
...
Hari ini adalah pengumuman hasil olimpiade yang di ikuti oleh Dara. Tadi setelah jam istirahat pertama, gadis itu dipanggil keruang kepala sekolah. Dan hasilnya adalah Dara yang mendapatkan juara pertama. Hal itu tentu disambut bahagia oleh Dara, sebab ini bisa jadi berita baik untuk ayahnya. Dan itu juga bisa membuat Dara terhindar jadi kemarahan sang ayah.
Berita tentang Dara yang berhasil menjadi juara juga tentu saja menjadi kabar bahagia bagi Arinda. Sang sahabat itu kini sedang mentraktir Dara dikantin sekolahnya. Arinda bilang itu sebagai tanda perayaan atas kemenangan Dara. Tentu awalnya Dara menolak hal itu, tapi ya seperti biasa dia akan membuat wajah sedih agar Dara mau menerima pemberiannya.
"Masa aku yang juara tapi kamu yang teraktir sih, Nda" perasaan tak enak masih saja dirasakan Dara
"Husttt, udah ah jangan dibahas terus"
"Kamu baik banget sama aku, Nda"
"Mulai deh drama bilang makasihnya"
"Hahahaha"
"Udah ah, anggap aja ini ucapan selamat aku buat sahabat aku yang udah berhasil menang olimpiade kemarin"
...
Sore hari sebelum sampai ke cafe, Dara yang hari ini diantar Dika ke tempat kerja diajak mampir sebentar ke sebuah taman oleh Dika. Disaat Dara sedang memperhatikan anak-anak kecil yang sedang bermain balon itu dikagetkan dengan Dika yang tiba-tiba datang dengan satu buah es krim vanila ditangannya.
"Nih buat lu"
"Eh, iya terimakasih...kok cuma satu, buat kamu mana?" karena memang laki-laki itu hanya membawa satu buah es krim dan ditangan lainnya memegang air mineral
"Ini" tunjuknya pada botol air mineral ditangan kirinya itu
"Kok gak es krim? Apa ibu kamu dulu larang kamu makan es krim juga?"
"Hahahaha gak kok. Tapi emang gue aja yang gak terlalu suka es krim"
"Oh gitu"
"Itu hadiah dari gue buat lu"
"Hadiah apa? Aku kan gak lagi ulang tahun"
"Hadiah karna lu udah berhasil menang olimpiade"
"Kok kamu tau"
"Bahkan gue juga tau kalo lu suka banget sama es krim vanila"
"Ihh kamu kok jadi menakutkan sih"
__ADS_1
"Haha, bagus kalo lu takut sama gue"
"Kok gitu"
"Iya, biar lu bisa waspada dari gue. Lu bisa mulai hati-hati kalo didekat gue"
"Kenapa gitu. Emang kamu penjahat?"
"Dimakan dulu, itu es krimnya cair loh"
Benar saja, es krim itu sudah mulai meleleh ditangan Dara. Tak sadar sedari tadi dia belum memakan es krim itu.
"Adik gue suka banget sama es krim, sama kayak lu. Tapi bedanya dia lebih suka es krim strawberry. Dan selalu minum air putih setelah es krim itu habis"
"Waw" Dara menjawab dengan mulut yang sibuk dengan es krimnya
"Dia juga suka banget sama coklat, tapi yang greentea"
"Waw"
"Dia istimewa dengan segala kurangnya. Tapi, dia anak yang cerdas"
"Aku jadi penasaran sama adik kamu"
"Nanti ya gue akan kenalin lu sama dia"
"Dulu, sewaktu gue masih sekolah, dia selalu jadi orang pertama yang paling semangat temenin gue belajar. Dia orang pertama yang akan peluk gue kalo gue sampai kerumah setelah ikut olimpiade. Dan dia orang pertama yang akan kasih gue ucapan selamat walau gue belum tentu menang. Karena kata dia, gue udah hebat bisa ikut olimpiade"
Dika mengatakan itu semua dengan mata yang menatap lurus kedepan seolah sedang membayangkan masa lalunya. Masa lalu yang kenangannya abadi dalam ingatan. Dan masa lalu yang tak mau sedikitpun ia sesali.
