![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
di bawah langit yang indah, Glaricia menatap langit malam yang berwarna hitam, kebiruan, serta ada warna ungu violet disana.
bintang-bintang terlihat begitu indah di atas langit yang cantik itu, sampai ada sepasang tangan yang begitu menonjol di atas wajah Glaricia, dia terkejut lalu bangkit dari tidurnya di atas padang rumput itu.
"sedang apa disini?" tanya Pria itu di dekat Glaricia.
Glaricia tidak tau dia berbicara apa tapi Pria itu sepertinya paham dengan apa yang di katakan Galricia barusan, padahal Glaricia sendiri tidak tau apa yang dia katakan.
"oh kau hanya ingin bertemu seseorang, lalu kenapa kau berada disini?, bukankah kau bisa menghubunginya?" tanya Pria itu yang di jawab oleh Glaricia sebuah gelengan kecil dari kepalanya.
kemudian Pria itu tertawa terbahak-bahak sampai Glaricia sendiri merasa keheranan dengan hal itu.
"aku tidak tau, ternyata ada siluman rubah yang begitu cantik disini" katanya terus memandangi Glaricia yang kebingungan.
.
.
saat itu suasana tiba-tiba berubah menjadi warna merah terang, oh tunggu apa yang di lihat Glaricia, tidak!! itu.. itu adalah rumah warga Kota Ang, semua rumah warga terbakar hangus tak menyisahkan apapun, Glaricia disana hanya bisa diam, padahal dia ingin berlari tapi rasanya dirinya tertahan oleh sesuatu.
saat itu juga terlihat sebuah tangan yang sangat kurus hingga memperlihatkan tulangnya membekap wajah Glaricia, disana dia kalang kabut dan terus memberontak tapi usahanya nihil.
saat tangan itu membuka bekapannya dia membiarkan Glaricia melihat sisi rumah yang sudah hangus, tepat di depan sana, terlihat ada seorang wanita yang berbaring lemas dan sudah tidak bernyawa, Glaricia yang kenal dengan wanita itu langsung menghampirinya dengan berlari sambil menangis.
dan terlihat wajah wanita itu, dia cantik, elegan, dan anggun. satu kata yang di lontarkan Glaricia dari mulutnya "IBUUUU" tapi Glaricia tidak bisa mendengar suaranya, dia hanya bisa melihat gerak gerik kosakata dalam bibirnya itu.
seseorang di belakang itu tertawa terkekeh saat melihat Glaricia yang menangis tersedu-sedu seperti itu.
"khekhekhe, anak cucu jangan nangis, nenek menemani mu" ucap seorang nenek nenek itu di belakang Glaricia.
wajah kusam, hidung mancung dan terdapat kutil di bagian ujung hidungnya, di tambah sebuah bulu yang tumbuh di depan kutil itu.
__ADS_1
selain itu juga tubuh yang bungkuk, topi yang berbentuk kerucut, dengan tongkat sapu yang dia pegang, dan semua penampilannya terlihat begitu tua.
tapi meski begitu Glaricia tidak takut dengan kehadiran sosok yang ada di hadapanya sekarang ini. dia terus memandangi ibunya sambil meneteskan air mata hingga membasahi wajah ibunya itu.
"anak baik jangan nangis" kata si nenek yang sudah ada di samping Glaricia itu.
Glaricia tidak menggubris kehadiran nenek itu di sampingnya, dia tetap memegang sang ibu dengan sambil memeluk sedih karena di tinggal ibunya itu, kemudian karena jengah terhadap kelakukan Glaricia nenek itu menjentikkan jarinya sekali, lalu saat itu suasana berubah menjadi sangat ribut, entah ada kejadian apa.
setelahnya Glaricia berjalan melihat ke luar jendela dan terlihat di luarsana, banyak sekali orang yang lalu lalang kesana kemari, terjadi banyak kebakaran yang ada disana, semua orang berbondong-bondong mengambil air untuk memadamkan api itu, tapi usaha mereka sia-sia.
api itu malah semakin membesar, saat itu terdapat beberapa seorang wanita berambut berantakan, berwarna abu-abu putih, dengan jubah hitam, dan juga sebuah sapu di lengan, mereka hampir sama dengan nenek yang ada di dekat Glaricia saat itu.
dia melihat dari jendela itu, mereka menyerang rumah warga itu dengan sebuah sihir api yang keluar dari tongkat sihir mereka, juga dari sapu ajaib mereka yang saat ini mereka genggam juga.
