
...
Hari ini Dara bersiap untuk ke sekolah. Dan nanti setelah pulang sekolah gadis itu berniat akan mengunjungi Dika dirumahnya. Laki-laki itu masih belum kembali bekerja. Danil bilang hari ini juga akan mengantar Dika untuk kontrol pasca rawat inap kemarin. Jadi Dara berniat untuk membawakan makanan untuk Dika dan yang lainnya. Ah mungkin lebih tepatnya beberapa kue yang sudah Dara buat sejak semalam.
"saya tau dia kerja di bengkel"
Dara yang sedang menyiapkan sarapan itu dikagetkan dengan suara sang ayah yang baru saja keluar dari kamarnya.
"maksud ayah?"
"laki-laki yang suka mengantarmu pulang itu"
"Dika"
"saya juga tau dia adalah mantan narapidana, dia seorang pembunuh"
"ayah cukup"
"kenapa? Apa kamu sudah tau siapa dia sebenarnya?"
"iya, aku sudah tau"
"lalu kenapa kamu masih dekat dengannya? Apa karena kalian memiliki riwayat hidup yang sama. Sama-sama seorang pembunuh?"
"cukup ayah"
"kenapa? Bukankah itu faktanya. Ternyata benar dia adalah seorang preman"
"dia bukan preman, dia baik ayah"
"tak ada orang baik yang membunuh. Jelas saja kamu membelanya, karena kamu tau bagaimana rasanya sebagai pembunuh"
"cukup ayah cukup !!"
"berani sekali kamu berteriak pada saya"
"ayah boleh menghina aku, caci maki aku. Tapi ayah jangan menghina Dika yang tak tau apapun ayah. Silahkan ayah benci aku, tapi jangan Dika"
"berani sekali kamu membela seorang narapidana dihadapan saya"
"nyatanya narapidana yang ayah katakan itu jauh lebih baik dibandingkan seseorang yang aku panggil ayah"
"kurang ajar kamu"
Plak
"tampar yah, tampar aku sampai ayah puas. Lakukan apa yang membuat ayah bahagia, karena ayah terlalu egois, ayah terlalu munafik"
Plak
"beraninya kamu!!"
"kenapa yah? Kenapa ayah tak terima dengan ucapan ku, iya? Dika berani bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya sampai dia dipenjara. Tapi ayah bahkan munafik, tak berani mengakui jika ibu juga bersalah. Dan bahkan ayah juga bersalah dalam kematian kak Rinjani"
"jangan ungkit masa lalu"
"ayah juga mengungkit masa lalu. Bahkan yang sedang ayah ungkit sejak awal adalah masa lalu orang lain yang tak ada hubungannya dengan keluarga kita"
"sudah diberi apa kamu sama dia sampai berani melawan saya seperti ini"
"aku diberi pelajaran untuk sadar, jika ayah juga bersalah. Apa ayah sadar kenapa ibu sampai berselingkuh? Lalu apa ayah juga sadar kenapa kak Rinjani sampai bunuh diri? Dan apakah ayah juga sadar jika semua karena egois dan abisius nya ayah. Ayah sadar itu? Ayah terlalu munafik untuk mengakui itu semua. Dan menutupinya dengan menyakitiku. Benar kan?"
"kamu gak tau apapun tentang rumah tangga saya"
"mungkin aku memang gak tau apapun yang terjadi sebelum aku lahir. Aku gak tau apa yang terjadi antara ayah dan ibu. Tapi ternyata ibu meninggalkan catatan fakta yang baru aku tau"
"maksud kamu"
"coba ayah pikirkan apa kesalahan ayah sampai ibu memilih selingkuh"
Dara yang sudah tak ada waktu lagi langsung pergi menuju sekolahnya. Dirinya hampir saja telat karena harus bertengkar dulu dengan sang ayah. Hah sungguh pagi yang tak baik.
__ADS_1
"semoga hari ini baik-baik aja"
Untungnya angkot cepat datang sehingga Dara tak harus menunggu lama yang bisa saja mengakibatkan dirinya terlambat.
5 menit sebelum bel masuk sekolah Dara sampai dikelas. Arinda sudah duduk dikursinya dengan ponsel digenggamannya.
"udah mau bel"
"eh, kok tumben sih kamu baru dateng?"
