![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
pulang sekolah
saat pulang sekolah, Glaricia langsung memilih untuk pergi dari sana, tapi dia di cegah dengan salah satu murid dari kelasnya. ''Glaricia!!'' teriak seorang gadis itu pada Glaricia, karena terpanggil dia langsung menoleh ke arah orang tersebut.
''hey, tunggu sebentar'' katanya, sambil terengah-engah dia memegang salah satu pundak Glaricia, kemudian mengambil napas panjang dan mulai mengatakan sesuatu pada Glaricia.
''hey Galricia-, apa benar kamu tadi di bully oleh Anggita, aku juga tadi lihat Anggita di bawa paksa oleh kepala sekolah keluar sekolah ini, aku pikir dia akan di keluarkan dari sekolah'' katanya pada Glaricia. tapi Glaricia hanya diam dan tidak menunjukkan emosi apapun di wajahnya.
''ih kamu mah ngga seru Cia'' katanya langsung pergi dari sana.
setelah gadis tadi pergi, Glaricia tersenyum kecil seperti meledek, ''heh, benarkah?'' ucapnya pelan, orang yang melihatnya merasa bahwa Glaricia memang gila dan aneh, dia tertawa sendiri, berbicara sendiri. bagaimana tidak bisa dianggap gila dan aneh.
.
.
.
.
sampai rumah, Glaricia merebahkan dirinya di tas sofa ruang tamu, memejamkan matanya dan dia terkejut saat ibunya teriak dari arah belakang rumah. Glaricia mendengar itu langsung pergi dari sana.
__ADS_1
''ibu ada apa?'' tanya Glaricia karena takut ibunya kenapa kenapa, tapi saat dilihat ibunya mematung saking terkejut nya dia karena sesuatu. Glaricia menggoyang-goyangkan tubuh ibunya agar ibunya tenang dan melihat ke arah Glaricia.
''hah sayang'' katanya sambil terengah-engah, dia kemudian menyuruh Glaricia masuk kedalam rumah.
terlihat ibunya yang bingung dan tidak tau harus apa, dia hanya berputar putar membuat Glaricia pusing melihatnya, ''ibu Cia pusing kalo ibu terus berputar putar'' katanya memegang kepalanya sedikit, ibunya yang mendengar itu langsung duduk di dekat anaknya itu.
''ah maaf sayang, ibu sangat risau tadi'' katanya sambil menggengam jari jemari lentiknya itu dan juga mulut yang masih terus bergetar. Glaricia ikut khawatir tapi dia tetap saja terlihat tenang dan tampak tak khawatir sedikit pun.
''apa yang ibu lihat, sampai ibu berteriak tadi?'' tanya Glaricia pada ibunya yang masih saja terus khawatir seperti itu. ''Cia kamu selalu memberikan daging ke kelinci atau kucing hutan?'' tanya ibunya pada Glaricia, membuat Glaricia sedikit kaget karena ibunya menanyakan hal itu. ''Cia jawablah'' karena Glaricia tetap saja diam tidak menjawab, jadi ibunya bangkit dan memaksa Glaricia menjawab dengan mengambil barang kesukaan Glaricia dan hendak menghancurkannya. ''Cia kasih ke kucing hutan, ibu jangan rusak itu!!'' ucap Glaricia sambil mengambil sebuah boneka kecil di tangan ibunya itu.
''lalu kenapa ibu berteriak?'' tanya Glaricia karena pertanyaannya belum di jawab oleh ibunya. dia tidak kesal sama sekali, karena yah Glaricia memang tidak peduli mau itu bagaimana pun seram atau tidak dia tetap tidak peduli.
''sebenarnya tadi ibu melihat banyak kucing hutan di belakang rumah, mengacak-acak halaman belakang rumah kita sayang'' katanya sambil berekspresi histeris mencoba meyakini anaknya itu. sedang Glaricia hanya mengehela napasnya dalam lalu mengeluarkannya secara sedikit kasar.
''haah kau ini sayang, memang ia tapi bagaimana jika terus begitu sampai suatu saat nanti?'' tanyanya membuat Glaricia diam dan menundukkan wajahnya.
''maaf kan ibu, sekarang kamu gantilah pakaiannya dan makan siang oke'' kata ibunya, yang memakai sebuah seragam dokter.
.
.
__ADS_1
.
di kamar, Glaricia melihat foto foto yang ia ambil di hutan saat memberi daging untuk pria kecil yang dia temui saat itu, Kamera yang dia punya adalah milik dia pribadi, karena saat kakek dan neneknya masih hidup dia dihadiahkan kamera itu saat berulang tahun, jadi dia sangat menjaga kamera tersebut, tidak boleh lecet dan bahkan hilang.
saat dia melihat foto foto yang dia ambil, dia tidak sengaja memotret pria kecil yang dia temui saat itu, dia menzoom nya dan benar pria kecil itu memiliki sebuah telinga kucing.
dia tidak terlalu terkejut dengan hal itu, lalu saat itu ibunya memanggil dan langsung membuka pintu kamar Glaricia ''sayang udah, kalo udah hayuk makan, ibu mau ke rumah sakit siang ini dan pulang mungkin sekiranya malam hari'' katanya, dan Glaricia mengekori ibunya yang berjalan di depan.
''huuh untung ibu tidak melihat foto foto aneh di kamar ku'' batin Galricia merasa lega karena foto itu dia sudah amankan kembali kedalam sebuah laci di depan kasurnya itu.
...****************...
...*******...
...****************...
...oke sampai sini dulu yah, maaf kalo ceritanya aneh, atau bahkan ngga seru, othor Yu minta maaf soal itu yah. tapi semoga kalian suka....
...thanks ya Guys...
...like, komen, jadiin favorit yah...
__ADS_1
...love you guys 💙...