![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
pagi hari, di hari Minggu ini
Glaricia sekarang sedang bermain bersama dengan James di belakang rumah James, saat itu ayah James pergi bersama temannya untuk memancing, sedang James bersama dengan Glaricia bermain bersama di belakang rumahnya.
bukan karena apa, hanya saja Glaricia ingin bermain di belakang rumah James, yah meski karena rumah James sangat dekat dengan hutan jadi Glaricia mengajak James pergi ke hutan juga, harap harap dia bisa bertemu dengan Ben atau yang lainnya.
saat itu Glaricia berpura-pura melihat kucing hutan, jadi dia berlari ke dalam hutan dan James pun harus mengikutinya karena takut Glaricia kenapa-kenapa. tapi saat di dalam hutan justru James tidak menemukan sosok gadis kecil yang tingginya hanya sepundak dirinya itu. dia mulai khawatir disana, dengan isengnya Glaricia malah mengagetkan James dari balik pohon yang ada di dekat sana.
"Booo!!!" kejutnya pada James.
James tentunya terkejut dengan hal itu, sampai dia terus memukuli pelan Glaricia tapi sambil tertawa bahagia saat itu juga.
"hahaha kau lucu sekali saat terkejut tadi James, hahaha" tawa Glaricia
"Glaricia... lain kali kalo kayak gitu aku pukul beneran kamu" marahnya. tapi menurut Glaricia wajah James yang marah itu bukan seram tapi malah imut di mata Glaricia.
saat itu mereka entah kenapa tiba-tiba terdiam saat James memberikan isyarat bahwa harus diam "shuuutt" katanya sambil menempelkan jari telunjuk ke bibirnya ke arah Glaricia. Glaricia yang melihat itu tentunya dia langsung terdiam, tapi di diamnya dia, dia bingung dengan yang di lakukan James. masalahnya dia disana malah berjalan mengendap-endap seperti ada sesuatu di arah lain.
"ada apa James?" tanya nya karena dia sudah heran dan yah memang ingin tahu juga.
"kamu dengar itu?" katanya sambil meletakkan telapak tangannya di telinga kanannya itu.
Glaricia yang hanya menatap aneh James dia malah melangkah seperti biasanya, dan yah apa yang dia lihat. woah itu sebuah rusa hutan yang jarang dia temukan, tapi sayangnya saat Glaricia datang kesana rusa itu terkejut dan berlari ke dalam hutan.
"yah Ciaaa, rusanya lari noh" kata James merajuk
"hehe maaf, aku kira ada apa" kata Glaricia tertawa tak enak, karena membiarkan rusa itu pergi dari pandangan mereka.
saat itu mereka saling menatap satu sama lain, mungkin sepertinya pikiran mereka sama, karena saat itu mereka langsung berlari mengejar arah perginya rusa itu kedalam hutan. bukannya takut mereka malah tertawa bahagia disana.
mereka terus berlari sampai di ujung dimana terlihat bahwa di hutan sekitar tempat tinggal mereka ternyata masih memiliki tempat yang lainnya, yah dibawah sana ada sebuah padang rumput hijau dan beberapa rumah kecil yang sepertinya tidak terlalu di huni oleh kebanyakan orang.
saat Glaricia dan James akan turun tangan mereka justru di tahan oleh seseorang, dan itu sangat membuat mereka terkejut terutama James yang ketakutan.
"huwaaa!!!" teriak mereka berdua.
__ADS_1
"shuuut diam lah" ucap seseorang yang dimana Glaricia mengenal suara itu.
karena mengenal suara itu Glaricia langsung menoleh ke arah sumber suara itu, dan wah ternyata dia Terry, entah apa yang dia lakukan tapi yang pasti dia berada disana.
"kau sedang apa disini?" tanya Glaricia pada Terry yang sudah mengajak mereka berdua pergi dari disana.
"aku balik tanya kamu.., kenapa kamu ada disini?" kata Terry yang membuat Glaricia terdiam dan tertawa malu.
