![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
malam tiba, Glaricia saat ini berada di depan pintu rumahnya, dia melihat ibunya yang perlahan menjauh dari halaman rumahnya itu, sambil terus memandangi Glaricia yang masih menunggu di depan pintu itu.
saat ibunya benar benar tidak terlihat kemudian dia langsung masuk kedalam rumah dan mengunci pintu rumahnya.
di dalam kamar itu, Glaricia bersama dengan seekor kucing hitam putih yang berada di atas kasurnya itu, tengah berbaring dengan wajah sedihnya itu.
"Ben kamu masih bersedih tentang itu" kata Glaricia duduk di samping Ben.
Ben yang melihat Glaricia sudah kembali dia langsung berubah menjadi seorang manusia dengan telinga kucing dan ekor yang bergerak gerak.
"tentu saja Cia, aku masih khawatir tentang keadaan suku Alni" katanya masih memainkan kuku tangannya itu sendiri.
"kau ingin kembali kesana, melihat ke adaan mereka? siapa tau mereka mengkhawatirkan mu juga" kata Glaricia
Ben hanya terdiam mendengar ucapan Glaricia, dia memandang ke depan dengan tatapan kosong.
"oh iyah, ngomong ngomong kau bisa berubah menjadi kucing apa karena sihir mu?" tanya Glaricia pada Ben yang menganggukkan kepalanya itu.
"woah kalau begitu kamu bisa dong sering sering main kesini bareng sama aku, tapi dengan wujud kucing mu" kata Glaricia bersemangat
"iyah aku bisa saja bermain dengan mu disini, hanya saja aku tidak akan berubah sering mungkin, jika tidak energi sihir ku akan berkurang dengan cepat" katanya, dan hal itu membuat Glaricia kembali termenung.
saat itu mereka disana hanya berdiam diri saja, tanpa ada yang memulai pembicaraan, Ben masih dengan pikiran kalutnya tentang sukunya, sedang Glaricia tidak tau sedang apa yang pasti dia hanya bengong, saat itu suara ketukan jendela kamar Glaricia berbunyi tanda ada yang mengetuknya.
mereka kaget, karena hari ini sudah malam, Glaricia takut itu adalah penyihir yang akan menangkapnya jika dia membuka jendela itu.
tapi saat itu sebuah kepala muncul memperlihatkan siapa pemilik kepala tersebut, dan dia adalah Terry dia lompat begitu tinggi hingga kepalanya terlihat oleh Glaricia dan juga Ben.
melihat itu Glaricia berlari menuju pintu rumah bagian depan yang di kunci, dan disana Terry langsung saja masuk kedalam rumah Glaricia dan melihat sekeliling rumah itu dan juga melihat Ben yang berdiri di belakang Glaricia.
"ada apa?" tanya Ben
disana Terry terlihat kelelahan sekali, Terry langsung mengajak Glaricia dan Ben untuk lari dari rumah itu, lebih tepatnya kabur dan pergi dari sana. Glaricia hanya ikut Terry dan Ben entah kemana mereka mengajaknya.
saat itu di sebuah pohon beringin besar Ben dan Terry memasukkan lengannya dan mereka langsung berpindah tempat entah itu di mana.
__ADS_1
"ini dimana?" kata Glaricia saat melihat hutan sekelilingnya itu semua berbeda, warna pepohonan disana berbeda mereka semua berwarna merah pekat, Orange, dan juga ungu gelap, dan juga ada beberapa pohon yang berwarna hijau disana meski tidak terlalu banyak, juga pohon disana begitu tinggi tinggi sekali tidak ada dahan yang menjulur kebawah jadi tidak terlihat berantakan di setiap jalan yang di lalui.
"ini tempat tinggal kami Glaricia, aku membawa mu kemari, karena jika tidak kamu tidak akan baik baik saja disana" katanya langsung berjalan pergi dari sana menuju tempat tinggal para penduduk
"kau tidak perlu takut disini, kami memang awalnya akan memandang mu dengan tatapan aneh, tapi jika kamu tidak berulah mereka akan baik-baik saja, dan tidak keberatan jika kamu berada disini" katanya lalu mereka berjalan menyusuri hutan itu hingga sampai di sebuah rumah pohon yang begitu tinggi.
disana banyak sekali anak anak dan juga orang tua dan remaja, bahkan orang dewasa yang masih melakukan aktivitas, untuk anak anak sendiri di tempat itu sekarang sedang melakukan pelatihan, orang dewasa sedang melakukan penjagaan, sedangkan para orang tua disana berprofesi sebagai guru pengajar bagi anak anak disana.
"Kak" teriak Ben saat melihat Daniel sedang memperhatikan orang orang yang tengah berlatih sihir disana.
"Ben, Terry kalian ngga papa?" tanyanya khawatir pada mereka berdua.
"ngga papa kak" kata Ben, sedang Terry hanya menganggukkan kepalanya kala Ben berkata demikian.
"Glaricia?" katanya khawatir tentang keadaan Glaricia.
"aku disini" katanya yang berada di belakang Ben dan Terry
"oh syukurlah kalian tidak apa, yasudah sekarang kita masuk" katanya lalu mengajak mereka bertiga segera ke rumah pohon milik kepala suku.
