![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
saat berada di bawah rumah pohon mereka melihat Hakai dan Steve baru saja kembali dari laut, mereka membawa banyak sekali ikan dan beberapa kerang di sana.
"oh kalian" kata Steve pada Ben dan Glaricia.
yang di sapa pun ikut menjawab "hai kak" kata Ben "hai" kata Glaricia, lalu mereka melihat hasil tangkapan Hakai dan Steve disana, begitu terkejut sungguh itu sangat banyak sekali, seperti terlihat mustahil jika menangkap sebanyak itu.
"kalian memang hebat yah dalam menangkap ikan" kata Ben dengan gembira sambil memuji kedua orang disana.
"heh tentu, ini kan aku Steve si raja pemburu" katanya membanggakan diri.
"haah jika di puji saja sudah begitu, aku bingung dengan mu kak, padahal semalam saja merasa bahwa tidak berguna, bercerita padaku sambil menangis" kata Hakai sambil mengejek Steve yang berada di sampingnya.
"kenapa dia?" kata Ben penasaran
"dia bilang dia tidak bisa membantu kak Daniel, dia seperti beban di atas ikatan tali persaudaraan ini, kau tau kan kita lahir dari ibu yang berbeda dan di adopsi oleh kakek di waktu yang berbeda, kakek kan lebih awal mengadopsi kak Daniel, lalu kak Steve, kamu, Terry setelah itu aku, nah karena itu dia merasa bersalah karena tidak bisa membantu kak Daniel" katanya panjang lebar, tapi di setiap ucapannya selalu ada ejekan di mulutnya untuk Steve, Glaricia yang ada di sana harus tersenyum melihat kelakukan mereka itu, lucu yah mereka sangat lucu. jika kalian lihat lagi telinga kucing Steve sekarang tengah bergerak ke bawah menahan malu dia.
"haha yasudah kalo gitu aku pergi dulu yah" kata Ben hampir beranjak dari sana tapi di hentikan oleh Steve
"mau kemana?" katanya bertanya dengan suara besar, dan hal itu membuat Hakai, Glaricia dan Ben terkejut
"main sama Glaricia, aku mau ngenalin hutan ini ke dia" katanya sambil menatap mata Steve
"jangan lama lama, saat matahari sudah naik langsung kembali dan makan" kata Steve lalu di jawab dengan sebuah anggukan kepala dari Glaricia dan juga Ben.
mereka berjalan menyusuri perkampungan suku Alni disana banyak sekali pepohonan yang tidak pernah di tebang, Glaricia sedikit suka, tapi ini terlihat sangat lebat, dia hanya berpikir apakah ini tidak akan jatuh? yah seperti itulah yang dia pikirkan.
saat itu ada seorang ada seorang anak kecil, lebih kecil dari mereka berdua karena umur Ben sudah berada jangka masa remaja dan Glaricia juga sebentar lagi sebenarnya dia akan lulus sekolah dasar dan akan berada di kursi SMP dan akan berumur 12 tahun.
anak kecil itu terus melihat Glaricia dengan wajah bingung, Glaricia yang di tatap bingung pun ikut bingung, masalahnya kenapa dia menatap Glaricia seperti itu apa ada yang salah.
Ben yang melihat itu, langsung melihat Glaricia disana dia sedikit tertawa melihat Glaricia entah apa yang lucu dari Glaricia hingga membuat dia tertawa.
__ADS_1
"Glaricia aku tau kenapa anak tadi menatap mu bingung" kata Ben masih tertawa terkekeh kekeh
"hah? kenapa?" kata Glaricia
"ada kotoran burung di rambut mu" kata Ben lalu tertawa kesenangan melihat Glaricia yang seperti itu.
"iiihhhh haahh terus gimana dong~" kata Glaricia merengek ingin membersihkannya
"sini ikut aku" menarik Glaricia menuju sebuah pantai dengan pasir putih yang begitu indah dan laut yang begitu biru, Glaricia bukannya langsung membersihkan kepalanya itu dia malah melihat kekaguman laut dulu, terlihat sekali bahwa mulutnya sekarang sedang membuka lebar saat melihat pemandangan itu.
"kau tidak ingin membersihkan nya" kata Ben lalu membuat Glaricia sadar dengan apa yang terjadi sebelumnya, yah dia kesini bertujuan untuk membersihkan kepalanya tapi malah mengagumi laut itu dulu.
