![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
hari hari terus berlalu, Glaricia semakin akrab dengan Camelia, dia juga memiliki teman baru dia berasal dari suku Avena, suku mereka sama dengan suku Alni, mereka (suku Avena) hidup di gurun dengan batu Yaspis Merah sebagai sebuah kehidupan lebih tepatnya sumber dari kolam Air yang terus mengalir, tanaman tumbuhan yang berbuah untuk memberikan mereka makan, dan kehidupan lainnya di gurun pasir.
teman baru Glaricia bernama Cyra Amevena, doa memiliki kulit yang hitam tapi begitu indah jika itu adalah tubuhnya, terlihat halus, lembut, dan juga cantik, wajah tirus, tinggi, rambut merah kecoklatan, mata hitam, dan bentuk tubuh sama seperti manusia biasa.
kini mereka sedang berada di sebuah kolam dengan ikan yang berenang kesana kemari mencoba menikmati penjara berkedok akuarium atau kolam itu.
"hey aku tidak mengerti, kenapa kamu mau maunya tinggal di temlat suku Alni?" tanya Cyra pada Glaricia dengan sedikit jeda di sela perkataannya itu. "padahal kau tidak perlu repot repot begitu" katanya dengan acuh tak acuh terhadap suku Alni.
"aku punya beberapa hutang terhadap suku Alni, jadi aku harus melunasi dulu hutang itu baru aku bisa bebas" kata Glaricia pada Cyra teman mereka itu.
"hutang apa?" kali ini bukan Cyra yang bertanya melainkan Camelia, dia baru saja dari perpustakaan meminjam buku tentang tumbuhan herbal yang bisa dia gunakan.
"aku sudah berlatih ilmu sihir disana, mereka juga sudah membentuk mengembangkan sihir ku, jika bukan karena mereka.. aku ngga bakal bisa kayak gini" katanya sambil mengarahkan kedua tangannya kepada dirinya.
"owh, aku mengerti maksud mu Glaricia" kata Camelia, lalu disana dia sedang membaca buku tersebut dengan begitu antusias, terlihat sekali matanya berbinar dengan terang.
Camelia Earthbith (Ahli Ramuan), suku Earthbith, penggila buku obat obatan, tumbuhan herbal, dan buku meracik ramuan.
sikap pemalu dan penyendiri membuat dia tidak memiliki banyak teman kecuali Glaricia dan Cyra adalah temannya sekarang.
__ADS_1
Cyra Amevena (suku Avena)
orang yang sombong, tapi pengertian, tidak dingin tapi dia dingin, tidak terlalu sopan, pengguna sihir pasir juga lainnya, pengguna sapu terbang terbaik dari Glaricia dan Camelia.
seragam sekolah sihir Northwest, setiap harinya di sediakan seragam yang sama.
karena hari sudah menunjukkan siang hari dan mereka kini menuju tempat makan, hampir seluruh murid sekolah sihir Northwest berkumpul di meja makan juga pengajar mereka ikut serta disana.
"salam semuanya, saya pemimpin sekolah ini, izinkan saya perkenalkan diri saya, saya Einstein Arcab dan di depan saya adalah mereka murid baru berasal dari suku Alni.. (dengan sedikit teriakan dia berkata begitu).. nah sekarang perkenalkanlah diri kalian masing-masing" ucapnya pelan saat berkata pada mereka berenam yang sudah berdiri di depan.
Daniel memberi salam dengan menundukkan kepalanya dengan tangan kanan berselang berada di dada kiri diikuti dengan mereka berlima.
"saya Terry" langsung memundurkan dirinya.
"saya Hakai, termuda diantara lima saudara" katanya lalu mundur.
"saya Ben, dari suku Alni" katanya ikut mundur juga.
"semuanya saya Glaricia, saya berasal dari suku Alni bertempat tinggal sementara datang kemari untuk mengasah ilmu sihir saya dan melawan sihir gelap yang terlarang disini" katanya dengan tak lupa sedikit senyum mengalir di wajahnya, kemudian memundurkan diri.
"saya Steve, tidak ada keinginan khusus datang kemari, tapi seperti yang di katakan teman sebelah saya, saya hanya ingin kembali mengasah sihir saya" kemudian kembali mundur.
__ADS_1
dan kini semua sudah duduk di meja masing-masing memakan makanan yang sudah di sediakan dan juga sudah di beri izin untuk memakan semuanya dengan lahap.
"perkenalan bagus Glaricia" kata Camelia yang sedari tadi memang selalu menatap Glaricia dengan tatapan senang.
"kau percaya diri Glaricia" kata Cyra, dia selalu senang jika memiliki teman yang percaya diri seperti Glaricia.
setelah acara makan selesai, sudah tidak ada hal lain lagi selain untuk memilih beristirahat entah mereka kemana dan kemana terserah itu kemauan mereka, dan setelah jam itu mereka akan kembali memulai pelajaran hingga jam 4 sore setelah itu kembali ke asrama mereka masing-masing.
peraturan disana, jika sudah pulang jam sekolah maka mereka harus sudah di asrama mereka, dan juga jika ingin keluar harus meminta izin terlebih dahulu pada penjaga kamar atau asrama. selain itu tidak boleh pulang melewati pukul 5 jika lewat dari sana akan di kenakan hukuman untuk mereka yang melanggarnya.
...****************...
...********...
...****************...
...oke sampai sini, semoga kalian suka ceritanya yah....
...dan maaf juga up nya lama, semoga ceritanya bisa selesai yah ...
...dan please like, komen, subscribe, vote juga itu berharga buat saya yah yah semuanya....
...love yu guys 💙...
__ADS_1