Magic Forest [Hutan Ajaib]

Magic Forest [Hutan Ajaib]
Menyukainya? [BAB 44]


__ADS_3

bertahun-tahun sudah berlalu, kini Glaricia sudah menginjak usia 16 tahun, dua sudah sungguh besar tapi tubuhnya masih tidak terlalu tinggi.


dia tumbuh menjadi perempuan yang cantik berambut merah bagai warna bulu rubah merah, dan julukan di sekolah menengah atasnya juga berubah menjadi Rubah Merah aneh / Rubah Merah Cantik yah dia memang aneh, dia juga sering marah terhadap hal kecil tapi mungkin saja itu karena dia sedang Bad Mood jadi mudah sekali marah.



bahkan makin lama, hewan kesukaan Glaricia berubah yang awalnya kucing dan anjing, sekarang menjadi seekor rubah.


.


.


siang ini dia bersama ibunya dan juga seorang Pria yang duduk di samping Glaricia yang sedang memakan masakan ibu nya itu tampak sangat tenang dan cuek saja, padahal Glaricia agak takut jika ketahuan, yah meski belum lama ini dia memang sering datang membawa jalan jalan kucingnya itu.


sedang Glaricia tau kalau kucing itu siapa, dia kenal dengan warna bulunya yang begitu putih dan terlihat lembut juga tubuhnya yang besar itu.


"Terry, sejak kapan kau dekat dengan Glaricia?" tanya ibu Glaricia itu padanya.



Terry dengan kucingnya yang berada di bawah kursi sedang memakan sup daging sapi yang hanya di berikan beberapa bagian dagingnya saja untuk dia makan dengan tenang dan terkadang sedikit kesusahan untuk mengunyah nya.


"sejak dia masih sekolah dasar nyonya De Sacy" jawab Terry dengan bahasa Formal, sangat sopan hingga ibunya tersenyum melihat perilaku Terry


Glaricia awalnya takut ibunya akan curiga pada Terry dan Ben yang ada disana. tapi dia selalu berharap akan baik baik aja selama mereka ada disana.


"oh yah Cia, ibu sebenarnya akan di pindahkan tugas keluar negeri, apa kau mau ikut dan bersekolah disana?" kata mamanya sambil mencoba mengajaknya


"eum, tidak bisakah aku tinggal disini saja mah, aku sudah sangat suka tinggal disini" katanya mencoba meminta untuk tetap tinggal disana, bukan karena dia betah tapi itu juga sih alasan dia, tapi alasan lainnya adalah dia ingin tinggal disana karena bisa terus pulang pergi dari Hutan Ajaib kembali kerumahnya, begitulah kira kira.


"kau yakin tidak apa apa ibu tinggal di liar negeri?" katanya mencoba meyakinkan Glaricia agar dirinya mau ikut bersama dengan ibunya, tapi sayangnya Glaricia kembali menolak dan memilih tetap ingin tinggal disini, di rumah lamanya ini.


"baiklah jika kamu tidak mau, oh yah ibu berangkat besok saat pagi hari, karena waktu penerbangan pagi, nanti kamu tidak perlu menghantar ibu, kau pergi saja kesekolah dan belajar dengan baik, oke!!" bilang ibunya


"dan Terry tolong jaga Glaricia yah, semenjak James sudah berpacaran dia tidak sering datang kemari jadi Glaricia selalu sendirian, untung kamu datang" katanya sambil menegangi tangan Terry seraya berharap pada Terry untuk menjaga anak semata wayangnya itu.


"iyah nyonya akan saya jaga Glaricia dengan baik" katanya, dengan sambil mengangguk pelan dan menatap mata ibunya Glaricia, setelahnya mereka kembali memakan makan siang itu.


.


.


Glaricia dan Terry sudah menjadi teman sejak Glaricia berada di kursi SMP, terkadang dia mengajak Terry dan Ben pergi ke rumahnya untuk bermain, dan yah pondok mereka hancur karena ulah penyihir, dan disana tidak ada yang tersisa semua sudah habis terbakar.


Terry juga sering datang ke rumah Glaricia semenjak dia mengetahui bahwa ibunya sedang tidak ada di rumah, begitulah tapi sekarang ini baru pertama kalinya dia datang ke rumah Glaricia dan bertatapan langsung dengan seorang manusia yang lebih dewasa darinya.


