
Ellise duduk ditepi ranjang dalam diam, tubuhnya sedikit gemetar, jantungnya berdetak lebih kencang dari yang seharusnya.
Ini adalah malam pertama, sedari tadi para pelayan sibuk membersihkan tubuh Ellise. Ellise hanya bisa pasrah menerima pelayanan luar biasa itu, kecuali satu hal, Ellise menolak Parfum yang disediakan, lebih memilih menyemprotkan parfum yang sebelumnya telah diraciknya sendiri.
Ellise tetap menunggu sampai Pangeran Addrich masuk kedalam kamar, matanya sesekali melirik penataan kamar yang dibuat romantis.
Drrrrrrttttt...
Pintu berdecit terbuka, muncullah Pangeran Addrich yang masih memakai baju kebesarannya.
"Aku akan mandi terlebih dahulu, setelah itu kita menyelesaikan urusan kita. "
Ellise semakin gugub mendengar kalimat yang dilontarkan pangeran Addrich.
" Apakah anda tidak membutuhkan pelayan untuk membantu anda mandi? " tanya Ellise mengalihkan pembicaraan.
Namun, Pangeran Addrich justru tersenyum nakal, " Dan membiarkan para pelayan melihat tubuhku tanpa sehelai benangpun? "
Ellise semakin salah tingkah, " Bukan itu maksud saya, hanya saja, saya kira, bahwa seorang keluarga kekerajaan, terutama pangeran dan raja akan menerima pelayanan mandi juga. Dan... "
" Umumnya iya, tetapi tidak dikerajaan ini. Setidaknya sejak masa kakekku, aku tidak melihat hal-hal demikian. Jika iya pun, aku tetap tidak akan melakukannya. Ellise, ingat, aku membenci siapapun memasuki ranah pribadiku, terutama tubuhku ini tidak untuk umum.. "
Setelah mengucapkan kalimat itu, Pangeran Addrich meninggalkan Ellise.
Ellise hanya bisa mendesah berat, kesimpulan yang dapat diambilnya dari sikap pangeran adalah Pangeran Addrich sedikit arogan, terlalu percaya diri walaupun dia memang berhak melakukannya, tidak dapat dibantah, bahkan Ellise hampir tidak pernah berhasil menyelesaikan kalimat yang ingin disampaikannya jika dia dan pangeran Addrich mulai berdebat.
Tak lama Pangeran Addrich muncul dengan pakaian tidurnya. Sedikit dada bidang mengintip dari balik pakaian depannya yang tidak terkancing sempurna. Ellise menatapnya lekat-lekat, melihat dada bidang Pangeran Addrich, Ellise justru teringat akan Aricer.
__ADS_1
Pria itu memiliki tubuh yang tak kalah bagusnya dari pangeran Addrich, tinggi mereka juga mungkin hampir sama, sekilas Ellise terbayang akan malam itu, malam percintaannya, malam yang mengubah dirinya menjadi wanita dewasa, malam yang membuatnya menangis.
"Ellise, apakah kamu ingin menyentuh tubuhku? " tanya Pangeran Addrich menggoda membuyarkan lamunan Ellise.
" Ti...tidak Pangeran. " jawab Ellise tergagap.
Pangeran Addrich mendekat, dia duduk disamping Ellise membuat Ellise semakin gugup.
"Lalu mengapa kamu memandangi tubuhku, seolah kamu ingin melahapku saja?" tanya Pangeran Addrich semakin menggoda.
Pangeran Addrich semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ellise, disaat bersamaan jantung Ellise semakin tidak karuan. Ellise gemetar ketakutan.
Cupp!!!
Pangeran Addrich hanya mencium kening Ellise. Ellise hanya terbengong jadinya.
Entah mengapa, justru Ellise sedikit kecewa.
"Pangeran, mengapa anda menggendong saya ke sofa.?"
" Ellise, apakah kamu mengharapkan sesuatu? "
Ellise mengalihkan pandangannya ketempat lain, merasa malu.
" Anda bilang kita akan menyelesaikan urusan kita, saya kira... " Ellise diam tidak melanjutkan ucapannya.
Pangeran Addrich mentapa Ellise tajam dari tempat yang didudukinya, sofa disebrang sofa Ellise.
__ADS_1
"Memang sekarang kita akan menyelesaikan urusan kita."
" Apa?! Sekarang?! Disini?! Bukan di tempat tidur?! " tanya Ellise terkejut.
Pfftttttt....
Tampak pangeran Addrich tertawa tertahan.
" Ellise, kamu membayangkan apa? " tanya Pangeran Addrich yang kemudian tertawa tanpa bisa menahan tawanya lagi.
Ellise menjadi cemberut sekaligus malu, rasanya dia ingin menghilang dari tempat ini sekarang juga.
"Sesuatu yang harus dilakukan suami istri!" ujar Ellise kesal, toh dia telah dipermalukan sejak tadi.
"Ellise, tampaknya kita harus meluruskan sesuatu."
Ellise mengadahkan pandangannya,
"Perihal apa itu pangeran? "
"Ellise, kita tidak akan melakukan hubungan suami istri."
"A.. Apa? "
" Ellise, aku tidak akan menyentuhmu. "
"Pangeran, Tapi mengapa?"
__ADS_1
"Ellise, aku mencintai wanita lain. "