
...
Hari ini Dara ingin melihat Dika balapan. Laki-laki itu bilang hadiahnya lumayan 25 juta, yang artinya kalau dia menang bisa menambah isi tabungan untuk operasi Selly. Disana Dara tak sendiri, tentu saja ada Arinda dan juga Danil.
Dika sedang bersiap bersama bang Ronald dan juga Danil. Dari kejauhan Dara bisa melihat Dika yang sedang diberi arahan oleh bang Ronald. Raut wajah tegang dan juga cemas jelas terlihat pada wajah gadis itu.
"Kamu tenang aja Ra. Dika itu kan jago balapan, dan ini juga bukan balapan pertamanya dia kan"
"Tapi tadi dia bilang badannya kurang fit, Nda"
"Kamu doain aja semoga dia bisa menang dan gak terjadi apa-apa"
"Aamiin" walau masih ada rasa khawatir yang besar dalam nada bicara Dara
Balapan pun dimulai, semua berjalan seperti biasa. Entah sejak tadi perasaan Dara makin tak enak saja.
Apalagi dia teringat apa yang Dika ucapkan sebelumnya
Flashback on
Dika menjemput Dara seperti biasanya disekolah. Setelah makan mie ayam mang Bedjo kini keduanya sedang menikmati es krim ditaman. Bedanya kali ini Dika juga ikut makan es krim tak seperti biasanya.
"Tumben kamu makan es krim juga"
"Lagi pengen aja. Abisnya kalau liat kamu makan es
krim kayaknya enak banget"
"Ya karna aku makannya dinikmati"
"Oh kayak gini ya" menirukan gaya Dara saat memakan es krim
"Hahahaha"
Mereka tertawa bersama diantara ramainya pengunjung taman sore itu. Entah kenapa Dara merasa ada yang berbeda dari Dika hari itu. Dari mulai membawa motor dengan kecepatan yang cukup pelan padahal biasanya laki-laki itu memacu motornya normal. Lalu saat diwarung mie ayam mang Bedjo dia makan dengan sambal yang cukup bayak padahal laki-laki itu tak terlalu suka pedas. Apalagi tadi laki-laki itu sempat minta doa pada mang Bedjo dan juga istrinya untuk mendoakan agar dirinya bisa kembali lagi kesana. Aneh, ada apa sebenarnya dengan laki-laki itu. Dan sekarang Dika memakan es krim bersama dirinya. Padalah laki-laki itu pernah bilang tak terlalu suka es krim.
"Kenapa sih liatin aku begitu?"
"Kamu aneh hari ini"
"Hahaha aneh gimana? Karena es krim ini?"
"Ada apa?"
"Gak ada apa apa sayang. Cuma lagi mau makan es krim aja kok. Gak boleh?"
Melihat Dika dengan pandangan yang sulit diartikan. Dara tetap merasa ada yang aneh dengan laki-laki disampingnya ini.
"Liatin aku terus nanti kangen loh"
"Emang kamu mau kemana?"
"Hahaha gak kemana-mana"
"Janji?"
"Aku gak bisa janji, aku cuma bisa berusaha"
"Kamu gak mau janji?"
"Bukannya gak mau janji, tapi aku takut gak bisa nepatin janji itu sama kamu. Aku gak mau kamu sedih"
"Ya berarti kamu harus janji"
__ADS_1
"Duh gemesin banget sih" mencubit lembut pipi Dara
"Janji ya?"
"Aku mau tanya deh sama kamu"
"Apa?"
"Kalau misalnya aku gak ada kamu gimana?"
"Marah"
"Kok marah?"
"Kamu kan janji mau jagain aku"
"Kalau aku jagain kamu cuma bisa dari jauh gimana?"
"Aku tetap marah"
"Kenapa?"
"Ya kenapa harus dari jauh. Kan bisa dekat kayak biasanya"
"Dengar ya cantiknya aku. Terkadang kita gak bisa memaksakan keadaan harus sesuai dengan apa yang kita mau. Kita gak bisa melawan takdir yang terjadi. Dan apa yang kita sukai yang buat kita nyaman juga belum tentu bisa abadi"
"Maksudnya?"
