
**Catatan penulis:
Hai readers, ini adalah novel kedua saya. Sedikit berbeda dengan novel pertama saya yang berjudul FUTURE HUSBAND**. Klick Namepage saya, dan baca deh bagi yang belum baca.
**Semoga para readers juga menyukai ini ya.
*****
Benua Harvest, adalah sebuah benua terbesar dengan kekaisaran termegah yang berpusat pada kerajaan Allaine. Saat ini, raja yang menduduki kerajaan Allaine adalah Raja Federich De Guardine. Raja tersebut hanya memiliki satu pewaris sah yaitu putra mahkota yang bernama Pangeran Addrich De Guerdine. Pangeran berparas tampan, bertubuh proposional, berpengetahuan tinggi juga merupakan ahli pedang terbaik di benua Harvest.
****
"Nona Ellise!!! Nona Ellise!!! Apa yang anda lakukan?! " teriak Monicva, tubuh kecilnya berjuang dalam pelarian menuju tempat dimana Ellise berada.
__ADS_1
" Sttt.. Diamlah Monicva, kamu mengganggu konsentrasiku! "
" Nona Ellise, bukan saya yang mengganggu konsentrasi anda! Tetapi anda yang membuat saya gila!! Turunlah, biarkan saya membantu anda.. " protes Monicva, nafasnya terlihat sedikit tersengal akibat pelariannya.
"Tenang saja, Ferdon mampu menahanku.." elak Ellise secara terang-terangan.
"Ferdon?? Ferdon hanyalah seekor kuda, anda menaikinya seperti itu!! Kuda adalah tempat anda untuk duduk dan membantu anda berjalan, bukan tempat kaki anda berpijak untuk membantu anda mengintai dunia luar!!! "
" Tiada tempat tinggi yang aku lihat selain Ferdon disini! Kamu yang melarangku untuk memanjat pohon!!! "
Ellise akhirnya menuruti kemauan Monicva, seorang pelayan pribadi yang selalu berada disisinya untuk memenuhi semua kebutuhannya.
Tanpa banyak bicara, Ellise turun dan menghepaskan tubuhnya direrumputan yang tak jauh dari tempat mereka berada.
__ADS_1
Mata Ellise menerawang jauh, sorot matanya terlihat kesepian.
"Monicva, kamu mengatakan diriku adalah Lady terhormat dari keluarga bangsawan Duke Labird yang mempunyai status bangsawan tertinggi dibenua ini?? Namun semua itu hanyalah nama, bahkan keluar dari penjara ini saja aku tidak bisa. Namaku, parasku, segalanya tentangku bahkan orang mulai melupakannya. " sesal Ellise, matanya memerah.
Monicva tahu bahwa nonanya sedang menahan kesedihannya. Diumur Ellise, seharusnya saat ini adalah waktu untuknya berada disetiap perkumpulan wanita tingkat atas, bagaikan bunga yang sedang mekar sebelum hari kedewasaannya. Namun nonanya, hanya bisa berdiam diri disini, tanpa bisa melihat dunia luar, tanpa bisa berkenalan dan menjalin status terhormat dengan putri bangsawan lain, sedangkan putri bangsawan lain sudah menerima banyak sekali undangan dan surat lamaran sebelum hari kedewasaannya.
Monicva duduk disamping Ellise, kesedihan Ellise adalah kesedihannya. Nonanya adalah seorang perempuan yang luar biasa cantik, memiliki ciri khas Duke Labird terdahulu. Jika bukan karena Marquess Jack Keirs yang menjadi wali sah Ellise memberitakan bahwa Ellise terkena penyakit kulit menular, mungkin telah banyak yang akan terpesona dengan harta berharga satu-satunya Duke Labird, yaitu puteri tercintanya. Tidak heran tidak ada satu orangpun yang mencoba bertanya kemana ahli waris satu-satunya Duke Labird, jika seseorang mempunyai penyakit menular, adalah hal yang wajar jika dia tidak diperbolehkan keluar. Dengan kata lain keberadaan Ellise sejak meninggalnya duke dan duchess mulai menghilang dari pergaulan sosial.
Semenjak kepergian sang duke dan duchess, Ellise dikurung disini. Estat utama keluarga Ellise sangatlah luas, Ellise berada disayap sebelah kiri, sebuah mansion mungil yang indah, halaman dan taman yang sangat luas, sebuah danau kecil, hutan yang lumayan luas berada di dalam estat sayap kiri. Sebenarnya arti kata kurungan bukanlah sebuah gudang kecil, Ellise juga tidak disiksa, dia bebas menjalani hidupnya dengan kuda-kuda kesayangannya, sayangnya dia tidak boleh keluar dari sini. Ada gerbang menuju mansion utama yang tidak boleh dilaluinya. Secara umum, dia tidak kekurangan apapun tetapi tidak memiliki apa yang menjadi haknya.
Sejak saat itu juga, seluruh pelayan dan kesatria penjaga dipecat oleh Marquess Jack, kecuali Monicva dan ibunya yaitu nyonya Rose, pelayan umum Veran dan Lucy, juga kesatria utama Duke Labird yaitu Tuan Linden, Tuan Val, dan Tuan Ava.
Mengapa mereka tidak dipecat? Karena mereka memiliki surat resmi status tanpa batas yang ditandatangani oleh Raja Federich ketika Duke Labird masih hidup.
__ADS_1
Marquess tidak dapat berbuat apa-apa, hanya bisa mengancam akan mencelakai Ellise jika mereka berani membocorkan situasi yang terjadi sebenarnya dikediaman Duke Labird. Lagipula, surat wali sah ada ditangan Marquess Jack, ada peraturan-peraturan yang tidak bisa ditentang kecuali Raja langsung turun tangan. Namun membuat raja turun tangan adalah hal yang mustahil, mereka hanyalah para pelayan dan ksatria seorang bangsawan, bertemu raja saja adalah ketidakmungkinan.