Mahadara

Mahadara
episode 22. 2


__ADS_3

...


Danil sudah mendengar cerita tentang Dara dan Dika dari pacarnya Arinda. Jujur dia merasa kasihan pada Dika. Dia tau betul bagaimana perasaan Dika pada Dara. Dan dia juga tau bagaimana tulusnya Dika yang ingin melindungi Dara.


Walau Dika belum bercerita sepenuhnya pada Danil. Tapi Danil cukup tau dari bagaimana laki-laki itu memperlakukan Dara selama Danil melihatnya. Arinda juga percaya pada Danil, jika Dika itu memang laki-laki yang baik. Walau Arinda sedikit tau cerita masa lalu Dika. Ya awalnya memang Dara tidak percaya. Tapi, apa yang Danil ceritakan justru membuat Arinda kagum dengan Dika.


...


Malam ini Danil janjian bertemu dengan Dika ditempat balapan. Lebih tepatnya diruangan bang Ronald. Dia tidak sendiri, tapi ada Arinda juga yang menemaninya. Arinda bilang, dia ingin menjelaskan sesuatu tentang Dara pada Dika. Jadi, Danil sebagai sahabat yang baik tentu setuju dengan pacarnya itu. Dia tak mau masalah kesalah pahaman ini terus terjadi diantara Dika dan Dara.


"Woy bro" Danil yang menyapa disaat Dika baru saja sampai dan duduk disofa tak jauh dari Danil dan Arinda


"Ada Arinda?" Dika tak tau jika Arinda juga ada disini. Karena memang Danil hanya bilang mereka perlu bicara serius aja


"Iya, karena Arinda mau cerita sesuatu sama lu tentang Dara"


"Dara"


"Iya, gue mau lu tau sesuatu tentang Dara, Dik. Gue gak mau kalian terus salah paham gini"


"Ada apa?" suasana mendadap serius dan tegang, terlebih Dika yang tampak gusar


"Dara, sejak kecil hanya tinggal dengan kakak perempuan dan ayahnya. Ibunya meninggal beberapa jam setelah Dara lahir. Sejak kecil sang ayah sudah memperlakukan Dara gak adil. Ayahnya lebih sayang pada kakak perempuannya"


"Lalu"


"Ayahnya sangat sayang pada kakak perempuannya yang bernama kak Rinjani. Dia adalah gadis yang pintar dan cantik. Ayahnya ingin kak Rinjani jadi seorang dokter. Sejak kecil, jika ayahnya menyakiti Dara, maka kak Rinjani lah yang akan melindungi dan membela Dara. Termasuk biaya hidup Dara, kakaknya lah yang meminta pada ayahnya untuk mau membiayai Dara"


"Lalu"


"Tanpa Dara tau, ternyata ayahnya yang memaksakan kak Rinjani untuk jadi seorang dokter demi bisa dibanggakan didepan semua orang. Kak Rinjani selalu dituntut untuk berprestasi dan jadi anak yang sempurna. Dara yang saat itu masih SMP tak peka dengan kondisi kakaknya. Sampai suatu hari, kak Rinjani ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamarnya"


"Hah"


"Iya, kak Rinjani tak sanggup lagi terus dituntut oleh ayahnya. Dara tau itu dari surat yang ditemuinya dikamar kakaknya. Setelah kamatian kak Rinjani, Dara berpikir ayahnya akan berubah, tapi nyatanya semakin parah. Ayahnya semakin membenci Dara, menganggap Dara lah penyebab kak Rinjani bunuh diri karena terus membela Dara"

__ADS_1


"Gila"


"Sejak saat itu, Dara berjanji pada ayahnya untuk bisa berprestasi seperti kakaknya dan akan menjadi dokter seperti keinginan ayahnya. Asal itu bisa membuat ayahnya memaafkan Dara dan menganggap Dara sebagai anaknya. Itulah sebabnya kalau nilai Dara turun atau gak bisa juara 1 dalam olimpiade yang diikutinya, Dara akan dipukuli"


"Keterlaluan"


"Karena kak Rinjani udah gak ada. Ayahnya gak mau lagi membiayai Dara, itulah kenapa Dara harus bekerja di cafe setelah dia pulang sekolah. Bagi ayahnya, Dara adalah penyebab istri dan anaknya kak Rinjani itu pergi meninggalka dia. Ayahnya selalau aja bilang kalau Dara itu bukan anaknya. Dan yang baru aku tau setelah Dara cerita beberapa hari lalu kalau ternyata dia memang bukanlah anak kandung ayahnya"


"Apa?"