"bantuin dong~" katanya, Ben yang tadi hanya menatap akhirnya dia memilih untuk membantu Glaricia
disana mereka tidak berbicara sedikit pun sampai Ben bertanya sesuatu pada Glaricia
"eum Glaricia? aku mau nanya sesuatu boleh?" kata Ben sedikit ada keraguan di perkataannya.
Glaricia hanya menganggukkan kepalanya, lalu Ben bertanya sambil membersihkan rambut Glaricia
"aku juga tidak tahu, mungkin akan aku jawab nanti jika aku sudah berumur 16 tahun kau tunggu saja" kata Glaricia dengan terbilang santai, yah santai sih tapi dia tidak tau kenapa jantungnya malah berdetak begitu kencang.
"sudah?" kata Glaricia, karena dia tidak tahu apakah itu sudah bersih atau tidak.
"sudah, ini sudah bersih.. eummm tapi rambut mu basah, tidak apa?" kata Ben merasa takut bahwa Glaricia tidak nyaman jika rambutnya basah sedikit.
"ngga papa, nanti juga bakal kering kok, yaudah yuk mau kemana sekarang" kata Glaricia mengajak Ben yang terus memandangi Glaricia
"a-ada apa? Ben?" kata Glaricia malu karena di tatap Ben dengan mata tajam tapi lembut itu.
di sela sela pertanyaan Glaricia bukannya dia jawab dia malah tersenyum kecil seperti sedang menemukan mangsa "kau cantik Cia" kata Ben, Boom kata itu seperti sebuah ledakan bagi Glaricia, baru kali ini ada seseorang yang bilang dia cantik selain ibunya Bahkan James saja belum pernah bilang dia cantik eits atau dia sudah pernah bilang.
__ADS_1
"makasih" dengan malunya Glaricia menjawab seperti itu, aakhh disini Glaricia benar benar malu jantungnya sudah sangat berdetak kencang, Ben apa yang kau lakukan pada Glaricia, lihat pipinya begitu merah merona seperti tomat matang yang sudah harus di petik, akkh siapa saja tolong diaaa..
"sudah yuk, aku mau kenalin tempat bermain ku dulu setelah itu kita jalan jalan menyusuri hutan" kata Ben dan di jawab dengan sebuah anggukan kepala oleh Glaricia
.
.
.
di sela perjalanan mereka menuju tempat bermain Ben, tiba-tiba Glaricia bertanya "apa penyihir tidak ada jika pagi atau pun siang hari Ben?" pertanyaan itu membuat Ben langsung menoleh ke arah Glaricia
"eum soal itu aku juga tidak tau, tapi yang pasti mereka sangat suka malam hari, kami juga karena malam itu cuaca yang bagus dengan angin yang sejuk" katanya lalu di angguki sebuah anggukan kepala oleh Glaricia
"oohh jadi semalam tadi, mereka masih keluar karena suka dengan cuaca malam hari, tapi apa mereka tidak takut jika penyihir datang kembali" tanyanya
"sebenarnya kami keluar juga untuk berjaga jaga, kak Daniel juga semalam itu berurusan dengan kepala suku yang lainnya, mereka juga mendapat serangan dari para penyihir, karena para penyihir mengirim sebuah pesan, mereka bilang mereka akan memberhentikan untuk tahun ini, karena bulan akan sedikit cepat berakhir, jadi mereka akan menunggu bulan merah dimana yang terjadi setahun sekali dan itu masih cukup jauh, jadi itulah kenapa kami sudah sedikit tenang tapi kami juga waspada akan penyerangan tiba-tiba" kata Ben menceritakan segala kronologi yang terjadi pada Hutan Ajaib ini.
Glaricia yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala saja, sampai sebuah pertanyaan terlontar lagi dari mulutnya.
"Jadi apa boleh mereka keluar?" maksud Glaricia ada teman teman di tempat tinggalnya, dan Ben yang paham akan pertanyaan itu menjawab
"tentu saja tidak boleh, bagaimana jika mereka masih melakukan hal seperti itu?, kita berjaga-jaga dulu saja jika sudah satu bulan baru kalian bisa keluar malam hari" kata Ben, lalu berjalan riang dengan mengayunkan lengan kirinya dan lengan kanan Glaricia yang ikut bergoyang karena masih di genggam dengan Ben itu pun sangat erat, dia seperti tidak mau Glaricia hilang atau kabur.
...****************...
...********...
...****************...
...oke sampai sini dulu, semoga kalian suka sama ceritanya...
__ADS_1
...please like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca makasih...
...dan yah makasih buat yang udah baca atau like Love Yu Guys 💙...