Married To Prince

Married To Prince
Bab 15


__ADS_3

"Ada apa?"


Pertanyaan Pangeran Addrich berhasil membuat keributan hilang seketika.


"Pangeran.. Ini hanyalah masalah kecil.. " ujar Beatrix manja sembari menempelkan tubuhnya ke lengan Addrich.


Addric menatap Beatrix dengan tajam,


"Berbicaralah tanpa menyentuhku."


Beatrix menjadi ketakutan, tubuhnya menjauh dengan cepat dan menunduk meminta maaf.


"Katakan, apa yang terjadi?" tanya Pangeran Addrich.


Beatrix seperti ingin mengucapkan sesuatu, namun dia memilih untuk mengurungkan niatnya karena melihat tatapan yang menakutkan dari pangeran Addrich.


Keheningan terjadi, Pangeran Addrich mulai tidak sabar. Pandangannya beralih kepada penjaga yang berada disana.


Melihat itu, penjaga mulai ketakutan, dia menunduk hormat lalu mulai berbicara.


"Pangeran Addrich, wanita ini dan ksatrianya mengaku datang dari kediaman duke Labird sebagai putri dari mendiang sang duke. Sangat jelas selama ini semua orang mengetahui jika putri sang duke memiliki penyakit menular dan harus dikarantina dikediamannya. Lagipula, sang Lady Beatrix de Keirs Labird telah datang sebagai wakil dari kediaman Duke Labird. "


" Oh? Sejak kapan Beatrix menyandang gelar Labird? " cemo'oh pangeran Addrich.


Ruangan yang tadinya hening, mulai penuh dengan bisikan. Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Pangeran Addrich.


"Pa..pangeran.." ujar penjaga itu tergagap.

__ADS_1


"Katakan. "


Penjaga itu terlihat mengumpulkan nyalinya,


" Saya hanya tidak ingin seorang penipu masuk kepesta anda yang berharga. "


" Penipu? "


" Benar, saya telah bertanya pada Marquess Jack Keirs, namun jawaban yang saya terima adalah bahwa keponakannya, yaitu putri dari mendiang duke Labird memang memiliki penyakit keras yang menular. "


" Kesimpulannya adalah Marquess Jack Keirs tidak mengakui wanita ini? " tanya Pangeran Addrice dengan suara yang semakin meninggi. Ekor matanya menatap tajam dimana Marquess Jack Keirs berdiri dengan istrinya yang mulai menampilkan ketakutan diwajahnya.


"Pangeran, bagaimana jika wanita ini benar penipu?" dengan ketakutan penjaga itu bertanya.


" Bagaimana jika memang dia adalah putri dari mendiang duke Labird? " jawab Pangeran Addrich yang mulai tidak sabaran.


Pangera Addric menunjuk Ellise tepat diwajahanya.


Beberapa bangsawan mulai memperhatikan Ellise.


"Benar! Itu adalah ciri khas Labird!" celetuk seorang bangsawan yang bergelar duke juga.


Suasana mulai ribut.


Pangeran Addrich menurunkan tangannya dengan puas.


"Izinkan dia masuk. " perintah Pangeran Addrich.

__ADS_1


Penjaga itu mulai ketakutan dan memberikan ruang pada Ellise dan Linden.


" Zuich... " panggil pangeran Addrich.


Seorang pemuda tampan langsung muncul memberi hormat pada Pangeran Addrich, dia adalah Zuich Z, seorang komandan ksatria pelindung utama pangeran yang merupakan pengawal pribadi pangeran.


" Hormat, pangeran. " ujar Zuich Z dengan sopan.


" Urus penjaga itu.. "


Penjaga yang dimaksud pangeran Addrich langsung bersujud meminta ampun. Jawaban dari usahanya adalah dia diseret oleh anggota ksatria pengawal khusus Zuich Z.


Tiba-tiba, hal yang tak terduga terjadi, hal yang membuat suasana kembali hening.


Pangeran Addrich menunduk, mengulurkan tangannya pada Ellise, "Lady..."


Itu adalah permohonan permintaan dansa!!!


Ellise memandang bingung sekaligus takut, sekali-kali matanya menatap Linden yang disampingnya. Yang dilihatnya adalah wajah pucat Linden.


Pangeran Addrich kembali membuat sesuatu yang membuat semua orang diruangan itu menjadi terkejut, Pangeran Addrich yang tidak mendapat respon dari Ellise justru mendekati Ellise dan marengkul Ellise, Ellise yang kebingungan dituntun kelantai dansa.


Setiap mata yang memandang Pangeran Addrich dan Ellise yang sedang berdansa terlihat syok, mengapa tidak?


Pangeran Addrich selama ini dikenal sebagai pangeran yang dingin, tidak mau berdansa, bahkan sangat jarang mau muncul dipesta.


Kali ini, justru pengeran Addrich yang menunduk dalam permintaannya berdansa, bahkan ketika Ellise tidak juga menerima ajakan itu, Pengeran Addrich tidak menerima penolakan dan langsung membawa Ellise kelantai dansa.

__ADS_1


Berbagai spekulasi muncul, banyak yang menduga jika Ellise lah yang akan dipilih pangeran untuk menjadi putri mahkota. Walau begitu, banyak yang tidak mau menyerah untuk mendapatkan hati pangeran Addrich, termasuk Beatrix yang memandang Ellise dengan marah.


Sedangkan Marquess Jack Keirs dan istrinya mulai ketakutan jika kebusukan mereka akan terlihat.


__ADS_2