![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
pagi telah tiba, Glaricia masih tertidur di atas ranjang kayunya itu, sedang Annesa sudah bersiap siap untuk ke bawah dan pergi mencari beberapa bahan dasar makanan.
di luar sana dia bertemu dengan Ben yang baru saja bangun dari tidurnya, dia menegangkan otot otot tubuhnya dan cahaya matahari itu membuat Ben terlihat begitu lucu tapi dia juga terlihat begitu tampan.
Annesa benar-benar tidak bisa berkata apa apa lagi pada Ben yang di pagi hari, dia begitu mengangguminya, sangat kagum hingga matanya tidak bisa teralihkan dari Ben.
"pagi Annesa" sapa Ben pada Annesa yang masih memandanginya itu, dia merasa bingung dengan Annesa yang seperti itu, kedua alisnya bersatu menandakan bahwa dia sedang bingung dengan gadis yang di hadapannya ini.
"oh yah, Glaricia sudah bangun belum?, aku mau mengajaknya sebentar, setidaknya dia harus tau kan Hutan Ajaib ini?" kata Ben, dan ucapan itu berhasil membuat Annesa kembali menggunakan wajah dingin.
tapi Annesa bukannya menjawab pertanyaan Ben dia malah melontarkan pertanyaan lain.
"Ben. kau menyukai Glaricia kan?" tanyanya, pertanyaan itu membuat Ben melotot, dia terkejut sebab tak habis pikirnya, sungguh!! bahkan Ben saja tidak tau rasa cinta itu seperti apa, yang dia rasakan pada Glaricia hanya rasa sayang sebagai teman, dan tidak ingin kehilangan Glaricia, dia hanya ingin Glaricia bahagia, dan terkadang memang selalu ingin Glaricia bersamanya selama nya, tapi dia sadar Glaricia tidak mungkin menginginkan hal yang sama dengannya.
"haha pertanyaan mu ada ada saja Annesa" kata Ben berkata di sela ucapannya itu, Annesa merasa bahwa Ben menyukai Glaricia tapi dia belum menyadarinya, karena memang sejak kecil Ben tidak pernah di ajarkan bagaimana mencintai seseorang, ibu Annesa yang tadinya mengangkat Ben sebagai anaknya tiba-tiba sang kakek tidak membiarkan itu terjadi, alhasil Ben tidak memiliki keluarga hingga saat dia berumur 14 tahun masa kanak kanak suku Alni dia di adopsi oleh kakeknya.
"sepertinya dia masih tidur yah, aku akan membangunkannya, aku masuk ke kamar mu yah Nesa" kata Ben, langsung pergi dari hadapan Annesa menuju kamar Annesa untuk membangunkan Glaricia yang masih tertidur lelap.
melihat itu tentu membuat diri Annesa kesal, dia langsung berjalan dengan kesalnya menuju ke bawah rumah pohonnya itu.
sedang di kamar, Ben berusaha membangunkan Glaricia dengan menoel-noel pipinya itu, si pemilik pipi temebem itu hanya menggeliat kecil dan mengubah posisi tidurnya, dan hal itu tidak membuat Ben jera sedikit pun untuk membangunkan Glaricia.
"hihihi lucu sekali dia, menggemaskan" kata Ben sambil memainkan pipi temebem Glaricia, si pemilik pipi itu merasa terganggu dengan cubitan cubitan kecil di pipinya, lalu dia membuka matanya dan terdapat Ben yang tengah tersenyum menutup matanya itu, tapi masih dengan jari telunjuk yang menoel-noel pipi Glaricia
"Ben?" panggil Glaricia, si pemilik nama terkejut dengan panggilan itu, dia langsung melihat ke arah Glaricia dan terlihat disana dia sudah bangun dari tidurnya, tatapannya begitu tajam menatap Ben, disana Ben merasa takut akan tatapan itu, tapi dia mencoba tersenyum kala Glaricia melemparkan tatapan kesal, marah, tajam, dan mengintimidasi itu.
"apa yang kau lakukan disini?" tanya Glaricia, dan saat itu Ben bangun dari duduknya menjadi berdiri.
"aku ingin membangunkan mu, saja ingin mengajak mu jalan jalan pagi, kebetulan pagi ini matahari begitu indah cahayanya sangat bagus untuk tubuh mu" kata Ben lalu menarik Glaricia hingga dia bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"kau mengganggu Ben, padahal aku enak sedang tidur juga, aku lagi kau istirahat nih soalnya" kata Glaricia masih dengan mengerjapkan matanya yang masih berat untuk terbuka itu.
"sudah, kamu mandi dulu sana setelah itu baru pergi keluar dengan ku, oh yah bagaimana pakaian mu, kau ingin terus memakai pakaian itu?" tanya Ben pada Glaricia, yang di tanyai hanya menatap pakaiannya dan tidak ada yang salah lalu dia menganggukkan bahwa dia akan memakai pakaian itu lagi.
"tidak bisa, kamu harus mengganti pakaian mu, ini kotor dan bau tau!!" kata Ben dengan menutup hidung nya, tapi sebagai bahan candaan saja.