.

__ADS_1


.


.


.


pagi hari saat keberangkatan ibunya menuju paris Glaricia mengantarnya sampai pintu rumah saja, kemudian saat sebuah mobil menjemput ibunya dan pergi meninggalkan rumah itu Glaricia langsung pergi ke sekolahnya, tak lupa juga untuk mengunci pintunya.


sore hari adalah waktu untuknya pulang dari sekolah, dia tidak mengikuti ekskul apapun di sekolahnya jadi dia cepat pulang, sedangkan James dia mengikuti Ekskul Basket dan sekarang mengadakan pertemuan dengan ketua Ekskul itu.


setiap menjelang Malam hari dia pasti akan pergi bersama dengan Terry juga Ben yang mengajaknya untuk pergi ke Hutan Ajaib, tapi jika ibunya tidak mengizinkan Glaricia pergi maka dia tidak akan pergi lagi.


.


.


.


malam ini Glaricia sedang berada di tempat suku Alni dan belajar ilmu sihir disana, Glaricia sudah pandai menguasai berbagai ilmu, hanya saja sihirnya masih lemah dan masih perlu beberapa pelajaran.


"tidak Glaricia kau seharusnya tidak seperti itu, lakukan dengan gerakan yang benar" kata Ben yang selalu berada di samping Glaricia.


Ben tumbuh semakin tinggi tapi tidak setinggi kakak kakaknya dan juga sang adik yaitu Hakai sedang Terry dia tumbuh sedikit lebih tinggi dari Ben.



saat Ben tengah mengajari Glaricia satu sihir, Hakai datang bersamaan dengan kedua kakaknya untuk memantau mereka berdua, Terry? dia sekarang sedang mengemaskan barang barangnya, karena beberapa hari lagi mereka akan pergi ke sekolah sihir itu bersama dengan Glaricia yang akan ikut untuk melatih sihirnya juga. tidak lama hanya satu tahun enam bulan mereka akan bisa kembali ke rumah mereka lagi.



Hakai dengan wajahnya yang memang terlihat begitu memukau seperti dewa membuat Glaricia seperti bermimpi.



Steve seperti peri dalam negeri dongeng yang datang untuk memberikan kebahagiaan pada seorang anak anak yang malang akan kebahagiaannya.



Daniel menjadi lebih terlihat sangat dewasa dan dermawan seperti kepala suku Alni saat muda haha, dia memang seperti itu sejak lahir, pasang surut air laut adalah sebuah melodi baginya, meski begitu dia terkadang benci dengan laut karena begitu banyak rahasia yang dia miliki.


karena dia benci dengan sebuah rahasia, tapi anehnya dia begitu banyak memiliki rahasia dalam dirinya. aneh bukan dia ini?...


"sudah tuh Ben.. kasihan Glaricia, lihat dia sudah kelelahan" kata Daniel menatap Glaricia yang terlihat tidak lelah sama sekali, dia hanya lelah dengan keberadaan mereka yang di sekitarnya saja.


"kau tidak apa Glaricia?" tanya Ben khawatir dia mencoba mencari keberadaan kelelahan Glaricia dalam wajahnya, aduh Ben.. tatapan mu itu membuat Glaricia tidak bisa bernafas.


"menajuhlah sedikit" mendorong Ben, Glaricia begitu seperti kehabisan nafas saat Ben berada di dekatnya

__ADS_1


"ada apa?" kata Ben. Glaricia menatap Ben dengan tajam lalu menggelengkan kepalanya, disana Hakai hanya tersenyum kala mengetahui apa yang di rahasiakan Hatinya, Daniel juga tahu kalau Glaricia sebenarnya suka dengan Ben, hanya Steve saja yang tidak tahu, dia bahkan tidak tau perasaan Cinta sama seperti Ben. dua orang bod*h ini, benar benar bod*h atau hanya pura pura tidak tahu sih?.


Annesa yang melihat itu datang menghampiri mereka berlima dengan sambil membawa kucing hutan yang kesakitan, dan dia niatnya akan menyembuhkannya di kamarnya.