.
.
saat bola api itu mengenai rumah itu Glaricia tiba-tiba bangun dari tidurnya, dan terlihat disana sudah ada ibunya yang membangunkannya dari mimpi buruk.
setelah melihat sang ibu dia langsung memeluknya dengan menangis tersedu-sedu di balik baju piyama ibunya itu, ibunya hanya bisa mengusap-usap bagian belakang kepala Glaricia agar Glaricia kembali menjadi tenang, selain itu juga terkadang membuat suara atau kata yang membuat Glaricia kembali berhenti memikirkan hal-hal yang membuatnya menjadi seperti ini.
dan terbukti sekarang Glaricia sudah meredakan tangisannya di balik dada sang ibunya itu. saat dia menarik kembali kepalanya, kedua tangan ibunya langsung mendekap dagu Glaricia dan berkata "kenapa sayang?" katanya terkadang sambil mengusap usap bagian kening hingga ke kepala Glaricia.
disana Glaricia terdiam, lalu dia menjawab karena ibunya terus bertanya kenapa? "aku tadi mimpi buruk ibuuu" tangisnya, membuat ibunya itu sedikit memutuskan untuk diam sebentar dan membiarkan Glaricia untuk menangis disana.
setelah merasa Glaricia sudah reda dengan tangisannya dia langsung berbicara baik baik kepada anaknya itu. "yasudah ngga papa, itu hanya mimpi buruk, dan itu tidak akan pernah terjadi di kehidupan nyata sayang" katanya sambil memeluk Glaricia kedalam pelukannya yang hangat itu.
"ibu..." panggilnya memelas.
mendengar itu ibunya merasa gemas sendiri, masalahnya Glaricia sejak akan menginjak bangku SMP dia sudah tidak akan bisa melihat Glaricia bermanja-manja lagi padanya.
__ADS_1
"kenapa sayang?" jawab ibunya dengan lembut.
"ibu aku mau tidur sama ibu disini" katanya sambil terus memeluk ibunya itu.
"baiklah, baiklah, ibu akan tidur disini dengan anak kesayangan ibu ini oke!" katanya.
lalu Glaricia menganggukkan kepalanya dan ibu dan anak itu bersiap untuk tidur dengan lelap, dan tak lupa juga si ibu menyanyikan lagu tidur untuk anaknya yang bermimpi buruk itu.
karena memang pada biasanya, jika Glaricia bermimpi buruk maka dia (ibunya) akan menyanyikan lagu penenang atau pun lagu tidur, yang pastinya hal itu membuat Glaricia menjadi relax.
.
.
.
saat itu juga Glaricia langsung terlelap kembali dalam tidurnya di pelukan sang ibu, bahkan disana Gloria sudah ikut terlelap di ranjang sang anak, rasa senang dan bahagia, tentu saja bahagia.. kenapa? yah karena dia bisa tidur berdua dengan anaknya, padahal biasanya anaknya tidak bisa tidur berdua, tapi sekarang berbeda.
dan malam itu kembali tenang di rumah keluarga De Sacy, seorang anak dan sang ibu sudah masuk kedalam mimpi mereka masing-masing.
...****************...
...*********...
...****************...
...oke sampai sini, semoga kalian suka sama ceritanya...
...please like, komen, subscribe, vote sama sahre juga biar banyak yang baca...
...makasih buat kalian yang udah baca+like, love yu guys 💙...
__ADS_1