"biasa, ada badai dulu dirumah"
"ayah kamu?"
"ya siapa lagi, Nda"
"kenapa lagi sama ayah kamu?"
"dia udah tau siapa Dika"
"maksud kamu?"
"selamat pagi anak-anak"
...
Dara benar-benar datang kerumah Dika dengan membawa kue yang sudah dia bawa sejak tadi pagi ke sekolah. Disana juga ada Danil yang baru saja sampai setelah mengantar Dika kontrol. Dan tentu saja Dara datang bersama dengan Arinda.
Selly senang bertemu dengan Dara lagi. Gadis itu juga berkenalan dengan Arinda. Selly senang sekali sekarang punya banyak teman. Tak kesepian seperti dulu.
"ini kak Dara yang buat kuenya?"
"iya, kenapa? Gak enak ya"
"ini mah enak banget kak"
"syukurlah kalo kamu suka"
"mas Dika juga pasti suka banget. Iya kan mas?"
"udah cocok jadi istri belum nih" canda Danil
"udah" pandangan Dika tak lepas pada Dara sejak tadi
"ekhem, gue takut copot tuh mata dari tadi liatin mulu gak kedip"
"rese lu"
Setelah berbagai macam berpincangan antara mereka dan hari juga mulai sore. Dara berniat pamit untuk pulang.
"kamu gak kerja?"
"hari ini aku libur"
"terus kenapa pulang buru-buru"
"gak enak sama tetangga kan udah dari tadi aku main disini"
"nanti aja pulangnya, nanti aku anter pulang deh"
"yang baru sembuh tuh masih harus banyak istirahat"
"istirahat terus malah capek"
"udah ya aku pulang dulu"
"aku anter"
"eh gak usah, aku bisa pulang sendiri kok"
"naik apa?"
__ADS_1
"naik angkot"
"gak, mending aku anter"
"eh gak, pokoknya kamu gak boleh kemana-mana dulu"
"masa anter pacar sendiri gak boleh"
"boleh, tapi kalo kamu udah sehat. Oke"
"yaudah sama Danil"
"gak ah, Danil kan mau anter Arinda pulang"
"abis anter Arinda"
"eh jangan, kasian bolak balik"
"yaudah aku minta tolong Budi"
"kok jadi ngerepotin orang lain sih"
"ya biarin aja, daripada kamu pulang sendiri"
"ekhem, maaf nih ganggu acara debatnya. Tapi mending lu gue anter pulang aja deh Dar" ucap Danil yang tiba-tiba datang
"jangan, kamu anter Arinda aja"
"gak apa-apa kok Dar, nanti habis Danil anter aku dia anter kamu ya" Arinda pun memberikan solusinya
"jangan, Nda. Gak baik dianter pulang sama pacar orang"
"oke ayok"
"eh, kamu mau kemana?"
"tadi katanya gak baik dianter sama pacar orang, yaudah ayok dianter sama pacar sendiri berarti gak apa-apa kan"
"tapi kan..."
"mau naik ke motor sendiri atau aku gendong"
"ish iya, aku naik sendiri. Eh tapi Selly gimana?"
"aku gak apa-apa kok kak. Kan mas Dika juga cuma sebentar anter kak Dara nya" kini Selly yang bersuara
"gak ada alasan nolak lagi kan. Udah ayok nurut sama mas pacar"
"ish"
"bye Dara, peluk aja gak apa-apa kok Ra" canda Danil
...
Dalam berjalanan menuju rumah Dara tak ada percakapan diantara keduanya. Hanya Dika sesekali mengelus tangan Dara yang memegang jaketnya.
"makasih ya udah anter aku pulang"
"sama-sama. Makasih juga ya udah mau jenguk aku bawain aku kue yang enak juga"
"sama-sama, aku seneng kalo kamu suka sama kue buatan aku"
"kapan kapan buatin aku kue lagi ya"
"siap bos" Dara menjawab dengan gaya hormatnya
"hahaha gemes banget sih" Dika pun membalasnya dengan mengelus puncak kepala Dara
"yaudah aku pulang dulu ya"
"iya, hati hati"
__ADS_1
Dara masuk kedalam rumah dengan kondisi yang sepi. Lampu juga belum ada yang dinyalakan. Itu artinya sang ayah belum pulang.
hari ini jadwal anda kemoterapi