![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
malam semakin larut, sekarang banyak anak anak suku Alni sudah memasuki rumah mereka masing-masing, Glaricia yang masih berlatih terlihat begitu semangat, dia seperti tidak ingin kembali dia ingin tetap berada disana untuk melatih sihirnya itu.
Daniel yang sekarang sudah pulang dalam urusan menggantikan kepala suku, dia langsung melangkahkan kakinya ke arah Glaricia berlatih, disana masih ada Ben dan Glaricia dengan Ben yang berlatih sihirnya dan Glaricia yang mencoba mengeluarkan titik titik tempat sihirnya itu.
saat Daniel baru saja akan mendekat, sebuah cahaya kuning dan putih muncul dalam tubuh Glaricia, bahkan guru yang mengajarinya begitu terkejut apalagi Ben yang sedang berlatih pandangannya teralihkan oleh Glaricia. Daniel? jangan di tanya dia bahkan sangat terkejut matanya begitu membulat kala melihat cahaya dari tubuh Glaricia, bahkan mulutnya begitu terbuka lebar saking dia terkejutnya.
Terry dia di atas memperhatikan Glaricia yang berlatih, dia terkejut tapi tetap dengan wajah cuek, sedang Steve dan Hakai mereka sudah tertidur dari tadi jadi mereka tidak memyadarinya.
lalu ada wanita yang bernama Annesa itu sedang melihat Glaricia, saat cahaya itu muncul di dirinya Annesa terkejut tapi dia tersenyum karena dugaannya benar, bahwa Glaricia memiliki sihir tersembunyi dalam dirinya, dia menjadi sangat tertarik pada Glaricia, tapi di sela-sela kekagumannya terhadap Glaricia, wajahnya ttiba-tiba menjadi kesal, dia kesal karena dia melihat Ben mendekati Glaricia dengan begitu antusias.
dibawah sana Ben begitu sangat senang hingga dia melompat lompat saat Glaricia mengeluarkan atau sudah membuka titik titik sihir dalam tubuhnya itu, padahal Glaricia biasa saja tidak sampai melompat lompat, Daniel yang melihat itu ikut senang bahkan dia juga senang karena Ben begitu senang, dan dia juga tau mengenai perasaan Ben pada Glaricia.
"wah Glaricia aku sangat senang, kamu bisa membuka semua titiknya, akhh aku begitu senang hahaha" katanya masih melompat lompat sambil memegang tangan Glaricia, Ben tertawa lepas dan sangat bahagia saat itu dia benar benar menyukai hal seperti ini.
"kau hebat Glaricia dalam waktu beberapa jam saja kau sudah berhasil membuka seluruh titik sihir mu, aku juga turut senang atas apa yang kau capai sekarang" katanya lalu memeluk Glaricia bagai seorang adik perempuan dan juga bagai seseorang yang pernah dia sukai, sosok wanita yang dulu dia sukai lebih tepatnya.
"selamat Glaricia, kamu adalah murid tercepat yang pernah saya bantu cara membukakan titik sihirnya, saya bangga padamu, kedepannya lebih giatlah berlatih sihir dan gunakan dengan bijak sihir mu itu" katanya sambil memberikan salam dan semangat pada Glaricia
"terimakasih padamu telah mengajarkan Glaricia, saya berhutang padamu" kata Daniel, yah mengajar pun tidak gratis yang kalian pikirkan, mereka akan di bayar dengan sesuatu yang dapat di tukar dengan koin, suku Alni adalah penghasil batu berharga yang dapat di tukar dengan beberapa koin di pasar Amekan tepat berada di sebelah Timur, disana lah banyak berbagai suku dan bangsa datang untuk berbelanja membeli barang, tapi masih juga ada beberapa suku atau sebagian besar orang dalam suku masih mencari kebutuhan di hutan.
"sama sama Kepsuga, ini juga suatu kehormatan bagi saya dapat mengajari murid yang hebat seperti Glaricia, kalau begitu saya pamit mengundurkan diri" katanya lalu pergi dari sana tapi sebelumnya dia memberi salam melakukannya dengan tangan kanan memegang bahu kiri lalu setelahnya menundukkan badannya.
__ADS_1
setelah melihat dia pergi, Ben, Daniel dan Glaricia juga ikut pergi dari sana, mereka pergi menuju tempat tinggal mereka di atas pohon, lebih tepatnya di sekitar kamar mereka berlima itu Daniel dan Ben mengajar Glaricia kesana, mereka awalnya bingung untuk tempat tidur Glaricia tapi saat itu Annesa datang menghampiri mereka dan menawarkan Glaricia untuk tidur bersama dengannya.
"kau yakin Annesa?" kata Daniel pada Annesa yang masih berdiri disana.
"tentu saja Daniel, aku tidak akan melakukan apapun pada Glaricia, dia kan teman kalian berarti dia teman ku juga" katanya tersenyum menatap Glaricia
"baiklah, tolong jaga dia yah, dia juga sudah menjadi tanggung jawabku kala dia berada disini" kata Daniel kemudian melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan pergi untuk tidur.
