Mahadara

Mahadara
episode 25. 1


__ADS_3

...


Pagi harinya, Dara bangun tidur dengan kondisi rumah yang sepi. Setelah semalam sang ayah yang tak pulang, kini Dara menyantap sarapannya sendirian. Ya, walau setiap hari juga Dara sarapan sendirian di dapur.


Seperti biasa Dara berangkat kesekolah dengan menaiki angkot. Tadi pagi Dika sempat mengiriminya pesan dan bilang kalau laki-laki itu tidak bisa mengantarnya ke sekolah karena mau mengantar Selly yang harus check up ke dokter.


Dara memang belum tau Selly memiliki penyakit apa. Tapi Dara juga tak mau terlalu banyak bertanya pada Dika. Dia hanya ingin Dika bercerita sendiri tentang hidup laki-laki itu dan tentang Selly.


...


Hari minggu ini Dara libur sekolah. Dan dia diajak oleh Arinda untuk bertemu dengan Danil disebuah cafe. Entah ada apa sebenarnya, kenapa sahabatnya itu berkencan dan harus mengajaknya.


"Hey sayang"


"Eh sayang, hay Ra. Sini duduk"


"Kalian yakin nih, kencan ngajak aku gini?" Dara masih tak nyaman dengan situasi ditengah-tengah sepasang kekasih itu


"Udah, kamu pesan dulu aja, Ra. Aku yang teraktir" ucap Danil


Setelah mereka selesai menyantap makanan yang lebih tepatnya cemilan dan sedikit candaan dari sepasang kekasih itu. Kini suasana mendadak jadi serius.


"Ada apa sih, kayak ada yang penting mau kalian omongin"


"Hmm gini ,Ra. Aku minta maaf sama kamu, maaf maaf banget"


"Kenapa kamu mendadak minta maaf, Nda?"


"Maaf kalo aku udah cerita tentang kamu ke Dika"


"Huft. Udah aku duga"


"Maaf ya, Ra. Kamu mau maafin aku kan?"


"Ini kita lakuin karena kita gak mau Dika salah paham sama kamu tentang kemarin, Ra. Jadi tolong jangan salahin Arinda seluruhnya. Itu juga saran dari aku"


"Ya, walaupun aku kaget kamu bisa lakuin itu. Tapi aku percaya niat kalian baik kok, terutama kamu, Nda"


"Jadi?"


"Iya, aku maafin kamu" dengan senyuman Dara menjawab rasa penasaran Arinda


"Aaa makasih Dara yang cantik" pelukan pun diberikan oleh Arinda yang terharu Dara mau memaafkannya


"Oke, sekarang giliran aku ya"


"Maksudnya?"


"Kamu dengerin Danil dulu ya, Ra"

__ADS_1


"Ra, aku mau cerita sedikit tentang Dika"


"Ada apa sama Dika?"


"Aku bingung harus mulai dari mana. Tapi yang perlu kamu tau, Dika adalah seorang anak yatim piatu dari beberapa tahun lalu. Kedua orang tuanya meninggal dalam selang waktu yang tak terlalu lama. Jadi, sekarang yang Dika punya hanyalah Selly"


"Iya"


"Ayahnya adalah seorang pimpinan disalah satu perusahaan. Tapi, setelah ayahnya meninggal Dika harus menghidupi ibu dan adiknya dengan kondisi yang cukup sulit. Semua harta peninggalan ayahnya diambil oleh keluarga sang ayah. Karena memang dari awal keluarga ayhnya gak setuju kalau ayahnya Dika menikah dengan ibunya Dika. Jadi itu kesempatan mereka merebut semua harta peninggalan ayahnya itu"


"Ibunya?"


"Kondisi ibunya waktu itu gak bisa bikin mereka mempertahankan itu semua"


"Kenapa?"


"Biar nanti Dika yang cerita sendiri soal itu"


"Lalu"


"Lalu, selang beberapa bulan ibunya Dika meninggal. Dika yang putus asa dikondisi usianya masih muda pasti bikin metalnya hancur banget harus ditinggal orang tua dalam waktu yang berdekatan. Akhirnya Dika menitipkan Selly ke sebuah panti asuhan"


"Hah"


"Iya, tapi di janji sama Selly kalau dia akan jemput Selly lagi nanti. Dan itu dia buktikan setelah urusannya selesai. Setelah ibunya meninggal, Dika memang memutuskan untuk berhenti sekolah dan memilih bekerja di bengkel sudah 1 tahunan ini"


"Terus"


"Donor kornea?"


