Mahadara

Mahadara
episode 17


__ADS_3

...


Setelah kemarin Dara berkenalan denga Selly, kini keduanya sedang menghabiskan waktu berdua. Dara yang menyempatkan mampir sebentar kerumah Dika sebelum dirinya ketempat bekerja. Hari ini Dara tak dijemput oleh Dika. Laki-laki itu tadi sempat mengiriminya pesan jika tak bisa menjemput gadis itu karena pekerjaannya dibengkel sedang banyak dan tak bisa ditinggal. Dan Dara berinisiatif untuk mengunjungi Selly dirumahnya. Dara berpikir jika Dika sedang sibuk dibengkel kemungkinan Selly makan siangnya sendiri. Walau sekarang sudah lewat dari jam makan siang, tapi Dara tetap mau memastikan jiga gadis itu sudah makan. Disinilah mereka sekarang, sedang bercanda sambil memasak makanan.


Tadi, diperjalanan menuju rumah Dika, dia menyempatkan mampir kepenjual sayuran yang masih buka dan membeli beberapa bahan masakan. Dara memang berniat mengajak Selly untuk memasak makanan bersama agar mereka bisa lebih akrab. Karena Dika sempat cerita jika adiknya itu tak memiliki teman dan berharap Dara mau menjadi teman adiknya itu.


"Kamu suka pedas gak?" Dara bertanya ada Selly yang sedang sibuk mencuci beberapa sayuran


"Suka sih kak, tapi kata mas Dika aku gak boleh terlalu banyak makan pedas"


"Oke, aku buat masakannya gak terlalu pedas deh"


Hari ini Dara berniat membuat ayam goreng dan capcai. Selly bilang tadi pagi Dika sudah memasak nasi sebelum laki-laki itu pergi bekerja. Jadi, Dara hanya memasak lauknya saja sekarang.


"Kak Dara udah lama kenal sama mas Dika?"


Setelah selesai memasak dan makan siang yg mungkin lebih tepat disebut makan sore itu, mereka berbincang santai diteras rumah. Dengan Dara yang memperhatikan Selly, sedangkan gadis itu menatap lurus kearah pohon mangga walau Dara tau gadis itu tak bisa melihat bagaimana dedaunan pohon mangga itu bergerak lembut mengikuti hembusan angin.


"Belum lama kok"


"Menurut kak Dara, mas Dika itu gimana?"


"Hmm dia laki-laki yang baik"


"Kak Dara gak usah ragu-ragu bilangnya. Cerita sejujurnya aja kak, tenang aku gak akan ngadu ke mas Dika kok hehehe"


"Hahaha, tapi dia emang benar laki-laki yang baik"

__ADS_1


"Bagus lah kalo gitu. Kalau mas Dika jahatin kak Dara bilang sama aku ya. Nanti aku marahin mas Dika nya"


"Hahaha siap"


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 lebih 27 menit. Dara sudah harus segera pergi ketempat kerjanya. Dia masih punya tanggung jawab dalam pekerjaannya. Walau sebenarnya dia masih ingin bercerita dan berbincang-bincang dengan Selly lebih lama. Mungkin lain waktu dia akan menyempatkan lagi untuk mengunjungi gadis itu. Selama mereka berbicara tadi, Dara bisa merasakan betapa Selly terlihat senang. Mungkin gadis itu merasa memiliki teman sekarang. Dan Dara juga ikut senang melihat Selly yang ceria dan bercerita banyak hal.


Bahkan gadis itu sempat cerita jika dirinya pernah berada dipanti asuhan. Selly tak tau penyebab pastinya kenapa sang kakak harus menitipkannya disana. Selly hanya diminta menunggu sang kakak menjemputnya setelah urusannya selesai. Dara jadi semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Dika sampai menitipkan Selly dipanti seperti itu. Hal penting apa sampai Dika harus melakukan itu.


Tapi, Selly adalah anak yang baik. Buktinya gadis itu sama sekali tak marah pada sang kakak karena hal itu. Karena Selly percaya, kalau kakaknya pasti punya alasan yang jelas kenapa melakukan itu. Selly pun tak mau terlalu banyak bertanya, tapi yang dia tau itu pasti juga untuk kebaikan dirinya.