"aku minta tolong pada mu Annesa" kata Ben dengan lembut terkadang dia menatap Annesa dan Glaricia secara bergantian
"iyah Ben~" katanya dengan lembut dan tenang.
setelah melihat mereka semua sudah masuk Annesa mengajak Glaricia untuk pergi ke kamarnya, sebelum dia tidur Annesa meminta Glaricia untuk mengganti pakaian tidur, tapi Glaricia sudah memakai pakaian tidur, jadi dia tidak menggantinya.
saat itu Annesa pergi ke tempat yang kosong di sisi kamarnya disana dia menumbuhkan batang pohon dan mengubahnya menjadi sebuah ranjang dan itu terlihat baik baik saja, bahkan sangat rapih dan rata jadi sangat sesuai untuk mereka tidur.
"kau tidur disini, aku berada di sebrang sana, kamar ku memang luar karena aku menumbuhkan batang pohon lagi, karena awalnya begitu sempit dan aku tidak suka, kamar ini juga sebenarnya kakek tidak setuju tapi dia menyerah atas apaa yang aku lakukan" katanya tersenyum kecil kala mengingat masa lalu yang menurutnya begitu lucu itu.
"baiklah, terimakasih Annesa" kata Glaricia lalu dia duduk di ranjangnya itu dan benar itu terasa nyaman dan enak untuk berbaring di atasnya, meski pun tidak empuk tapi itu nyaman.
saat itu Annesa menatap dingin Glaricia yang tersenyum bahagia hanya karena ranjang dari batang pohon yang di tunbuhkan itu. Annesa mendekat dan duduk di kursi yang dia buat di dekat ranjang Glaricia.
__ADS_1
"Glaricia" panggilnya dengan nada yang begitu dingin, Glaricia yang sadar di panggil dengan nada seperti itu dia menoleh tapi dengan wajah yang sama dinginnya dengan Annesa
"apa kau menyukai Ben?, aku melihat mu begitu dekat dengannya, jujur saja aku tidak suka melihatnya begitu dekat dengan mu, saat dia tertawa bahagia dengan mu aku membencinya, aku membencinya dekat dengan mu, aku tidak ingin dia dekat dengan mu lagi, tapi aku juga tidak ingin membuat dia bersedih" katanya terkadang manik turunkan nadanya dan sekarang dia menundukkan kepalanya, entah karena kesal atau sedih tidak tau.
"kau menyukai Ben yah, jika kau menyukainya katakan saja padanya, aku tidak tau perasaan Ben padaku seperti apa?, apa dia menganggap ku sekedar teman? atau dia menganggapku spesial? aku tidak tau itu, tapi aku juga senang bisa bermain dengannya, karena dari antara ke empat saudaranya, Ben adalah orang pertama yang menjadi teman ku dan mengenalkan ku dengan dunia mereka, dia pribadi yang bahagia aku suka dengan sifat riangnya dia, itulah kenapa aku tidak suka jika dia bersedih, jadi jika Annesa menyukainya bilang saja padanya, untuk perasaannya sendiri jangan pernah memaksa Ben untuk menyukai mu karena dia memiliki pilihannya sendiri" kata Glaricia mencoba memberitahu apa yang dia rasa, apa yang dia ketahui, dan apa yang dia sukai. Annesa yang mendengar itu paham tentang apa yang di bahas Glaricia terhadap pembicaraan ini, kemudian setelahnya dia langsung mengatakan sesuatu.
"mereka tidak salah memilih mu sebagai pelindung suku Alni, kau begitu bijak Glaricia, aku menyukainya aku harap kita juga bisa berteman sama seperti dengan mereka, dan terimakasih atas nasihat mu tadi, akan aku coba usahakan untuk mengungkapkannya pada Ben, selamat malam tidurlah yang nyenyak" kata Annesa pergi dari sana dan menghilangkan kursi yang dia duduk tadi, setelahnya dia tertidur di ranjangnya.
sedang saat itu Glaricia hanya menatap tubuh Annesa di sebrang dan yang dia pikirkan "kenapa Annesa memiliki tubuh yang sama persis seperti ku, tubuhnya tidak sama seperti yang lain, kenapa bisa? apa itu kelainan dari suku Alni ah tapi tidak, dia menggunakan sihir dengan baik di umurnya yang muda itu, tapi tubuhnya benar benar mirip dengan tubuh manusia biasa, oh apa jangan jangan dia memang manusia biasa di suku Alni ini, akh sudahlah Glaricia ini waktunya tidur, selamat malam diriku dan selamat malam Hutan Ajaib" katanya lalu memejamkan matanya dan tertidur dengan cepat.
...****************...
...********...
...****************...
...oke sampai sini semoga kalian suka sama ceritanya ...
...Please like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca ...
...makasih buat kalian yang udah baca ini buku, semoga seneng sama ceritanya ...
__ADS_1
...love Yu guys 😚💙...