Magic Forest [Hutan Ajaib]

Magic Forest [Hutan Ajaib]
Hari Yang Bahagia [BAB 30]


__ADS_3

saat berada di rumah, Glaricia sebenarnya akan segera mandi, tapi karena ada seseorang yang mengantuk pintu rumahnya dia harus kesana untuk membuka pintu itu dan siapa yang datang sore sore begini.


saat membukanya dia tidak terkejut karena yang datang James lalu dia menyuruh James masuk.


"ada apa?" tanya Glaricia pada James yang sekarang tengah duduk di sofa ruang tamu itu.


mendengar Glaricia bertanya padanya, dia menengok sebentar ke arah Glaricia dan menjawabnya. "aku hanya ingin kemari saja" kata James lalu kembali melihat sekeliling rumah itu.


"kau sebenarnya mencari Zavia kan?" kata Glaricia yang tau gelagat keingin tahuan James. karena sejak saat pulang sekolah James sudah sangat khawatir pada Glaricia, masalahnya dia membawa hantu ke rumahnya, bagaimana mungkin James tidak takut pada hantu itu, dia khawatir karena dia sayang pada Glaricia, dia ingin Glaricia baik-baik saja, apalagi dia sudah menganggap bahwa Glaricia adalah adiknya. karena hal itulah dia khawatir pada Glaricia.


"iyah!!, apa kau baik-baik saja, dia tidak melukai mu kan?" tanya James pada Glaricia, sambil melihat lihat Glaricia bahwa dia tidak di celakai oleh hantu itu.


Glaricia yang mendapat perlakuan itu hanya diam seperti sudah terbiasa dengan sikap James yang seperti itu. "James..." panggilnya dengan nada malas, yah dia malas karena James terus saja melihat-lihat Glaricia.


"kenapa?, ada yang sakit yah?" kata James khawatir, ucapnya sambil menatap mata Glaricia, Glaricia yang di tatap seperti itu terkejut, tapi terkejutnya karena tatapan itu membuat Glaricia sangat waspada, tatapan mata James membuat Glaricia tidak suka, tatapan mata yang besar itu, seperti mengisyaratkan bahwa dia akan menikam mangsanya dengan lahap, seperti itulah pengertian tatapan mata menurut Glaricia.


"menjauhlah!!!" ucap Glaricia sambil mendorong wajah James dari hadapan Glaricia.


"Glaricia ini aku James, maaf kalo aku menakuti mu" kata James, dia berbicara begitu karena melihat gerak gerik Glaricia yang seperti ketakutan, lalu dia perlahan mendekati Glaricia dan mencoba menenangkannya dengan perlahan.


setelah keadaan kembali tenang dia kembali untuk berbicara seperti 'apakah Glaricia baik-baik saja, atau selebihnya'. dan saat itu Glaricia kembali menjawab dengan "James aku baik-baik saja, Zavia juga hantu yang baik, dia hanya ingin bertemu dengan orang yang dia sukai, jadi aku membantunya untuk bertemu orang tersebut, dan sekarang dia kembali tenang karena keinginannya sudah terpenuhi" katanya membuat James mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda bahwa dia mengerti situasinya.


"Jadi kamu udah ngga khawatir lagi kan James?" kata Glaricia pada James yang masih terdiam di sofa itu.


mendengar hal itu James menganggukkan kepalanya dan menjawab "iyah, aku udah ngga khawatir lagi kok, maaf yah" kata James pada Glaricia.

__ADS_1


Glaricia menggelengkan kepalanya, karena James saat itu meminta maaf, bahkan Glaricia tidak tau James salah apa dengannya, bahkan bentuk perhatian itu Glaricia sangat menyukainya, yah dia suka karena James seperti ibunya yang suka khawatir pada Glaricia.


jam 5 sore, ayah Glaricia saat itu baru saja pulang dan di sambut senang oleh Glaricia, karena baru kali ini ayahnya pulang lebih awal, padahal biasanya dia pulang sangat larut.


"ayah tumben pulang awal?" Tanya Glaricia pada sang ayah yang sedang menaruh sepatu di rak sepatu tentunya.