Glaricia saat itu hanya melihat kakek itu diam, karena dia tidak tau harus melakukan apapun, bahkan soal sihir saja dia tidak paham tentang dunia ini apalagi sihir.
dan saat itu juga banyak suku Alni yang menatap bingung ke arah Glaricia, disana Glaricia sedikit takut karena pandangan mata itu, dia sedari tadi juga terus memegangi lengan Ben saja karena dia saking takutnya dengan tstapan mata seperti itu.
"tidak apa, mereka tidak jahat kok, mereka hanya belum kenal dengan mu saja" kata Ben sambil menenangkan Glaricia yang ketakutan saat itu.
"Glaricia, mau ikut aku sebentar?" tanya Terry dengan lembut.
Glaricia menjawab pertanyaan Terry tadi dengan sebuah anggukan di kepalanya itu.
saat itu juga Terry membawa Glaricia ke tempat dimana itu mirip seperti sebuah perpustakaan, Terry mengajak Glaricia ke sebuah pintu rahasia dan hanya dialah yang tau, Ben atau yang lainnya pun tidak tahu kecuali Terry dan sekarang Glaricia tau tempat itu.
"ada apa Terry?, kenapa ke tempat seperti ini?" tanya Glaricia, dia tidak takut dia hanya ingin tahu saja.
saat itu mereka sampai di sebuah ruangan besar disana terdapat sebuah buku yang melayang dan berada di tempat yang sulit untuk di sentuh, karena terdapat sihir di penyimpanan buku yang melayang itu.
__ADS_1
"apa kau bisa mengambil buku itu Glaricia?" tanya Terry, dan tentu saja di jawab dengan sebuah gelengan kepala.
saat itu Terry mengambil buku itu, dan membukanya selembar demi selembar. sampai di sebuah halaman 553 disana ada sebuah foto wanita yang sangat mirip dengan Glaricia, mulai dari wajah, warna rambut, dan lain sebagainya.
disana ada biodata tentang wanita yang di dalam foto itu.
dia bernama Alyona Raqeesha [Cahaya Pelindung yang kuat], dia dahulunya adalah seorang ratu di katakan seperti itu karena sihirnya yang menyamai kekuatan dewa dan dewi sirgawi, sihir itulah yang membuat namanya dikenal dengan sebutan Dewi Surgawi pelindung untuk suku Alni, banyak yang menyembahnya, tapi sekarang tidak lagi, karena cerita dari para leluhur untuk tidak menyembah Dewi Surgawi, leluhur mereka pernah mengatakan bahwa tidak perlu adanya Penyembahan untuk Dewi Surgawi, karena yang diinginkan Dewi Surgawi adalah kebahagiaan bagi para suku Alni dan bangsa Orny yang tinggal di hutan hutan Selatan.
"lalu apa tujuan mu untuk membawa ku kesini?" tanya Glaricia yang masih bingung dengan keinginan Terry.
"aku tau kamu pasti belum paham, tapi Glaricia perasaan ku yakin, bahwa kau adalah salah satu dari keturunan Dewi Surgawi, aku tidak tahu akankah ini benar atau tidak, tapi perasaan ku mengatakan itu iyah, bahkan kepala suku berkata pada ku bahwa untuk membawamu kemari dan membiarkan mu belajar ilmu spiritual di usia muda ini..., jadi apa kamu mau Glaricia" kata Terry sambil sedikit memohon pada Glaricia, disana Glaricia hanya berpikir bahwa akankah dia berhasil atau tidak, tapi dia juga ingin menolong suku Alni dan bangsa Orny disini.
"baiklah aku akan belajar ilmu spiritual dengan kalian" katanya, hal itu membuat Terry bersemangat mengajak Glaricia untuk melakukan pembelajaran sihir dengan baik.
"tapi, tempat mu bukan hanya di sini, kau dan aku juga ke empat saudara ku akan pergi kesuatu tempat dan disana kita akan mulai berlatih ilmu sihir dengan baik, disini kamu hanya akan belajar membuka titik titik tempat sihir dalam tubuh mu itu agar bisa menggunakannya" kata Terry
Glaricia hanya menganggukkan kepalanya bahwa dia setuju.
"tapi dimana tempat yang kamu maksud itu?" tanya Glaricia
"Barat Laut, disana terdapat pulau kecil yang tidak banyak di huni, tapi hanya di huni oleh orang orang yang ingin belajar sihir dengan baik semacam sekolah sihir, berbagai kalangan suku berada disana untuk belajar, dan tempat itu tidak terjangkau oleh penyihir" katanya, hal itu sedikit membuat Glaricia girang kesenangan tapi dia kembali tenang saat Terry berkata
"tempat itu tidak seindah yang kau pikirkan, aku belum pernah kesana tapi kisah dari seseorang yang lulus di sekolah itu, mereka bilang tempat itu bagai penjara bagi mereka" ucapan itulah yang membuat Glaricia kesal sendiri.
akhirnya urusan di tempat itu selesai Terry dan Glaricia kembali ke tempat dimana Ben dan ke tiga saudaranya berada sekarang.
...****************...
...********...
...****************...
...oke sampai sini, semoga kalian suka sama ceritanya...
...please like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca...
__ADS_1
...makasih buat kalian yang udah baca buku ini makasih juga buar likenya please komen yah hehe biar makin semangat. love yu guys 💙...