
"Nona, silahkan masuk.." ujar seorang pelayan dengan hormat.
"Kamar yang indah.. " gumam Ellise.
"Saya senang jika nona menyukainya."
"Tentu saja aku menyukainya, hanya saja aku merasa familiar dengan kamar ini. "
Pelayan itu tersenyum ramah, " Nona, anda pernah memasuki kamar ini sebelumnya. Tentu saja anda merasa demikian. "
"Kapan?"
"Pada malam pesta kerajaan pemilihan putri mahkota, sewaktu anda berbicara dengan pangeran Addrich hanya berdua. "
"Bukankah saat itu, Aku dan pangeran Addrich berada di......." Ellise tiba-tiba terdiam karena menyadari sesuatu.
"Tidak mungkin!! " serunya setengah berteriak.
Pelayan itu tersenyum ramah, " Benar nona Ellise, kamar ini dengan kamar saat itu adalah kamar yang sama, yaitu kamar pangeran Addrich. "
"Mengapa terlihat sangat berbeda sampai aku hampir tidak menyadarinya."
"Nona, kamar ini diubah dengan sentuhan feminim agar anda dapat nyaman untuk tinggal disini. "
" Kalau begitu, sampaikan terima kasihku pada orang yang telah mengubah kamar ini untuk rasa nyamanku. "
" Nona, anda dapat menyampaikan rasa terima kasih anda langsung pada Pangeran Addrich. "
"Pangeran Addrich? Mengapa?"
__ADS_1
"Karena Pangeran Addrich yang langsung turun tangan untuk mendekorasi ulang kamar ini, bahkan Pangeran Addrich telah mempersiapkan segala kebutuhan anda sampai hal yang terkecil. Segala hal dipersiapkan dengan sangat detail dan matang. "
Ellise merasa pendengarannya salah untuk kali ini. Seorang putra mahkota, pangeran pewaris tahta kerajaan, mempersiapkan segala kebutuhan Ellise secara langsung? Ellise merasa semua ini seperti mimpi!
"Bukankah seharusnya aku mendapat kamar lain? " tanya Ellise akhirnya.
" Nona, Pangeran Addrich yang menyampaikan perintah langsung bahwa anda akan menempati kamar ini mulai hari kedatangan anda. " ujar pelayan itu dengan sangat sopan.
"Kami belum menikah, berikan aku kamar lain."
"Nona, maafkan saya, saya tidak dapat memenuhi permintaan anda. Mohon untuk mengerti status saya. "
Ellise melirik pelayan itu dengan ekor matanya, mendesah pelan. Ellise mengerti, pelayan tidak boleh menyalahi perintah, apalagi perintah keluarga raja. Tidak ada yang dapat diharapkannya, kecuali menerima pengaturan ini dengan lapang dada.
" Biasanya, kapan pangeran akan kembali kekamar? "
" Pangeran hanya kembali dimalam hari, namun pangeran juga berpesan, pangeran tidak akan kembali sampai malam pernikahan dilaksanakan."
"Kamu sudah bisa keluar. "
"Baiklah nona, jika anda memerlukan sesuatu, kami dengan sigap berada diluar kamar untuk panggilan anda."
Setelah pelayan itu pergi, Ellise dengan perlahan memperhatikan kamar itu lagi, dari segi mode, penampilan, corak, warna dan tata letak sangat sesuai dengan selera Ellise.
Ellise melanjutkan langkahnya ke ruang ganti dan Ellise terkejut. Jika kamar utama sangat luas dan indah, namun kamar ganti ini memiliki pesonanya tersendiri. Kamar ganti ini bahkan lebih besar dari kamar utama, karena segala koleksi untuk penampilan milik pangeran ada disini, begitu rapi dan lengkap! Ellise berjalan terus sampai ia menemukan pintu yang menghubungkan keruang ganti yang lain, itu miliknya.
Ellise berlari kepintu dan memanggil pelayan tadi.
"Nona Ellise, ada yang bisa saya bantu? "
__ADS_1
" Bahkan aku memiliki ruang ganti dan ruang penyimpanan pakaian dikamar ini? " tanya Ellise takjub.
" Benar nona, bahkan Pangeran Addrich sendiri yang memilih setiap detail untuk keperluan anda. "
" Apa?!! " tanya Ellise terkejut.
" Nona, semua untuk kenyamanan anda."
Ellise terdiam dan memilih kembali masuk. Pengaturan ini sangat luar biasa membuatnya terkejut. Ellise semakin bingung , apakah Ellise dapat mengartikan perhatian yang diberikan oleh Pangeran Addrich adalah bentuk rasa sayangnya? Ellise merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, rasa nyaman menjalar disekujur tubuhnya, matanya perlahan tertutup.
***
"Pangeran.. " sapa kedua pelayan yang berjaga didepan kamar Pangeran Addrich.
" Apakah Ellise telah bersantap malam? "
Pangeran Addrich merasakan ketidak beresan ketika para pelayan itu saling melirik.
" Ada apa? "
" Pangeran, Nona Ellise belum makan. " jawab pelayan itu takut-takut.
" Apakah menu makan malam tidak cocok untuknya? Bukankah aku telah perintahkan untuk melayani apapun sesuai keinginannya?"
"Itu... "
"Panggil seluruh koki yang bertanggung jawab untuk makanan Ellise." ujar Pangeran Addrich tidak sabar.
"Pangeran, Ellise bukan hanya belum makan malam, tetapi sedari siang, dia belum makan. " tiba-tiba Ava muncul di belakang pangeran Addrich.
__ADS_1
Pangeran Addrich langsung berbalik, dia menemukan tidak hanya satu orang yang berdiri dibelakangnya, melainkan dua orang. Val juga ada disana. Pangeran Addrich memang tidak mengenal mereka berdua dengan dekat, namun pangeran Addrich pernah melihat mereka dan mengetahui bahwa mereka berdua adalah ksatria pengawal Ellise, selain Linden. Pangeran Addrich cukup terkesan dengan kehadiran mereka berdua yang tidak disadari Pangeran Addrich. Mereka pasti ksatria yang handal.