![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
seminggu telah berlalu, tidak ada perubahan dari dirinya, sihirnya masih sama, tapi dia (Glaricia) masih berusaha untuk mengembangkan sihirnya lagi.
"Dunkelheit, penyihir kejam yang berteman dengan banyak orang" ucapnya saat sedang duduk duduk saja di kamarnya.
"kenapa mereka berteman dengan banyak orang?, tapi mereka juga di sebut penyihir jahat?" tanyanya pada diri sendiri.
"bermuka dua?, ego tinggi?, dendam?, tapi semua itu bisa saja bukan?, Dunkelheit ini sebenarnya keturunan penyihir cahaya bukan?, tapi kenapa begitu?" tanyanya pada diri sendiri.
Glaricia masih belum selesai dengan permasalahan penyihir Dunkelheit, dari buku yang dia baca di perpustakaan sekolah Northwest, disana di ceritakan bahwa Penyihir Dunkelheit adalah penyihir cahaya, yang berarti mereka adalah sisi terang dari lawannya, yaitu sisi gelap.
"namun, kenapa di kisah itu mengatakan bahwa mereka menjadi penyihir kejam?, akh aku bingung" katanya, lalu dia segera pergi dari kamar karena orang orang yang tidak menyukainya akan segera masuk kesana.
.
.
.
sedangkan di tempat lain.
Ben dan Hakai tengah mengambil buah mangga, mereka di suruh oleh seorang guru sihir untuk mengambilnya dua atau tiga mangga. selesai dari sana mereka langsung pergi dengan teleportasi, sesudah memberikan mangga tersebut mereka kembali bertemu dengan lainnya.
"kalian lama sekali?" ucap Steve
"maaf, lagian mangga itu susah sekali untuk di ambil" ucap Ben
"benar, batang batang dan daun daunnya melindungi buah yang ingin kita ambil, menyusahkan saja" ucap Hakai kesal.
"sudah!, kita harus segera melatih diri kita, aku berniat mengajak Glaricia untuk pergi bersama dengan kita ke suatu tempat di kota ini" ucap Daniel pada mereka berempat.
__ADS_1
"kau tidak khawatir?, maksud ku, kita harus melewati hutan. bagaimana bisa jika kita tidak bisa melewatinya?" ucap Terry yang memang selalu khawatir akan sekitarnya.
"kau melihat sesuatu Terry?" tanya Daniel dengan sambil menenangkan Terry yang sedikit ketakutan.
"entahlah, aku hanya merasa disana akan sangat bahaya hari ini, aku hanya melihat kita akan terkapar tidak berdaya di hutan sana" ucap Terry pada mereka berempat.
Glaricia yang melihat mereka berkumpul akhirnya dia datangi dan mengageti mereka semua "dor" kagetnya, tapi tidak ada yang kaget terhadapnya, semuanya sedang serius memikirkan sesuatu.
"hey kalian kenapa?" tanya Glaricia pada mereka semua.
"tadinya kami ingin keluar dari sekolah ini, karena sekolah juga akan segera di liburkan sementara, jadi kita akan menginap di sebuah rumah di kota Northwest ini" ucap Hakai pada Glaricia
"apa disini ada kota?" tanyanya pada mereka berempat, dan pertanyaannya itu di angguki oleh mereka berlima.
"lalu kalian disini sedang apa?, kenapa semuanya seperti sedang memikirkan suatu cara?" tanyanya lagi.
"kami ingin melewati hutan itu, karena arah dari hutan itu lebih dekat menuju kota yang kita tuju" ucap Ben
Glaricia yang mendengar hanya menganggukkan kepalanya saja, tanda bahwa dia paham dengan ucapan Terry tadi.
"tentu saja kalian tidak bisa" kata Glaricia
"kenapa?"
"karena di pagi hari hingga jam 4 sore, hutan itu akan di penuhi gas beracun dari tubuh Troll, sedangkan malam hari Gas itu akan hilang dan Troll akan berkeliaran, jika orang yang tidak memiliki sihir kuat mereka tidak akan bisa melawan para Troll itu, tapi jika kalian bisa melawannya" ucapnya panjang lebar, tak lupa senyum saat bicara.
"tapi jika kalian ingin melewati itu tanpa melawan, buat umpan daging dan taruhlah racun di setiap daging itu, para Troll akan memakannya dan pingsan" ucapnya dengan hati yang senang. senang karena dia pernah melakukannya bersama dengan teman teman wanitanya itu Cyra dan Camelia
"kau pernah melakukannya?" tanya Daniel pada Glaricia
__ADS_1
"tentu!, setiap malam aku pergi ke hutan itu bersama teman teman ku" ucap Glaricia
"untuk apa?" tanya Daniel pada Glaricia
"untuk mencari tanaman rahasia, kami akan membuat ramuan hehe" katanya dengan senang
disana Daniel pun berpikir keras, dan dia menyimpulkan bahwa malam hari lebih aman jika lewat hutan itu.
"baiklah, malam ini kita akan langsung memulai perjalanan kita, tapi kita harus mencari daging kalau bisa babi hutan pun tidak papa, setelahnya Glaricia bisa kah kita meminta ramuan itu?" tanya Daniel pada Glaricia
"tentu, aku akan membuatnya untuk kalian" kata Glaricia
"yasudah aku pergi sekarang" kata Glaricia
dia berjalan melewati lorong lorong kelas dengan kepalanya yang masih berpikir tentang penyihir Dunkelheit.
"bisa saja Tod memberikan gas beracun bagi siapa yang ingin mengambil kotak itu, tapi aku masih bingung?, dia kan bukan malaikat pencabut nyawa, tapi kenapa harus melakukan itu?, sungguh ada ada saja" ucap Glaricia.
yang awalnya dia berjalan perlahan kini sudah berjalan ceria seperti tidak terjadi apa apa terhadap pikirannya.
sedangkan kelima orang tadi pergi ke hutan lain untuk mencari daging babi hutan yang masih sangat segar.
...****************...
...********...
...****************...
...oke sampai sini dulu, like, komen, subscribe...
__ADS_1
...maaf kali Upnya lama hehe...
...semoga kalian suka 💙...