Mahadara

Mahadara
episode 31. 2


__ADS_3

Hari ini Dara ada harus berangkat ke sekolah. Dia tak bisa terus ijin tak masuk. Apalagi hari ini ada ulangan di jam pertama. Dara berniat nanti sepulang sekolah untuk mampir kerumah sakit untuk melihat kondisi Dika.


Tadi pagi setelah sholat subuh, Dara dapat kabar melalui pesan dari mba Dewi. Katanya Dika sudah sadar dan kondisinya stabil. Dara bersyukur mendengar itu semua, hatinya terasa lebih ringan sedikit.


"Ra"


"eh, iya"


"nanti mau kerumah sakit?"


"iya, sepulang sekolah"


"yaudah nanti bareng aja sama aku dan Danil ya"


"kalian mau kesan juga?"


"iya, Danil bilang katanya Dika udah sadar ya"


"iya, tadi pagi mba Dewi juga bilang gitu"


"kamu harus semangat Ra, jangan sampe Dika lihat kamu yang sedih gini. Pasti Dika ga mau deh liat kamu sedih"


"aku takut Nda. Takut Dika kenapa kenapa"


"kita berdoa aja ya. Lagian tadi Danil bilang katanya kondisinya stabil kan"


"iya"


...


Sesuai janji Arinda tadi, kini Dara sedang dalam perjalanan kerumah sakit bersama dengan Arinda menggunakan mobil Danil.


"udah dikabarin sama mba Dewi ya, Ra soal kondisi Dika?"


"iya, tadi pagi"


"percaya aja Ra, kalau Dika tuh baik baik aja. Dia tuh kuat"


"iya aku percaya kalau dia kuat"


Setelah melewati jalanan yang hari ini lumayan cukup padat. Akhirnya mereka sampai di rumah sakit dan melihat ada beberapa teman teman Dika didepan pintu lobby rumah sakit.


"kok gak pada masuk?" Danil pun menyapa mereka


"udah kok tadi kita gantian masuk"


"oh gitu, yaudah gue masuk dulu ya"


"oke bro"


...


Tok tok tok


"woy bro"


"hmm"


"lemes banget, padahal gue bawain pesenan lu nih"


"..."


"tuh" Danil pun menunjuk ke arah pintu dimana Dara sudah berdiri disana bersama Arinda


"gak kerja?"


"nanti"


"gak telat?"


"gak boleh ya kesini?"


"boleh kok"

__ADS_1


"terus kenapa gitu ngomongnya?"


"iya maaf" Dika bicara dengan nada lembut dan senyum


"hmm"


"pacarnya sakit tuh disayang, malah diomelin"


"mau apa?"


"mau disayang dong"


"ekhem"


"ganggu banget lu"


"berasa setan gue disini, padahal juga punya pacar"


...


Danil sedang mengantar Arinda pulang. Jadi sekarang hanya tinggal Dara sendiri diruangan rawat Dika.


Dara yang sedang sibuk mengupas buah apel, dan Dika yang sedang sibuk memperhatikan kekasihnya itu.


"kenapa sih liatin aku terus?"


"kangen"


"makanya jangan aneh aneh lagi"


"kok aneh aneh. Aku aneh aneh apa?"


"ya kalo udah tau sakit tuh jangan banyak tingkah, gini kan jadinya"


"banyak tingkah gimana sih?"


"itu kemarin, katanya sakit tapi maksa ikut balapan"


"kan hadiahnya lumayan"


"aawww"


"katanya jagoan tapi gini aja sakit"


"kamu gak haus?"


"..."


"dari tadi ngomel terus gak haus?" senyum meledek


"kamu kok baru sadar malah ngeselin sih"


"hahaha, gemesin banget sih kamu"


"jangan gitu lagi ya"


Dika melihat Dara yang tiba-tiba berhenti mengupas apelnya dan menundukkan wajahnya.


"hey, kenapa?" Dika mencoba mengangkat wajah Dara dengan jarinya


"jangan kayak gitu lagi"


"maaf ya, maaf udah buat kamu khawatir, maaf juga udah buat kamu sedih. Maaf ya sayang"


"hiks"


"yah kok nangis sih, jangan nangis dong kan aku bingung jadinya"


"hiks"


"udah ya sayang jangan nangis. Aku kan mau peluk juga susah"


"ihh kamu mah"

__ADS_1


"hahaha, udah ya aku minta maaf"


"iya"


...