"Iya, kemarin ayahnya bilang kalau Dara bukanlah anaknya. Dara adalah anak hasil perselingkuhan ibunya dengan sang mantan pacarnya. Ayahnya mau merawat Dara terpaksa karena ayah kandung Dara sudah meninggal karena kecelakaan dan ibunya yang sebelum meninggal sudah menitipkan Dara pada ayahnya itu"


"Huft"


"Dara gak sebaik-baik yang orang lain atau kamu lihat, Dik. Hidupnya menderita sejak lama, dia hanya terlalu pintar terlihat kuat didepan kita. Walau aku tau seberapa hancur dirinya. Dia juga berhak bahagia kan, Dik" hiks... Arinda menangis mengingat bagaimana menderitanya sahabatnya itu


"Sabar sayang"


"Tolong jaga Dara ya ,Dik... Tolong lindungi dia, gue percaya lu sebenarnya mau lindungi Dara kemarin, gue udah tau ceritanya dari Dara. Gue percaya sama lu, tapi Dara terlalu sayang sama ayahnya dan dia juga gak mau kalau lu jadi bermasalah sama ayahnya itu"


"Tolong lindungi Dara, Dik. Gue rasanya gak sanggup kalau terus liat Dara disakiti sama ayahnya. Gue sayang sahabat gue, Dik. Dan yang gue tau dia gak bermaksud buat jauhin lu. Dia cuma gak mau lu ikut masuk dalam penderitaan hidupnya dia. Dia takut lu terluka, Dik"


"Segitu pedulinya dia sama lu,Dik. Walau dia sendiri menderita" Danil pun mencoba memberikan pendapatnya


"Apa dia gak berani buat keluar dari rumah, cari kontrakan atau kost?"


"Dia gak mau ninggalin ayahnya sendirian, apalagi sekarang Dara tau kalau ayahnya itu punya penyakit ginjal yang pastinya perlu dijaga dan diawasi minum obatnya"


"Buat apa dia masih peduli sih"


"Ya itulah Dara, Dik. Dia terlalu baik, hatinya terlalu lembut. Gue udah berulang kali minta dia buat keluar dari rumah. Bahkan gue udah nawarin dia buat tinggal sama gue. Tapi dia tetap gak mau ninggalin ayahnya"


"Keras kepala"


"Lu juga keras kepala" gumam Danil yang didengar Dika

__ADS_1


Dika menatap Danil dengan tatapan datar, membuat Danil langsung terdiam dengan senyum kikuknya


"Gua khawatir sama Dara. Gue khawatir dia ngelakuin hal kayak dulu lagi"


"Apa?"


"Mencoba bunuh diri"


"Astaga"


"Tiga bulan setelah kepergian kak Rinjani, Dara sempat mencoba bunuh diri dengan menyayat tangannya. Syukurnya sempat tertolong karena gue yang dateng kerumahnya malam itu. Gue panik setelah Dara telpon gue dengan nangis dan telpon itu mati begitu aja. Untung ayahnya Dara lagi dinas diluar kota, jadi gue bisa langsung masuk kerumahnya yang kondisinya gak terkunci"


"Syukurlah kamu cepat dateng sayang"


"Iya, dan aku langsung panggil ambulance. Selama beberapa hari dirawat, ayahnya Dara sama sekali gak pernah jenguk Dara. Dia hanya mengirim pesan agar Dara cepat pulang. Padahal waktu itu kondisi Dara masih cukup lemah"


"Keterlaluan"


"Aku gak mau Dara ngelakuin itu lagi, Nil"


"Iya sayang, semoga ya. Kita jaga Dara sama-sama ya"


"Dika, bisa kan lu janji sama gue buat jaga Dara. Daj lindungi Dara?"


"Gue usahain"


"Gue percaya sama lu. Karena selain gue, cuma lu yang bisa bikin Dara nyaman. Gue lebih sering liat dia senyum sejak kenal lu"


"Iya lah, kan Dika ganteng"


Setelah mendengar cerita dari Arinda, Dika semakin yakin soal perasaannya pada Dara. Dan semakin yakin untuk terus menjaga dan melindungi Dara.


...


"Gue akan jaga lu"

__ADS_1


__ADS_2