Married To Prince

Married To Prince
Bab 3


__ADS_3

"Nona Ellise, ini sempurna! Anda sangat luar biasa mempesona malam ini!" ujar Monicva takjub.


"Terima kasih Monicva, sekedar mengingatkan ini adalah hasil karyamu. "


Malam itu Ellise memilih gaun hitam dengan lapisan warna emas yang menggoda, tentu saja yang membantunya menghias diri adalah Monicva.


" Tidak nona, kecantikan anda adalah hasil karya Tuhan!" ujar Monicva kagum.


Ellise hanya tersenyum, tangannya sibuk untuk mengikat ujung gaunnya.


"Biarkan saya membantumu nona. "


Monicva menunduk, membantu mengikat ujung-ujung gaun Ellise serapi mungkin, agar Ellise tidak susah membukanya.


" Nona, setidaknya bawalah Veran dan Lucy bersamamu malam ini. " ujar Monicva tanpa memandang Ellise, dia masih berkutat dengan gaun-gaun Ellise.


Ellise menggeleng kuat sabagai balasan.


" Nona, anda bahkan tidak mengijinkan Tuan Linden, tuan Ava dan tuan Val mengikuti anda. Seorang Lady tanpa ksatria pelindung, tanpa seorang pendamping akan sangat berbahaya keluar bahkan untuk siang hari sekalipun, apalagi ini malam hari. Anda akan dianggap sebagai wanita kasta rendah. "


"Bersama Veran dan Lucy saja akan mengundang kecurigaan, pamanku mempunyai banyak mata-mata. Apalagi harus bersama para Sir ksatria, aku hanya membuat diriku ketahuan."


"Baiklah Nona, saya hanya berharap apapun yang terjadi, kembalilah dengan selamat. "

__ADS_1


Ikatan terakhir telah selesai, Monicva kembali berdiri, menuntun Ellise ketaman. Disana telah menunggu Tuan Linden yang tampak bingung dengan ikatan diujung gaun Ellise.


"Nona Ellise, apa arti ikatan diujung gaun itu? Sebuah lolucon untuk penampilan pertama dimuka umum? Jika ingin membuat para bangsawan mengingat anda, bukan berarti dengan cara mempermalukan diri anda secara terang-terangan. " protes Linden terang-terangan.


Baik Linden, Ava ataupun Val adalah ksatria pelindung Ellise. Linden berumur 38 tahun, dia juga merupakan sahabat ayah Ellise, Linden sudah seperti ayah kedua bagi Ellise. Sedangkan Val dan Ava adalah sepupu jauh Linden, mereka masih berkisar 28 tahun dan belum menikah. Mereka berdua juga seperti kakak bagi Ellise.


"Sir Linden, beberapa jam saja tidak berjumpa, ucapan anda masih begitu tajam." jawab Ellise dengan masih memakai kosakata yang sopan. Tidak, sedekat apapun Ellise dengan Linden, mereka masih tetap menjaga setiap etika kesopanan yang anda. Beda halnya saat Ellise berhadapan dengan Ava dan Val.


Ellise menunjuk ujung gaunnya dengan kesal, matanya melotot pada Linden.


"Fungsi ikatan ini adalah untuk memudahkanku menaiki tembok ini Sir!!! "


Linden sedikit tertawa menutupi rasa malu akibat kesalahpahamannya barusan.


Ellise mengangguk. Melewati tembok tinggi ini adalah perkara muda untuk Ellise, roknya yang mengganggu. Dengan bantuan Linden, Ellise naik ketembok dengan mudah, dibawah telah menunggu Ava yang membuka kedua tangannya bersiap untuk menerima tubuh Ellise.


Ellise tanpa ragu melompat kepelukan Ava. Sedangkan Val langsung membantu Ellise membuka ikatan gaun, menaikkannya diatas kuda.


"Ellise, kami akan membantumu mencapai batas ibu kota, saat itu kita akan berpisah. " ujar Val cuek.


Kediaman keluarga Vayerd berada di ibukota. Estat keluarga Ellise berada jauh dari ibukota, Duke Labird memiliki daerah kekuasaan sebelah selatan benua Harvest. Mereka harus melewati dalam hutan sebagai jalan belakang untuk sampai keibukota.


***

__ADS_1


" Anda tidak dapat masuk nona. " ujar para penjaga yang mulai kehilangan kesabarannya untuk menghalangi kedatangan Ellise.


"Mengapa saya tidak? Saya adalah putri dari Duke of Labird, saya adalah Ellise de Labird. Sampaikan itu pada Marquess Vayerd."


"Jika seperti itu, dimana undangan anda?" tanya penjaga itu dengan nada mengejek.


"Saya tidak membawanya, apakah status saya juga tidak bisa menjadi jaminan untuk diizinkan masuk? " tanya Ellise kembali.


" Nona, anda adalah seorang wanita cantik, saya harap kecantikan itu berada dihati anda juga. " sindiran keras keluar dari mulut penjaga itu.


" Apa maksudmu? " tanya Ellise tersinggung, bagaimana mungkin seorang penjaga mempermasalahkan moralnya tepat dihadapannya.


" Jika anda adalah putri duke Labird, lalu dimana kereta kuda anda dengan lambang duke Labird? Dimana pendamping anda? Itu adalah kewajiban dasar seorang lady. Lalu, untuk kediaman duke Labird, lady Beatrix de Keirs Labird, putri Marquess Jack Keirs telah mewakili. Tentu saja dia membawa undangan bersamanya. Yang terpenting, putri Duke Labird adalah seorang yang sakit dan tidak mungkin kesini. Artinya, anda adalah seorang penipu. Pulanglah, sebelum saya mengusir anda dengan cara yang sangat tidak hormat."


Kalimat per kalimat menghantam jantung Ellise, hinaan dan tuduhan datang kepadanya, belum lagi keberadaan dirinya bahkan tidak diakuin seorang penjaga dari kediaman Marquess Vayerd yang statusnya jauh dibawah kebangsawanan Ellise.


Ellise menggigit bibirnya, gigitan itu meninggalkan sedikit bekas dibibirnya. Ellise tidak dapat berbuat apa-apa, kaki kecilnya berjalan kembali dimana kudanya diikat, menaiki kuda itu dan berjalan pelan dijalanan kota.


Hati kecilnya sakit, betul kata Monicva, seorang pendamping ataupun ksatria sangat diperlukan untuk keberadaan seorang Lady, namun membawa mereka juga tidak mungkin.


Beatrix De Keirs, wanita berambut merah menyala, merupakan anak pamannya, sepupunya yang selalu mewakili setiap undangan yang datang untuknya. Bahkan Ellise mendengar sebutan Beatrix di lingkungan bangswan adalah Beatrix Keirs Labird. Ellise mengumpat dalam hatinya, Labird hanyalah miliknya, bukan milik orang lain ataupun sepupunya. Hanya Ellise yang boleh menyandang gelar Labird dibelakang nama sebagai gelar kehormatan.


Hanya Ellise...

__ADS_1


__ADS_2