![Magic Forest [Hutan Ajaib]](https://asset.asean.biz.id/magic-forest--hutan-ajaib-.webp)
pagi hari di hari Minggu, ayah dan ibu Glaricia sedang berada di rumah, karena hari minggu mereka libur tapi tidak dengan sang ibu, karena dia seorang dokter jadi dia hanya meminta cuti kepada pimpinan untuk satu hari dan menghabiskan waktu bersama keluarga dari pagi hingga malam hari.
"Glaricia" panggil ayahnya yang berada di luar rumah mereka. mendengar namanya di panggil oleh sang ayah Glaricia langsung pergi menuju keluar rumah, dimana tadi Glaricia masih asik menggambar sambil menonton film kartun penyihir dan anak-anak nakal, tapi karena di panggil akhirnya di pergi menemui ayahnya yang berdiri di tengah halaman depan rumah mereka.
"ada apa yah?" tanya Glaricia pada ayahnya, yang terlihat dia sepertinya sibuk tidak ingin di ganggu, karena sedari tadi Glaricia memanggilnya dia tetap saja fokus pada aktivitas nya itu.
ayah Glaricia rutin setiap minggu dia selalu menjemur dirinya dibawah terik sinar matahari pagi yang tentunya menyehatkan bagi tubuhnya.
saat itu karena panggilan Glaricia tidak di jawab juga akhirnya dia mendekati ayahnya dan membuatnya terkejut, "ayah!" katanya sambil memukul pundak ayahnya dari belakang.
"ya ampun sayang, kamu mengagetkan ayah" katanya dengan lembut, lalu menanyakan satu hal pada Glaricia yaitu "kenapa?" katanya sambil terus fokus berjemur sambil menenangkan batinnya.
__ADS_1
"ayah memanggil ku?, ada apa?" katanya sambil ikut duduk di samping ayahnya. sedang ayahnya masih memfokuskan diri disana. setelah merasa cukup dia berdiri dengan Glaricia ikut berdiri juga.
"kau mau berlari, mengitari jalanan ini bersama ayah?" katanya sambil berlari di tempat. Glaricia hanya menatap ayahnya diam, lalu dia menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ajakan ayahnya itu, tak lama kemudian Glaricia masuk kedalam rumah dan mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga, sudah berada di luar dan ayahnya langsung mengajak nya untuk berlari kecil, "let's go!" teriaknya membuat Glaricia tertawa kecil dan mengikuti perkataan ayahnya itu "let's go!" teriak Glaricia.
para tetangga yang melihat keluarga De Sacy merasa sangat damai dan tenteram, seperti tidak pernah ada masalah dalam hubungan berkeluarga, hubungan dengan ayah dan anak, anak dengan ibu, sepertinya masalah itu tidak pernah terjadi.
ayah James yang sedang berlari pagi juga melihat Glaricia bersama ayahnya yang sedang lari pagi juga, eum sebenarnya dia tau karena ayah Glaricia akan berlari pagi jadi dia mengikutinya hanya untuk berbincang bincang soal pekerjaannya. yah pekerjaan ayah Glaricia dan Ayah James sama, mereka sebagai pembuat berita di stasiun televisi, tapi kali ini mereka membuat berita di majalah, koran, dan majalah berita lainnya.
"pagi Mr. Sacy" panggilnya sambil berlari di samping Glaricia. ayah Glaricia yang sedikit kaget dengan sapaan seseorang dia langsung menoleh ke arahnya.
"oh Mr. Arthur, Morning, bagaimana kabar anda dan James?" tanya nya sambil berlari, sedang Glaricia hanya diam dan mendengarkan mereka, sambil menatap sekelilingnya yang begitu damai.
__ADS_1
"kami baik, bagaimana kalian?" tanyanya kembali. tentu saja jawaban yang sama di lontarkan oleh ayah Glaricia "baik".
di setiap jalan di penuhi dengan rumah rumah bagus yang sangat klasik sekali, awalnya Glaricia merasa aneh saat awal datang ke tempat itu, karena desain rumah mereka yang unik, eum maksudnya tidak seperti kebanyakan rumah yang Glaricia lihat di kota sebelumnya, tapi kali ini berbeda. desa ini seperti kota kuno yang Glaricia lihat di film Magic City, di setiap rumah pasti akan ada hutan yang mengelilinginya tapi, sampai dimana di sebuah luar gang disana lebih berbeda, semua rumah di pagar tembok sampai tidak bisa terlihat dalamnya, tapi tidak ada hutan disana eum ada hanya sebagian dari rumah orang saja.
setelah itu mereka kembali ke rumah mereka dengan arah berputar, dan terkadang menyapa kakek nenek yang berjemur atau sedang berolahraga, berlari kecil sama seperti mereka dengan sangat pelan-pelan.
di rumah Glaricia.
"bagaimana? kau menyukainya?" tanyanya pada Glaricia yang sedang mengelap keringatnya yang bercucuran itu.
"eum! aku menyukainya, tadi juga aku melihat seseorang di rumah kosong yang sanagt dekat dengan hutan itu, dia terus melihat ke arah luar seperti ingin bermain, tapi dia malah masuk kembali" katanya lalu duduk di sofa ruang tamu itu. ayah Glaricia yang tau rumah itu tidak di tempati hanya bisa diam dan menganggukkan ucapannya saja, karena dia yakin pasti itu hanya halusinasi Glaricia saja.
__ADS_1
"sudah, sekarang mandi habis itu sarapan, ibu udah buat makanan enak buat kalian" katanya sambil mengambil handuk yang mereka kenakan untuk mengelap keringat mereka.
Glaricia langsung saja berlari untuk mandi, sedang mereka berada di ruang tamu dan mengobrolkan ini itu, agar mereka tahu satu sama lain.