![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
di perjalanan Glaricia selalu kelelahan, dia selalu meminta untuk istirahat, tapi tidak sesering yang kalian kira.
saat itu mereka berhenti di permukiman penduduk suku Ghus, mereka pemilik teringat berbahaya, kebanyakan di antara mereka terlahir seperti hewan buas, meski bisa di bilang satu keturunan dengan Ben dan Steve tetap saja mereka berbeda.
mereka berhenti disana dan sudah mendapatkan izin untuk menginap sementara disana untuk satu malam, kepala suku mereka pun menyetujuinya, dan berakhirlah mereka menginap di salah satu rumah penduduk setempat.
malam hari, Steve keluar untuk mengambil minum di danau yang bersih itu, tak sengaja dia bertemu seorang pria seumuran dengannya tengah duduk disana memandangi pantulan dirinya di dalam air danau itu.
"hey, kau baik-baik saja?" tanya Steve pada Pria itu.
alhasil pria itu menengok ke arah Steve yang baru saja mengambil air di danau itu. tapi dia hanya diam saat memandang Steve yang berada disana.
"aku bertanya padamu.. apa kau baik-baik saja?" katanya sekali lagi, hanya saja dengan nada sedikit kesal.
"aku tidak baik-baik saja" katanya, kemudian dia menatap kembali pantulan dirinya di danau itu.
"kau sedang melihat diri mu atau bulan?" tanya Steve yang kemudian duduk di samping pria itu.
"bukannya aku ingin mengganggu, aku hanya tidak suka jika melihat seseorang tengah bersedih di hadapan ku" katanya sambil menjelaskan dia meminum air yang dia ambil saat itu.
"kamu tidak mengganggu ku juga, aku senang ada seseorang yang menemani ku disini" katanya sambil tersenyum pada Steve
"kau manis yah saat tersenyum, padahal kau seorang singa" kata Steve, meski terdengar bercanda tapi itu benar.
__ADS_1
"haha kau lucu ternyata" katanya
"Jadi sedang apa kau disini?" tanya Steve kembali.
pria itu tidak langsung menjawab, melainkan wajahnya terutama bagian matanya keluar air bening yang disebut air mata itu, memabasahi pipinya yang dingin dan menetes ke air danau itu dan menjadi satu.
"sebenarnya aku sedang menunggu kedatangan kekasihku, dia meninggal saat menjalankan tugas bersama ku, dia wanita yang kuat, aku tidak tau jika dia akan meninggal di saat itu juga" katanya pada Steve, dan Steve selalu siap dimana pun dan kapan pun untuk mendengar keluh kesah seseorang padanya.
karena memang Steve adalah orang yang sangat perhatian, dia juga selalu prihatin terhadap kondisi seseorang, dia lebih suka mendengar kisah seseorang dari pada menceritakan kisahnya sendiri. Steve pernah berada di posisi pria itu alhasil dia mengingat seseorang yang dia sukai, tapi dia pergi saat katanya akan membeli gandum di pasar, tiba tiba kabar datang bahwa kekasihnya meninggal karena kecelakaan.
bukan sembarang kecelakaan yang kalian kira, kekasihnya meninggal karena di serang oleh penyihir kala dia membawa berlian untuk membayar gandum yang dia beli, penyihir mengira bahwa itu adalah sebagian batu dari batu ajaib jadi dia membawa kekasih Steve dan mengikatinya, tapi saat mengetahui bahwa itu hanya batu biasa yang berharga untuk jual beli penyihir itu malah membunuh kekasihnya, karena mereka kesal.
hal itu juga yang memicu kebencian Steve terhadap penyihir, bahkan alasan karena kecelakaan itu dia sungguh kesal, karena Steve berpikir bahwa kekasihnya bisa melawan meski itu sebuah serangan dadakan atau apapun itu.
"aku tahu bagaimana rasanya Bung" katanya menggunakan panggilan yang menurutnya itu sesuai untuk memanggil seorang pria.
"nah Izekiel, aku tau bagaimana perasaan mu, karena aku juga dulu pernah merasakannya, memang siapa nama kekasih mu, sampai sampai kamu terus berada disini memandangi danau" kata Steve
"kekasih ku bernama Mesyats yang berarti Bulan" kayanya lalu menandangi pantulan bulan yang ada di danau itu.
"owh pantas saja kau terus menadangi air danau ini, jadi karena disini ada pantulan bulan dan kau merasa bahwa bulan itu adalah kekasih mu" kata Steve yang terus melihat Izekiel dan pantulan bulan di danau itu.
"yah" katanya lesu
__ADS_1
"eum baiklah, aku tidak akan mengganggu lagi, habiskan waktu mu berbicara pada kekasih mu, tapi kau beruntung dia akan selalu ada setiap malam hari, dan dia selalu menemani malam mu, berbahagialah, dia juga akan tersenyum jika kamu tersenyum" kata Steve, sambil bangun dan memikul pelan punggung Izekiel lalu pergi dari sana.
.
.
.
di rumah mereka tinggal.
"dari mana saja kamu?" Tanya Daniel yang baru saja melihat Steve datang dari arah danau.
"aku habis ambil minum tadi" kata Steve kemudian masuk ke dalam.
Daniel melihat sekeliling lalu masuk kembali, dia khawatir jika adik adiknya kenapa-kenapa, terutama Glaricia, dia selalu berusaha menjaga adik adiknya serta Glaricia agar mereka aman.
dan malam itu pun mereka lalui dengan tenang, dan sunyi nya tempat suku Ghus itu membuat sekitar tempat itu merasa dingin dan menakutkan, jika saja tidak ada lentera lentera itu mungkin akan sangat gelap dan sangat menakutkan, tapi ke lima saudara itu menyukainya, termasuk Glaricia.
...****************...
...******...
...****************...
__ADS_1
...oke sampai sini semoga kalian suka sama ceritanya...
...like, komen, Favorit...