"Iya, Dika bilang begitu. Makanya Dika kerja di bengkel dan terkadang ikut balapan untuk bisa mengumpulkan uang demi biaya operasi Selly. Dika mau adiknya itu sembuh dan bisa melihat seperti yang lain. Dika rela melakukan apa aja demi adiknya itu, karena dia hanya punya Selly sekarang"


"Iya"


"Walau Dika keliatannya berandalan kayak preman. Tapi dia anti rokok minum alkohol atau hal negatif lainnya. Dia rajin sholat dan pintar ngajinya. Kalau lu sadar dia suka tiba-tiba ngilang pas lagi sama kita, itu dia lagi sholat cuma dia gak pernah mau bilang. Dan gak pernah mau diungkit soal ibadahnya. Dika itu cerdas, dulu waktu disekolah dia sering banget juara kelas dan juara olimpiade matematika"


"Wow" itu suara Arinda


"Bagi Dika, kamu itu berharga, Ra. Sama seperti Selly yang harus dijaga dan dilindungi. Bahkan mungkin perasaan dia lebih dari itu. Aku gak pernah liat dia sekhawatir ini sama cewek sebelumnya"


"Ah masa sih sayang"


"Iya, aku bertahun tahun temenan sama Dika gak pernah liat dia deket sama cewek. Paling ya sama Selly doang. Jadi, Ra... Dika itu beneran tulus sama kamu, dia beneran mau lindungin kamu dari ayah kamu. Apalagi dia liat kamu disakitin dengan matanya sendiri. Dia marah, karena dia gak bisa liat perempuan diskitin kayak gitu"


"Iya, aku percaya"


"Jadi, tolong maafin Dika ya, Ra"


Mereka memang belum tau soal Dara yang memang sudah bertemu dengan Dika untuk meluruskan kesalah pahaman kemarin. Mungkin ini juga alasan kenapa Arinda dan Danil mengajaknya bertemu seperti ini, mungkin mereka pikir Dara dan Dika belum bertemu.

__ADS_1


"Iya, aku udah maafin dia kok"


"Jadi kapan kalian mau ketemu?"


"Udah kemarin"


"Hah"


"Hah" Danil dan Arinda bersuara secara bersamaan


"Ih gimana-gimana coba cerita" Arinda dengan rasa penasarannya


"Iya, jadi kemarin aku ketemu sama Dika"


"Jangan bilang yang kemarin kamu gak mau pulang bareng sama aku karena mau dijemput sama Dika?"


"Hehehe iya"


"Ihh aku kesel. Kenapa sih harus dirahasiain dari aku"


"Aaa maaf ya Arinda yang cantik"


"Tapi cerita dulu, terus gimana sama Dika"


"Iya, jadi aku sama Dika saling ngejelasin soal kesalah pahaman yang kemarin itu. Awalnya aku juga kaget waktu Dika bilang dia ngerti sama posisi aku. Tapi sekarang aku tau, pasti itu karena cerita dari kamu"


"Ya maaf ih"


"Iya iya gak apa-apa. Dan kita juga udah saling memaafkan kalo udah ngambil keputusan yang egois itu"


"Syukurlah"


Danil tak bersuara. Dia membiarkan Dara untuk bercerita dan dia hanya menyimak. Tapi Danil juga bersyukur kalau kesalah pahaman itu ternyata sudah selesai dengan baik.


"Terus terus"


"Ya Dika bilang, kalau ayah sampai nyakitin aku lagi atau bahkan lebih dari sebelumnya, dia mau bawa aku pergi dari rumah"


"Enak banget tuh anak ngomong" kali ini Danil merespon ucapan Dara


"Ih tapi aku setuju sama Dika, kamu emang harus berani ngelawan, Ra"


"Iya, tapi itu pasti sulit banget, Nda"


"Tapi mau sampai kapan, Ra, kamu siap disiksa terus. Aku gak tega liat kamu disakitin terus"


"Iya iya, aku janji aku akan baik-baik aja"


"Ah kamu selalu bilang gitu"

__ADS_1


"Terus kalian jadian ya, Ra?"


...


__ADS_2