"besok ayah harus pergi dengan anggota tim perusahaan ayah keluar kota, jadi hari ini ayah harus segera bersiap-siap untuk membawa beberapa pakaian dan juga alat lainnya" katanya sambil membereskan jaket yang dia pakai itu.


"ayah akan pergi?" tanya Glaricia sambil membuat wajah sedih tapi terlihat imut, bahkan saat itu James merasa malu sendiri melihat wajah Glaricia.


"maaf sayang, ayah juga sudah berbicara pada ibumu, dan lagi disini ada James yang akan menemani mu kan?" katanya membuat Glaricia menengok ke arah James yang masih duduk di sofa ruang tamu.


"itu berbeda, tapi tidak apa jika ayah pergi untuk bekerja, kalo emang ibu ngga menghalangi" katanya sambil tersenyum di akhir kalimatnya itu.


ayah Glaricia ikut tersenyum kecil dengan tulus kemudian mengusap ujung kepala Glaricia dengan lembut, Glaricia seperti mendapat kehangatan saat itu, tapi sayangnya perisainya akan segera pergi untuk sementara, jadi dia tidak akan memiliki perisai sejati di sekitarnya kecuali dirinya sendiri.


"padahal beberapa hari lagi hari natal" ucapnya sedih, membuat ayahnya langsung berbalik badan dan memeluk Glaricia dengan kuat dan terus menerus meminta maaf pada Glaricia.


"maaf sayang, pekerjaan ayah tidak bisa di tunda" katanya terus memeluk sambil menciumi bagian wajah Glaricia dengan lembut.


James yang melihat itu merasa sedih juga, karena Glaricia akan pergi di tinggal ayahnya, yah dia sedih karena dia juga tau bagaimana rasanya di tinggal orang tua yang sangat sangat kita sayangi ini.


"tidak apa Glaricia, malam natal nanti aku akan datang ke rumah mu untuk merayakannya bersama dengan mu dan juga ibu mu" katanya tak lupa untuk memberikan sebuah senyuman di wajahnya.


"denga itu Cia?" kata ayahnya dengan lembut, lalu membuat Glaricia menganggukkan kepalanya dengan pelan, tanda bahwa dia paham akan perkataan barusan itu.

__ADS_1


selesai berbicara dengan anaknya dia pergi ke kamarnya dan segera mandi, sedang James masih disana dengan di temani Glaricia yang diam saja.


"maaf kalo aku salah kata yah Glaricia?" kata James hanya memandang kedepan tanpa menatap Glaricia.


Glaricia saat itu kembali menatap James yang dimana James hanya memandang ke depan saja, terlihat disana senyum manis Glaricia saat melihat wajah James kemudian dia kembali ke sikap awalnya diam dan berbicara pada James.


"aku kan sudah bilang, kakak ngga perlu minta maaf, aku senang kakak khawatir pada Cia?" katanya lalu menengok ke arah James yang terkejut, dan hal itu membuat Glaricia ikut menatapnya dengan tatapan heran.


"kakak?" kata James menatap Glaricia


"iyah kakak?, bukan kah kau menganggap ku sebagai adik mu James?" tanya Glaricia dan hal itu membuat James tersenyum senang dan saking senangnya dia memeluk Glaricia seperti memeluk seorang adik yang sudah lama tak ada dalam dekapannya itu.


"makasih Cia" katanya sambil memeluk Glaricia dari samping.


"sama-sama" kata Glaricia lalu memegang lengan James yang memeluk tubuhnya itu, dan mereka disana dalam keadaan begitu bahagia, begitu juga dengan ayahnya yang mendengar percakapan anaknya itu dengan James temannya.


hari itu Glaricia lewatkan dengan lelah tapi bahagia, begitu terlihat di wajah dan ekspresinya, karena sejak tadi dia terus tersenyum bahagia saat setelah kembali dari pondok kelima temannya itu.


...****************...


...*********...


...****************...


...oke sampai sini dulu semoga kalian suka sama ceritanya....

__ADS_1


...please like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca...


...makasih buat kalian yang udah baca+like yah, love yu Guys💙...


__ADS_2