Sepuluh menit sebelum jam masuk kerja, Dara sudah sampai di cafe. Dara tak mungkin juga ijin tak masuk kerja terus.


Dara berangkat kerja setelah memastikan Dika ada yang menjaganya. Tadi Danil kembali lagi kerumah sakit setelah mengantar Arinda pulang. Jadi Dara sedikit tenang meninggalkan Dika karena ada yang menjaganya.


"Dika gimana kondisinya Ra?" tanya mba Dewi yang melihat Dara sedang bersiap


"sudah lebih baik mba"


"syukurlah, terus disana siapa yang jaga sekarang?"


"ada Danil yang jagain. Walau tadi Dika sempat nolak katanya gak apa-apa sendiri"


"tuh anak emang kadang keras kepala deh"


"tapi nanti malam mas Ronald mau kerumah sakit kok katanya"


"mba"


"iya"


"jangan cerita sama Dika ya tentang apa yang aku curhatin ke mba selama ini"


"hahaha, ya ampun kirain apa"


"mba Dewi juga kenapa gak bilang kalau udah kenal lama sama Dika"


"ya itu coba kamu tanya Dika langsung"


...


Selama bekerja Dara tak lupa selalu menanyakan kabar kondisi Dika pada Danil. Walau sebenarnya tadi saat dia menjenguk pun kondisi Dika sudah cukup baik. Tapi rasa khawatir masih Dara rasakan. Yang akhirnya membuat Danil seperti diteror untuk terus memberikan laporan tentang Dika.


Sampai akhirnya laki-laki itu menghubungi Dara menggunakan ponsel Dika. Dan meminta Dara untuk tak terlalu khawatir padanya dan berhenti meneror Danil yang pusing harus menjawab bagaimana lagi. Karena terkadang Dara tak puas dengan jawaban Danil yang seadanya.


Dika juga tadi sempat bilang kalau sudah meminta ke dokter untuk dirinya bisa pulang secepatnya. Tentu saja Dara marah mendengarnya, karena bagi Dara kondisi Dika belum cukup baik untuk keluar dari rumah sakit. Tapi ya Dika adalah Dika yang keras kepala.


Dara pun diminta oleh Danil untuk membujuk Dika agar mau dirawat beberapa hari lagi, paling tidak sampai kondisinya lebih baik. Dan membujuk Dika bukanlah hal yang mudah.


Tapi akhirnya Dara berhasil membujuk Dika dengan drama air matanya. Dika yang tak mau melihat Dara sedih pun akhirnya menuruti permintaan kekasihnya itu, walau dirinya merasa terpaksa. Tapi demi kekasihnya yang tak sedih lagi, Dika pun menerimanya.


Apalagi tadi Dara juga memberi ancaman yang membuat Dika bertambah pusing.


kalau kamu gak mau nurut dan dengerin ucapan aku, aku gak mau jadi masa depan kamu


...


Dika sudah dirawat 3 hari dirumah sakit dan kondisinya semakin membaik. Dara pun akan menemani Dika saat gadis itu sudah pulang dari sekolah sebelum berangkat bekerja.


Menurut bang Ronald, jika kondisi Dika terus membaik lusa laki-laki itu mungkin sudah bisa diperbolehkan pulang dan hanya melakukan rawat jalan.


Dan selama Dika dirawat, Selly tinggal sementara dengan mba Dewi dan bang Ronald. Karena gak mungkin gadis kecil itu tinggal sendiri dirumah. Tentu Dika juga merasa lebih tenang jika Selly berada dirumah bang Ronald.


"masih suka pusing gak?"


Hari ini Dara libur sekolah, jadi sejak tadi pagi gadis itu sudah berada dirumah sakit dengan berbagai macam makanan yang dibuatnya sebelum berangkat.


Tentang ayahnya, untung hari ini ayahnya sedang keluar kota. Jadi Dara tak perlu bertengkar dulu untuk kerumah sakit seperti sebelummya.


"kadang iya masih suka pusing sedikit"


"yaudah sekarang ayok makan dulu"


"kamu bawa apa? banyak banget kayaknya"


"iya biar kamu gak banyak alasan lagi gak mau makan karena makanan disini gak enak"


"duh perhatian banget sih"

__ADS_1


...


__ADS_2