Married To Prince

Married To Prince
Bab 12


__ADS_3

Hari Pesta Kerajaan Pemilihan Putri Mahkota


"Nona Ellise, kira-kira gaun mana yang akan anda kenakan nanti malam? " tanya Monicva, tangannya terus membalikkan setiap gaun yang ada.


"Hmmm.."


"Anda harus memakai gaun yang terbaik yang pernah ada di penampakan pertama anda.. " ujar Monicva lagi, kali ini kerutan diwajahnya semakin nampak karena kebingungan.


" Hmmmm...."


Kesabaran yang mulai menipis membuat Monicva menghentikan aktivitasnya, tubuhnya berputar untuk mencari keberadaan Ellise yang sedari tadi duduk dengan santai dibelakangnya.


"Nona Ellise, mohon kerja samanya. " ujar Monicva memelas.


" Kerja sama apa yang kamu inginkan? " tanya Ellise tak perduli.


" Jelas ini soal gaun yang akan anda kenakan nanti malam. "

__ADS_1


" oh? Pakai yang mana saja... "


" Nona Ellise, ini untuk penampilan pertama anda, anda harus memberikan kesan yang kuat agar mendapat perhatian semua orang. "


Ellise menatap Monicva jengah, " Monicva, jangan menggangguku untuk saat ini. Masalah gaun, pilih saja salah satu. Bahkan aku tidak yakin aku dapat masuk. "


"Yang terpenting adalah kita berusaha dulu, hentikan kegiatan anda dan buah-buah anda, masalah gaun lebih penting." ujar Monicva lagi.


"Kegiatanku dengan buah-buah ini jauh lebih penting daripada gaun itu. Aku tidak perlu gaun cantik untuk melindungi diriku, namun aku bisa gila tanpa pewangi ditubuhku. Aku sering berkeringat jika berlatih pedang, pewangiku yang aku racik minggu lalu sudah mulai habis. " ujar Ellise tidak perduli, tangannya tidak berhenti meracik pewangi yang menjadi ciri khasnya.


Jika orang lain membeli pewangi dengan harga tinggi dipasar ibu kota, Ellise cukup meraciknya, dan pewangi yang diraciknya tidak dapat diracik siapapun.Bahkan Monicva sudah sering diajarin, namun hasil akhirnya selalu berbeda dari hasil yang diharapkan. Mau tidak mau, Ellise meraciknya sendiri karena dia juga tidak tahan dengan pewangi yang begitu tajam.


"Setidaknya pilih salah satu terlebih dahulu." mohon Monicva.


Ellise mulai mendesah memandangi koleksi gaun yang dihadapannya, matanya tidak menunjukkan ketertarikan apapun.


"Monicva, bukan aku tidak ingin memilih gaun ini, gaun-gaun ini milik Beatrix yang sudah tidak diinginkannya, dengan kata lain gaun ini adalah gaun bekas. Rata-rata ukurannya tidak sesuai denganku, rata-rata kebesaran untukku. "

__ADS_1


Monicva ingin menjawab ucapan Ellise, namun Ellise kembali berbicara.


" Jika kamu ingin mengatakan bahwa kamu bisa mengecilkan gaun-gaun ini sesuai ukuranku, lalu apa? Semua gaun ini sudah pernah dipakai oleh Beatrix diacara pesta. "


"Nona, ada baiknya jika anda memakai baju bekas nona Beatrix, orang-orang akan berfikir betapa kasihannya anda selama ini, rasa simpati akan membantu anda untuk membongkar kebusukan keluarga paman anda."


"Monicva, seberapa burukpun kehidupanku, mendapat belas kasihan dari orang tidak akan ada didaftar pilihanku. Lebih baik aku mati jika kamu berharap aku memilih cara murahan seperti itu. Aku adalah seorang Labird, bangsawan tertinggi dibenua ini, aku akan menjaga nama baik Labird sampai kapanpun, bahkan jika memang aku harus mati, aku akan memilih mati sebagai Labird yang terhormat. "


Monicva menunduk merasa bersalah.


Ellise yang menyadari itu, meraih telapak tangan Monicva, " Monicva, aku akan memperlihatkan diriku dipesta itu, aku akan membuat rumor-rumor tentang aku yang sakit akan menghilang, namun, aku tidak akan mau mempermalukan diriku atau merendahkan diriku."


Monicva menaikkan pandangannya kearah wajah Ellise, "Aku mengerti, maafkan aku nona."


Ellise tersenyum dan menggeleng-geleng kepalanya. " Tidak apa, bawa aku ke koleksi gaun pribadiku. Aku akan memilih gaun, selain gaun yang aku kenakan dimalam saat aku melarikan diri."


"Tetapi nona, koleksi gaun anda tidak banyak, sebagian besar gaun anda adalah gaun yang cocok untuk anda berlatih pedang, sebagian gaun yang tidak layak untuk pesta dan gaun yang tercantik adalah gaun yang anda kenakan malam itu, sisanya adalah pakaian pria yang selalu anda pakai karena kata anda sangat bebas berlati bela diri dengan pakaian pria. "

__ADS_1


Ellise semakin tersenyum, " Aku hanya mengatakan bawa aku ke koleksi gaun pribadiku, namun aku tidak mengatakan akan memakai gaun priabadiku. "


__ADS_2