Married To Prince

Married To Prince
Bab 32


__ADS_3

"Ellise, apakah kamu tau tentang statusmu?" tanya Ratu Olivia.


"Ibu, tentu saja saya tau. Saya adalah putri mahkota saat ini."


"Apakah kamu tau peran seorang putri mahkota? "


" Sebagai putri mahkota, sebagai First Lady, saya harus membantu kemakmuran kerajaan ini, dimana tugas yang saya emban adalah membantu anda mengurus norma, adat dan segala hal di kerajaan ini dari dalam, juga menyokong ayah dan suami saya. "


"Berarti kamu paham, bahwa aku adalah orang yang akan kamu bantu." ujar Ratu Olivia mencoba mengingatkan Ellise akan kedudukan mereka.


"Ibu, secara hukum saya memang harus membantu anda, namun juga disana tertulis jika apa yang anda lakukan adalah sebuah kebenaran. "


" Lancang! Apakah kamu ingin mengatakan bahwa selama ini aku melakukan kesalahan dalam tugasku? " ujar Ratu Olivia marah.


" Ibu, tidak ada dikalimat saya bahwa anda melakukan kesalahan-kesalahan dalam tugas anda. Saya hanya mengatakan bahwa saya akan membantu anda jika saya merasa hal itu benar. "


"Siapa kamu yang berani menilai apa yang akan aku lakukan adalah benar atau tidak?!" kali ini sikap permusuhan Ratu Olivia semakin terlihat.


"Ibu, saya adalah putri mahkota. Itu adalah tugas saya. Jika anda keberatan, maka anda dapat berbicara dengan ayah untuk mengubah hukum. Saya hanya tidak ingin dikenal sebagai Putri Mahkota yang tidak baik."


Tok! Tok! Tok!


Sebelum Putri Olivia berbicara, ketukan pintu mulai terdengar.


Pelayan membantu membuka pintu atas arahan ratu Olivia, muncullah Ava dan Val.


" Siapa kalian? " tanya Ratu Olivia.

__ADS_1


" Mereka adalah kesatria pelindung saya."


Ava dan Val mulai memperkenalkan diri dan memberi hormat, mereka mengambil posisi berdiri disamping kiri dan kanan Ellise.


" Keluar, kalian tidak dibutuhkan disini. " perintah Ratu Olivia.


Ava dan Val berdiri tidak bergeming dari tempatnya.


" Yang Mulia Ratu, kami diutus oleh Pangeran Addrich untuk berada disisi Nona Ellise. " ujar Val tenang.


" Kesatria pelindung harus berada disisi Ellise ketika kunjungannya padaku? Omong kosong! Apakah Pangeran Addrich menuduhku akan melakukan sesuatu pada istrinya dan sekarang dia ingin melawanku secara terang-terangan?! " ujar Ratu Olivia menaikkan beberapa oktaf suaranya karena kemarahannya.


"Ibu, saya mohon jangan tersinggung. Sebenarnya ini adalah permintaan saya kepada pangeran agar mereka tetap disisi saya dimanapun saya berada kecuali ketika saya berada dikamar. Itupun mereka akan tetap didepan pintu saya. " jawab Ellise tenang, tidak terlihat ketakutan apapun dimatanya.


" Ellise, apakah kamu meragukan keamanan kerajaan?! Apakah kamu tau tindakanmu ini adalah penghinaan bagi kesatria kerajaan?!"


Ratu Olivia akhirnya menyerah untuk mencari celah menyalahkan Ellise. Dia memperbaiki cara duduknya untuk lebih anggun. Ratu Olivia merasa bahwa Ellise adalah wanita yang tidak dapat digertak dengan mudah, jika tidak dapat menyingkirkannya, tentu saja membuat Ellise menjadi sekutunya adalah cara yang paling tepat.


"Ellise..." panggil Ratu Olivia ramah.


Ellise menjadi lebih waspada dengan keramahan Ratu Olivia.


