![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
di tempat Daniel, Steve, Ben, Hakai, dan Terry berkumpul Glaricia masih berada disana, dia tidak memikirkan untuk segera pulang ke rumahnya, dia nyaman dengan tempat itu, padahal dirinya baru saja datang kesana tapi dia sudah menyukai tempat itu.
"apa yang kalian lakukan tadi di tempat buku?" tanya Steve pada Terry dan Glaricia
"tidak ada" kata Terry dengan wajah dinginnya itu.
mereka kembali terdiam kala pembicaraannya selesai dengan mudah, Daniel yang melihat itu merasa aneh, seperti perubahan ekspresi Terry terhadap pertanyaan tadi.
"kita akan segera pergi ke barat laut, kita harus sesegera mungkin melatih sihir ini, agar para penyihir kalah, ingat dunia Glaricia dalam bahaya" kata Daniel dengan wajah yang serius. membuat para adik adiknya merasa tegang karena mendengar perkataan kakaknya barusan, masalahnya itu memang benar, jika tidak diselesaikan dengan cepat maka ini bisa gawat, bisa saja seluruh anak di tempat Glaricia di ambil oleh Penyihir untuk menjadikan kekuatan sihir mereka.
"satu tahun kita disini akan berpengaruh banyak di dunia Glaricia" kata Hakai, lalu di jawab dengan anggukan kepala dari ke empat saudaranya itu.
sedang Glaricia tidak paham dengan apa yang di bahas oleh mereka, dia hanya melongo dan mencoba mencerna pembahasan yang mereka katakan tadi itu.
"tapi Glaricia bisakah kamu meminta izin pada ibu mu untuk tidak ada di rumah selama beberapa minggu atau jika bisa selama satu bulan" kata Ben yang membuat Glaricia kaget saat itu.
"entahlah, aku bisa atau tidak tapi aku akan berusaha" kata Glaricia yang di angguki semua orang disana.
saat itu juga mereka memilih untuk pergi dari sana dan turun ke bawah menggunakan tangga tapi tidak dengan Hakai, karena dia pemilik sama Dewa dia harus menggunakannya dengan sesering mungkin, agar mudah untuk di gunakan.
"permisi, bisakah anda melatih dia untuk membuka titik titik spiritual dalam dirinya" kata Daniel pada seorang perempuan paruh baya dengan tubuh yang sama seperti manusia tapi wajahnya berbeda, wajahnya begitu cantik tapi terdapat beberapa sisi di bagian pipi bawahnya itu, Glaricia terkejut sedikit tapi dia ingat bahwa ini di hutan ajaib jadi wajar saja jika mereka berbeda.
__ADS_1
"tentu saja, aku akan membantu nya, dia manusia biasakan?, mungkin akan sangat sulit, tapi aku akan membantunya" katanya, lalu di jawab dengan anggukan kepala Daniel dan kata terimakasih yang terucap di bibir Daniel saat itu.
"nah Glaricia kamu akan berlatih dengan dia, aku harus pergi untuk menggantikan kepala suku dalam menjalani tugas di luar, adik adik ku akan menemani mu disini" katanya lalu pergi begitu saja dengan Steve ikut di belakangnya.
"baiklah mungkin kita bisa mulai sekarang?" tanya wanita itu pada Glaricia.
Glaricia hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia setuju dengan itu, Ben dan Hakai berada disana menemani Glaricia, sedang Terry pergi menuju tempat kepala suku di rawat dan dia masih belum sadar juga.
"aku sudah bertemu dengannya kek, kau benar penglihatan masa depan ku tidak bohong, aku akan bisa menggunakannya dengan baik sesuai perintah mu saat aku masih kecil dulu" kata Terry
kebetulan memang disana tidak ada siapa siapa kecuali dia dengan kakeknya yang masih berbaring lemas di atas tempat tidur kayu itu.
saat itu ada seseorang wanita seumuran Terry dan keempat saudaranya itu datang menghampiri nya, membawa air untuk membasuh tubuh sang kakek.
"kau memang beruntung Terry, kakek ku sangat baik padamu bukan" katanya duduk di samping Terry lalu menatap Terry yang berada di samping kiri nya itu.
"Annesa" panggilnya saat melihat Annesa berada di sampingnya.
"ada apa?" katanya dengan suara lembut. dia memang seorang gadis yang memiliki ketenangan jiwa yang baik, dia tidak mudah emosi, dia sangat pandai mengendalikan emosinya, Annesa memiliki tubuh dengan proporsi seperti Glaricia bak manusia biasa, tapi tidak dia terlahir di hutan ajaib dengan seorang ibu yang memiliki sayap merpati dan seorang ayah manusia biasa, gen ayahnya sangat melekat hingga dia tidak bisa memiliki sayap seperti ibunya, dia memiliki tubuh seperti Glaricia tapi dia memeiliki sihir saat dia sudah di keluarkan dari rahimnya.
"menurut mu, sihir ku masih buruk?" kata Terry
__ADS_1
"tentu, sihir mu masih sangat buruk, bukan hanya kamu Hakai adik ku, Ben teman ku, Steve dan Daniel kakak angkat ku, mereka masih memiliki sihir yang di bawah rata-rata, tapi aku melihat gadis yang bersama dengan kalian, dia memiliki aura sihir yang kuat hanya saja belum terbuka, mungkin dia memiliki kekuatan tersendiri yang berbeda dengan kita, tapi aku tidak tau seperti apa itu" katanya sambil mengelap tubuh kakeknya.
"begitu yah, sepertinya aku harus berusaha lebih keras" kata Terry sambil mengepalkan tangannya.
"Terry.., kamu harus tau kegunaan sihir mu apa, mata mu itu adalah sihir yang berbeda dari kita, seperti aku, aku tidak tahu keistimewaan sihir ku apa, dan itu masih tersembunyi, bukankah hanya kalian berlima yang memiliki tubuh yang berbeda selain itu bangsa Orny banyak salah satunya kita suku Alni, para penduduknya di dominasi dengan kelebihan bernafas dalam air, kita adalah penduduk yang menguasai air tapi kita juga menguasai daratan sama seperti suku lainnya. tapi kebanyakan dari kita tidak terlahir seperti itu, kebanyakan kira terlahir dengan tubuh biasa bak manusia biasa seperti Glaricia gadis itu. tapi kita memiliki sihir hingga kira bisa menggunakannya dengan baik sejak kecil, jadi kamu harus tau dulu seperti apa kegunaannya" katanya lalu kemudian Annesa pergi dari sana karena sudah selesai memandikan sang kakek yang berbaring disana.
mendengar hal itu Terry hanya diam saja dan memikirkan perkataan saudari angkatnya itu dengan baik baik, dan setelahnya dia melihat sang kakek dengan wajah sedikit tersenyum, Terry pun ikut tersenyum melihatnya. jadi maksud dari perkataan saudari nya itu benar sebab sang kakek yang masih koma disana tersenyum di kala mendengar ucapan cucu kandungnya tadi.
"baiklah aku sekarang mengerti kek" kata Terry kemudian pergi dari sana sebelumnya dia membuat pelindung untuk kakeknya, seperti biasa pelindungnya hanya bisa di bukakan oleh keluarga kepala suku saja.
...****************...
...*****...
...****************...
...oke sampai sini dulu semoga kalian suka sama ceritanya ...
...Please like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca ...
...makasih yang udah baca+like atau komen juga, love yu guys 😚💙...
__ADS_1