Magic Forest [Hutan Ajaib]

Magic Forest [Hutan Ajaib]
Gadis Hantu Zavi 1 [BAB 24]


__ADS_3

Glaricia mengikuti gadis itu hingga tiba di suatu tempat ter-asing di sekolah itu, yah apalagi selain gudang. Glaricia ragu-ragu untuk memasuki gudang itu, tapi dengan keyakinannya dia mencoba masuk hanya saja dihalang oleh James.


"jangan Glaricia!" ucapnya sambil memegangi tangan Glaricia, dia benar-benar kelelahan mengikuti Glaricia yang berlari sampai gudang belakang sekolah, yang katanya gudang itu memang sudah tidak di tempati apa-apa lagi, bahkan pembersih sekolah pun tidak pernah datang gudang itu.


"tapi James dia ada di dalam, aku rasa dia meminta pertolongan pada ku" kata Glaricia, menunjukkan wajah kasihan pada gadis yang ada di hadapannya itu. dari jauh gadis itu hanya melihat James dan Glaricia, tapi lama kelamaan dia menghampiri Glaricia dan tepat sekali berada di hadapannya.


James tentu saja terkejut saat hantu itu tepat sekali berada di hadapan mereka, bahkan gadis hantu itu sekilas melihat James dan itu membuat bulu kuduk James berdiri sakit takutnya dia, tapi berbeda dengan Glaricia dia masuk kedalam sana dan James juga mengikutinya.


"apa yang bisa aku bantu untuk mu?" tanya Glaricia dengan lembut, gadis hantu itu mengelilingi Glaricia seperti sedang mencari sesuatu, atau hanya melihat lebih dalam Glaricia. James yang melihatnya hanya dian dari kejauhan sambil menatap Glaricia yang seperti tak terganggu akan kehadiran hantu itu di sisinya.


saat itu, hantu berhenti di hadapan Glaricia dan mengeluarkan tangannya agar Glaricia memgang tangannya itu dan melihat masa hantu tersebut. saat memejamkan mata Glaricia merasa bahwa dia tersedot ke sebuah tempat lain yang dimana tempatnya begitu dingin.


"dimana ini?" kata Glaricia, dia melihat sekelilingnya dan oh dia mengenali tempatnya, yah itu adalah sekolah tempat dia belajar sekarang, tapi kenapa dia ada disana?, apa sebenarnya yang hantu itu ingin tunjukkan?. saat itu ada beberapa anak laki-laki berlarian di lorong, dan ada seorang gadis kecil yang sengaja di tabrak oleh mereka, terlihat gadis itu hanya murung dan diam saja saat itu.

__ADS_1


Glaricia menghampiri gadis itu dan "wush" hantu itu tepat berada di dekat Glaricia, tapi dia tidak terkejut. "sepertinya dia adalah kau?" kata Glaricia pada hantu itu, dan yah tentu hantunya melihat ke arah Glaricia yang tengah melihat dirinya itu.


saat itu ada tiga orang anak perempuan sepertinya mereka dari kalangan atas, mereka menghampiri gadis itu dan mengulurkan tangannya seperti ingin membantu gadis itu. tapi saat gadis itu akan memegang lengan gadis kaya itu tangannya di tepis hingga dia terpuruk kembali dan lengannya di injak-injak hingga gadis itu berteriak merasa kesakitan.


"yak, cupu, murid kalangan bawah seperti mu sangat cocok di jadikan bahan tertawaan seperti ini, kau ini bodoh atau gila bisa-bisanya bersekolah disini" katanya sambil tertawa bahagia melihat gadis itu benar-benar terlihat kesakitan.


"oh tatapan apa itu, yak Zavi kau pikir aku akan takut dengan tatapan mu itu, hah!?" katanya menginjak kencang kaki milik gadis yang bernama Zavi itu, lalu menendang bagian perutnya dengan keras sampai dia benar benar seperti akan mual setelahnya mereka pergi dari sana membiarkan Zavi yang terpapar di lantai sambil memgangi perutnya itu.


oh yah sekolah disana bukannya hanya untuk anak sd saja tapi mereka yang sudah lulus akan berada disana sebagai pelajar smp sekolah itu, sedang untuk sma mereka akan di berikan ke sekolah terbaik tapi masih terikat dengan sekolah tersebut, eum.. yah bisa dibilang masih sekolah dengan nama itu, tapi dengan tempat yang jauh lebih bagus dan lebih baik.


"kau beristirahat dulu disini" katanya, lalu membiarkan Zavi tertidur di ranjang uks itu. tapi tatapan Zavi seperti tidak tenang Glaricia yang melihat itu merasa Zavi sangat takut dan waspada terhadap guru uks itu. saat Glaricia melihat guru itu lagi, tatapan sang guru seperti ingin melakukan sesuatu terhadap Zavi. dan benar saja saat Zavi tengah tertidur dia mendekati Zavi dan memegang-megang tubuh Zavi, guru itu berkata pada Zavi di telinganya. "hah~ mungkin lain kali saja, aku akan menunggumu" katanya mencium pipi Zavi dengan menjulurkan lidahnya setelahnya dia pergi dari sana.


Zavi disana hanya diam bergidik ngeri dengan kelakuan gurunya itu, dia menangis diam diam disana berharap bisa keluar dari neraka dunia itu, tapi ibunya selalu menyuruh Glaricia untuk bersabar setiap dia pulang sekolah.

__ADS_1


Glaricia melihat itu benar-benar kesal, begitu terlihat di wajahnya ekspresi yang ingin sekali membunuh guru itu, masalahnya guru itu memang masih ada di sekolah itu mengajar dengan bebas dan bahagia, jadi Glaricia berpikir untuk melakukan sesuatu hal yang harus dia lakukan.


...****************...


...*********...


...****************...


...sampai sini, semoga kalian suka ceritanya yah...


...like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca...


...love yu guys, makasih yang udah baca+like cerita ini 💙...

__ADS_1


__ADS_2