Married To Prince

Married To Prince
Bab 20


__ADS_3

"Sebenarnya, kata arti melawan ratu Olivia tidak sesuai dengan niatku sesungguhnya. Namun, jika kamu ingin mengartikannya demikian, anggap saja seperti itu."


Ellise menatap Pangeran Addrich dengan kebingungan, namun Ellise lebih memusatkan perhatiannya kepada tujuan awalnya.


"Pangeran, saya bersedia menikah dengan anda, saya akan menjadi sekutu terbaik anda, saya akan setia kepada anda. Namun, semua itu akan saya penuhi jika anda mengabulkan satu syarat saja dari saya. "


Pangeran Addrich tertawa ringan, namun tatapannya begitu tajam kepada Ellise sampai membuat Ellise sedikit merinding.


" Kamu mencoba bernegoisasi denganku, hmm?!! " tanya Pangeran Addrich dingin.


Tubuh Ellise sedikit gemetar ketakutan, "Benar, Pangeran."


"Apakah kamu tahu tindakan kurang ajarmu sekarang? Kamu tidak takut aku akan memberikan hukuman padamu? "


Ellise mengambil nafas, berusaha menenangkan diri, " Saya jelas sangat takut, namun apapun pilihan saya, jalan saya sudah sulit dan kemungkinan kematian menunggu diujungnya. Pangeran, saya hanya mencoba mencari kesempatan, dan mungkin mengambil sedikit keuntungan karena anda memerlukan saya."


"Mengapa kamu berfikir setiap jalanmu telah menunggu kematian pada ujung jalannya? " tanya Pangeran Addrich sedikit lebih sabar.


" Hanya alasan pribadi... Pangeran, apakah saya berhak untuk menolak beberapa pertanyaan anda yang menurut saya melewati privasi saya?"

__ADS_1


"Kamu ingin menjadi sekutuku dengan banyak rahasia yang kamu sembunyikan? " tanya Pangeran Addrich dengan nada suara kembali meninggi.


" Rahasia yang tidak akan merugikan anda, setidaknya untuk saat ini. "


" Ellise, kamu cukup berani... Lupakan.. Lalu, apa syarat darimu? "


" Syarat saya hanya satu, saya ingin, apapun yang terjadi, saya ingin anda berjanji sebagai seorang pangeran, sebagai calon raja, sebagai penguasa negri ini, bahwa anda akan menjamin keselamatan saya dan orang-orang saya. "


" Aku pikir, syarat darimu adalah aku tidak boleh menikahi wanita lain atau meniduri mereka. " ujar Pangeran Addrich kesal.


" Saya tidak akan mencampuri kehidupan pribadi anda pangeran.. " ujar Ellise, wajahnya sedikit merah karena mendengar ucapan Vulgar pangeran.


"Sebagai wanita, saya akan memiliki hati yang besar selama anda dapat menjamin keselamatan saya dan orang-orang saya apapun yang terjadi. Bahkan jika anda nanti nya menikahi beberapa wanita lain dan memelihara mereka, itu tidak masalah pangeran. Selama mereka tidak mengganggu saya dan status saya, juga orang-orang saya."


Pangeran Addrich, entah mengapa, sangat membenci sikap wanita yang begitu tenang dihadapannya.


" Ellise, selalu ada harga yang harus dibayar disetiap keinginan.. " ujar Pangeran Addrich dingin, posisi tubuhnya sedikit berubah menjadi condong kearah Ellise, menatap Ellise tajam.


"Dan untuk kasusmu Ellise, harga yang akan kamu bayar dalam satu permintaan adalah harga yang tidak terhingga. Dengan kata lain, segala keinginanku harus kamu penuhi sampai aku merasa cukup. "

__ADS_1


Ellise bergidik ngeri, negoisasi ini sungguh tidak adil, Ellise tidak sanggup membayangkan permintaan apa yang akan diminta oleh Pangeran Addrich dan entah sampai kapan ini akan berakhir. Ellise merasa dia berjalan didalam neraka yang tidak berujung, namun jika hanya ini jalannya agar dia dapat menjamin keselamatannya dan orang-orangnya, tentu bayaran ini akan sesuai. Jika mereka mati, maka semua akan selesai, namun selama mereka bernafas, mereka akan mencari kesempatan untuk kehidupan mereka. Tentu saja, kali ini dengan perlindungan mutlak dari pangeran.


"Pangeran, saya akan memenuhi segala keinginan anda, selama keselamatan saya dan orang-orang saya tetap aman dalam keadaan apapun dan situasi apapun, anda harus menjanjikan dan menepati itu. " jawab Ellise yakin, matanya memancarkan segala keinginan yang begitu kuat.


Tidak buruk jika mendapat perlindungan dari Pangeran Addrich, karena justru Ellise mempunyai posisi dan status yang tinggi sebagai pasangan pangeran. Ellise tidak menurunkan harga dirinya, Ellise tidak membuat nama keluarganya hancur, Ellise tidak meminta belas kasihan dari siapapun termasuk Pangeran karena dia akan membayar setiap harganya. Walaupun nantinya, Ellise terkenal menjadi pasangan pangeran yang tidak dicintai, itu tidak mengapa. Ellise bahagia jika hidup dengan orang-orang yang selama ini mengikutinya, Ellise bahagia jika bebas melakukan apapun, Ellise akan bahagia...


Pangeran Addrich mengembalikan tubuhnya dalam posisi yang kembali tegak, satu tangannya dilipat hingga telapak tangan menyentuh dadanya, matanya lurus memandang Ellise dengan kearifan yang luar biasa, wajah tampannya sangat tenang,


"Aku, Pangeran Addrich de Guerdine, seorang putra mahkota kekaisaran Allaine, bersumpah dengan segala kehormatan, kekuasaan, kemegahan yang aku miliki, bahwa mulai detik ini aku menjamin keselamatan Ellise de Labird yang akan menjadi istriku, juga orang-orangnya dalam keadaan dan situasi apapun."


Ellise melakukan gerakan yang sama, melipat tangannya hingga telapak tangannya menyentuh dadanya, mata emasnya memandang Pangeran Addrich dengan kesungguhan.


"Saya, Ellise de Labird, pewaris tunggal dari bangsawan Duke Labird, bersumpah dengan segala kehormatan, ketulusan dan segala hal yang saya miliki, bahwa mulai detik ini saya akan memenuhi segala keinginan dari Pangeran Addrich de Guerdine yang akan menjadi suami saya, tanpa batas waktu, selama Pangeran Addrich masih menginginkannya."


Kemudian Pangeran Addrich dan Ellise sama-sama berdiri, mendekat dan menyatukan satu lagi tangan mereka yang bebas, mereka saling menutup mata lalu sama-sama mengucapkan sumpah lagi,


"Kami bersumpah dengan darah dan tubuh kami, kami akan memenuhi dan menjaga sumpah kami sampai kapanpun, sampai kami berhenti bernafas. "


Itu adalah cara di kerajaan Allaine, untuk bersumpah dengan kehidupan, karena sumpah adalah sebuah kesucian yang paling tidak berani mereka langgar.

__ADS_1


Ellise mendapatkan sumpah itu, Ellise tidak akan menyesal. Demi hidupnya, demi orang-orang yang selama ini menyayanginya, demi masa depan mereka semua. Walaupun harus memasuki neraka lain yang tidak memiliki ujung, setidaknya dia tidak sendiri, dia memiliki Pangeran Addrich bersamanya.


__ADS_2