Magic Forest [Hutan Ajaib]

Magic Forest [Hutan Ajaib]
Bermain dengan James [BAB 22]


__ADS_3

saat sore James datang ke rumah Glaricia dia ingin bermain bersama dengan Glaricia, karena teman-teman lelakinya belum menyelesaikan pekerjaan rumah jadi James memilih bermain bersama Glaricia toh dia sudah selesai dengan pekerjaan rumahnya.


di rumah Glaricia.


"aku kira ibu bekerja?" tanya Glaricia sambil memakan sebuah snack di tangannya itu, sambil memainkan sebuah alat gambar di mejanya dan sambil memikirkan sesuatu "apa yang akan aku gambar?" seperti itulah yang dia katakan dalam hatinya. tak lama pintu rumah di ketuk dari luar, Glaricia yang mendengar itu langsung membukanya.


"oh James, ada apa?" tanya Glaricia karena James datang, meski biasanya datang tapi akhir akhir ini dia lebih sering bermain bersama dengan teman prianya dari pada dengan Glaricia, karena menurutnya lebih asik bersama dengan teman prianya karena sering bermain dilapangan luas yang dekat dengan rumah warga.


"aku ingin bermain bersama mu, mereka semua belum selesai mengerjakan pekerjaan rumah, dan ibu mereka memarahi mereka jadi aku tidak bisa bermain dengan mereka selain dengan mu siapa lagi teman ku? tidak ada kan?" kata James yang masih berdiri disana dan Glaricia yang terus memperhatikan James, lalu akhirnya dia menyuruh masuk James.


di dalam bukannya bermain tapi Glaricia hanyut dalam pikirannya tentang keinginan bermain bersama Ben, Terry, Hakai, Daniel, dan juga Steve, hanya saja karena ibunya tidak bekerja jadi dia tidak bisa pergi bermain ke hutan bersama dengan mereka berlima.


"Glaricia~" panggil ibunya yang membawakan beberapa makanan untuk mereka makan, saat namanya di panggil Glaricia langsung menjawabnya dengan "yah~" dan tatapannya terus menatap ke arah ibunya berjalan. saat telah sampai di mana mereka berdua berada Gloria ibu Glaricia duduk di sofa ruang tamu itu dan menanyakan sesuatu pada Glaricia.


"selama ibu tidak ada, apa kamu kesepian sayang?" tanyanya pada Glaricia yang sedang membuat bangunan dari balok yang dimana James juga sedang memainkannya. pertanyaan ibunya dia jawab dengan sebuah gelengan dan kata "tidak" tapi dia masih tetap fokus dengan membuat bangunan balok itu.

__ADS_1


"lalu apa yang kamu lakukan di rumah?, James juga sepertinya jarang datang kemari, lalu saat kau bermain hingga sore hari itu kau bermain di mana?" katanya, mungkin ibunya sudah mulai sedikit curiga pada Glaricia, karena setahunya dia ngga akan bermain selarut itu dan juga meski dia bermain bersama James mungkin James atau ayahnya akan mengantarnya tapi saat itu tidak, dan bahkan saat pulang bajunya pasti selalu kotor hanya di bagian bawah saja, Glaricia sangat suka mengenakan sebuah gaun atau dress yang panjang, karena dia selalu ingin menjadi seorang putri rubah yang cantik dan di kagumi banyak orang.


dari pertanyaan ibunya dia jawab dengan santai sampai ibunya tidak menyadari bahwa Glaricia berbohong dalam perkataannya, dia juga berpikir jika dia menjawab jujur sepertinya dia tidak akan di biarkan pergi dari rumahnya lagi, jadi mau tidak mau dia harus berkata bohong kali ini.


"aku di rumah melakukan permainan, membaca buku cerita, atau yang lainnya, eumm kalau waktu sore itu aku bermain dengan Emberd, karena saat mau pulang kan hujan jadi aku bersamanya di rumahnya" kata Glaricia yang membuat ibunya itu yakin, karena selama ini dia tidak pernah berbohong dalam perkataannya. meski untuk kali ini dia berbohong dia selaku berkata dalam hatinya "tuhan maafkan aku, maafkan aku berbohong, aku sungguh minta maaf, maafkan aku telah berbohong tuhan" katanya sambil terus memohon untuk maafnya telah berbohong pada sang ibu.


setelah mendengar ucapan Glaricia ibunya pergi menuju ke dapur dan membereskan sisa sisa piring kotor di tempat cuci piring yang pastinya.


sedang Glaricia masih asik bermain dengan James yang sibuk memakan makanan yang di berikan ibu Glaricia, "aku tidak tau kau bisa berbohong?" kata James dengan suara pelan, hingga hanya terdengar oleh dia dan juga Glaricia saja.


"besok kau janjikan mau membantuku mencari gadis hantu itu?" tanyanya, membuat James terdiam saat mendengarnya. yah James takut pada hantu dia tidak suka pada hantu karena mereka menyeramkan dan selalu membuat orang terkejut akan kehadirannya itu.


"yah aku janji, aku kan pria sejati, aku tidak akan melanggar janji ku pada seorang gadis kecil seperti mu" katanya, sambil memainkan puzzel itu. Glaricia yang melihat itu hanya tertawa kecil membuat James bertanya-tanya kenapa dia tertawa begitu.


"jika kau takut katakan saja James, aku tidak memaksa mu" kata Glaricia membuat pipi James memerah karena malu.

__ADS_1


"tapi tenang saja, aku akan di depan mu, aku hanya perlu teman untuk memastikannya saja" katanya lalu kembali memainkan bongkahan balok yang berjaruhan itu.


selesai bermain, jam sudah menunjukkan pukul 5:53 matahari sudah mulai terbenam dan langit sore akan di gantikan dengan langit malam yang gelap cerah dengan kelap-kelip bintang di langit dan juga full moon yang cahayanya begitu indah di pandang oleh mata. malam hari ini malam yang indah bagi mereka semua begitu juga Glaricia tapi sayang dia tidak bisa bertemu dengan mereka berlima dulu, karena sang ibu ada dirumah dia takut akan di marahi dan di larang pergi ke hutan.


...****************...


...**********...


...****************...


...oke sampai sini. semoga kalian suka sama ceritanya...


...like, komen, subscribe, vote sama sahre juga yah biar banyak yang baca...


...makasih buat kalian yang udah baca+komen 💙 love blue buat kalian...

__ADS_1


...terimakasih 🤗...


__ADS_2