![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
setelah mereka selesai makan, biasanya mereka berlima akan melakukan kebiasaan untuk memulihkan energi sihir mereka, tapi karena ada Glaricia, mereka harus menahannya untuk kali ini. bukannya kenapa, hanya saja mereka masih takut jika Glaricia ini bukanlah manusia yang tepat untuk membantu mereka, tapi dua di antara mereka percaya, yaitu Terry dan Ben, dimana Terry bisa melihat masa depan jika ada Glaricia dan masa lalu. kekuatan mata yang dia punya adalah memperlihatkan masa lalu dan masa depan, tapi tak sepenuhnya dia lihat, karena memang batas dari masa depan hanya berjarak 5 hari dari hari tersebut, jadi tidak sepenuhnya bisa dia lihat.
sedang Ben percaya jika Glaricia dapat membantu mereka, karena Ben sudah sangat percaya dan dia sangat dekat dengan Glaricia. sejak dia bertemu pertama kalinya dengan Glaricia dia sangat menyukai Glaricia, karena dia perempuan pertama yang Ben kenal dalam umur hidupnya, mungkin ini terbilang labil jika Ben menyukai Glaricia, masalahnya mereka masih kecil, mungkin Ben hanya merasa bahwa dia hanya kagum pada Glaricia. dan mungkin dari kepercayaan dirinya yang satu inilah membuatnya percaya bahwa Glaricia adalah sosok Dewi penyelamat suku Alni dari bangsa Orny.
.
.
.
di ruang tamu itu, mereka semua berkumpul entah melakukan apa, yang pasti Ben selalu bersama dengan Glaricia dan Terry selalu bersama dengan Hakai bermain bersama dengan Glaricia dan juga Ben, sedang dua kakak mereka asik melakukan ini dan itu, bahkan mereka membaca sebuah buku cerita yang Glaricia bawa untuk mereka baca jika bosan.
tapi saat itu keheningan antara kedua kakak itu hancur ketika suara teriakan Glaricia yang begitu kencang.
"HAHAHA, kamu kalah lagi Glaricia" kata Ben menunjuk Glaricia, yang menang bermain sambungkata dengan mereka.
"mereka juga kalah!" kata Glaricia teriak sedikit, dan menunjuk Terry dan Hakai. sedang mereka berdua hanya terdiam saja melihat kemenangan Ben dalam permainan tersebut, dimana dia sedang bertengkar dengan Glaricia, pasalnya Glaricia tidak suka dengan kekalahan apalagi ini sudah ke tiga kalinya dia bermain bersama mereka.
"KAMU CURANG, KAMU CURANG!!" teriaknya, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ben dengan tenaga kecilnya itu. lalu akhirnya menyerah karena kelelahan menggoyang-goyangkan tubuh Ben yang begitu berat.
sedang Ben, Terry dan Hakai hanya tertawa saja melihat tingkah Glaricia yang lucu itu, di situ ternyata mereka lebih senang jika bermain bersama, rasanya rasa canggung tidak pernah muncul di antara mereka, jika mereka bermain bersama seperti ini.
__ADS_1
sedang kedua kakak itu masih sibuk membaca buku cerita yang Glaricia bawa itu. sampai pada akhirnya Stave membuka suara sambil melontarkan sebuah pertanyaan pada Daniel.
"aku tidak tau jika kau memiliki teman manusia?, dan lagi~ kenapa kau tidak membicarakannya padaku?, ah maksud ku yah, setidaknya aku sebagai adik mu tahu tentang mu, agar aku bisa menyelamatkan mu nantinya" kata Steve sambil membaca buku yang dia pegang itu, terkadang dia sedikit melihat Daniel lalu kembali membaca buku ceritanya.
Daniel yang mendengar itu hanya diam menatap buku yang dia baca, dia mengambil nafas panjang dan mengatakan sesuatu kepada Steve.
"bukan aku tidak ingin memberi tahu mu, aku hanya...." katanya terhenti, dan saat itu Steve menutup buku ceritanya dan memandangi Daniel yang terdiam tidak melanjutkan perkataannya.
