
"Val !!!" teriak Linden marah.
"Mengapa paman marah? "
" Jikapun kamu mencintai Nona Ellise, tetapi nona Ellise tidak mencintaimu! Kita tetap harus menghormati keputusannya! "
" Paman, aku juga tidak memaksanya! Tetapi kita semua tau, sangat jarang pria yang langsung mau menikah dengannya saat ini! Belum tentu juga pria tersebut akan menjaga rahasia ini, jika dia besar mulut, maka Ellise akan terkena sangsi sosial! Karena itu, aku mengajukan diri dihadapan semuanya! "
Linden datang langsung menerjang Val, Ava langsung menahan tubuh Linden, karena kalah kekuatan justru tubuh Ava yang tercampak dan Val tidak dapat menghindar.
Suasana seketika ricuh, Ellise mulai merasa bersalah melihat pertengkaran akibat ulahnya. Dia memutuskan berlari kembali kekamarnya, meninggalkan semua orang yang akhirnya berhenti karena khawatir padanya.
****
Tok! Tok! Tok!
Ellise merasa heran, tengah malam seperti ini, siapa yang mengetuk kamarnya. Ellise bangkit dan membuka pintu, mendapatkan Val didepan pintunya.
"Ellise, apakah aku boleh berbicara denganmu? "
" Apakah kamu mau masuk? "
__ADS_1
Val menggeleng," Tidak, itu tidak sopan memasuki kamarmu tengah malam seperti ini tanpa pendamping. "
" Tetapi sedari kecil kita telah melakukan ini, seharusnya tidak perlu ada kata sopan dan tidak. "
" Ellise, jangan membuat semua masalah semakin runyam. "
" Lalu kita akan kemana? "
" Kamu ingat sewaktu kecil, kita berdua pernah mendapat hukuman karena memanjat pohon paling tinggi diujung tembok? "
Ellise mengangguk.
" Kita akan kesana, apakah kamu mau? "
"Hahahaha, Ellise kamu sangat tidak cocok menjadi lady, kamu dapat melakukan yang bahkan bukan hanya sekedar pria melainkan para ksatria dapat lakukan. "
Ellise ikut tertawa kecil dan masuk kembali untuk berganti pakaian.
***
" Ellise, apakah kamu bisa melakukannya? " tanya Val yang mengulurkan tangannya mencoba membantuk Ellise naik.
__ADS_1
Ellise menyambut uluran tangan Val, memusatkan diri agar dapat naik lagi ke tempat Val berada.
" Ellise, bagaimana keadaanmu? Apakah lebih baik? " tanya Val begitu Ellise telah duduk di dahan sebelahnya.
Ellise mengangguk.
" Aku baik-baik saja. Hanya, aku tak tahan melihat kalian sedih karena ulahku. "
" Kami akan baik-baik saja selama kamu baik-baik saja. "
Ellise langsung memandang Val yang ternyata memperhatikannya sedari tadi, pandangan mereka bertemu.
" Kak Val, masalah tadi, aku tau kamu berbohong, kamu tidak mencintaiku. Mengapa kamu korbankan masa depanmu untukku? "
Val mendesah pelan, lalu mengalihkan mukanya ke pemandangan yang lurus dihadapannya, Ellise masih nemandang kearahnya.
" Ellise, sejak kecil, aku dibimbing dan dilatih untuk menjadi ksatria penjagamu kelak. Awalnya, baik aku atau pun Ava sangat membenci gagasan ini, saat itu kami sangat kecil, masih berusia 5 tahun, tetapi sudah dipaksa paman untuk memegang pedang, untuk bela diri, untuk melakukan apapun agar bisa menjagamu. Bagi anak kecil seperti kami, itu tentu saja sangat melelahkan dan tak jarang kami menangis karena kesakitan. Sejujurnya kami membencimu dan dendam padamu, masa anak-anak kami hancur. Kami yang belum mengerti apapun, seharusnya bermain dengan seumuran kami. Tujuh tahun kemudian, ketika pertama kali kami dibawa kekediaman ini, kami melihatmu tersenyum pada kami. Kamu hanyalah gadis 7 tahun saat itu, usia mu sekitar 5 tahun lebih muda daripada kami, namun kamu memperlakukan kami sangat baik, bahkan seperti saudaramu sendiri, tidak seperti putri manja dari keluarga bangsawan lainnya yang egois, cengeng dan suka mengatur. Jujur, awalnya kami mengira kamu sama seperti mereka. Kami mulai menyukaimu, senyummu saat itu juga sangat cantik, kamu memberikan sapu tangan yang kamu sulam dengan tangan kecilmu kepada kami berdua, kami sangat terharu dan mulai melupakan dendam kami padamu, kami merasa memang inilah jalan kami. Beberapa saat kemudian, Sang duke dan duchess meninggal, ketika melihatmu menangis, kami juga merasakan hal yang sama. Perasaan ingin melindungi semakin kuat, terutama ketika melihat keserakaan pamanmu, mengurungmu disini. Kami berkali-kali ingin membunuhnya, namun paman Linden melarang kami. "
" Tentu saja, pembunuhan kaum bangsawan mempunyai hukuman serius, bukan hanya yang membunuh, namun seluruh keluarganya akan terkena hukuman. "
Val terkekeh, " Benar, kami tidak takut mati, kami hanya takut keluarga kami terkena dampaknya. "
__ADS_1
Kemudian Val mengalihkan pandangan ke Ellise, pandangan mereka kembali bertemu.
" Ellise, sejak kecil kami disiapkan untuk melindungimu, takdir kami ditanganmu, jikapun aku tidak mencintaimu, namun aku sangat menyayangimu melebihi diriku sendiri, setengah karena jiwa kesatriaku, setengah karena aku telah menganggapmu saudara. Jika aku menikahimu, aku akan memperlakukanmu dengan sangat baik, aku bisa menjamin semua kebahagiaanmu, yang mungkin tidak dapat aku berikan adalah perasaan cinta, mungkin aku bisa belajar untuk itu semua, belajar mencintaimu, namun bagaimana dengan perasaan cinta yang kamu miliki, aku tidak dapat menjamin aku bisa mengubahnya agar tertuju padaku. Ellise, hanya soal perasaanmu aku tidak mampu, karena itu aku merasa akulah yang terbaik menikahimu untuk menghindari kemungkinan terburuk. Aku tidak perduli dengan masa depanku, sedari awal masa depanku memang untukmu, untuk menjadi penjagamu, untuk menyayangimu, untuk menaikkan segala kepentinganmu diatas kepentinganku. Ini bukan lagi perasaan paksaan seperti saat kami kecil, melainkan aku sangat bahagia dan terhormat untuk melakukan itu semua. "