Dan benar saja, sang kakak menepati janjinya untuk menjemput dirinya dipanti. Bahkan sekarang mereka tinggal bersama walau hanya berdua saja. Dan yang Dara tau dari Selly kalau ibu dan ayahnya meninggal dalam waktu yang tak terlalu jauh. Sedih pasti kakak beradik itu rasakan. Namun Selly bilang, Dika selalu menguatkannya jika apapun yang terjadi Dika akan melindungi Selly. Dan membuat Selly bahagia, itu yang selalu Dika bilang padanya.


...


Hari ini adalah hari minggu, itu artinya Dara libur sekolah. Jadi, hari ini Dara berniat untuk mengunjungi Selly dirumahnya. Dara yang sedang sibuk membuat sarapan didapur melihat ayahnya yang baru saja keluar dari kamar dan duduk dimeja makan.


Setelah mengucapkan itu Dara kembali lagi kedapur untuk sarapan. Dara memang terbiasa sarapan didapur. Atau lebih tepatnya dikursi kecil dipojok dapur. Dirumah ini memang ada meja makan yang cukup untuk beberapa orang, tapi tidak untuk Dara. Gadis itu dilarang oleh sang ayah makan dimeja makan yang sama dengannya. Ayahnya itu tak mau makan bersama dengan Dara. Rasa benci yang mendalam adalah alasan utamanya.


Dara pun selama ini, tepatnya setelah sang kakak pergi. Dia hanya menyiapkan makanan diatas meja makan saja untuk ayahnya. Dara tak cukup berani untuk melawan sang ayah hanya karena tempat makan. Setelah Dara menyelesaikan sarapannya, dia segera menyiapkan obat-obatan yang harus diminum ayahnya. Dara berjanji akan memastikan sang ayah meminum obatnya dengan baik. Sang ayah menerima dan meminum obatnya dengan diam.


"Ayah, aku mau ijin keluar sebentar ya?" Dara meminta ijin pada ayahnya sebelum dirinya pergi menemui Selly


"Kamu pergi dari rumah ini pun saya gak peduli" setelah mengucapkan kata-kata itu sang ayah pergi kekamarnya dengan raut wajah yang tak bisa dipahami oleh Dara


...


Langit siang ini cerah tapi tak terlalu terik. Sepertinya matahari tau jika ada seorang gadis yang sedang berjalan kaki dengan membawa kotak-kotak makanan ditangan kanannya. Dara tak bilang ada Dika jika gadis itu akan mengunjungi rumahnya. Karena tujuan Dara memang bukan untuk menemui laki-laki itu. Tapi dia berniat bertemu dengan Selly.

__ADS_1


Jujur, Dara menyukai Selly. Dia merasa nyaman saat bersama dengan Selly. Gadis itu seolah jadi teman cerita yang baik bagi Dara setelah Arinda. Walau memang tak bisa terlalu disamakan antara Arinda dengan Selly. Hanya saja Dara tak enak jika terus mengganggu waktu kencan sahabatnya itu. Apalagi ini hari libur yang pasti Arinda sedang menghabiskan waktunya bersama sang kekasih.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam, kak Dara?" Selly yang sedang menyapu teras depan rumah itu dikagetkan dengan suara Dara yang baru saja tiba dirumahnya


"Iya, ini aku. Sini aku bantu" Dara berniat membantu Selly setelah meletakkan barang-barang bawaannya dikursi kayu


"Iihh jangan, kak. Masa tamu aku suruh bantuin nyapu sih. Udah kak Dara masuk aja duduk dulu didalam ya"


"Udah gak apa-apa, sini"


...


Akhirnya setelah acara membersihkan teras depan rumah, kini keduanya sedang sibuk membuka kotak-kotak makanan yang dibawa oleh Dara.


"Kak Dara bawa banyak banget sih makanannya. Dan dari wanginya sih ini pasti enak-enak semua"


"Iya, ini tadi kakak sengaja masak dirumah untuk dibawa kesini buat kamu sama kakak kamu. Semoga makanannya beneran enak ya"


"Ini sih udah pasti enak kak. Aku boleh cicipin?"


"Iya boleh dong, kan ini emang buat kamu. Nih kakak ambilin"


...


"Kok gue kangen dia ya"

__ADS_1


__ADS_2