"tadi kita kejar Rusa, kenapa emangnya?" jawab James, Terry langsung menoleh ke arah James karena sedari tadi dia terus menatap Glaricia dengan lekat.
"lalu dimana rusa itu sekarang?" tanya nya pada James, hal itu membuat James terdiam dan hanya sok berfikir saja.
mereka berjalan dari sana pergi menjauh dari hutan itu dan menuju bagian hutan yang dekat dengan tempat tinggal mereka.
"kok kesini sih?" kata Glaricia, yah Terry tau apa yang di inginkan Glaricia, yaitu bertemu dengan ke empat saudaranya, hanya saja Terry harus menghalanginya dahulu karena mereka sedang berada ujian di hutan tempat tinggal mereka, kecuali Terry... dia malah sudah berhasil melewati ujian itu dan sekarang umurnya susah menginjak usia 17 tahun sama dengan Hakai, sedangkan Daniel berusia 19 begitu juga Stave, dan Ben berusia 18 tahun. di umur itulah mereka sudah menginjak usia remaja nya, sedang untuk anak seperti Glaricia dan James usia remaja mereka adalah 11 tahun hingga 17 tahun.
dari hal itu Terry menceritakan yang sebenarnya pada Glaricia dan Glaricia memahaminya, jadi untuk beberapa hari ini mereka tidak akan bertemu dengan Glaricia, dan untuk hal inilah Terry bertemu.
"Jadi kamu bertemu dengan ku karena?" tanya Glaricia, sambil berjalan begitu juga dengan Terry dan juga James.
disana Glaricia tidak sedih, toh itu juga keharusan mereka saja, jadi dia tidak bisa menghalanginya.
setelahnya mereka sudah sampai di dekat rumah Glaricia, Terry berpisah dengan Glaricia dan juga James, setelah Glaricia dan James pergi dari sana dia langsung menghilang.
.
.
.
di dalam rumah Glaricia
"loh kok kesini?" tanya ibunya Glaricia
Glaricia dan James yang di kejutkan dengan suara ibu Glaricia itu menoleh terkejut.
__ADS_1
"oh, aku hanya ingin pulang tapi dia bilang dia ingin masuk untuk minum jus apel ibu" kata Glaricia berbohong, karena saat itu James melotot, padahal diakan ngga bilang mau jus apel ibunya, tapi kenapa Glaricia malah bilang begitu.
mereka duduk di sofa setelahnya dan menunggu ibunya membawakan sebotol jus apel segar yang baru di beli kemarin malam itu, Ibu Glaricia yang melihat Glaricia hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Terry itu siapa?" tanya James saat ibu Glaricia sudah pergi dari sana.
"teman ku" katanya dengan santai
"sejak kapan kau berteman dengan orang lain Cia?" kata James sambil meminum minumannya.
"sudah lama, lagian kamu ngga perlu tau, tapi... aku rasa kamu akan segera mengetahui mereka berlima" katanya lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa empuk itu.
James bingung tapi dia malah diam dan tidak bertanya pada Glaricia tentang kebingungannya itu dan memilih untuk istirahat sama seperti yang di lakukan Glaricia di sampingnya itu.
.
.
.
hari itu mereka benar benar lelah dan tertidur di sofa dengan kepala Glaricia berada di pundak James dan kepala James berada di atas kepala Glaricia.
ibunya yang melihat itu merasa bahagia dan sangat senang, dia abaikan dengan memotret mereka dengan kamera yang langsung menghasilkan sebuah foto polaroid itu dengan warna abu-abu.
...****************...
...oh ya guys mungkin aku bakalan jarang up soalnya lagi uas juga aku nih, jadi mungkin buat minggu ini kedepannya bakalan jarang tapi kalo ada waktu aku buat langsung aku up deh. gak janji cuman guys ...
...****************...
...oke sampai sini, semoga kalian suka ceritanya...
...please like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca...
...makasih banyak yang udah baca+like. love yu guys 💙...
__ADS_1