"kalian jangan menjahili Glaricia terus, kasihan dia banyak sekali peri yang mengelilinginya, dia bisa saja merasa tidak aman atau nyaman" katanya kemudian pergi dari sana, tapi dia di cegah oleh Glaricia dengan bertanya sesuatu pada Annesa


"mau kamu apakan kucing itu?" tanyanya. dan otomatis gerakan kaki Annesa berhenti di kala Glaricia bertanya tentang kucing di pelukannya itu.


"aku ingin menyembuhkan kucing ini, tadi dia terkena serang dari seseorang yang berlatih sihir" katanya kemudian tersenyum dan hampir melangkahkan kakinya tapi terhenti


"apa itu ulah ku Annesa?" tanya nya lagi, tapi di jawab dengan sebuah anggukan kepala dari Annesa


Glaricia kaget dia langsung mendekati Annesa dan ingin menawarkan dirinya untuk membantu mengobati kucing itu, tapi Annesa bilang tidak perlu, karena terpaksa dan Glaricia juga selalu memohon akhirnya dia membiarkan Glaricia ikut dengannya pergi ke kamarnya itu.


"aku minta maaf untuk kucingnya" kata Glaricia penuh penyesalan


"tidak apa, dia tidak benar benar kena sihir mu kok, dia hanya terkejut lalu yah dia kena perangkap jadi darah ini karena perangkap orang yang menaruh disana" katanya sambil mengobatinya menggunakan sihir penyembuhan


"ah tapi aku merasa bersalah" katanya begitu kesal pada dirinya


"tidak apa Cia, dia baik baik saja, lihat" katanya dan benar kucing itu sudah sembuh dan bisa berjalan kembali jadi dia sudah tidak apa dan baik baik saja, Glaricia senang melihatnya dia begitu girang dan mengusap usap punggung kucing itu.


"besok kalian akan berangkat, aku benar benar kaget kala Danile berkata mereka akan mempercepat keberangkatan kalian menuju Barat Laut" katanya sambil melihat kucing di pangkuan Glaricia


"aku bahkan tidak tahu hal itu" katanya sambil bermain dengan kucing hutan itu.


"kamu tidak tahu, lalu apa kamu tidak terkejut?" tanyanya sedikit nada terkejut disana.


"terkejut! tapi mau bagaimana lagi kan, aku juga akan meminta izin pada sekolah untuk satu bulan setengah karena aku tidak akan di rumah, yah mungkin nilai ku saja yang akan turun nanti, tapi sebenarnya kebetulan sekali satu bulan ke depan sekolah libur karena masa kenaikan kelas dan juga ada acara penting untuk satu minggu kedepannya jadi aku akan baik baik saja, yah mungkin aku hanya izin beberapa hari bisa dibilang" katanya, seraya menceritakan kisahnya di dunianya.


Annesa hanya menjawabnya dengan anggukan, dia paham apa yang di katakan Glaricia.


mereka disana hanya saling diam tidak ada yang memulai pembicaraan, saat itu juga kucing hutan itu langsung pergi dari sana, mungkin dia juga jenuh dengan keheningan atau dia juga ingin mencari ayam kecil untuk di makan atau bahkan mencari ikan di danau, tidak ada yang tahu.


saat itu suara teriakan seorang lelaki memanggil Glaricia untuk melakukan latihan lagi tapi Glaricia menolaknya dengan berteriak "TIDAK MAUUU" begitulah, lalu dia tiduran di kasur Annesa, si pemilik kasur hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Glaricia tertidur di kasurnya, dia biarkan lalu dia keluar mencari bagan obat-obatan untuk suku Alni nanti.


...****************...


...********...


...****************...


...oke sampai sini, maaf juga kemaren ngga up, kelupaan sumpah, dan sebenarnya sedih sih ini book kok sepi yah huhu, kurang menarik kah... 🫠tapi semoga kalian yang masih stay suka yah sama ceritanya, jangan lupa juga kunjungi profil aku dan baca cerita yang lainnya hehe 😁...


...please like, komen, subscribe, vote sama sahre, suport kalian tuh penting banget sumpah. like aja aku udah seneng kok 🥰...

__ADS_1


...makasih buat yang udah baca love Yu guys 💙...


__ADS_2