Magic Forest [Hutan Ajaib]

Magic Forest [Hutan Ajaib]
Kejadian pertama [BAB 35]


__ADS_3

malam hari


Kota Ang di ribut kan dengan para orang tua yang begitu berisik, Glaricia saat itu sedang tertidur pulas, hingga suara teriakan seseorang membuatnya terbangun.


teriakan itu berasal dari luar rumahnya, terlihat di sana begitu banyak orang-orang dewasa keluar rumah mereka, dia tentu tidak tau apa yang telah terjadi, hingga saat dia akan keluar rumah dia mengingat apa yang di katakan Terry padanya hari lalu.


"ingat untuk satu bulan kedepan, jangan pernah keluar rumah di malam hari, karena penyihir akan muncul di malam hari, mereka tidak akan memandang kamu manusia biasa atau bahkan bukan, yang pasti energi yang mereka dapatkan dari darah segar dan organ dalam anak anak, ingatkan ini pada yang lainnya"


hal itulah, yang Glaricia ingat.


flashback


hari itu saat Glaricia telah bertemu dengan Terry dan juga Hakai, dia pulang kerumahnya lalu menaburkan bubuk yang di beri Terry kepadanya itu, seluruh rumah sudah dia taburi bubuk ajaib itu, sisanya dia berikan pada James dan menyuruhnya untuk menaburkannya di sekeliling rumah, dia juga sudah memberitahukan pada James bahwa untuk satu bulan ke depan dia tidak boleh keluar rumah saat malam hari, karena itu terlalu berbahaya.


selain itu Glaricia juga sudah memberi tahukan pada seluruh orang tua di tempat tinggalnya untuk jangan membiarkan anaknya keluar rumah pada saat malam hari, tapi bukankah seharusnya mereka sudah mengetahui hal ini, apalagi mereka sudah tinggal lebih lama dari pada Glaricia di desa Kota Ang ini.


saat dia memperingatkannya, banyak yang percaya dan juga ada yang tidak percaya, bahkan ada seorang ibu yang bilang "hey kamu anak keluarga De Sacy untuk apa saya percaya ucapan mu, kamu itu hanya menghayal tau tidak, mana ada di dunia ini yang namanya penyihir apalagi dia menculik anak heh aneh, apa ayah dan ibu mu tidak mengajarkan tentang kenyataan dalam hidup hah?" tegasnya.


tolonglah ibu, dia ini masih anak anak tidak bisakah anda perlakuan dia dengan baik, tapi dari hal itu Glaricia malah membuang napas dengan kasar, padahal James yang ada disampingnya selalu minta maaf dan maaf, sedang Glaricia disana hanya menatap malas ibu yang tadi menegaskan suaranya pada Glaricia.


"sudah Cia kita kembali yuk" ajak James, karena dia takut Glaricia akan hilang akal lagi, dan itu benar saja.


disana dia langsung berbicara keras pada sosok ibu yang tadi memarahinya.


"hey wanita tua!!, asal anda tau saja, saya tidak seperti yang anda bilang." katanya terdiam.


mendengar ucapan yang di lontarkan dari si Glaricia, ibu itu marah, masalahnya dia di panggil dengan sebutan Wanita Tua itu sungguh merendahkan harga dirinya sebagai wanita cantik yang elegan di kalangan ibu ibu yang ada disana.


mendapat julukan itu dari seorang anak dia benar benar merasa kesal, tangannya siap untuk menampar Glaricia hanya saja itu di hentikan oleh seseorang yang ada disana.


"maaf saja jika anak saya berperilaku buruk pada anda, bahkan itu karena anda sendiri begitu buruk terhadap anak anak" ucap wanita paruh baya itu, dan ternyata dia adalah sang ibunda nya yang baru saja pulang dari pekerjaannya sebagai dokter.


seluruh ibu ibu yang ada disana hanya menonton dan memandangi mereka layaknya sebuah film yang sedang tayang di hadapan mereka.

__ADS_1


"ayuk sayang kira pulang" ajaknya pada Glaricia dan juga James yang ada disana.


"oh yah saya akan minta maaf atas apa yang dilakukan putri saya, kalau begitu saya permisi" katanya, sambil menundukkan tubuhnya lalu pergi dengan menggandeng tangan Glaricia dan juga James.