"Nanti kamu juga akan paham kok"
"Huum"
"Yuk"
Mereka pun meninggalkan taman dengan perasaan masing-masing. Apalagi Dara perasaannya semakin tak menentu saat ini. Kini rasa khwatir itu mulai berubah jadi perasaan takut yang luar biasa. Entah takut tentang apa.
...
Saat sampai diparkiran tempat balapan Dara langsung memegang kening Dika. Dan benar saja tubuhnya hangat. Mungkin tadi gadis itu merasakan sedikit hangat karena Dika memakai jaket.
"Kamu sakit?"
"Cuma sedikit gak enak badannya"
"Gak usah balapan"
"Hadiahnya 25 juta, lumayan buat penuhin celengan aku. Kalau bisa buat operasi Selly dan kalau ada lebihnya bisa buat nikahin kamu haha"
"Aku serius, aku khawatir"
"Aku gak apa-apa, kamu doain aku aja ya sayang"
"Dika"
"Aku sayang kamu"
"..."
Flashback off
Entah kenapa suara Dika saat bilang mau menjaganya dari jauh terus terdengar ditelinganya. Dan laki-laki itu yang hari ini lebih sering memanggilnya sayang. Perasaan Dara semakin kalut, tangannya dingin, dan keringat mulai membasahi keningnya.
"Tenang Ra"
__ADS_1
"Aku takut Nda"
Arinda bisa melihat dengan jelas sahabatnya itu cemas entah karena apa. Tak biasanya juga Dara akan secemas ini saat melihat Dika balapan. Padahal ini bukan pertama kalinya mereka melihat Dika balapan.
"Kenapa?" Danil datang menghampiri kedua gadis itu
"Eh sayang, ini si Dara khawatir banget sama Dika"
"Doain aja ya Ra"
"Tapi tadi dia bilang lagi kurang enak badan"
"Iya, tadi juga sebelum mulai balapan udah gue kasih teh hangat kok"
"Minum obat juga gak?"
"Gak mau, katanya takut nanti jadi ngantuk"
"Kenapa gak minum obat aja sih"
"Dika tuh gak biasa minum obat Ra. Jadi kalau sekali minum obat bawaannya pasti ngantuk dan tidurnya lama"
"Udah sekarang kita doa aja ya, nanti setelah ini kita bawa Dika ke dokter oke" Arinda masih berusaha menenangkan Dara
"Iya nanti setelah ini selesai gue janji bawa tuh anak ke dokter ya Ra"
"Iya"
Dara masih bisa melihat Dika yang melewatinya. Posisi Dika masih memimpin dari peserta balap lainnya. Laki-laki itu juga terlihat biasa saja saat memacu motornya. Walau terkadang Dika beberapa kali sempat disalip oleh pembalap lainnya tapi Dika bisa kembali unggul.
Putaran demi putaran balapan itu berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.
"Aku yakin Dika memang Ra" Arinda yang berusaha mencairkan suasana
"Iyalah, dia itu rajanya balapan" Danil pun berusaha membuat suasana sedikit tenang
"Kalau menang hadiahnya besar ya sayang"
"Iya, hadiahnya 25 juta"
"Wah besar banget. Kamu kenapa gak ikutan sih, kan lumayan kalau menang aku bisa minta traktir"
"Yah kalau lawannya Dika sih udah pasti aku kalah sayang"
"Hahaha makanya berguru dong sama Dika, biar kamu bisa jago juga"
"Iya deh nanti aku les privat sama Dika"
Sepasang kekasih itu asik berbicara berdua dan tak menghiraukan gadis disebelah mereka yang tangannya semakin dingin juga keringat di keningnya semakin banyak.
"Ya ampun Ra, tangan kamu dingin banget"
"Mau nunggu diruangannya bang Ronald aja gak? Kasian Dara kedinginan gitu"
"Mau Ra?"
"Gak, aku mau liat Dika"
"Yaudah"
Balapan hampir saja berakhir 2 putaran lagi. Sampai akhirnya...
Brakkk
__ADS_1
"Dika!!!"
...