkan pukul 3 pagi jadi dia memilih untuk tidur sebentar, bahkan ibunya bilang dia akan pulang siang jadi dia juga membawa kunci cadangan jadi tidak apa jika di kunci dari dalam asal kuncinya di lepas.


...****************...


...********...


...****************...


...oke sampai sini dulu semoga kalian suka sama ceritanya...


...please like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca hehe...


...makasih yah yang udah baca+like love yu guys 💙...

__ADS_1


__ADS_2