"ANDA WANITA TUA YANG BEGITU JELEK, SEHARUSNYA ANDA DI RUMAH SAJA MERAWAT WAJAH ANDA ITU" teriak Glaricia saat sudah berada jauh disana, sebelumnya akhir dari kata dia tertawa kecil, senangnya saat melihat wajah ibu tadi yang ekspresinya begitu kesal dan malu.


"shuutt kamu ini Glaricia" kata ibunya mencoba menghentikan tawa Glaricia, tapi percuma Glaricia begitu senang saat itu.


James yang ada disana dia hanya menggelengkan kepalanya dan dia juga ikut tertawa sedikit saja.


sampai di rumah Glaricia tentunya James langsung izin untuk pulang karena ini sudah jam 5 sore dia harus sudah ada di rumah karena ayahnya juga baru pulang dari tempat memancing ikan.


di dalam rumah


"kamu seharusnya jangan berkata seperti itu pada orang yang lebih tua, itu tidak sopan namanya" nasihat ibunya itu hanya Glaricia anggap seperti angin lalu, karena dia disana hanya memanyun-manyunkan bibirnya saja, seperti bermain main dan tidak mendengar ucapan ibunya itu.


"kamu dengarkan Glaricia!" kata ibunya itu sedikit menegaskan nama anaknya itu.


disana ibunya tentu saja terkejut, padahal Glaricia masih kecil tapi dia sudah berbicara seperti itu, bahkan ibunya sendiri tidak tahu siapa yang mengajari anaknya berbicara seperti itu, tapi dia juga paham, yah karena memang anak anak tidak bisa berbohong.


"apa yang kalian berdua lakukan tadi?" tanya ibunya itu pada Glaricia yang masih asik memainkan boneka di sampingnya saat ini.


"aku mencoba mengingatkan mereka bahwa malam nanti selama satu bulan jangan biarkan anak anak keluar malam hari, meski dengan pengawasan ayah ibu mereka itu tetap tidak boleh" kata Glaricia yang dimana dia sudah beralih duduk di dekat televisi yang menayangkan film kesukaannya, "Lily".


"lalu bagaimana?" kata ibunya sambil membaca sebuah koran atau majalah yang ada di bawah meja itu.


"mereka percaya dan tidak percaya" katanya sambil rebahan di dekat tv.


selesai berbicara ibunya langsung pergi dari sana untuk mandi dan membuat makan malam untuk mereka setelahnya.


flashback off


di malam itu tadinya Glaricia ingin keluar tapi ternyata ibunya tidak mengizinkannya, karena dia ingat apa yang di katakan anaknya sebelumnya.

__ADS_1


saat itu ibunya baru saja keluar dari rumah karena memang suara berisik sudah sangat terdengar sejak pukul 10 malam dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul tengah malam para orang tua keluar karena suara berisik seorang wanita yang kehilangan putri cantik satu satunya.


Glaricia yang melihat wajah ibunya itu, seperti terlihat begitu sangat shock, dia mendekatkan dirinya pada ibunya dan berkata.


"ada apa bu?" tanya Glaricia dengan nada pelan, meski begitu ibunya merasa mendengar suaranya yang lembut itu dan menjadi tenang.


"tidak ada apa apa kok sayang, sudah malam kamu tidur yah, ibu akan menemani mu" katanya lalu mengajak Glaricia untuk segera tidur bersama dengannya.


.


.


.


pagi hari terdapat berita tentang hilangnya anak dan seorang ibu yang bunuh diri dengan menusuk nusuk dirinya menggunakan sebilah pisau tajam di lengan kanan dan kirinya.


.


.


Glaricia pagi itu melihat berita tersebut dan kejadiannya tepat di tempat tinggal Glaricia dan ibunya, jadi dia paham apa yang membuat ibunya begitu terkejut semalam tadi, karena kasus ini lah ibunya tidak bisa berbicara pada Glaricia apa yang terjadi kemarin malam.


...****************...


...********...


...****************...


...oke sampai sini semoga kalian suka sama ceritanya...


...like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca...


...makasih buat kalian yang udah baca+like atau komen love yu guys 💙...

__ADS_1


__ADS_2