"coba cium nih" menyodorkan baju di bagian ketiaknya pada Ben, disana tentu saja Ben mengelak, setelahnya mereka tertawa bahagia, seperti candaan tadi membuat mereka semakin lengket, bahkan sebenarnya Glaricia sudah sangat nyaman akan hal yang terjadi di antara mereka berdua. tapi Glaricia menganggapnya sebagai sahabat terbaiknya selain James.
"aku akan pakai ini, karena nanti juga aku bakal pulang dan mandi kembali rumah ku" kaya Glaricia, sukses perkataan itu membuat wajah Ben sedih. alwalnya Glaricia tidak menyadari hal itu, karena dia sudah berjalan lebih dulu dari Ben, tapi saat dia merasakan bahwa Ben tidak di sampingnya dia langsung melihat ke belakang, disana ada Ben yang tengah bersedih entah karena apa Glaricia tidak tahu.
"Ben kenapa?" tanya Glaricia sambil berjalan cepat menghampiri Ben.
"tidak ada!!" kata Ben kesal saat melihat wajah Glaricia yang khawatir padanya.
"tidak ada apanya, tadi kau tiba-tiba menangis, kamu selalu saja membuat ku khawatir, tidak bisakah kamu jangan seperti ini, aku benar benar khawatir Bennn" kata Glaricia kesal, tapi dia mencoba berbicara dengan lembut.
"tapi aku harus berangkat sekolah, aku juga ngga mau membuat ibuku khawatir, aku kan anak satu satunya ibuku, lain kali jika aku ada waktu aku akan bermain kembali di hutan ajaib bersama kalian oke" kata Glaricia masih dengan memeluk Ben, dia merasa bahwa Ben sudah tenang dengan perkataannya tadi, jadi dia melepaskan pelukkannya itu dan memandang Ben dengan penuh rasa kasih sayang dan kelembutan.
"Glaricia?" panggilnya
"eum? kenapa?" katanya, yang tidak tau apa mau Ben padanya, tapi dia terus memandangi Ben.
"bisakah kau eumm... menyentuh bibir ku dengan bibir mu, seperti yang kau lakukan dulu padaku, agar aku kembali tenang" kata Ben, penuh rasa keinginan tapi dia juga malu dan merasa tidak enak pada Glaricia, tapi dia selalu merasa kala itu dia seperti sangat tengah disaat bibir Glaricia menyentuh bibirnya.
disana Glaricia yang awalnya menatap Ben sekarang dia menggerakkan bola matanya zig-zag lalu menatap arah bawah mengerjapkan matanya membuang napas berat, lalu kembali mengangkat kepalanya menghadap Ben. lengan kanannya ia tempatkan di belakang leher Ben dan menariknya agar dia bisa mencapai bibir Ben dan setelahnya dia mencium Ben sekilas dan langsung melepaskannya.
"aku tidak akan melakukan hal yang sama saat sudah usia remaja, jika kau ingin tenang kembali rasakan di hati mu, jadi hal ini tidak akan terulang" kata Glaricia lalu pergi dari sana dengan di sampingnya Ben yang mengajaknya bicara.
"tapi kenapa?, aku menyukainya!" kata Ben dengan senang
__ADS_1
sedang Glaricia hanya menggelengkan kepalanya "tidak Ben, hal seperti itu akan jauh berbeda jika aku sudah menginjak usia remaja, jadi aku..." kata Glaricia berhenti saat itu juga.
"Glaricia?" panggil Ben, dia mencegah Glaricia berjalan dan sekarang dia berada di hadapan Glaricia dan begitu pun Glaricia berada di hadapan Ben
"apa kau menyukai ku?" tanya Ben yang membuat Glaricia terkejut, dia terkejut karena Ben tiba-tiba bertanya seperti itu, dia bingung ingin menjawab seperti apa, tapi dia juga tidak tau dia suka atau bagaimana pada Ben, dia masih anak anak belum dewasa tapi kenapa seperti ini.
"jawab Cia?!" kata Ben menggoyang-goyangkan tubuh Glaricia
"tidak, aku tidak menyukai mu" kata Glaricia dengan pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Ben
"benarkah?, aku juga tidak tahu aku menyukai mu atau tidak, aku hanya sayang pada Glaricia karena kamu teman manusia satu satunya" katanya lalu wajahnya kembali senang dan tersenyum manis pada Glaricia, Glaricia juga begitu dia tersenyum disaat melihat wajah bahagia Ben
"sudahlah, kita habiskan waktu pagi ini dengan cepat dan segera setelahnya aku harus pulang ke rumah" kata Glaricia, menarik tangan Ben dari sana untuk pergi ketempat yang Ben tuju.
sedang di sisi lain, Terry tengah melihat mereka berdua dengan tatapan tajamnya.
"jangan sampai kalian saling mencintai, aku tidak akan sangat setuju" katanya lalu pergi dari sana menuju tempat kegemarannya.
...****************...
...*******...
...****************...
...oke sampai sini, semoga kalian suka sama ceritanya...
...please like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca book ini...
...makasih buat kalian yang udah baca ceritanya, love yu guys 💙...
__ADS_1