![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
malam harinya, mereka semua sudah bersiap untuk memasuki hutan Troll dengan persiapan matang, dan sudah di rencanakan.
"bagaimana?, kalian sudah menyiapkan semuanya?" tanya Glaricia pada mereka berlima.
"tentu saja, daging dan sihir" ucap Hakai.
"lalu bagaimana dengan mu Glaricia ?" tanya Daniel
"oh aku sudah menyiapkan nya" menunjukkan ramuan itu
"hanya dua botol kecil?" tanya Steve
"eum!, lagian hanya ada dua Troll jadi cukup" kata Glaricia, lalu menaruh ramuan itu di daging besar itu, dan mengoleskannya keseluruh permukaan daging babi itu.
setelah semua persiapan selesai, mereka segera bergegas ke arah hutan itu, tanpa mereka sadari kalau ada seseorang yang terus memperhatikan mereka, seorang guru sihir yang mengetahui bahwa mereka adalah anak anak Suku Alni.
"kalian memang berbeda" ucap guru itu dengan senyum senang, lalu pergi dari sana.
Troll di hutan itu adalah makhluk sihir untuk melindungi Sekolah dari serangan luar, ide Glaricia untuk membuat para troll pingsan sedikit bagus, karena tidak perlu untuk membunuhnya, padahal bisa saja jika dia menghabiskan para Troll itu, dan jalanan itu akan aman.
kalian jangan berpikir bahwa Sekolah Northwest tidak memiliki musuh selain penyihir, tentu saja Sekolah Northwest memiliki musuh selain penyihir, orang orang di kota Norwerth membenci Sekolah sihir ini karena penyebab dari sekolah ini berdampak pada kesuburan kota mereka.
padahal jarak antara kota dan Sekolah sangat lah jauh, hingga mereka tidak bisa dilihat meski pun menggunakan teleskop atau apapun itu.
.
.
.
.
.
sampai di Hutan Troll, mereka langsung menaruh umpan itu di sana dan Glaricia mencari para Troll itu untuk memakannya, sedangkan yang lain bersembunyi untuk tidak di ketahui para Troll itu.
sampai Glaricia bertemu dengan kedua Troll itu, dia mengajak mereka untuk ikut bersamanya, dan sudah melihat daging babi itu Glaricia berhenti dan memberikan daging itu pada Kedua Troll tersebut.
__ADS_1
"hadiah untuk kalian, karena telah menjadi Troll yang baik" ucapnya lalu menunggu para Troll itu memakannya.
.
.
melihat para Troll sibuk memakan makannya, Glaricia dan yang lainnya mengambil kesempatan itu untuk lari dari sana.
mereka berhasil lolos dari kejaran para Troll, dan kini mereka sudah sampai di perbatasan antara hutan dan padang rumput, dimana mereka akan mengambil arah utara untuk menuju kota Norwerth.
.
.
.
.
.
.
"kita bermalam disini" ucap Daniel
Glaricia pun menyiapkan tendanya sendiri, sedangkan teman temannya tidak menyiapkan apapun.
"kalian tidak memakai tenda?" tanya Glaricia
"kami tidak membawanya" ucap Ben
"astaga~, kalian memang tidak memperkirakan akan sejauh mana kota Norwerth?" tanyanya lagi.
"aku kira kota itu tidak terlalu jauh untuk kita tuju" ucap Hakai.
"kami Terry?, bukan kah kau bisa menerawang" tanya nya pada Terry.
"aku tidak bisa seenaknya menerawang hal seperti itu" katanya
__ADS_1
"berarti sihir mu masih lemah, padahal itu akan sangat berguna jika kau terus melatihnya bukan?" ucap Glaricia
"benar, tapi~" kata Terry berhenti berbicara.
"tapi kenapa?" tanya Glaricia, jujur saja selama ini dia tidak tahu apa apa soal mereka berlima, karena mereka selalu berbeda kelas belum lama ini.
"aku mendapatkan air mata darah, dan itu mengurangi kemampuan menerawang ku" kata Terry
"oh astaga, sini aku lihat" kata Glaricia, lalu dia mendekat ke arah Terry dan mengamati mata bintang Terry.
"mata mu baik baik saja, air mata darah menunjukkan sebuah kekuatan besar, mungkin kau bisa melihat kejadian besar di masa depan, atau mungkin malah bencana" katanya
"bencana?" tanya Ben
"bencana untuk orang yang memiliki penglihatan sperti mu, kau bisa menggunakannya, mata bintang ini adalah kutukan bintang, jika kau menggunakan nya maka bintang-bintang akan bereaksi untuk membantu mu, para bintang itu benda sihir yang sulit untuk kita jumpai, belum pernah ada sejarahnya penyihir memiliki sihir bintang kecuali mata mu, jadi itulah kenapa air mata darah bisa memicu kekuatan sihir mu bangkit besar dan memperlihatkan bagaimana kejadian masa depan" katanya
"kau tahu banyak?" tanya Steve
"tentu saja, karena aku kan membaca banyak buku sejarah sihir" kata Glaricia
"oh itu bagus, jadi kau bisa kengetahui segala kekuatan sihir" kata Daniel
"benar" ucapnya penuh percaya diri.
"tapi semakin banyaknya pengetahuan, sihir ku semakin meningkat dan aku berusaha mengontrol nya, karena jika tidak energi ku akan meledak dan di ketahui banyak penyihir yang ingin menyerang suku Alni" katanya.
"yaudah bagaimana pun itu lebih baik kita tidur, aku sudah ngantuk" ucap Ben dengan menguap lebar.
"dia benar" kata Glaricia
yang lain pun setuju untuk segera tidur, agar esok pagi mereka bisa lebih awal bangun dan cepat sampai ke kota Norwerth.
...****************...
...********...
...****************...
__ADS_1
...oke sampai sini dulu semoga kalian suka ceritanya yah, dan maaf juga lama UPAYA...
...like, komen, subscribe...