"ada apa? apa ini rahasia mu, yang dimana tidak ingin kau bongkar... tenang saja, jika memang kamu menyukainya, itu tidak apa, itu bukan masalah bagi ku, apa ada rahasia lain yang kau sembunyikan Daniel?" katanya dengan lembut, meski begitu mereka tahu bahwa Steve sedang marah, dan marahnya dia adalah berlaku lembut dan setelahnya membuat orang ketar ketir ketakutan dengan dia membanting barang-barang, dan suaranya yang meninggi.
"tak ada rahasia lagi sekarang,.... eummn dan aku benar-benar minta maaf untuk hal ini" kata Daniel tidak enak, dia terus saja mengusap tengkuk kepalanya itu dengan tangan kanannya, dan berakhir dengan menatap tatapan tajam mata Steve.
Steve disana hanya memandang dingin Daniel dan berusaha yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja, atau dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa Daniel tidak berbohong. dan setelah yakin dia mulai menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas permintaan maaf Daniel.
mereka yang mendengar tadi hanya diam dan menatap Daniel, sedang Glaricia mendekati Daniel dan mencoba berbicara dengannya.
"kau masih memikirkan Zavi, Daniel?" kata Glaricia yang sekarang dia sedang duduk di depan Daniel. dia (Daniel) menatap Glaricia lekat dan berbicara padanya, meski awalnya dia tidak suka berbicara pada Glaricia.., tapi sekarang berbeda.
"eum, aku masih memikirkannya.." kata Daniel lalu melihat atap langit rumahnya itu.
Glaricia yang melihat itu hanya tersenyum kecil. "eum.. aku pernah dengar dari ibuku tentang perasaan menyukai seseorang, dan sepertinya kamu memang menyukai Zavia, tapi kenapa? setelah kau membunuh mereka, kau malah menjauh dari Zavia?" kata Glaricia.
__ADS_1
mendengar hal itu Daniel menjawabnya. "aku takut Zavia akan membenci ku, jadi setelahnya aku menghilang dan ternyata dia meninggal karena kebakaran rumah" mendengar hal itu Glaricia hanya tertawa kecil. sedang Daniel yang melihatnya malah kesal.
"kau lucu Daniel haha, ... padahal kan, kamu belum tau apakah Zavia membenci mu atau tidak?" katanya, membuat Daniel merasa menyesal atas apa yang dia lakukan.
melihat Daniel yang murung, Glaricia langsung berkata dengan lembut dan mengakhiri obrolan mereka saat itu.
"eeuuhh, yah mau bagaimanapun juga, Zavia sudah bertemu dengan mu dan kamu juga sudah bertemu dengannya, perpisahan kalian tidak sia-sia, di akhir kesempatannya dia akhirnya bisa jujur tentang perasaannya pada mu, seharusnya kau senang bukan Daniel?" setelah dia berkata seperti itu, Daniel menjawab dengan sebuah anggukan dan senyuman dimana itu benar-benar terlihat sangat berbeda dari Daniel yang biasanya.
setelah itu Glaricia memeluk Daniel dengan lembut dan Daniel membalas pelukan Glaricia dan dia kembali tenang, sedang Ben langsung mencoba memisahkan pelukan Glaricia dan Daniel itu dan berkata "Sudah!, jangan terlalu lama kalian berpelukan, tidak boleh!" katanya lalu kembali duduk di dekat mereka, dan yang lainnya hanya tertawa dengan tingkah Ben yang seperti itu.
"terimakasih, karena mu aku menjadi tenang kembali" katanya kemudian kembali membaca buku cerita yang dia pegang itu. Sedang Glaricia hanya terdiam dan senyum senang.
sedang Steve yang dari jauh tersenyum senang dengan kondisi kakaknya yang sudah membaik itu, lalu dia kembali menuju kamarnya untuk beristirahat dengan tenang.
...****************...
...*********...
...****************...
...oke sampai sini, semoga kalian suka ceritanya yah...
__ADS_1
...like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca...
...love Yu guys, makasih buat yang udah Like+komen ini cerita, 💙...