Ada nada kesakitan disana yang Dara rasakan ketika laki-laki disebelahnya itu bercerita. Dengam sesekali Dika meminum air mineralnya seolah menghilangkan rasa sesak didadanya. Dara hanya bisa mendengarkan cerita demi cerita Dika tentang sang adik. Yang membuat Dara semakin penasaran tentang sosok adik Dika yang sejak kemarin laki-laki itu ceritakan. Yang Dara tau hanya adiknya yang seorang perempuan.
"Dia selalu suka musik klasik. Dia juga suka banget sama wangi lavender. Lu tau dia adalah satu-satunya kekuatan gue. Tapi sekarang, kekuatan nambah satu. Mau tau apa sumber kekuatan gue yang baru?"
"Apa?"
"Lu"
"Hah"
"Iya lu. Lu sumber kekuatan gue yang baru"
"Kenapa aku"
"Gua mau ngelindungi lu sama kayak gue ngelindung adik gue. Gue mau selalu jaga lu sama kayak gue jaga adik gue. Dan gue juga mau selalu liat senyum lu, sama kayak gue selalu mau liat senyum adik gue"
__ADS_1
...
Sesampainya di cafe Dara langsung mengganti bajunya dengan seragam kerja. Tapi pikirannya masih tak bisa lepas dari perkataan Dika tadi sore ditaman. Kata-kata yang Dara tak mengerti maksudnya, tapi cukup membuat hatinya tak karuan rasanya.
"Gue juga mau sayang sama lu, kayak gue sayang sama adik gue. Tapi dengan arti yang beda"
Jujur, Dara bingung dengan maksud dari ucapan Dika itu. Apakah laki-laki itu menyukainya? Walau Dara tak pernah berpacaran, tapi dirinya cukup paham bagaimana sikap laki-laki yang tertarik padanya. Yang Dara tak mengerti adalah kata-kata dari Dika yang bilang kalau ingin menyayanginya seperti laki-laki itu menyayangi adiknya, tapi dalam arti yang beda. Apakah laki-laki itu menyayanginya hanya sebatas adik. Apa itu karena dirinya yang mirip dengan sang adik seperti yang Dika katakan waktu itu.
Entahlah, memikirkan itu membuatnya sedikit tak fokus pad pekerjaannya. Untung saja dia masih bisa bekerja dengan baik. Walau pikirannya dengan rumit memikirkan seorang laki-laki.
"Kamu lagi galau?" Mba Dewi yang tiba-tiba berada disebelah Dara yang sedang melamun didekat pintu dapur dengan tangan yang memegang sebuah lap
"Astaga mba Dewi... Yaampun bikin aku kaget. Untung jantung aku gak pindah ke kaki" ucap Dara yang terkejut dan memegang dadanya
"Halah, berlebihan kamu"
"Ya mba Dewi sih bikin aku kaget"
"Ya kamu sih ngapain ngegalau disini"
"Ih siapa yang lagi galau"
"Trus kalo gak galau apa dong"
"Lagi mikirin Dika" jawab Dara tanpa sadar
"Oh Dika yang suka jemput kamu itu ya"
"Eh, gak mba bukan kok" setelah sadar apa yang dia ucapkan tadi
"Emang kenapa sama Dika?"
"Ihh mba Dewi apaan sih. Gak ada apa-apa kok mba" Dara yang kini menjadi salah tingkah dengan telinga yang memerah
"Hahaha kalo ada apa-apa juga gak apa-apa sayang. Mba dukung kok, lagian mba liat-liat dia anak yang baik. Ya walaupun penampilannya rada kayak preman. Eh tapi dia ganteng loh"
"Iih mba Dewi inget punya anak sama suami dirumah"
"Duh, yang sekarang udah bisa cemburu" canda mba Dewi pada juniornya itu
"Iihh mba Dewi kok malam ini nyebelin sih"
"Hahhaaha"
Mungkin ada benarnya yang mba Dewi bilang, kalau dirinya sedang galau. Ya, dirinya memang sedang dibuat galau oleh seoranf laki-laki bernama Dika.
__ADS_1
...
"Masa sih aku suka sama Dika"