"Iya ibu. "


"Sepertinya kamu sangat mengerti dengan statusmu dan bagaimana besar kekuasaanmu."


"Saya hanya belajar untuk memahaminya ibu."

__ADS_1


"Jika begitu, kamu pasti tau, keluargamu, duke Labird adalah bangsawan dengan kekuasaan tertinggi dibenua ini setelah keluarga kerajaan. Pengaruhnya sangat penting, karena sebagian besar bangsawan tingkat tinggi lainnya sangat patuh pada mendiang sang duke. Sang duke juga sangat dihormati oleh rakyat, mereka mencintai ayahmu dengan sepenuh hati karena saat sang duke masih hidup, dia terjun secera langsung untuk membantu rakyat walaupun dia hampir tidak pernah menunjukkan wajahnya. Artinya, kamu mempunyai kekuatan untuk mengambil simpati baik itu dari pihak bangsawan ataupun dari rakyat. Mereka semua akan tunduk pada parkataanmu. Apalagi, sekarang kamu adalah putri mahkota kerajaan ini, yang memiliki kekuasaan yang besar lainnya. Dengan kata lain, pengaruh kekuasaanmu sendiri, hampir sama seperti Raja dalam arti tersirat ketika kamu berada diposisi permaisuri. "


Ava dan Val terkejut dengan apa yang baru mereka dengar. Kecuali Ellise, dia mulai mengkaitkan hal ini dengan apa yang dikatakan pangeran Addrich kemarin malam. Ternyata, hal inilah yang ingin dimanfaatkan Pangeran Addrich. Dari kemarin malam, dia terus bertanya, apa keistimewaan statusnya? Mengapa Pangeran Addrich ingin memanfaatkannya?


"Ibu, apakah maksud dari perkataan anda?"


"Belum terlambat bagi kamu untuk menentukan kamu akan berdiri dipihak mana. Kamu pasti tau, aku dan Pangeran Addrich memiliki kubu yang berbeda. Putraku, Sean, juga adalah anak raja. Walaupun dia bukan putra tertua, dia masih memiliki hak untuk menjadi pewaris tahta. Aku ingin membuktikan bahwa Federich telah salah dalam langkahnya kali ini. Pangeran Bar-bar itu tidak layak menjadi raja benua Allaine."


Ellise tersenyum, akhirnya dia berhasil membuat Ratu Olivia membongkar kedoknya.


"Ibu, apakah kamu tidak takut berbicara hal ini kepada saya? Bagaimanapun saya menyandang status istri pangeran Addrich. "


Ratu Olivia membalas senyum Ellise,


" Ellise, kemarin malam kalian tidak melakukan ritual suami istri bukan karena kamu kelelahan. Benarkan? Kalian bertengkar, karena laporan yang sampai padaku, dipagi hari matamu sembab karena nangis semalaman. "


"Apakah anda mengawasi saya?"


"Setengah pelayan dan ksatria kerajaan ini adalah orang-orangku."


"Jawaban anda cukup untuk memberitahukan saya, bahwa saya tidak dapat berbuat sesuka hati saya. "


" Benar. Oleh karena itu, pikirkan kembali kamu memutuskan akan berdiri dipihak mana. Pilihlah pihak yang kuat Ellise, pihak yang paling banyak menguntungkanmu dimasa depan. Yang jelas, itu bukan disisi pangeran Addrich. Dengan kekuasaanmu, juga kekuasaanku, dengan kerjasama kita, kita dapat menyingkirkan Pangeran Addrich dan membuat Sean menjadi raja selanjutnya. Setelah itu, tidak ada lagi yang dapat mengancam kekuasaan kita."


"Saya akan memikirkannya ibu. "


" Bagus! Sekarang kembalilah, kita akan bertemu lagi. Aku berharap saat itu, aku akan mendapatkan jawaban yang memuaskan. Jika tidak, Ellise, kamu akan menjadi musuhku. Tidak ada untungnya untuk melawanku, karena Pangeran Addrich tidak akan bisa melindungimu. "

__ADS_1


__ADS_2